
Setelah semua pulang, sekarang hanya menyisakan keluarga Bai saja.
Kali ini Baili tidak terlalu banyak menukar barang, tapi kentang dan ubi jalar di perkirakan hampir limapuluh kilogram.
Belum lagi jamur dan enam butir telur. Hal hal ini sudah di hitung banyak untuk satu hari kerja.
Karena para cucu merasa tidak nyaman makan gratis di rumah nenek, mereka membantu bibi kecil memasukkan semua hal di gudang.
Kentang dan ubi jalar di simpan di gudang bawah tanah , sedang kan telur dan jamur di letakkan di gudang atas.
Ketika masuk ke gudang atas,mata beberapa keponakan jelas melotot.Kapan bibi kecil memiliki banyak hal sekaligus.Ada mie dan telor asin.
Oh di sini di sebut telor yang di awet kan,bukan telur asin.
Ada tas besar garam dan satu tong penuh minyak.Setelah di teliti sebenarnya ada saos tomat dan saus kecap juga.
Banyak jenis kimchi dan beberapa jenis acar.
Jenisnya beragam , hanya dengan melihat ini, anda sudah kenyang.
Kimchi dan acar mereka juga membantu membuatnya jadi ini tidak begitu asing.
Saos juga tidak asing tapi kapan cuka ,minyak dan garam ada di sini.
Mereka hanya diam ,bibi kecil sangat mampu.
Setelah keluarga pergi ke ladang lagi baili tinggal sendirian.Dia memutus untuk tidur siang setelah merasa sedikit lelah.
Sementara baili tidur, Wang sufeng pergi ke desa koshatun.Dia memiliki teman di sana.
Dulu ketika dia pergi ke sana,orang orang akan memandang rendah dia.Wang sufeng mengerti ini.
Tapi dia juga tidak berdaya.
Wang sufeng adalah anak bungsu dalam kamar ke tiga di keluarga wang.
Apapun yang dia hasilkan akan di persembahkan pada kakek dan nenek yang kemudian di distribusikan pada semua orang.
Sama seperti poin pekerjaan,ini akan di hitung di akhir tahun.Tapi karena dia adalah kamar ke tiga dia hanya bisa makan sisa dari keluarga yang lainnya.
Sangat enak jika dia bisa makan semangkuk bubur di rumah.
Sebab itulah dia malas bergerak, tidak kan ada pujian atau pun semangkuk bubur ekstra.
Untuk apa.
Tapi sekarang setelah berbicara banyak dengan bibi kecil,dia harus berubah.
Kita tidak akan bisa bangkit dari keterpurukan jika kita tidak bekerja dari sekarang.
Bibi kecil bilang dia kan membantu Wang Sufeng menyimpan uang.
Selain itu dia berhak makan di rumahnya jika dia bekerjasama.
Bukankah ini indah.
Jadi dia datang untuk mencari orang yang mau bertukar.
Bibi kecil sangat baik,menggambar beberapa barang agar bisa di kenali oleh orang yang buta huruf sekalipun.
"Ooh bisakah sekilo jamur di tukar dengan semangkuk mie pedas?" Tanya seseorang.
"Kamerad Wang,anda jangan membual kan, berapa harga roti kukus di desa, kenapa bisa di tukar dengan dua telur?"
"liat isiannya,dua telur untuk sayuran dan tiga telur untuk Daging yang enak "kata Wang sufeng berpromosi.
"ada banyak hal yang bisa ditukar kan jika anda mau dengan beberapa hal yang tidak di dipakai di rumah atau bahan-bahan di gunung" tambah nya
Dia adalah anak kelas 2 jadi tidak bunda untuk membuat beberapa orang percaya begitu cepat.
Jadi dia menjelaskan dengan orang-orang jika dia sekarang bekerja di bawah bibi kecil yang sebenarnya juga bekerja pada pabrik baja.
Dengan cepat informasi ini menjalar dari mulut ke mulut dan ini memudahkan Wang sufeng untuk mendapatkan janji pertukaran.
Walaupun mereka percaya tapi jelas tidak percaya begitu banyak dengannya. Mereka hanya menandakan perjanjian secara simbolis.
Contoh nya si A ingin menukarkan sebatang sabun dengan empat butir telur. Jadi mereka akan menyiapkan barang itu .Kemudian menunggu Wang sufeng kembali dengan sabunnya.
Jika mereka ingin pergi sendiri ke desa jiang Chun, mereka akan mendapat harga lebih rendah.
Tapi siapa yang ingin menghemat satu butir telur jika anda bisa duduk di rumah.
__ADS_1
Hal hal ini akan jadi keuntungan sendiri untuk Wang sufeng.Dia akan tetap dapat jatah makan dari baili.
Kumpulkan kelebihan nya untuk di tabung, hehehe.
Wang sufeng membawa enam orang teman nya bersama, mereka berpencar ke desa desa lain.
Jadi dalam dua hari,ada begitu banyak pesanan ketika mereka kembali ke desa Jiang Chun lagi.
Ketika mereka pergi, Baili memberikan makanan kering dan dua bungkus mie instan perorang jadi ketika pulang mereka seperti orang yang menang perang.
Begitu pulang,desa jiang Chun terbakar lagi.
Surat dari pabrik baja sudah turun, sebagai tanda kerjasama.Ada dua sepeda Phoenix untuk baili.
Anda harus tahu, di desa jiang chun. Hanya kepada desa saja yang memiliki sepeda . Itupun sudah begitu lama sekali. Sekarang baili, seorang warga desa yang paling miskin .
Sudah mendapatkan dua sepeda sekaligus.
Ini sudah melampaui kekayaan dari kepala desa mereka.Apakah ini normal.
Ketika seseorang mengantarkan surat itu dan dua sepeda, semua orang bertanya-tanya siapakah pemilik sebuah sepeda yang masih baru itu.
Pengantar sepeda jelas menanyakan rumah kepala desa.Jadi mereka yakin itu adalah milik kepala desa. Karena dia adalah keluarga paling kaya di desa jiang Chun.
"halo apakah ini rumah kepala desa, song tie?" tanyanya pada kepala desa. Kepala desa saat ini adalah song tie ayah dari song linan.
Kepala desa juga tidak tahu mengapa orang ini datang ke desa mereka dan bertanya pada dirinya.
Kepala desa semakin gugup melihat keberadaan dua sepeda itu.Song linan juga melihat ini dan merasa jika sepeda ini pasti milik keluarga nya
Keluarga mana yang akan menolak dia jika mas kawin nya adalah sepeda.hahaha.
Kepala desa juga semakin yakin jika itu benar. Baru-baru ini dia mengirimkan satu tongkat yang dibuat oleh baili ke Komune. Mungkin kah orang ini mengantarkan hadiah untuk itu.
" saya mengantarkan surat pengangkatan kerjasama dengan nona li keluarga bai. ini suratnya dan ini adalah tanda kerjasama dengan pabrik baja" kata orang itu.
Dia juga tidak mengerti kenapa ada pekerjaan seperti ini .Sebelumnya belum pernah terdengar jika sebuah pabrik menarik pekerja lepas.
Tapi ini sudah perintah dari atas. Dia hanya menyampaikannya saja.
"Ehh bai.. Baili?"
semua orang yang terdiri dari bisa mendengar nama itu disebut jadi meskipun lagu seninnya semakin heboh saja.
" Sekarang dia adalah pekerjaan lepas dari pabrik baja dia akan dibayar sekitar Rp300 setiap kali dia menyelesaikan tugasnya"
Ini sangat berbeda dengan pekerja biasa di pabrik baja. Mereka akan dibayar per bulan dan mendapatkan berbagai jatah makanan dan tiket.
Tapi untuk baili sendiri, disebutkan dia hanya mendapatkan bayaran jika daftar yang tertulis sudah tersedia. Dan barang-barang itu diambil oleh pihak pabrik.
Untuk barter juga pihak pabrik mengadakan beberapa sejumlah tiket dan uang untuk di tukar. Dengan alasan ini,apapun yang baili lakukan adalah resmi bukan spekulasi.
Setelah surat ini di rilis, semua orang mulai menbuat rencana pertukaran yang setara.
Baili yang sudah di pekerjakan, tentu saja tidak perlu lagi pergi ke gunung untuk memetik rumput makanan babi.
Wang sufeng seperti menginjak awan.
Dia pikir bibi kecil hanya menyebut kan nya dengan santai tapi tidak tau jika ini adalah benar.
Mereka ada tujuh, langsung berlari ke rumah Baili.Di sana mereka melihat baili sedang sibuk menukar barang dengan warga desa yang antusias.
"Afeng sudah kembali?"
"Ya bibi,kami dapat beberapa pesanan kan"
"Oke hitung nanti, bantu bibi menukar barang Hem '
"Oke Bibi "
Jadi Wang Sufeng dan enam teman nya sekali lagi jadi kuli gratis untuk Baili.
"Ini bagus, tidak perlu tiket dan biaya ke kota"kata warga.
"Menantu perempuan he,ayo ke gunung besok setelah ke ladang"
"Oke ku dengan ada buah kesemek yang sudah matang di sana,ayo pergi bersama"
Semua sibuk berbicara tentang hari esok.Tifak sadar Zizi kembali dengan beberapa temannya.
"Bibi "sapanya dengan sopan.
__ADS_1
"Eh zizi ,ada apa?" baili melihat wajah Zizi agak malu.Dia menggaruk kepalanya dengan lucu.
"Hawtorn matang, bisakah aku menukarnya juga?"
Hawtorn adalah sejenis buah gunung.Rasanya masam dan sepat.Anak anak mengambil nya untuk mengisi perut ketika bermain.
Orang dewasa tidak menyukai nya sama sekali.
"Kenapa tidak,ayo kumpul kan" kaya Baili jujur.
Anda tau,buah ini sangat asam tapi bisa di olah jika anda mau.Tapi Baili menjual nya di online shop susu.
Buah jenis ini tidak banyak lagi di temukan.Tapi di tahun 70an ini bahkan tidak di pandang sebelah mata.
Harga nya lumayan lah,bisa beli gula pasir kan.
"Benarkah ?" kata zizi dengan mata cerah.
"Hem"
"Oke teman teman ku juga punya banyak,bibi tunggu ya" dia langsung lari lagi.
Anak ini agak lucu , mungkin teman-teman kecil nya meminta dia untuk bertanya sebentar.
Tapi orang dewasa yang mendengar kan jadi bersemangat lagi,buah liar juga di hargai.
Ada banyak buah liar di gunung ,jika bisa ditukarkan dengan sebungkus garam ini masih lumayan.
Zizi yang tidak tau juka proyek kecil ya di lirik orang, segera mengabari teman teman nya
Dengan senang,anak anak berlari ke gunung lagi dengan keranjang besar di punggung masing-masing.
Mereka pikir jika dengan sekeranjang buah asam, dapat ditukar dengan sebungkus permen.
Alangkah bagus nya itu.
Di sisi lain, Wang sufeng juga berbinar binar.Dia akan menukar ini juga pada bibi nanti nya.Desa lain juga punya anak anak kecil yang suka dengan permen kan.
"Bibi biarkan aku"teriakan dongdong keras.
Sudah ada beberapa produk di depan, warga menunggu barang mereka.
Baili tidak peduli jadi dongdong pergi ke gudang mengambil tukar nya.
"Ini bibi wan enam telur untuk dia batang sabun kan.Untuk paman gu, sepuluh kilogram jagung untuk setengah kilogram minyak dan tiket kain"kata dongdong dengan lihai nya.
"Bibi gin mau gula merah di ganti dengan sekantong lobak putih,apa bisa Bibi kecil?" kata dongdong keras.
Gula merah sangat mahal di pasaran, tidak akan mungkin sama harga nya dengan sekarung lobak.
Wanita tua yang di sebut kan ini,agak ragu awalnya.Dia juga tau harga gula merah di kota.Jadi..
"Oke"kata Baili. Beberapa mata terkejut, Baili ini bodoh atau bagaimana sih.
"Tidak apa apa ,bibi, keponakan perempuan ku baru sja melahirkan anggap ini pemberian ku, sebagai seorang bibi oke"kata Baili lagi.
Dia lupa tentang harga jadi asal sebut aja tadi.Untung saja dia ingat jika menantu perempuan bibi ini baru saja melahirkan.
Wajah wanita tua ini terselamatkan,
dia segera berterima kasih sebelum pergi.
Dongdong segera bertanya, tentang harga pertukaran yang dia tidak mengerti.
Balii juga menjelaskan dengan cara paling mudah.
"Pikir kan mereka dalam bentuk uang dulu.Misal nya telur,ada dua sen untuk dua telur. Sabun harga nya aslinya sekitar empat sen tanpa tiket.Tentu saja dia kan dapat dua batang sabun kan"
"Ohh gitu, tapi bibi akan tekor lah" kata dongdong heran.Di mana untung nya coba.
"Ohh ingat lah bibi di gaji cukup besar juga kok hahaha "
Rupanya dongdong mengenali huruf,ooh ini mempermudah kan Baili.
Ayah dan ibu Baili tersenyum lebar melihat pertukaran ini.Baili bijak dalam berpikir.
Sekarang keluarga bisa makan besar tanpa takut di curigai oleh banyak orang.
Hanya saja, karena perpisahan,para cucu jadi canggung untuk ke rumah nenek.
Mereka pikir keluarga harus makan makanan sendiri.Untung nya mereka berpikir baik, cucu perempuan dan cucu lelaki jadi suka membantu bibinya di rumahnya.
__ADS_1
Sekarang mereka membantu Baili mencuci mangkuknya setelah makan siang.
Segera saja keributan ini hilang setelah bunyi gong panggilan bekerja terdengar.