Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
102


__ADS_3

Setelah berbicara banyak ,pada akhirnya semua orang membubarkan diri meninggalkan keluarga bai dan keluarga Ran di halaman.


Ran Shadong segera berpamitan pada keluarga bai karena dia memiliki urusan lain. Saat itu dia juga berjanji akan kembali pada malam tahun baru.


Baili seperti biasa nya,


mengantarkan kepergian Ran Shadong ke pintu gerbang desa.


Jika tidak ada ibu tua yang memaksanya, baili jelas tidak akan mau melakukannya.


Sekarang semua hal sudah pada jalur nya.Baili tidak lagi berpikir untuk mencari tambahan uang.


Adapun rumah sakit ,akan jadi cerita lain.Untuk sekarang dia dan keluarganya akan fokus pada tahun baru.


Tahun 70-an ini tidak banyak acara yang perlu di raya kan.Negara sedang berhemat jadi perayaan mungkin hanya di lakukan pada tahun baru.


tahun baru identik dengan jamuan makan besar seluruh keluarga tanpa terkecuali. Harus ada daging dalam hidangan tersebut jika tidak mau dikatakan hidangan itu lusuh.


Katanya jika hidangan itu mewah, bisa dikatakan untuk satu tahun ke depan. Anda juga akan diberikan makanan yang berlimpah.


Ada juga orang yang masih menyembah dewa dapur. Tapi tahun ini tidak diperbolehkan lagi . Jika pun anda ingin melakukan itu harus secara diam-diam.


Sejak adanya toko pertukaran keluarga baili tidak kekurangan daging dan mereka menyambut tahun baru ini tanpa rasa kemeriahan.


Yang berbeda hanya dekorasi yang semuanya bernuansa merah.


Dua kakak lelaki pula menurut Bai xinxin, mereka akan kembali pada tahun baru dan pergi bekerja lagi di hari kedua.


Tepat ketika mereka bicara, menantu perempuan ke dua kembali dari rumah kelahiran.Dia seharusnya hanya bisa kembali ke rumah pada hari kedua tahun baru.


Tapi dia kembali sekarang,ini sangat tidak bagus untuk keluarga suami.Untung nya mereka sudah berpisah jadi ibu tua Baili tidak perlu mengucap kata kata tidak puas nya.


Zhang liwen tersenyum dan menyapa semua nya.Dia berbicara tentang keluarga kelahiran dengan gembira mengabaikan rasa tidak puas dari ibu mertua.


"Bibi kecil,ada permen?"tanya Zizi.


Sudah tiga hari di pergi.Rumah nenek tidak senyaman rumah sendiri.Tidak ada permen katanya.


"Niuniu juga Bibi , tapi dua ya hehehe"


"ahem tidak ada permen,ayo tunggu tahun baru, oke" Kata baili, makan permen terlalu banyak akan merusak gigimu


"Hanya satu bibi hen?"tidak kata Zizi lagi.


Dia sudah menabung banyak permen tapi siapa tahu ketika kembali ke rumah nenek lamanya. Permen itu semua diambil alih bahkan tidak menyisakan satu untuk dirimu sendiri.


Zizi tidak suka nenek Zhang.


dia sempat melaporkan masalah ini kepada ibunya namun ibu hanya berkata permen bukalah masalah jika kembali ke rumah minta saja pada Bibi yang banyak.


Atas perkataan itu Azizi kecil datang dan langsung mengarahkan pada permen seperti yang diajari oleh ibunya.


Tapi bibi kecil bilang permen hanya dibagikan pada tahun baru nanti.


Itu masih beberapa hari lagi ,ini sangat menjengkelkan. Permennya yang hilang tidak akan pernah kembali lagi . Jika sudah begini dia tidak akan mau diajak untuk kembali ke rumah nenek Zhang lagi.


Sebenarnya sangat mudah bagi Baili untuk memberikan apa yang diinginkan oleh anak-anak. Tapi jika ini menjadi kebiasaan .Karakter dua saudara ini akan menjadi buruk.Baili tentu saja tidak menginginkan hal itu.


Anak-anak itu seputih kain dan mereka begitu polos .Namun karakter dibangun pada usia ini. Jangan sampai anak-anak baik ini menjadi anak beruang . Baili tidak akan mentolerir perilaku seperti itu.


Tidak mendapat permen yang mereka inginkan. Kedua saudara dan saudara ini langsung kabur ke rumah mereka untuk menyembunyi


kan diri


Bibi punya banyak permen tapi dia sangat pelit untuk membagikannya. Apakah bibi kecil sudah tidak menyayangi mereka lagi.

__ADS_1


ibu jelas berbohong, katanya Bibi akan menggantikan permen yang sudah mereka beri kepada para sepupu di rumah nenek Zhang. Tapi pada kenyataannya Bibi kecil tidak akan melakukan itu . Sekarang kemana mereka harus pergi untuk mendapatkan gantinya.


Ipar kedua juga memandang Baili dengan tatapan aneh. Dia pikir permen itu bukan masalah bahkan baili tidak pernah menanyakan ke mana permen itu pergi.


Katanya barang-barang di gudang umum bisa dipakai sesukanya. Bukankah permen itu berada di gudang umum jadi tidak apa-apa kan.


Tapi dia juga tidak bisa mengatakan masalah ini pada baili secara langsung.Dia hanya bisa menambahnya di dalam hati.


Untuk apa yang menyimpan begitu banyak permen jika tidak dibagi-bagikan kepada anak-anak.


Memikirkan hal ini kakak ipar kedua merasa tidak puas dengan Baili. Padahal dia pikir sebelumnya tidak masalah memberikan permen itu pada keponakan di rumah kelahiran.


Dengan begitu banyak permen di gudang umum. Hal-hal ini tidak akan kekurangan pada dua anaknya. Siapa tahu baili memiliki banyak pertimbangan yang tidak masuk akal.


Berapa harga untuk satu bungkus permen.


"bisa menemukan barang-barang seperti aja sudah membuat baili menjadi sombong. tunggu saja ini tidak akan lama ayahnya anak-anak adalah pekerja di kota sekarang.Permen bukan barang langka di saat itu" pikir Zhang liwen lagi.


Dia menyimpan rasa tidak sukanya pada ipar kecilnya ini. Sementara itu dia juga melupakan jika pekerjaan itu didapatkan berkat dari iparnya.


Di rumah kelahiran Zhang liwen dipuji oleh keluarganya . Termasuk lah dengan para ipar yang dulu memandangnya dengan sebelah mata.


Terlebih lagi dikatakan ayahnya anak-anak sudah mendapatkan pekerjaan di kota. Semua orang memandangnya dengan tatapan iri.


Sudah lama sekali Zhang liwen berharap dia memiliki pandangan seperti itu dari orang lain .Sekarang dia mendapatkannya, dia dipuji terus-menerus. Rasanya sungguh nyaman.


walaupun dia merasa tidak nyaman dengan baik tapi gudang kepunyaan bayi masih menarik di matanya.


berapa banyak uang yang bisa dia hemat seandainya barang-barang ini bisa dikirim tiap bulan ke rumahnya di kota bukankah itu indah.


Ibunya berkata ,dia perlu berbicara baik dengan baili untuk meminta pengiriman makanan rutin ke kota. Jadi dia harus memberikan baili wajah tersenyum agar tujuannya ini tercapai .


Siapa sangka masalah permen saja membuat semuanya berbalik dengan mudah . Tidak mungkin dirinya berbicara tentang hal itu sementara baili mempermasalahkan tentang permen.


Mau tidak mau Zhang liwen menelan lagi kata-katanya di dalam hati. Mungkin dia perlu menunggu beberapa waktu lagi.


Jika sudah pergi tidak mungkin membuat kesepakatan lain.


Tapi ibu tuanya juga benar, baili masih anak-anak dan dia bisa dibujuk seandainya kita pintar.


Mbak ini tidak tahu apa yang dipikirkan oleh ipar kedua yang jelas tidak lama kemudian kakak ipar pertama juga kembali dengan wajah memerah bahagia.


bisa dipastikan kabar yang diberikan kepada keluarganya memberikan wajah untuk dirinya sendiri.


Siapa yang mengira menikah dengan keluarga baik akan seberuntung ini.


Sama seperti kakak ipar kedua, kakak ipar pertama ini juga menginginkan pengiriman barang bahan makanan ke kota.


Tapi dia mengatakannya langsung pada baili tanpa menyembunyikan dan itu masih di hadapan dua mertuanya berikut mertua baili sendiri.


"Lili aku ingin mengusulkan satu hal padamu "katanya dengan lugas


"Apa itu kakak ipar pertama?"jawab baili. Bisakah kau mengirimkan kami makanan rutin setiap bulan ke kota cahaya. aku pikir gaji kakak lelaki mu tidak begitu besar tapi kami bisa berhemat banyak jika kau melakukannya ,bagaimana pendapatmu?"


Telinga kakak ipar kedua memanas mendengarnya. Zhang liwen awalnya ingin masuk ke rumah tapi duduk lagi mendengar perkataan itu.


Jika baili membuka mulut dan mengatakan ia .Dia akan langsung mengatakan jika dia juga menginginkan hal yang sama.


"aku akan melakukannya, tulis apa yang kalian perlukan dan aku akan mengirimkannya setiap kali kakak perempuan tertua membawanya ke kota cahaya .Namun aku tidak mau berhutang ya. Ada barang ada uang hehehe"


Kedua kakak ipar baili ini terkejut. Mereka sama sekali tidak mengharapkan jawaban seperti itu. Baili setuju mengirimkannya


Namun dia juga menginginkan bayaran untuk itu, kenapa bisa.


Berapa harga yang dikenakan jika barang dikirim bersama bai xinxin.

__ADS_1


"Ba.. bayar?"


"tentu saja kakak ipar tersayang. Barang ini juga didapatkan dengan membeli loh. Mereka tidak akan cuma-cuma hahaha.Tapi sebagai kerabat aku tidak akan mengambil harga yang mahal, ini cukup murah. Palingan aku hanya balik modal saja"


Apa Baili begitu bodoh mengirimkan barang-barang itu begitu saja. Meskipun dia mendapatkan dengan tidak bekerja keras. Tapi hal ini adalah uang, dua kakak ipar menginginkan barangnya tanpa bayaran.


Bukankah mereka ini jelas ingin memanfaatkan dirinya saja. Apakah mereka berdua lupa jika pekerjaan itu adalah pemberian .Kenapa mereka tidak mau berterima kasih malahan ingin menjadi lintah yang menghisap darahnya sampai kering.


Baili tidak begitu bodoh oke .


semua orang memandang hewan dengan wajah mengerikan kenapa menantu perempuan pertama ini tidak tahu malu sama sekali menyebutkan gudang umum seolah-olah adalah miliknya.


Zhang liwen pula berkeringat dingin. Dia sempat berpikir hal ini bisa diputuskan dengan mudah.Siapa sangka Baili menghitungnya dengan uang dan juga tiket.


Untung saja dia tidak mengajukannya terlebih dahulu. Jika tidak kemana wajah ini bisa dibawa pergi.


"He lanlan jangan kelewatan batas" kata ibu mertuanya alias ibu tua Baili.


"Ibu..aku.. aku tidak berpikir ini dengan uang hehehe"


"Jangan katakan aku puas dengan perilakumu kembali ke rumah keluargamu dengan membawa begitu banyak barang dan baru pulang setelah beberapa hari.


Apa kau pikir sudah berpisah Jadi kalian tidak menghormati aku sebagai ibu mertua?"


"sekarang kalian memimpikan gudang umum untuk kegunaan kalian secara pribadi.Apa Baili bekerja untuk kalian ?Sudah bagus dia mengajak kalian makan secara gratis. Begitu juga dengan anak-anak kalian yang akan di sekolahkan olehnya"


Sekarang dia juga mendapatkan ayahnya anak anak pekerjaan di kota. kenapa kau tidak mau berterima kasih malah memimpikan hal-hal yang menjadi miliknya?"tanya ibu tua Bai


"ibu aku tidak bersungguh-sungguh aku hanya bertanya jika tidak bisa tidak apa-apa hehehe" bela he lanlan.


"siapa yang tidak tahu isi otakmu itu semuanya hanya duit dan duit?"


Wajah kakak ipar pertama memerah.


Dia belum pernah dimarahi seperti ini .Bahkan saat mereka masih belum berpisah.


Hanya menginginkan beberapa barang di gudang umum. Kenapa itu sulit dan dia dimarahi gara-gara itu.


Sial


Sebagai seorang menantu perempuan. Dia tidak bisa melawan kata-kata orang tuanya. Mau tidak mau he lanlan harus menelan kebaikan ini sendirian.


"baguslah kalau itu hanya bercanda. jika pun itu benar aku akan mematahkan tangan kalian dulu Sampai kalian tidak bisa mengambil barang lagi di masa depan. Ingat itu kata orang tua itu lagi.


Kakak ipar pertama hanya bisa mengganggu dengan malu dia tahu dia salah.


"menemukan barang seperti itu sangat sulit. itu memerlukan uang dan waktu yang tidak sedikit Jangan menganggap remeh barang-barang sekecil sabun. jika kalian bisa pergi hasilkan sendiri "kata Bai xinxin marah.


Bai xinxin akhirnya membungkam mulut dua kakak ipar ini dengan bagus.


He lanlan tidak bisa menjawab tapi itu memang kebenaran.Dia hanya tidak berpikir baili akan merusak hubungan mereka hanya karena beberapa sen.


Setelah itu tidak ada yang mengungkit lagi mengenai gudang umum di belakang.


Tak lama kemudian dongdong tiba bersama yang lain .Mereka sudah selesai mengerjakan gudang seperti yang disebutkan oleh Baili.


Bai xinxin sedikit terharu ketika mendengarkan gudang yang akan dia gunakan sudah selesai.


Seharusnya ada bagusnya gudang itu diletakkan di rumahnya . Namun dengan begini masih bagus karena tidak ada yang bisa mengganggu barang-barang itu.


Dia jarang pulang kemungkinan besar dua putrinya juga akan lebih sering di keluarga besar daripada di rumah mereka sendiri.


Jika gudang ada di sini itu bahkan lebih baik.


Baili membayar sejumlah uang berikut dengan biaya makan malam. Walaupun mereka tidak makan di sini karena gudang cepat selesai daripada yang dijanjikan.

__ADS_1


Baili juga puas dengan pekerjaan keluarga dongdong.


__ADS_2