Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
163


__ADS_3

Kabar tentang pertunjukan film yang akan dibuat di desa Jiang Chun segera merebak dengan cepat. Bukan hanya warga desa Jiang Chun yang menantinya tapi juga beberapa warga desa terdekat.


Namun begitu semuanya harus menunggu penyerahan biji bunga matahari pada baili.Jadi semua orang menunggu dengan sabar.


Baili yang tidak lagi tertarik dengan film hitam putih.Jadi dia acuh tak acuh.Jika ini bukan spekulasi maka akan nyaman untuk menjual popcorn dan kacang goreng.


Sayang sekali kan


"Ran shadong tidak kembali?"Tanya ibu mertua


"Dia bilang ada sesuatu di stasiun daur ulang sampah, jadi lebih nyaman di sana dulu katanya ibu mertua "kata Baili pada saat makan malam.


"Hem dia begitu sibuk akhir-akhir ini. Ditambah harus belajar juga di malam hari .Entah tubuhnya sanggup bertahan atau tidak"keluh nya.


"filmnya dibuka jam berapa sih"Tanya ibu mertua lagi.


Jika film dibuka di desa lain, kemungkinan besar dia tidak akan ikut karena usia tua nya. Namun tahun ini film justru dibuka di desa sendiri tentu saja dia akan pergi dengan semangat.


"Kurang tau ibu mertua, tapi jika ingin duduk di depan .Kupikir setelah makan malam harus buru-buru ke lapangan" kata Baili.


"Oke, Awen, Ayi kalian bertiga harus istirahat dulu malam ini ayo pergi bersenang-senang menang melihat pertunjukan film" kata Baili.


"Jangan pergi bibi, masih ada sedikit lagi kok"tolak Awen tegas. Dia ingin belajar serius sehingga tidak mengecewakan semua anggota keluarganya.


"tidak baik terlalu keras dan belajar nanti otakmu penuh biarkan rileks sedikit. simpan buku khusus malam ini dan pergilah bersenang-senang"kata Baili


"Tapi Bibi...


"pergi membuat popcorn yang banyak, sambil nonton film kita bisa makan popcorn yang manis"


"Oh Baik lah Bibi kecil" ketiga nya dengan cepat pergi ke dapur untuk memasak makan malam lebih awal.


Ada ikan yang masih hidup di dalam baskom berisi air.Awem segera mengurusi nya di belakang.Dengan keran,Air yang di kirim ke tangki atas bisa mengalir ke bawah kapan saja.


Jadi tidak perlu lagi menarik air ke atas.


Mereka memasak ikan kukus dengan jamur dengan sup biji teratai yang lembut.Ikan goreng dengan dengan kimci pedas.


Ketika dua wanita kembali mereka hanya perlu mengukus nasi.Jadi seperti yang dilakukan oleh kebanyakan warga desa.Mereka makan malam lebih awal dari biasanya.


"A yue panggil Kakek mu,dia mungkin sedang main mahjong di rumah keluarga san"kata ibu tua Baili pada Ayue


Ayue segera berlari dengan cepat untuk melaksanakan tugas yang diberi oleh ibu tua baili.


Meskipun sebenarnya dia bukan dari keluarga bai. Namun sudah beberapa waktu dia bekerja di bawah sayap baili. Jadi dia sudah terbiasa dan bahkan tidak menganggap keluarga bai sebagai orang luar.


Pria tua itu selalunya kembali tepat waktu namun sekarang mereka mempercepat waktu makan malam demi pergi ke pertunjukan film. Itulah sebabnya Ayue dikirim pergi untuk menjemputnya pulang.


Tepat ketika pria tua itu kembali dari catur, makan malam segera di mulai.


"kira-kira film apa yang dibuka hari ini ya, aku dengar ini film baru " kata Awen di sela sela makan malam.


Tidak ada yang tahu film apa yang akan di putar malam ini.Baili juga tidak ambil tahu karena dia tidak akan pergi ke sana.


Jika ingin menonton dia bisa pergi kapanpun dia mau di kamar khususnya. Namun itu dengan versi yang lebih jernih dan warna yang lebih cerah.Jadi dia menolak dan bilang dia sedang tidak sehat.


"aku menyukai film dengan gaya militer itu lebih bagus tapi kudengar film kali ini bergenre kungfu master.Lumayan lah untuk mengubah referensi "kata Ayue yang tidak sabar ingin pergi ke lapangan desa.


"hand of death , katanya masih baru kok"jawab Ayue lagi.


Baili segera mengangkat kepalanya mendengar judul film tersebut. sepertinya dia pernah mendengar film dengan judul ini. Tapi lupa siapa pemeran utamanya.


"kalau begitu aku ikut sepertinya ini film baru"kata Baili tiba tiba.


"Oke Mari pergi sama-sama nanti, Ayue bawakan kursi panjang, tempatkan lebih dulu di bagian depan jangan sampai kita tidak kebagian tempat duduk"kata ibu Baili yang sudah tua.

__ADS_1


Baili mengangguk kan kepala nya. dia pikir bagus juga untuk melihat keseruan orang di tahun 70-an dalam menyaksikan film jadul ini. Paling tidak dia akan mendapatkan pengalaman baru, bagaimana rasanya menonton bersama ratusan orang sekaligus.


Selesai makan malam Ayue langsung pergi membawa beberapa kursi di tangannya.Dia akan menjamin mereka mendapatkan tempat bagus untuk menonton kali ini.


Tiga keponakan pula segera membuat popcorn rasa melon yang manis. Proses pengerjaannya tidak lama jadi mereka tidak khawatir terlambat.


Setelah pokoknya selesai siap mereka memasukkan ke dalam dua mangkok besar.Ada juga katel air panas yang di isi dengan teh bunga camomile.Berikut dengan dua gelas tambahan. Ambil juga beberapa genggam kuaci yang di buat sendiri.


Meski kedengarannya tidak banyak namun pada dasarnya semua tangan sudah penuh dengan barang-barang tersebut. Baili sempat tercengang ketika mereka mengemas barang-barang ini.


Mereka bergerak seperti akan pindah dengan banyak nya barang barang camilan.


Awalnya dia ingin marah dan meminta semua barang-barang ini paling tidak setengahnya dikirim kembali. Bayangkan saja jika anda pergi nonton film dengan membawa panci di tangan.Ini sangat memalukan sekali.


Tapi siapa sangka begitu sampai di tanah lapang ,sebenarnya hampir semua orang memiliki barang bawaan seperti itu.


Mau gimana lagi kan.


Penduduk desa sudah duduk di kursi kecil yang mereka bawa dari rumah sendiri. Bahkan ada yang membawa meja makan sekalian. Di atas meja itu sudah penuh dengan beberapa makanan ringan .Tentu saja makanan ringan ini tidak akan dibagikan dengan yang lain.


Baili sampai menepuk jidat melihat perilaku warga desa yang sepertinya agak lebay. Tapi dia juga antusias melihat kemeriahan itu. Di mana semua anak tertawa dan bergembira.


"Bibi kecil " panggil Ayue dengan keras. dia melambai ke arah mereka. Benar saja pemuda itu sudah mendapatkan tempat yang paling baik untuk keluarga bai. Tentu saja posisinya ada di depan layar.


Awen dan anan bergegas dengan panci popcorn dan termos air panas.Sefangkan Ayi menarik panci kuaci dan beberapa gelas lagi.


Baili dan tiga lansia menerobos keramaian yang ketat. untuk tiba di lokasi depan .Memerlukan tenaga dan melambat hingga gerakannya sudah seperti siput.


Baru 15 menit kemudian mereka sampai di tempat yang sediakan.Tiga keponakan juga sudah menyusun barang-barang mereka di tanah. Baili dan tiga lansia cukup pergi duduk dengan nyaman di sana.


Selagi menunggu ibu tua baili berbicara dengan Bibi sebelah.


Mereka juga datang dengan makanan kecil di tangan. Berikut dengan kuaci yang tentu saja menjadi ciri khas desa jiang Chun saat ini.


Wanita tua itu memang populer di desa sekarang.Dia jadi ngegosip sejati.


Ibu mertua masih bisa mengukur jadi dia hanya sesekali berbicara dan lebih banyak tertawa.


"Stt itu nyonya wan, apa kabar menantu perempuan sekarang, kasihan sekali"kata Bibi sebelah dengan mengigit kuaci.


Baili segera memutar matanya, dia tidak ingin mendengar gosip apapun tapi gosip singgah di kupingnya tanpa permisi.


"Heh menantu perempuannya itu tega menggugurkan kandungan hanya untuk bisa mengikuti ujian masuk ke universitas. Jika aku menjadi mertuanya aku akan membunuhnya di tempat.Anak itu sudah berusia 6 bulan.Ibu macam apa dia"kata Bibi di sebelah lagi.


Ibu Baili yang sudah tua juga mengangguk membenarkan ini. sekarang banyak pemuda pendidikan yang berpikir untuk kembali ke kota dengan cara itu.


Termasuklah menantu perempuan wan. tapi saat ini dia sedang hamil 6 bulan. Berpikir jika kandungannya menghalangi dia untuk pergi mengikuti ujian maka dia melakukan aborsi di kota.


Sungguh malang anak itu. katanya itu masih janin laki-laki, perlu diketahui pada tahun ini anak laki-laki sangat dihargai daripada anak perempuan.


kebetulan sekali dia hanya melahirkan anak perempuan yang sudah berusia tiga tahun. Sekarang dia hamil dan menggugurkan sementara anaknya adalah janin laki-laki.


Tentu saja keluarga suami akan marah namun mereka hanya bisa mengurungnya di rumah.


Bagaimanapun menantu perempuan jangan dibiarkan kabur.


Tiba-tiba saja baili bersemangat untuk menguping tentang kisah ini. Dia banyak membaca tapi jarang bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan. Entah kenapa dia jadi ingin bergosip ria.


Tap


Tiba-tiba baili merasakan sesuatu sedang memeluknya dari belakang. Tentu saja dia kaget yang ingin menjerit. Tapi siapa sangka itu adalah Ran Shadong.


"Ran Shadong Kamu pulang"kata Ibu mertua yang langsung sadar jika putranya baru saja duduk.


"Ya bu, aku kembali tapi tidak ada orang di rumah kupikir kalian akan ada di sini"kata Ran shadong.

__ADS_1


Ada begitu ramai orang jadi semuanya tidak peduli dengan berdempet-dempetan begini. tapi semua berdempetan dengan keluarga masing-masing bukan dengan keluarga lain.


meski begitu tidak ada yang berinisiatif memeluk menantu perempuannya di depan umum.Ran Shadong sudah bertindak di luar kewajaran. Tapi baili merasa hangat di hati.


dia pikir ini menjadi adegan romantisnya setelah beberapa waktu lagi pula suasananya gelap gulita tidak ada yang akan menyangka jika Ran Shadong begitu kurang ajar.


Satu-satunya cahaya adalah layar yang mulai menampilkan tulisan pembukaan.


Awalnya baili ingin berbicara banyak namun berhubung film akan segera dimulai. Semua orang mulai berhenti menggosip agar suara dari film ini kedengaran.


Segera judul film di tampilkan pada layar. Benar saja judulnya adalah hands of death. Akhirnya baili mengerti kenapa dia cukup familiar dengan judul film ini


Hand of death sebuah film laga buatan 76 yang disutradarai oleh John woo.


Baili kurang familiar dengan tokoh pemeran yang lain. Tapi dalam detik-detik berikutnya dia melihat akting dari Jackie Chan samo hung dan yuen you namun di sini Jackie Chan masih sebagai peran pembantu.


Kisahnya bermula dari kuil Shaolin yang diburu dan dimusnahkan dengan kekuatan jahat. Tidak buruk juga di segi akting tapi cukup sesuai dengan karakteristik zaman.


Meski jauh berbeda dengan yang dia lihat di laptop, namun Baili masih bisa menikmati keseruannya.Ada begitu banyak orang yang datang ke desa Jiang Chun hanya untuk menonton film ini.


Di dalam kisah ini pemeran utama digambarkan berteman dengan tokoh peran pembantu yang dibawakan oleh Jackie Chan sebagai seorang pandai besi


Dalam film ini Jackie Chan masih sangat muda dan orang tidak berpikir dia akan menjadi seseorang yang terkenal di 10 tahun kemudian.


Dia hanya seorang bintang muda dengan peran pembantu.


Baili berpikir menarik untuk menjadi salah saksi penting dari periode ini.


Ran Shadong sewaktu waktu mengambil popcorn di tangan baili.Waktu lain dia memijat pinggang nya di sini baili jadi tidak fokus lagi menonton.


"Ran Shadong kau sudah makan malam?"tanya Ayah baili yang melihat jika Baili tidak nyaman.Dia mungkin sadar dunia anak muda jadi dia bertanya seperti itu.


"Belum ayah,tadi langsung ke sini dulu" jawab Ran Shandong.


Dirinya memang belum makan malam tapi sebenarnya juga masih belum lapar. Sekarang dia sedang menggigit popcorn dan juga kuaci. Jadi ini bisa mengalas perutnya sebelum makan makanan padat.


"Lili suamimu mungkin lapar pulanglah dulu kembali setelah selesai"kata ayahnya lagi.


"Tidak perlu ayah mertua, filmnya akan habis sebentar lagi. perutku masih bisa menunggu"kata Ran shadong.


Baili mengerti jadi dia bangkit dari duduknya."Ayo jangan ganggu yang lain "


"Hem"Ran Shadong juga ikut berdirinya. Dia berbicara sebentar dengan ibunya dan ibu mertuanya. Baru setelah itu dia pergi mengikuti langkah baili.


Jalanan saat ini sedang sepi karena semua orang bergegas menuju tempat film diputar.Dengan kondisi yang gelap,Ran Shadong mengambil kesempatan untuk menggenggam tangan Baili .


Baili tersentak tapi dia juga tersenyum lebar.Jalanan yang sepi membuat suasana jadi sedikit canggung


Meskipun sudah menikah dan bahkan memiliki hubungan intim layaknya suami istri. Namun mereka masih saja canggung seperti ini.


Entah bagaimana baili terkadang menyukai sensasi pacaran setelah menikah. Sangat berbeda suasana pacaran di tahun 2020.


Lihatlah, meskipun malam ini agak gelap tapi baili bisa melihat telinga Ran Shadong yang memerah.


Mereka masih malu memegang tangan pasangan sendiri depan umum. Tapi bayangkan jika anda berpacaran di tahun 2020. Anda mungkin mencuri ciuman pada pasangan di depan umum.


Jadi begitulah bedanya.


Pria tua seperti Ran shadong masih bisa merasakan indahnya jatuh cinta. Ini mungkin karena pria di tahun 70-an lebih jujur dan primitif daripada pria di tahun 2020.


Untuk mencapai rumah yang hanya berjarak setengah KM mereka berdua menghabiskan waktu hampir satu jam. Berjalan sejauh itu tidak satupun yang berpikir untuk melepaskan genggaman tangan masing-masing.


Baili juga menyukai suasana seperti ini. Namun begitu tiba di depan rumah hati Baili tiba tiba jadi menggigil kedinginan.


Dia sedang melupakan satu hal yang sangat penting.

__ADS_1


Ran Shadong ini pemalu di luar tapi jika sudah di kamar dia akan menjadi orang yang sama sekali berbeda. Pria tua yang tidak tahu malu, dan tidak mengerti arti kata stop.


Tidak...


__ADS_2