Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
Plagiat legendaris


__ADS_3

Keluarga Bai sibuk dengan dua tongkat besi aneh dari baili.Tiba tiba saja empat pria duduk melihat apa yang bisa di lakukan oleh tongkat tersebut.


Mereka berempat begitu semangat sampai.


"Youyou kapan petak lain di air,kita bisa mengejar dua bendera pagi ini jika kalian cepat"keluh ibu baili.


Empat orang langsung kempes mendengarnya.Ini mengasyikkan tapi tugas sebenernya adalah membawa air dari atas bukit ke sini.


Jarak nya sekitar lima ratus atau enam ratus meter dari sini.Untuk bolak balik ladang perlu waktu lima belas menit,belum lagi anda harus menggali air dari sumur itu.


Ini sangat merepotkan sekali.Bahu bengkak tapi ladang menyerap air lebih cepat dari orang menuangkan nya.


Keempat nya naik lagi ke bukit kecil di mana ada sumur bor di sana.


Sumur bor di bangun oleh negara, untuk memohon sebuah sumur bor, desa perlu memohon kepada pihak berkait dua tahun sebelumnya.


Sumur bor ini sudah ada tiga tahun terakhir.Ada pun mengapa itu di letakkan di atas bukit kecil,ini adalah permintaan kepala desa yang berpikir jika musim panas, ladang pasti akan mengalami kekeringan.


Jadi sumur bor ini di buat khusus untuk untuk mengairi ladang.ini bagus hanya saja cara membawa air ini sangat melelahkan sekali.


Bukan hanya keluarga Bai, beberapa pria besar juga mendapat kan pekerjaan yang sama,jadi terkadang orang harus antri dulu.


Ini yang membuat pekerjaan sering terlambat.


Begitu empat orang ini pergi, Wang sufeng dan teman teman nya datang dengan beberapa bambu besar di punggung nya.


Baili meminta mereka meletakkan setengah nya di bukit di mana sumur berada.


Kali ini Baili akan mengubah bambu menjadi selang air sederhana.


Lokasi sumur bor yang lebih tinggi dari ladang, membuat semuanya lebih mungkin. Bukan kah air akan mengalir ke tempat yang lebih rendah.


Ketika empat keluarga bai tiba di sumur bor. Mereka sempat melihat tumpukan batang bambu yang entah bagaimana sudah di lubangi seluruhnya.


Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas baili sudah menyusul dengan Wang Sufeng dan teman teman nya.


"Lili ada apa?"


"Tidak ada , hanya main main hehehe"


"Ohh main main.oke" kata bai you lagi. Melihat keberadaan Wang Sufeng dan teman-temannya. Mereka percaya jika itu hanyalah main-main sepertinya dikatakan oleh Baili.


Mereka berempat hanya pergi menunggu giliran untuk mengambil air.Tidak begitu peduli dengan apa yang di lakukan oleh Baili dan Wang sufeng.


Bukan kah ini hanya main-main.


"Oke , dongdong, buat penyangga di sini ,di sini dan di sini.lakukan beberapa lagi sampai ke ladang kami oke?"


"Oke bibi"demi mie instan, semua boleh.


Segera anak anak yang tidak terbiasa bekerja ini,membuat beberapa batang kayu dengan bentuk X.


Ini tidak berat.


Segera saja bentuk penyangga di buat dengan santai.Di sisi lain Wang sufeng menata potongan bambu dan mengikatnya dengan tali dan beberapa kain yang di potong.


Mereka berdua belum selesai tapi yang lain datang untuk membantu nya.Jadi dalam setengah jam pipa paralon dari bambu selesai di buat.


Ini sudah kali kedua bai you menarik ember kayu di bahunya.Adik perempuan nya sudah membuat ular besar dari bambu yang meliuk-liuk sampai ke bawah bukit.


Apa yang dia lakukan.


Jika mereka belum berpisah mungkin dia kan sedikit protes.


Bagaimana waktu yang berharga di buang untuk main main yang tidak penting seperti ini.


Ada juga Wang sufeng yang nakal jadi penurut pada nya hanya dengan beberapa karena saja.


"Kakak pertama, capek?"


"Belum, kenapa kau tidak pulang ke rumah saja,di sini sudah mulai panas"Kata bai you .


Jika di hitung sudah menunjuk kan jam sepuluh pagi.Masih ada waktu sedikit sebelum Baili pulang untuk menyiapkan makan siang.


Bai You benar-benar lupa ,mereka sudah berpisah sekarang. Adik kecilnya ini tidak perlu pulang untuk memasak makanan untuk mereka.


Sebaliknya menantu perempuan harus kembali ke rumah memasak sendiri.


Tapi Baili tidak memikirkan hal ini.


Hanya sebentar lagi" ucap baili.

__ADS_1


Dia bergegas mengambil kerucut lain dari balik pohon. Kerucut ini lebih besar dari kerucut pada tongkat besi.


sebenarnya ini kan kerucut melainkan sebuah corong dari besi. jika anda pernah membeli minyak bensin untuk sepeda motor .


Pasti anda pernah melihat corong seperti ini.


namun begitu bali lebih memilih yang terbuat dari besi atau aluminium alih-alih dari plastik seperti biasanya.


Bahan dari plastik belum banyak diproduksi saat ini. Besar kemungkinan belum ditemukan di china.


Akan aneh jika baili menggunakan produk berbahan plastik.


Baili menyambungkan corong tersebut pada mulut bambu.


Meminta Wang Sufeng untuk menyambung nya sedemikian rupa.


"Oke Bibi"teriak dongdong semangat.


"Oke, turun dan lihat apa yang terjadi"kata baili.


Dongdong berlari ke bawah bukit.Sementara itu baili menarik satu batang bambu pendek dengan corong lain.


Dia ikut antrian.


sama seperti kakaknya orang-orang yang ngantri sebenarnya memegang ember di tangan masing-masing dimakan mereka pikul menuruni bukit kecil ini.


Hanya baili saja yang memegang batang bambu dengan corong aneh tersebut.


jika ini adalah orang lain, semua orang pasti akan memarahi dan memakinya. Bukankah semua pekerjaan di ladang adalah bersifat kolektif.


Jika baili bermain di sini ,bukankah hanya akan membuang waktu beberapa orang.


Tapi baili adalah seorang senior meskipun dia masih begitu muda.


Tidak ada yang mau menegurnya selain wanita tua yang berlidah panjang.


Tak lama kemudian,giliran baiyou tiba.Tapi dia memberikan nya pada Baili agar adik perempuan nya ini cepat pergi.


Baili senang dan langsung menahan bambu pada penopang yang ada persis ke mulut corong aslinya.


Sedangkan corong bambu yang dia pegang mengarah langsung pada air yang mengalir.


Hanya ada beberapa orang di belakang tapi baili tidak peduli.


Seperti yang di perkirakan baili,air mengalir ke mulut corong . Air itu juga segera masuk ke dalam corong utama.


Kemudian air nya hilang dan mengalir terus menerus tanpa jeda.


Baru satu menit ada suara dari bawah yang bising.


"Ada air,ada air nya"


Ini adalah suara dongdong yang baili minta untuk turun dan melihat apakah airnya sudah jatuh.


Mendengar suara dongdong itu


Baili tahu usahanya tidak sia-sia.


Dia menarik dua kakak langsung ke bawah untuk melihat apa yang terjadi.


Tentu saja dua keponakan lelakinya ikut serta dalam kegembiraan ini. Meskipun mereka tidak tahu mengapa. Tapi suara di bawah terdengar begitu meriah seperti tahun baru.


Beberapa pria besar yang ikut membawa ember kayu di tangan. Mereka juga ikut berlari dengan rasa penasaran.


Sampai di bawah semua orang tidak bisa menahan mulutnya.


Apa yang mereka lihat adalah air keluar begitu lancar dari bambu yang disusun oleh baili tadi.


Sekarang petak ladang itu penuh dengan air yang sangat mengherankan.


"Lili?"


" inilah gunanya membaca. Banyak membaca kalian akan tahu apa yang harus dilakukan jika mengalami masalah seperti ini"kata Baili bangga.


tapi bali tidak berhenti dia segera menarik dua keponakannya agar membeli memberi sedikit celah pada batas-batas antara ladang ladang.


Dengan begitu air yang melimpah pergi juga ke sisi petak selanjutnya. Dalam sekejap lima atau enam petak ladang. Sudah diairi tanpa bersusah payah lagi .Itupun hanya dalam waktu satu jam saja.


Senyum di wajah keluarga bai langsung merekah. Mereka tidak membuang waktu mengambil tongkat dan menanam benih lagi seperti sebelumnya.


Kali ini dua ponakan lelaki langsung mengambil alih tongkat tersebut .

__ADS_1


Dua kakak ipar bertugas untuk mengisi benih pada corong yang tersedia.


Semua orang terkejut dengan apa yang dilakukan oleh keluarga baik kali ini.


Dengan begini keluarga mereka tidak perlu mengangkat air dari atas bukit .Bahkan bisa menyelesaikan beberapa bendera hanya dalam satu pagi saja.


segera saja berita ini menjadi hangat dan b puluhan orang melihat pertunjukan yang aneh ini.


" Kenapa kalau melihat saja, pergi dan ambil air dari sini . Tidak perlu lagi naik ke atas bukit .Itu pun jika kalian mau?" kata baili yang membuat sadar beberapa orang


Mereka juga perlu mengairi ladang ladang mereka sendiri.


"Liki benda apa ini?" Tanya kepala desa.


Dia mengerti cara kerja bambu yang bisa mengairi ladang tanpa bergerak.


Tapi tongkat itu.


"Hem ini adalah tongkat khusus untuk menanam sesuatu.Aku mendapatkan beberapa buku penting ketika aku pergi ke departemen sampah kemaren


Ku pikir ini sangat berguna.Cari saja berapa barang yang pantas dan inilah yang terjadi" kata Baili dengan penjelasan yang masuk akal.


"Apakah ini berguna?"


"Lihat saja sendiri, pekerjaan akan mudah kan?"


"Hem ,apa warga bisa meminjam nya ?"


" kepala desa sebenarnya aku punya tiga buah. jika berkepala desa mau. ambil satu dan pergi untuk membuat barang yang sama"


Tentu saja baili tidak akan memberi barang yang dia dapatkan ini secara gratis pada orang-orang .Dia menemukannya untuk mempermudah keluarganya mendapatkan bendera.


" Oke aku akan kerumah mu nanti" itu kapten tim yang menjawab ia sangat senang melihat alat-alat ini dia pikir pekerjaan akan cepat selesai dengan ini.


Bahkan mereka tidak perlu menghawatirkan ladang-ladang akan kering.


Setelah ladang padi,ada ladang gandum dan mereka masih ada ladang jagung yang perlu ditanami.


Kata baili dengan tongkat ini. Mereka bisa menanam apapun. Apakah itu juga termasuk jagung bahkan kubis.


Baili hanya bisa memutar matanya mendengar itu. Bukannya dia pelit tapi dia tidak akan mendapatkan hasil apapun dengan "penemuan "nya ini.


Sekarang semua pekerjaan adalah kolektif . Dia bisa ditangkap dan dibawa ke biro kemananan publik jika tidak berpartisipasi pada pekerjaan kolektif seperti ini.


Yah sudah lah,dia juga mencuri ide seseorang kan.


Jadi Baili hanya mengangguk kecil.


Sekitar jam 11.00 keluarga baili sudah mendapatkan tiga bendera sekaligus. Baili tidak ada hubungannya lagi jadi dia bergegas kembali untuk memasak.


Wang sufeng pula sepertinya lupa tujuannya membantu baili tadi .Dia masih asyik melihat bagaimana cara kerja paralon bambu tersebut.


Ada juga keberadaan dua tongkat sederhana namun bekerja efektif. Sepertinya wawasan pemikirannya segera tercerah kan karena dua barang ini.


Tidak buruk pergi membaca.


Hal pertama yang baili lakukan adalah pergi ke area tunggu.Dia perlu membeli tongkat lagi untuk kapten tim.


Ada juga buku khusus dengan judul making of manual machine.


Karena ini berbahasa inggris dia harus membeli buku terjemahan nya terlebih dahulu dan pergi ke mesin fotokopi.


Buku ini penuh warna dan tidak bisa digunakan di tahun 70-an . Orang orang akan curiga hanya dengan warna buku saja.


Setelah selesai fotokopi dia juga harus menempelkan nya jadi satu buku utuh lagi. setelah itu bb ini juga membakar sedikit ujungnya dan merobeknya sedikit bahkan dia juga menginjak buku dengan semangat.


Sehingga orang-orang akan percaya buku ini pernah ada di tempat departemen sampah.


Setelah melakukan beberapa hal tersebut. Buku ini sudah tidak terlihat baru lagi.Baili sangat puas dengan hasilnya.


Nanti jika kapten tim atau orang lain bertanya. Dia bisa menunjukkan buku tersebut. Tentu saja jika tidak ada yang bertanya maka dia tidak akan menunjukkan nya dengan mudah.


Dengan cara ini juga lah dia membuat beberapa tiruan buku-buku memasak yang pernah dia tunjukkan pada orang-orang di desa.


"oke sudah siap" kata Baili dengan puas.


Orang-orang bilang mudah untuk meniru tulisan orang lain .Tapi sebenarnya itu tidak mudah juga. Kita harus banyak menggunakan akal sendiri agar orang tidak begitu curiga jika hal hal ini adalah tiruan belaka.


Tapi jika sudah berhasil maka mereka cukup memuaskan dan juga menghasilkan banyak uang seperti yang dilakukan oleh baili saat ini.


Bisa di katakan Baili adalah seorang plagiator yang sukses.Uang datang dan uang pergi.

__ADS_1


Hohoho.


__ADS_2