Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Masuk Jebakan


__ADS_3

Zion belum berangkat karena dia sedang berdebat dengan ayahnya. Louis tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Zion jika Zake sudah sukses dan mengajaknya untuk bekerja sama. Dia tahu Zake asisten pribadi adiknya yang sangat menguasai bisnis tapi dia tidak akan percaya begitu saja.


Louis justru berpikir jika Zake hanya ingin menipu mereka dan memeras mereka, sebab itu dia dan putranya sedang berdebat. Menurutnya Zion masih terlalu muda, dia tidak ingin apa yang mereka lakukan pada Orland dulu justru berbalik pada mereka.


Satu kesalahan sudah Zion lakukan, jangan sampai Zion kembali melakukan hal yang sama. Tentunya hal itu membuat Zion tidak terima karena ayahnya meremehkan dirinya dan menyamakan dirinya dengan si pecundang Orland.


"Sudah aku katakan Zake ingin menawarkan bisnis pada kita sebab itu aku ingin mengajakmu pergi menemuinya," ucap Zion.


"Jangan mempercayainya begitu saja, Zion. Bisa saja dia ingin memeras kita dengan cara berpura-pura hendak menawarkan bisnis."


"Oleh sebab itu aku mengajakmu, Dad. Aku yakin dia tidak mungkin memeras kita karena dia sudah berbeda dari pada beberapa tahun yang lalu!" Zion berusaha meyakinkan sang ayah agar ayahnya mau pergi bersama dengannya untuk menemui Zake.


"Jangan tertipu hanya dengan penampilannya saja, Zion. Apa kau tidak curiga sama sekali? Setelah bertahun-tahun berlalu, sekarang dia tiba-tiba datang dan berkata jika dia sudah sukses dan mau menawarkan bisnis sedangkan kita tidak pernah mendengar sepak terjangnya selama ini. Seharusnya kau curiga dan mewaspadai hal itu!"


"Kau selalu curiga dengan apa punĀ  padahal kita sudah mengenal Zake begitu lama. Kau harus ingat Dad, jika tidak ada Zake maka kita tidak mungkin bisa mendapatkan perusahaan Orland!"


"Aku tahu tapi aku takut kau seperti Orland yang bisa kita tipu dengan mudah!" ucap ayahnya.


"Lagi-Lagi pecundang itu! Aku muak kau selalu membandingkan aku dengannya! Aku tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti yang dia lakukan jadi jangan samakan aku dengannya!" teriak Zion penuh emosi.


"Aku tidak membandingkan kau dengannya, aku hanya memperingati dirimu agar tidak melakukan kesalahan seperti yang Orland lakukan!" ayahnya juga berteriak dengan keras.

__ADS_1


"Kau selalu meremehkan aku, Dad. Kau tidak pernah mau melibatkan aku saat kau sedang menjalin bisnis dengan pengusaha lain, kau selalu menganggap jika aku tidak mampu!"


"Itu karena kau memang tidak mampu, Zion. Selama ini kau lebih banyak bermain-main, sebab itu aku tidak bisa mempercayai kemampuanmu dalam berbisnis!"


Zion semakin marah, ternyata ayahnya benar-benar meremehkan dirinya. Rasanya sangat ingin menunjukkan pada ayahnya jika dia jauh lebih mampu dari pada yang ayahnya duga sehingga ayahnya bangga pada dirinya.


"Jika begitu aku akan menunjukkan padamu jika aku mampu dan aku akan buktikan jika aku bukanlah pecundang seperti Orland seperti yang kau kira!" setelah berkata demikian, Zion melangkah pergi.


"Jangan coba-coba melakukan sesuatu tanpa persetujuan dariku, Zion!" teriak ayahnya.


Zion tidak peduli, rasa kecewa dan merasa diremehkan membuatnya begitu marah pada ayahnya. Louis melangkah keluar dengan cepat, untuk mengikuti langkah putranya yang sudah berada di luar sana.


"Zion, berhenti kau!" teriaknya lagi.


"Zion!" ayahnya berteriak supaya putranya berhenti namun Zion tidak peduli. Sebegitu tidak bergunanya 'kah dirinya sehingga ayahnya sendiri meremehkan dirinya? Akan dia buktikan pada ayahnya, dia akan menerima tawaran kerja sama yang Zake berikan dan menunjukkan pada ayahnya jika dia bukan pecundang seperti Orland.


Zion membawa mobilnya ke alamat yang diberikan oleh Zake dengan kemarahan di hati, dia bahkan hampir menabrak mobil orang lain selama beberapa kali. Emosi yang dia milikilah dan tindakan yang selalu dia ambil tanpa pikir panjang yang membuat ayahnya belum bisa mempercayai dirinya ditambah kesalahan yang dia lakukan saat itu sehingga membuat adiknya harus menghabiskan malam dengan seorang cleaning service semakin membuatnya tidak bisa mempercayai putranya.


Mobil yang dia bawa sudah berhenti, mata Zion terbelalak melihat gedung megah yang berdiri di depan matanya. Ternyata Zake tidak menipu dan benar-benar sukses. Ini benar-benar kesempatan bagus baginya untuk menunjukkan kemampuan yang dia miliki pada ayahnya.


Begitu dia tiba, dia disambut dengan baik karena Zake memang sudah menunggunya. Ancaman yang diberikan oleh Gail dan waktu satu minggu yang dia miliki tidak boleh dia sia-siakan jika tidak semua yang dia lakukan akan diketahui oleh keluarganya. Oleh sebab itu dia tidak boleh menyia-nyiakan setiap kesempatan yang ada.

__ADS_1


Zion diantar masuk ke dalam ruangannya, Zake menatap pria itu dengan tatapan heran karena ekspresi wajahnya yang tidak enak dipandang apalagi dia hanya datang seorang diri saja.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau hanya datang sendirian?" tanya Zake basa basi.


"Lupakan si tua bangka itu!" jawab Zion seraya menjatuhkan diri di tempat duduk yang sudah disediakan oleh Zake untuknya.


"Kenapa kau berbicara seperti itu terhadap ayahmu?"


"Dia meragukan aku, Zake. Dia takut aku tertipu seperti Orland dulu. Aku sungguh tidak terima dia membandingkan aku dengan pecundang itu!" ucap Zion dengan kemarahan tertahan.


Zake mengumpat, sudah dia duga jika si tua bangka itu akan waspada tapi dia bisa memanfaatkan rasa kesal dan kekecewaan Zion terhadap ayahnya saat ini. Sungguh keadaan yang sangat tepat dan memberikan keuntungan untuknya.


"Jika begitu sudah saatnya kau menunjukkan kemampuan yang kau miliki padanya, bukan? Tunjukkan jika kau bisa memajukan perusahaan itu sehingga dia jadi bangga padamu!"


"Itulah yang sedang aku lakukan sebab itu aku datang kemari. Sekarang katakan padaku, bisnis apa yang hendak kau tawarkan padaku? Aku percaya denganmu jadi jangan mengecewakan aku!" ucap Zion.


"Sungguh situasi yang sangat tepat, Zion. Padahal aku mengira ayahmu akan datang tapi tidak apa-apa, sudah cukup dirimu saja. Aku jamin kau tidak akan menyesal bergabung dengan bisnis yang akan aku tawarkan dan kau bisa menggunakan kesempatan ini untuk membuktikan pada ayahmu jika kau memiliki kemampuan sehingga ayahmu tidak akan ragu denganmu lagi!"


"Aku harap demikian, Zake. Aku akan buktikan padaku ayahku jika aku tidaklah sama dengan si pecundang Orland!"


Zake tersenyum dan berkata dalam hati, "Bodoh! Saat ini kau sedang dalam genggaman tangan Orland!" senyumnya semakin lebar, beruntungnya si tua bangka itu tidak datang sehingga dia tidak perlu terlalu banyak bicara untuk meyakinkan mereka. Dia tidak peduli dengan mereka, yang dia tahu dia harus menyelesaikan tugasnya agar keluarganya tidak tahu kejahatan yang telah dia lakukan.

__ADS_1


"Kemarilah, aku akan menawarkan bisnis yang akan memberikan keuntungan besar padamu!" Zake beranjak dan melangkah menuju sofa di mana semua yang dibutuhkan untuk menjebak Zion sudah disiapkan.


Zion mengikuti langkahnya tanpa ada rasa curiga sama sekali, ambisi untuk menunjukkan kemampuan pada ayahnya dan membuat ayahnya bangga telah membuatnya masuk ke dalam jebakan. Setelah ini dia sangat yakin, setelah dia bekerja sama dengan Zake dan mendapat keuntungan yang berlipat ganda, ayahnya tidak akan membandingkan dirinya dengan si pecundang Orland lagi.


__ADS_2