Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Tujuan Johan


__ADS_3

Setelah pergi dari gedung pengadilan, Cristin dan Orland pergi ke supermarket karena malam ini mereka akan merayakan status baru Cristin bersama dengan kedua orangtua Cristin. Mereka berencana menghabiskan malam bersama di sisi kolam renang. Mereka akan barbeque sambil menikmati minuman.


Setelah kepergian mereka, Johan juga pergi. Rasa amarah memenuhi hati. Dia benar-benar tidak akan membiarkan Cristin tertawa di saat Lauren sedang menderita. Bagaimanapun sejak awal dia berjuang untuk Lauren jadi dia akan tetap berjuang untuknya. Waktu yang dia buang percuma dengan Cristin tidak boleh jadi sia-sia.


Sesuai rencana, Johan pergi menemui sahabat lamanya. Dia yakin sahabatnya pasti akan membantu, dia juga ingin meminta bantuan sahabatnya untuk mencari tahu siapa pria yang selalu bersama dengan Cristin itu.


Yang dia tahu pria itu bernama Orland karena Cristin selalu memanggil pria itu demikian. Selain menghancurkan Cristin, dia juga ingin menghancurkan pria itu karena dialah yang telah membantu Cristin sehingga rencananya gagal.


Siapa pun pria itu, dia tidak akan pernah memaafkannya begitu juga dengan Cristin. Jika sampai terjadi sesuatu dengan Lauren, dia bersumpah akan membunuh Cristin dengan kedua tangannya.


Sebuah kota kecil menjadi tujuan, di tempat itu segala kajahatan apa pun ada dan tentunya di sanalah sahabatnya berada. Johan sudah membuat janji terlebih dahulu sebab itu begitu dia tiba, dia sudah ditunggu dan disambut oleh sahabat baiknya.


Sebelum dia kenal dengan Cristin, dia adalah seorang pemasok barang haram dan dia selalu melakukan hal itu bersama dengan sahabatnya namun setelah dia dekat dengan Cristin, Johan meninggalkan dunia itu dan bekerja dengan benar. Tentu dia melakukan hal itu untuk menarik perhatian Cristin tapi sekarang, sepertinya dia harus kembali ke dunia itu jika tidak dia tidak akan memiliki uang untuk mengobati penyakit Lauren.


Johan menghampiri sahabatnya yang sangat senang melihat kedatangannya. Sepertinya mereka bisa berbisnis lagi seperti dulu.


"Sekian lama, kenapa kau baru mencari aku sekarang?"


"Sorry, Dean. Aku sibuk akhir-akhir ini," dusta Johan.


"Sibuk? Setelah kau menikah dengan wanita kaya itu kau melupakan aku!"


"Jangan salah sangka, aku dengannya sudah lama berakhir!"


"Apa? Kenapa kau melepaskan wanita kaya itu?" Dean terdengar tidak percaya.


"Aku rasa kau sudah tahu jawabannya!"

__ADS_1


"Pasti gara-gara Lauren, bukan?" tebak Dean.


Johan diam dan menjatuhkan diri di sebuah kursi yang ada tidak jauh dari mereka. Dean menggeleng dan menghampirinya. Dia tahu Johan memiliki hutang budi tapi apa yang dia lakukan selama ini justru menyusahkan dirinya sendiri.


"Kau bodoh, Johan! Kenapa kau membuang sebongkah berlian hanya untuk?"


"Stop, Dean!" sela Johan, "Aku tahu apa yang hendak kau katakan!" ucapnya lagi.


"Oke, baiklah. Apa kekasihmu masih hidup?"


"Tentu saja, kenapa kau bertanya demikian?" Johan memandanginya dengan tatapan tidak senang.


"Jangan marah, Sobat. Aku hanya ingin tahu saja. Ternyata kekasihmu panjang umur juga!" ucap Dean. Sepertinya yang orang katakan sangat benar, orang jahat sulit untuk mati.


"Aku datang ke sini bukan untuk mendengar hal ini, Dean!" Johan menatapnya tajam.


"Katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya Johan. Dia tahu pasti ada yang diinginkan oleh Dean.


"Bagus, dua hari lagi ikut aku pergi menjalankan bisnis. Seperti dulu, kau tahu apa yang harus kau lakukan, bukan? Kau juga akan mendapatkan bagianmu jadi kau tidak perlu khawatir. Jika kau mau, kita bisa berbisnis seperti dulu lagi!" ucap Dean.


"Tentu, aku memang ingin kembali ke bisnis ini karena aku memerlukan banyak uang untuk biaya pengobatan Lauren."


"Senang mendengarnya kau mau kembali jadi katakan padaku apa yang kau inginkan dariku?"


"Aku ingin kau menculik Cristin Bailey!" pinta Johan tanpa ragu.


"Hei, apa kau serius?" Dean terdengar tidak percaya. Apa sebenarnya yang terjadi di antara mereka berdua?

__ADS_1


"Aku serius, Dean. Aku menginginkan dirinya dalam keadaan hidup. Semua penghinaan yang dia berikan padaku akan aku balas. Dia juga harus berkorban untuk Lauren. Aku harus mendapatkan ginjalnya apa pun caranya!" ucap Johan. Kekesalan kembali memenuhi hati, dia akan membalas Cristin dan juga pria bernama Orland itu.


"Ginjal? Jangan katakan kau mendekatinya karena ginjal?"


"Tidak, semula aku mendekatinya karena uang. Dia wanita kaya yang bisa aku manfaatkan dengan mudah, sebab itu aku mendekatinya. Uang yang aku dapat darinya aku gunakan untuk pengobatan Lauren tapi siapa yang menduga, ginjal yang sudah lama aku dan Lauren cari ternyata ada padanya. Aku sungguh tidak menduga padahal waktu itu aku hanya iseng mengetes darahnya. Ternyata Ginjal Cristin bisa digunakan oleh Lauren. Ajaib, bukan? Tapi sialnya, aku gagal mendapatkannya!"


"Sial, pantas saja kekasihmu berumur panjang. Ternyata kau punya bank uang!" ucap Dean.


"Itu dulu, Dean. Sekarang sudah tidak, uang hasil penjualan rumah pun sudah menipis, jika aku tidak cepat mendapatkan ginjalnya maka hidup Lauren tidak akan lama lagi."


"Baiklah, baik. Aku akan membantumu menculiknya. Hanya itu yang kau inginkan, bukan?"


"Ya, tapi ada satu lagi. Aku juga ingin kau mencari tahu identitas seseorang dan melenyapkan orang itu. Dia selalu bersama dengan Cristin, jadi kau bisa membunuh pria itu saat kau menculik Cristin untukku! Aku percaya itu bukan hal sulit bagimu, Daen," ucap Johan. Itulah tujuannya datang. Pria itu harus mati dan Cristin akan jatuh ke tangannya.


Dean mengenal banyak penjahat yang bisa melakukan pekerjaan itu. Dia yakin sahabatnya dapat menemukan orang yang bisa melakukan pekerjaan itu dengan mudah.


"Itu perkara mudah, sekali tepuk dua lalat mati tapi jika kau menginginkan kematiannya untuk apa kau mencari tahu tentangnya? Aku akan meminta seorang teman melakukannya tapi kau harus melakukan pekerjaanmu dengan baik. Berikan foto orang yang hendak kau singkirkan dan kirimkan lokasinya, aku akan memberikan foto mereka pada orang yang akan membunuh mereka nanti tapi kau tidak boleh mengecewakan aku."


"Tentu saja, aku tahu kau pasti bisa membantu aku!" Johan tersenyum. Saat ini biarkan saja Cristin dan pria itu tertawa senang, biarkan saja mereka berpesta karena pada saatnya nanti, mereka akan menerima akibat dari kemarahannya.


Sepertinya dia harus mengatakan hal ini pada Lauren, dia juga harus mengatakan jika dua hari lagi dia harus bekerja. Lauren pasti akan senang karena tidak lama lagi dia akan mendapatkan ginjal yang dia inginkan.


Tinggal menunggu waktu dan tidak lama lagi, apa yang mereka inginkan pasti mereka dapatkan.


Johan segera menghubungi Lauren dan mengatakan semuanya. Tentu saja Lauren sangat senang, dia bahkan sudah tidak sabar menantikannya karena pada saat itu tiba, tidak saja mendapatkan ginjal Cristin tapi dia juga ingin menjadi penonton untuk menyaksikan kematian Cristin bahkan ide gila muncul di kepala Lauren, dia memberikan ide pada Johan dan berencana menjual organ tubuh Cristin yang lain agar kematiannya tidak sia-sia dan tentunya mereka akan mendapatkan uang yang banyak nantinya.


Johan sangat setuju dan mengannggap itu ide yang sangat brilliant tapi apa mereka pikir rencana mereka bisa berjalan dengan mudah?

__ADS_1


__ADS_2