
Cristin dan ibunya sedang berada di sebuaah mall saat itu. Cristin mengajak ibunya mencari hadiah karena sebentar lagi ulang tahun ayahnya. Mulai besok dia akan bekerja, dia sudah memutuskan akan mengelola hotel milik ayahnya jadi dia harus belajar agar tidak mengecewakan kedua orangtuanya.
Mungkin dia dan Orland akan jarang bertemu setelah ini karena pekerjaan. Sepertinya dia harus membicarakannya pada Olrand jika mulai besok dia akan sibuk.
Cristin dan ibunya masuk dari toko ke toko yang lain untuk mencari barang bagus tapi sampai sekarang mereka belum menemukan barang yang cocok.
"Bagaimana, Mom? Kita belum menemukan barang yang cocok," ucap Cristin.
"Sebaiknya kau mengajak Orland, biasanya laki-laki lebih tahu," ucap ibunya.
"Tapi aku tidak mau merepotkan dirinya, Mom."
"Dia tidak akan keberatan, percayalah."
"Ck, bilang saja jika Mommy ingin pergi pacaran dengan Daddy!" gerutu Cristin.
"Tentu saja, Sayang. Walau kami sudah tua tapi kami membutuhkannya agar hubungan kami tetap harmonis."
"Baiklah, aku akan menghubunginya," ucap Cristin. Sebaiknya dia tidak mengganggu ayah dan ibunya.
"Gadis pintar, jika begitu Mommy mau pergi," Mariana mencium pipi putrinya dan setelah itu dia pergi karena dia memang ada janji dengan suaminya.
Cristin belum menghubungi Orland, dia sedang mencari tempat bagus untuk menunggu Orland nantinya. Sebuah cafe mungkin menjadi pilihan tepat tapi dia ingin mencari cafe yang tenang dan tidak berisik seperti di mall.
Cristin pergi dari mall itu menggunakan taksi karena supir pribadinya sedang mengantar ibunya. Sebuah cafe yang tidak jauh dari kantor Orland menjadi pilihan, dia ingin menghabiskan waktu dengan pria itu di sana namun tanpa dia ketahui Zion juga berada di sana.
Zion berada di cafe itu bukan tanpa alasan, Zion sedang menghubungi Wayland Corporation untuk menawarkan kerja sama lagi. Jika pemilik perusahaan itu ingin bertemu dengannya maka dia akan mengajaknya bertemu di cafe tersebut. Itulah sebabnya dia berada di cafe itu.
Seperti biasa, Gail yang menjawab telepon tapi kali ini dia berbicara di samping Orland sehingga Orland tahu apa yang hendak Zion ucapkan.
"Weyland Corporation?"
"Aku Zion Dmytry yang waktu itu menghubungi anda," ucap Zion basa basi.
"Ada apa, Tuan Dmytry?"
__ADS_1
"Kapan aku bisa bertemu dengan anda untuk membahas bisnis, Sir? Jika kau punya waktu hari ini, aku akan menunggu anda di cafe yang tidak jauh dari perusahaan anda," ucap Zion.
Orland dan Gail saling pandang, ternyata Zion ada di sana. Sebaiknya dia berhati-hati agar Zion tidak melihatnya keluar dari perusahaan.
"Tolong maaafkan aku, Tuan Dmytry. Saat ini aku sedang sibuk, tidak ada jadwal kosong. Mohon jangan marah, anda bisa menghubungi aku lain waktu," ucap Gail. Sesuai perintah, dia sengaja mengulur waktu karena Olrand ingin membuat Zion kesal.
"Apa hari ini tidak bisa, Sir? Aku sangat ingin bertemu dengan anda!" Zion masih berusaha memohon.
"Aku benar-benar minta maaf, aku sudah harus pergi," ucap Gail seraya mengakhiri pembicaraan mereka.
Gail menunjukkan jempolnya, Orland terlihat puas. Dia ingin lihat sampai sejauh mana Zion bisa bersabar. Dulu dia akan tertipu dengan mudah tapi sekarang tidak akan lagi.
Zion benar-benar kesal, padahal dia sengaja datang ke cafe itu dengan harapan tinggi tapi kenapa pemilik perusahaan itu seolah mengulur waktu dan enggan menemuinya? Apa dia langsung datang saja? Sepertinya memang harus demikian, dia rasa peran sang adik sangat dibutuhkan. Tidak ada pria yang tahan dengan godaan, untuk mendapatkan kerja sama itu sedikit menggunakan cara licik memang diperlukan.
Sebaiknya dia pergi dan kembali ke kantor. Zion memanggil pelayan karena dia ingin membayar minuman yang dia pesan. Uang sudah diberikan, dia hendak beranjak tapi niatnya terhenti saat melihat seorang wanita cantik masuk ke cafe itu dan mencari tempat duduk.
Mata Zion tidak lepas, ternyata Cristin Bailey benar-benar cantik tapi sayangnya dia wanita yang sulit dia gapai. Tapi bukan itu, bukankah ini waktu yang tepat untuk menghasut Cristin dan menjelekkan Orland agar dia dipecat dan menjadi gelandangan?
Zion beranjak dan menghampiri Cristin yang sudah duduk didekat jendela. Cristin sedang memesan minuman saat itu, dia tidak tahu jika Zion ingin mendekatinya. Lagi pula dia tidak peduli.
"Hai, Nona. Maaf aku mengganggu waktumu," ucap Zion basa basi.
"Siapa kau?" Cristin bertanya dengan sinis, matanya menatap Zion dengan penuh selidik.
"Aku Zion, Zion Dmytry," Zion menyebutkan namanya sambil mengulurkan tangan.
Cristin tidak mempedulikannya, matanya justru menatap Zion dengan penuh selidik. Dmytry? Apa dia sepupu Orland? Tapi untuk apa pria itu menyapa dirinya? Apa hubungannya dengan Orland sudah ketahuan?
"Kita tidak saling mengenal jadi aku rasa tidak perlu berbasa basi!" Cristin masih bersikap sinis.
"Aku tahu, Nona Bailey. Tapi ada yang hendak aku bahas denganmu," ucap Zion.
"Aku tidak suka berbasa basi dengan orang asing jadi sebaiknya pergi!" Cristin mulai kesal.
"Tolong jangan marah. Aku hanya ingin membahas masalah Orland, supir pribadimu."
__ADS_1
Cristin mengernyitkan dahi, ini adalah kebohongan yang dia ucapkan saat kekasih Orland yang sudah menghilang itu tiba-tiba datang tapi kenapa sepupu Orland bisa tahu akan hal ini? Dia jadi curiga, jangan-jangan mereka bekerja sama untuk menghancurkan Orland.
"Masalah supir pribadiku, apa ada hubungannya denganmu?" Cristin meletakkan ponsel dengan posisi terbalik di atas meja. Matanya masih menatap Zion dengan tatapan sinis.
"Tentu saja ada, aku hanya ingin mengingatkan agar kau berhati-hati dengannya," ucap Zion.
"Tuan Zion Dmytry yang terhormat, kenapa aku harus berhati-hati? Apa masalah yang kau miliki dengannya? Apa kau saudaranya atau salah satu anggota keluarganya? Jika demikian, bukankah lebih baik kau membantunya melunasi hutang satu juta dolar yang dia pinjam padaku beberapa tahu yang lalu?"
"Oh, tidak!!" ucap Zion dengan cepat. Ternyata apa yang dikatakan oleh wanita itu benar, Orland memiliki hutang pada Cristin Bailey.
"Kenapa? Dmytry Compani tidak mungkin tidak memiliki uang satu juga dolar, bukan?" Cristin sengaja. Pembicaraan mereka berdua di dengar oleh Orland yang saat itu sedang menuju cafe itu karena saat Zion menyapa Cristin telepon mereka sudah tersambung. Cristin juga tidak mematikan ponselnya karena dia sengaja agar Orland dapat mendengarnya.
"Tentu saja punya tapi kami tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun untuk pecundang seperti dirinya. Berhati-hatilah, Nona Bailey. Aku bermurah hati mengingatkan padamu. Dia hanya pecundang yang tidak berguna, jangan mau ditipu olehnya."
Cristin sangat kesal, dia tidak suka ada yang menjelek-jelekkan Orland apalagi di hadapannya.
"Apa alasanmu mengatakan hal seperti itu?" tangan sudah mencengkeram gelas minuman dengan erat.
"Aku tidak ingin ada yang ditipu olehnya lagi. Aku yakin dia sengaja tidak mau membayar uang Nona Bailey. Dia memang licik sebab itu kami mengusirnya karena dia hanya pembawa masalah!" fitnah Zion.
"Apa kau sudah selesai berbicara?"
"Tentu, aku hanya ingin kau berhati-hati," ucap Zion sambil tersenyum tapi dia terkejut karena tiba-tiba Cristin menyiram wajahnya dengan minuman yang belum dia sentuh sama sekali.
"kenapa kau menyiram aku?" tanya Zion seraya beranjak karena wajah dan bajunya basah oleh minuman.
"Sudah aku katakan, masalah supir pribadiku tidak ada hubungannya denganmu. Jika kau tidak mau membantunya membayar hutang sebaiknya kau diam dan sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku menghubungi polisi dan mengatakan jika kau mengganggu aku!"
Zion mengumpat, sial. Niatnya menghasut wanita itu justru membuatnya jadi basah karena minuman.
"Jangan marah, Nona. Aku hanya?"
"Pergi!" teriak Cristin marah.
"Oke ... Oke, aku pergi!" Zion melangkah pergi. Sial, wanita kaya yang sulit dihasut. Tapi sudahlah, yang penting dia sudah yakin jika Orland hanya seorang supir.
__ADS_1
Zion keluar dari cafe itu dan melangkah menuju mobil. Sekarang dia tidak perlu mempedulikan Orland. Lebih baik dia fokus untuk menjalin kerja sama dengan Weyland Corporation dari pada mempedulikan pecundang itu namun sayangnya dia sudah terkecoh akan hal itu.