Pesona Pria Satu Juta Dolar

Pesona Pria Satu Juta Dolar
Kemarahan Orland


__ADS_3

Gail dan orland datang saat para petugas melakukan penyerangan. Mereka bisa melihat keributan yang terjadi, para petugas sedang adu tembak dengan anak buah Gail. Sesuai prosedur, mereka harus melumpuhkan musuh terlebih dahulu sebelum menyelamatkan sandera.


Adu tembak terus berlangsung, Gail mengambil senjata apinya bahkan dia mengajari Orland menggunakan benda itu. Demi menyelamatkan Cristin, Orland tidak keberatan memegang benda berbahaya itu. Setelah mengambil senjata apinya, Gail mengajak Orland menuju bangunan.


Mereka mengitari bangunan dan menjauhi adu tembak yang terjadi antara aparat penegak hukum dan anak buah Dean. Jika mereka ke sana berarti mereka mengantar nyawa. Lagi pula yang mereka cari adalah Cristin dan keponakannya, mereka tidak peduli dengan yang lainnya.


Mereka berdua mengendap, melihat setiap ruangan yang mereka lalui. Mereka terus bergerak tanpa membuang waktu sampai mereka tiba di sebuah ruangan yang memiliki cahaya penerangan. Mereka menghentikan langkah, Gail mencoba mengintip dari jendela kaca yang sudah sedikit pecah.


Gail terkejut saat melihat Johan sedang menodongkan pistol ke pelipis seorang dokter, sedangkan dokter itu sudah menusukkan pisaunya ke perut Cristin yang tidak berdaya dalam keadaan terikat.


"Bagaimana, Gail?" tanya Orland ingin tahu.


"Ini buruk, Sir!" ucap Gail seraya mengangkat dua senjata apinya.


"Ada apa?" tanya Orland ingin tahu.


"Mereka sedang mengoperasi Nona Cristin."


"What?" Orland terkejut, dia bahkan mengintip ke dalam. Kemarahan memenuhi hati saat melihat sebuah pisau bedah menancap di perut Cristin. Johan benar-benar gila, entah apa yang diinginkan oleh pria itu yang pasti dia sudah keterlaluan.


"Aku butuh kerja sama darimu, Sir," ucap Gail.


"Katakan!" emosi sudah memenuhi hati, rasanya dia ingin meledakkan kepala Johan.


"Aku ingin kau melakukannya dengan benar, tembak senjata api yang sedang pria itu pegang. Tapi tidak boleh meleset dan setelah senjata apinya dilucuti, aku akan membereskan dua orang yang sedang memegang senjata api laras panjang itu," ucap Gail.


"Akan aku lakukan, Gail. Beraninya baj*ngan itu menyakiti Cristin seperti itu?"


Mereka segera bersiap, mengambil posisi. Entah karena apa, mungkin akibat emosi yang meluap di hati karena melihat kekasihnya dalam bahaya, Orland yang tidak pernah memegang senjata api pun menembak tangan Johan tepat sasaran. Gail bahkan terkejut tapi itu bukan saatnya untuk kagum akan aksi pertama bosnya karena setelah Orland melucuti senjata api yang dipegang oleh Johan, dua peluru dilepaskan dari senjata api milik Gail sehingga melubangi kepala anak buah Dean.

__ADS_1


Johan berteriak sambil memegangi tangannya yang berdarah. Dia hendak mengambil pistolnya lagi namun sebuah tembakan dilepaskan sehingga senjata api yang hendak dia ambil terpental jauh.


"Sialan,siapa yang melakukan hal ini?" teriaknya marah.


"Aku!" Orland dan Gail masuk ke dalam setelah Gail menghancurkan jendela kaca. Gail mengarahkan senjata apinya ke arah sang dokter dan juga Johan. Dokter itu ketakutan dan melangkah mundur, pisau yang menancap di perut Cristin ditarik begitu saja hingga terlepas.


"Kau, beraninya?!" Johan melihat ke arah Orland dengan kemarahan di hati karena lagi-lagi pria itu menggagalkan rencananya. Kenapa pria itu bisa ada di sana?


Cristin berusaha mendongak, dibalik rasa sakit yang dia rasakan dia juga merasa senang karena Orland sudah datang.


"Cristin!" Orland berlari menghampirinya dan segera membuka lakban yang menutupi mulutnya.


"O-Orland, keponakanku," ucap Cristin.


Orland melihat sana sini dan mendapati keponakan Cristin sedang terikat di sebuah kursi dalam keadaan tidak sadarkan diri. Dia juga terkejut melihat mayat seorang wanita yang berada di samping Cristin.


"Aku akan segera melepaskanmu!" jas yang dia gunakan dilepas dan setelah itu Jas dia gunakan untuk menekan luka di perut Cristin.


"Tolong ampuni aku, aku hanya dokter bedah yang dibayar olehnya!" teriak sang dokter.


"Beraninya kau melakukan hal ini pada Cristin?" Orland mendekati dokter bedah itu dan memukul wajahnya beberapa kali untuk melampiaskan amarahnya.


"Aku hanya dibayar olehnya!" teriak sang dokter.


"Baj*ngan kau! Beraninya kau menggagalkan rencanaku ini?!" teriak Johan.


"Kau'lah baj*ngan yang sakit jiwa!" kini Orland menghampiri Johan dan memukulnya. Dia tidak menyangka ada pria segila Johan yang rela melakukan apa saja demi tujuannya. Pukulannya terus menghantam wajah Johan, kakinya juga menendang pria itu beberapa kali. Rasanya ingin memukul Johan sampai mati tapi dia harus ingat dengan keadaan Cristin.


"Orland," Cristin memanggilnya dengan lemah. Orland segera berhenti dan menghampiri Cristin. Dia segera membuka ikatan yang membelenggu Cristin.

__ADS_1


"Bagaimana keadaanmu?"


"Sakit," ucap Cristin.


"Tidak perlu khawatir, aku akan membawa kalian ke rumah sakit."


"Aku akan membunuh kalian berdua, kalian harus menemani Lauren!" teriak Johan sambil menyeka darah yang mengalir di bibir akibat pukulan yang diberikan oleh Orland.


"Aku pasti akan membuatmu mati membusuk di dalam penjara!" ucap Orland.


"Hal itu tidak mungkin terjadi!" Johan hendak menyerang Orland, dia tidak peduli dengan pistol yang Gail arahkan ke arahnya. Dia justru berharap pria itu menembaknya sehingga dia mati di sana menemani Lauren dari pada dia membusuk di dalam penjara.


Melihat pria itu hendak menyerang bosnya,, Gail menembak kaki Johan. tidak akan dia biarkan pria itu melukai bosnya. Johan berteriak, dia jatuh terjungkal ke atas lantai. Sang dokter pun menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri. Dia sudah berlari menuju pintu namun tiba-tiba saja pintu di dobrak dari luar dan Dean masuk ke dalam.


"Johan, ayo lari!" teriak Dean tapi dia terkejut saat disambut oleh senjata api Gail.


Dean terpojok, anak buahnya sudah tidak bersisa. Para petugas sedang bergerak mengejarnya lalu siapa kedua pemuda itu?


"Siapa kalian?" teriaknya namun dia mendapat satu peluru sebagai jawabannya. Dean mengangkat tangan dan menjatuhkan senjata api, dia bahkan melihat ke arah Johan yang tidak berdaya.


Para petugas mulai masuk bersama sang agen, mereka terkejut melihat Orland berada di sana bersama dengan Gail.


"Tuan-Tuan, apa yang kau lakukan di sini?" tanya sang agen itu.


"Maaf, aku tidak bisa duduk diam melihat kekasihku mati!" jawab Orland seraya menggendong Cristin.


Gail sudah berlari ke arah keponakan Cristin setelah para petugas mengambil kendali, pemuda itu segera melepaskan ikatan yang membelenggu gadis itu dan menggendongnya. Para petugas membiarkan mereka pergi membawa Cristin yang sedang menahan sakit karena Cristin harus segera mendapatkan pertolongan. Mereka bahkan sangat terkejut mendapati mayat seorang wanita di dalam ruangan itu.


"Jangan sentuh Lauren, jangan sentuh kekasihku!" teriak Johan saat dia sedang diamankan. Dean dan sang dokter pun diamankan, mereka dibawa keluar begitu juga dengan Johan. Johan masih berteriak karena dia tidak terima para petugas membawa jasad Lauren pergi. Tempat itu pun dibersihkan, para petugas sibuk dan tidak ada yang mempertanyakan kenapa Orland dan Gail bisa berada di sana karena berkat mereka sandera bisa selamat.

__ADS_1


Johan masih saja berteriak, amarah memenuhi hati karena lagi-lagi rencananya harus digagalkan oleh Orland. Dia benci, dia sangat membenci pria itu. Akan dia bunuh pria itu bersama dengan Cristin nanti setelah dia bebas tapi apakah dia pikir dia bebas? Hal itu tidak mungkin terjadi karena banyak kejahatan yang sudah dia lakukan ditambah dengan bisnis gelap yang dilakukannya bersama Dean. Sepertinya mereka berdua akan menjadi teman sehidup semati di dalam penjara.


Karena bukan Kisah Smith jadi gak ada adegan siksa menyiksa. Lagian gak bakal naik, buang waktu mending di sebelah aja. wkwkwk....


__ADS_2