
Johan memantau situasi, pesta itu sudah berlangsung. Dia yakin Orland sudah dihabisi oleh anak buah Dean. Dia tidak mencari tahu akan hal itu karena dia harus fokus untuk menculik Cristin. Dari pada yang lain, hal itu sangatlah penting.
Mereka tidak akan langsung menculik Cristin, tidak boleh terlalu cepat agar tidak ada yang curiga. Lagi pula mereka harus mencari celah agar rencana mereka tidak gagal. Mereka akan menunggu tamu undangan sudah ramai maka pada saat itu mereka mulai melancarkan aksi mereka.
Para tamu undangan sudah mulai datang tapi Orland belum juga terlihat. Hal itu membuat Cristin mulai kesal, padahal Orland berkata dia akan datang sebelum pesta di mulai tapi di mana dia? Cristin sudah menunggu sedari tadi, dia sangat ingin memperkenalkan Orland pada kakaknya sebelum para tamu datang tapi lihatlah, pria itu belum juga terlihat.
Kedua orangtuanya menyambut para tamu yang datang. Pesta itu digelar dengan meriah. Karena tidak saja untuk merayakan ulang tahun Grifin tapi juga untuk mengumumkan siapa yang akan melanjutkan bisnis perhotelan miliknya jadi Grifin mengundang seluruh rekan bisnis, sahabat dan kenalan lainnya. Para tamu hampir mencapai tiga ratus orang bahkan malam itu para tamu yang menginap di hotel itu boleh mengikuti pesta secara gratis.
Tentunya hal itu semakin memperamai tamu pesta dan itu menjadi kesempatan bagus bagi Johan untuk melancarkan aksinya. Menculik satu orang di tengah ratusan tamu undangan, dia yakin tidak akan ada yang menyadarinya.
Anak buah Dean yang tersebar di ruang pesta tampak begitu waspada, mata mereka tidak lepas dari Cristin, Mereka melihat dengan siapa saja wanita itu berinteraksi.
Saat itu Cristin sedang bersama dengan kedua keponakannya yang manis. Seperti biasa, dua keponakannya selalu ingin dekat dengannya. Cristin juga tidak menolak karena dia sudah bosan menunggu kedatangan Orland. Awas saja nanti, jika dalam waktu sepuluh menit belum juga tiba, maka tidak akan dia biarkan.
"Aunty, bukankah Aunty berkata kekasih Aunty akan datang? Kenapa Aunty belum mengenalkannya pada kami?" tanya putri kakaknya yang bungsu.
"Aunty juga tidak tahu, Sayang. Jika dia sudah datang nanti kalian bisa menggigitnya," ucap Cristin.
"Tidak boleh, bagaimana jika pacar Aunty jatuh cinta pada kami nanti?" ucap si bungsu.
Cristin terkekeh lalu dia berkata, "Jika begitu Aunty akan menyembunyikannya, jangan sampai direbut oleh kalian!"
"Kami akan menculiknya nanti!"
Cristin tertawa, begitu juga dengan kedua keponakannya yang manis. Mariana menghampiri putrinya, dia juga ingin tahu kenapa Orland belum datang padahal tamu sudah banyak yang datang.
"Cristin, kenapa Orland belum datang??" tanya ibunya.
"Entahlah, Mom. Aku rasa aku harus menghubunginya."
__ADS_1
"Pergilah, biar Mommy yang menjaga mereka berdua," ucap ibunya.
Cristin mengangguk, dia segera berlalu pergi. Ibunya juga berlalu pergi membawa kedua cucunya. Cristin meminta ponselnya pada sang kakak dan setelah itu dia menghubungi Orland.
Orland baru saja keluar dari kamar saat Cristin menghubunginya, tidak saja kembali untuk bertukar mobil tapi dia juga kembali untuk mengganti pakaian. Malam melelahkan yang dia lewati bersama Gail membuat pakaian yang dia kenakan jadi tidak nyaman. Selama Orland berganti pakaian, Gail sibuk memindahkan senjata apinya ke mobil yang akan dia bawa. Bagaimanapun dia harus tetap waspada karena bisa saja bahaya kembali mengintai.
Ponsel sudah barada di tangan, senyum terukir di bibir ketika melihat nama sang pujaan hati. Dia sudah tidak sabar untuk segera pergi, semoga Cristin tidak marah.
"Orland, kenapa kau belum juga datang?" tanya Cristin dengan nada kesal.
"Jangan marah, Cristin. Aku sedang menuju ke tempat pesta namun terjadi sesuatu yang tidak terduga di jalan," ucap Orland. Dia sudah melangkah keluar. Matanya melihat mobilnya yang hancur, sepertinya mobil itu sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Orland masih melangkah menuju mobil lain di mana Gail sudah menunggu.
"Ada apa? Apa kau mengalami kecelakaan?" tanya Cristin.
"Anggap saja begitu, Sayang," ucap Orland sambil masuk ke dalam mobil.
"Astaga, apa kau baik-baik saja?" Cristin terdengar khawatir.
"Tidak perlu dipikirkan, yang penting kau baik-baik saja. Tidak perlu bawa hadiah untukku, segeralah datang."
"Terima kasih, Sayang. Maaf jika membuatmu menunggu."
"Tidak apa-apa. Orland. Segera datang, aku menunggu!"
"Tentu, tolong perhatikan apakah Keluarga pamanku sudah datang atau tidak dan jangan lupa, malam ini aku adalah supir pribadimu."
"Tidak perlu khawatir, aku akan membantumu untuk menjebak mereka," jawab Cristin. Matanya mulai melihat sana sini untuk melihat paman Orland. Walau dia tidak tahu yang mana paman Orland tapi setidaknya dia sudah bertemu dengan Zion.
Sebagai kekasihnya, dia harus mendukung Orland dan membantunya membalas dendam juga membantunya mengambil kembali apa yang memang menjadi miliknya.
__ADS_1
Orland bahkan sudah tidak sabar, malam ini Gail berperan sangat besar. Dia benar-benar mengandalkan pria itu dalam berbagai hal. Dia merasa sangat beruntung bertemu dan menyelamatkan Gail. Dia tidak menduga jika Gail pernah berkecimpung di dunia hitam.
"Malam ini aku benar-benar mengandalkanmu, Gail," ucap Orland.
"Aku pasti melakukan yang terbaik," ucap Gail.
"Tapi aku ingin kau berhati-hati karena Zion sangat licik. Jangan sampai kau masuk perangkap dan terjebak oleh permainannya," ucap Orland mengingatkan. Bagaimanapun dia harus mengingatkan Gail akan hal ini.
"Terima kasih sudah mengingatkan, Sir. Dia tidak akan bisa menjebak aku dengan mudah jadi jangan khawatir."
"Aku senang mendengarnya!" Orland tersenyum, dia harap rencana mereka berhasil. Walau dia belum tahu siapa orang-orang yang hendak membunuhnya tadi, tapi dia harus mengesampingkan hal itu terlebih dahulu karena malam ini adalah malam yang paling penting untuknya dan tentunya tidak untuk dirinya saja tapi untuk beberapa orang.
Zion sudah datang bersama dengan Isabel, malam ini dia tidak boleh gagal menjalin kerja sama dengan Weyland Corporation. Dia terlihat begitu bersemangat begitu juga dengan Isabel. Matanya tidak lepas dari ruang pesta yang megah, ini kali pertama dia berada di tempat seperti itu.
Sebaiknya dia mengambil beberapa gambar untuk ditunjukkan pada sahabatnya nanti, mereka pasti akan iri melihatnya.
"Zion, aku mau pergi sebentar," ucap Isabel.
"Jangan jauh-jauh, Isabel. Kau harus ingat tujuanmu datang ke mari!" ucap Zion.
"Aku tahu, aku hanya ingin menikmati beberapa kue saja," ucap Isabel.
Dia segera melangkah pergi, Zion menghampiri beberapa pengusaha dan berbincang dengan mereka.
Mata Crisin tidak lepas dari mereka, dia sedang mengawasi saat itu. Dia harap Orland cepat tiba dan memang, mobil yang dibawa oleh Gail sudah tiba. Kali ini tidak ada penyerangan, tidak ada yang menghalangi sehingga mereka tiba dengan cepat. Gail jadi curiga, sebenarnya siapa orang-orang yang menyerang mereka tadi?
"Sebaiknya kau berhati-hati, Sir," Gail mengingatkan. Dia curiga masalah itu tidak akan selesai sampai di sana saja.
"Aku tahu, kau juga harus berhati-hati," jawab Orland.
__ADS_1
Gail mengangguk, mereka berpisah saat hendak masuk. Jangan sampai ada yang mengenalinya sehingga Zion tahu karena malam ini dia adalah supir pribadi Cristin.
Orland mencari Cristin dan pada saat melihat jika Orland masih hidup, Johan mengumpat marah. Sial, ternyata anak buah Dean sudah gagal. Semoga saja pria itu tidak menggagalkan rencananya. Sepertinya dia harus merubah sedikit rencana karena dia harus memisahkan Cristin dan Orland agar dia bisa menculik Cristin dengan mudah.