Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kecurigaan Louis Dmytry


__ADS_3

Setelah makan malam itu, mereka berdua sibuk pergi ke beberapa tempat untuk melakukan foto prewedding. Walau pernikahan mereka hanya disaksikan oleh keluarga saja tapi mereka harus memiliki foto pernikahan yang akan dijadikan kenangan-kenangan. Lagi pula Crstin tidak mau gaun pengantin yang diberikan oleh Orland menjadi sia-sia karena dia tidak akan mengenakannya lagi setelah mereka menikah.


Selama mereka sibuk, selama itu pula Zake melakukan tugasnya. Gail mengawasi pria itu dengan baik, dia tidak memberikan kesempatan pada pria itu untuk berkhianat. Tanpa sepengetahun Louis Dmytry, Zion menginvestasikan banyak uangnya dalam proyek yang ditawarkan oleh Zake.


Pemuda yang begitu ambisius, tanpa pikir panjang karena yang dia ingin membuktikan pada sang ayah jika dia mampu namun sayang apa yang ditakutkan oleh Louis Dmytry akhirnya terjadi.


Zion terlihat mondar mandir di dalam ruangannya, semua saham yang dia miliki di perusahaan itu sudah di investasikan, dia sudah tidak memiliki apa pun lagi karena dia pikir dia pasti akan mendapatkan keuntungan yang luar biasa bahkan dia juga meminjam dari bank. Sungguh tindakan yang begitu berani dan sekarang, dia terlihat sedang pusing sendiri.


Belum ada kabar dari Zake sampai sekarang, padahal pria itu berkata akan memberinya kabar dalam waktu beberapa hari namun sampai sekarang tidak ada kabar sama sekali. Rasa curiga mulai menyelimuti hati, entah kenapa dia merasa jika Zake sedang melakukan apa yang dia lakukan dulu pada Orland tapi untuk apa?


Ketika dia sedang berpikir, pintu ruangan dibuka dengan keras oleh ayahnya. Louis melangkah masuk ke dalam dengan kemarahan di hati, dia tahu ada yang salah dan dia curiga jika putranya telah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuannya.


"Katakan padaku, Zion. Ketika kau pergi menemui Zake, apa kau telah melakukan sesuatu tanpa sepengetahuanku?" tanya ayahnya.


"Tidak, aku tidak melakukan apa pun!" sangkal Zion.


"Jangan menipuku! Ibumu mendapat telepon dari bank selama beberapa kali. Apa kau meminjam uang tanpa aku ketahui?"


"Aku memang meminjam uang tapi tidak banyak!" dia tidak bisa menyangkal soal ini.


"Kau pinjam berapa banyak dan untuk apa?" tanya ayahnya ingin tahu.


Zion diam dan mengumpat dalam hati. Seharusnya dia tidak memberikan nomor telepon rumahnya pada pihak bank. Padahal dia sudah meminta pihak bank menghubunginya secara langsung tapi kenapa mereka justru tidak mendengarkan permintaannya?

__ADS_1


"Zion!" ayahnya berteriak karena Zion diam saja.


"Aku sudah memperingati dirimu untuk tidak melakukan apa pun tanpa sepengetahuanku jadi sekarang katakan padaku, berapa banyak yang kau pinjam dari bank? Apa kau tidak punya uang sampai-sampai kau harus meminjam?"


"Kau sungguh membuat aku pusing, Dad! kau berteriak sana sini, kau meremehkan aku seolah-olah aku tidak mampu dan tidak tahu apa yang aku lakukan!" Zion juga berteriak. Cukup sudah, kepalanya sedang sakit, sekarang ayahnya semakin memperburuk keadaan.


"Aku muak kau selalu menyamakan aku dengan Orland!" teriaknya lagi.


Louis Dmytry menghampiri putranya dengan kemarahan tinggi, dia khawatir putranya mengambil langkah yang salah dan sepertinya hal itu sudah terjadi dan memang demikian.


"Itu bukan jawaban yang aku inginkan, Zion. Katakan padaku berapa banyak yang kau pinjam di bank untuk bergabung dengan bisnis yang ditawarkan oleh Zake?" tanya ayahnya dengan sinis. Dia sangat yakin Zion meminjam uang demi bergabung dengan Zake. Entah kenapa firasatnya semakin buruk.


"Sebaiknya Daddy tidak ikut campur. Aku tahu apa yang aku lakukan jadi lebih baik Daddy duduk diam di rumah menunggu hasilnya saja apalagi Daddy sudah tua!"


"Kurang ajar, beraninya kau berkata seperti itu padaku?!" Louis semakin marah, Zion cuek saja namun pada saat itu, PLLAAKK!! Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Mata sang ayah menatapnya dengan tatapan penuh kemarahan, dia hanya ingin putranya tidak mengambil langkah yang salah saja namun apa yang telah dia lakukan?


"Kau memang pantas mendapatkannya!" teriak ayahnya lantang.


"Aku hanya berbisnis apa salahnya?!" teriak Zion pula. Sungguh dia tidak menyangka ayahnya akan memukulnya seperti itu.


"Kau berbisnis tanpa pikir panjang, Zion. Itu masalahnya! Aku tidak mempercayai kemampuan yang kau miliki karena kau selalu mengambil tindakan tanpa pikir panjang. Jangan sampai perusahaan yang kita dapatkan dengan susah payah justru harus hancur karena tindakan yang kau lakukan!"


"Itu tidak mungkin terjadi!" ucap Zion sinis. Pemuda itu melangkah keluar, ayahnya benar-benar sudah keterlaluan. Dia akan mencari Zake dan mengajaknya untuk menemui ayahnya. Mungkin dengan demikian ayahnya akan percaya.

__ADS_1


Louis melangkah menuju kursi dan menjatuhkan diri di sana, entah bisnis apa yang ditawarkan oleh Zake kepada putranya tapi dia sangat yakin Zion sudah melakukan tindakan yang salah.


"Sial!" kepalan tangan sudah menghantam meja, putranya tidak mau mengatakan berapa jumlah uang yang dia pinjam di bank. Jangan sampai mereka tidak mampu membayar sehingga mereka harus kehilangan perusahaan itu. Sebaiknya dia pergi ke bank untuk mencari tahu berapa banyak uang yang dipinjam oleh Zion. Sebagai seorang pengusaha yang sudah lama berbisnis, dia punya firasat buruk.


Seperti putranya yang pergi dengan kemarahan di hati, Louis juga demikian. Masalah yang diperbuat oleh putra dan putrinya beberapa saat lalu belum tentu selesai dan sekarang, putranya kembali membuat ulah.


Zion masih dengan egonya yang tinggi, dia bergegas pergi mencari Zake namun sayang Zake tidak berada di tempat. Tidak kehabisan akal, Zion menghubungi Zake.


"Ada apa, Zion?" tanya Zake, sesungguhnya dia sudah tidak berada di perusahaan yang dipinjamkan oleh Orland lagi.


"Huh, aku senang mendengar suaramu. Setidaknya kau tidak melarikan diri karena menipu aku!" ucap Zion.


"Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mungkin menipu dirimu karena kau juga melihat aku menanamkan modal yang sama seperti dirimu."


"Baiklah, di mana kau sekarang? Aku ingin mengajakmu pergi menemui ayahku agar dia percaya jika kau tidak sedang menipu aku!"


"Sorry, Zion. Aku keluar kota jadi aku tidak bisa pergi bersama denganmu," ucap Zake. Dia memang harus menghindari Zion sesuai dengan perintah Gail.


"Sial, berapa lama?" Zion terlihat kesal. Di saat dibutuhkan Zake justru tidak ada. Ayahnya akan semakin murka jika dia tidak bisa meyakinkan ayahnya secepatnya.


"Dua pekan, saat aku kembali aku berjanji akan menemui ayahmu. Aku juga sudah lama tidak bertemu dengannya. Aku akan meyakinkan ayahmu jika aku tidak menipumu dan proyek itu akan memberikan keuntungan yang besar bagi kita!"


"Baiklah, aku tunggu dua pekan lagi," Zion menghela napas. Semoga dia bisa meyakinkan ayahnya sampai Zake kembali.

__ADS_1


"Baiklah, aku harus pergi. Aku sibuk, saat kembali aku akan mencarimu!" ucap Zake.


Zion kembali menghela napas, dia bisa meminta Zake berbicara dengan ayahnya via telepon tapi apa ayahnya akan percaya? Dia harap Zake cepat kembali agar mereka bisa meyakinkan ayahnya tapi sayangnya Zake tidak pergi ke mana-mana karena dia sendiri sedang pusing menghadapi nasibnya yang harus mempertanggungjawabkan apa yang telah dia lakukan. Sepertinya Orland tidak akan melepaskan mereka dan memang begitulah kenyataannya. Tinggal menunggu sebentar lagi maka pada saat itu mereka yang telah mengkhianatinya dulu akan hancur.


__ADS_2