Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
53


__ADS_3

Tiga tamu ditambah sekretaris dan kepala desa .Pergi bersama Baili ke belakang di mana dua gudang di tempatkan.


Umumnya mereka tidak percaya jika Baili bisa menangani semua perbekalan itu tepat waktu.


Kelangkaan bahan makanan sudah menjadi rahasia umum. Sebab itulah di setiap pabrik memiliki departemen pengadaan bahan yang terbagi dengan beberapa tim lagi salah satunya bahan makanan.


Contohnya lu sihan yang berasal dari pabrik baja.


Dia bekerja di pabrik baja dalam departemen pengadaan bahan makanan.


Untuk produk ini bukan hanya dia sendirian. Satu tim memiliki dua atau tiga orang.


Setiap bulannya pabrik baja mengeluarkan beberapa daftar yang perlu mereka kumpulkan.


Untuk daftar ini tim harus membagi tugas lagi.Untuk memenuhi kouta, semua orang harus bepergian keliling negara. Entah bagaimana mereka harus memenuhi kouta yang diinginkan oleh pabrik.


Bagaimana caranya, pihak pabrik tidak akan pernah bertanya .Mereka hanya ingin tahu hasilnya saja.


Pihak pabrik hanya bertugas memberikan daftar dan menyisihkan beberapa dana untuk itu.


Kebanyakan bagi orang lebih suka berkeliaran di pasar gelap untuk memenuhi jumlah pencapaian.


Seperti yang dilakukan oleh lusihan pada hari bertemu dengan Baili. Terkadang seseorang harus berjalan jauh dan mengalami kelelahan panjang hanya demi memenuhi kuota.


Meski begitu tidak menjamin daftar terpenuhi.


Sebenarnya lu sihan tidak memiliki harapan tinggi untuk baili bisa menyediakan semua barang yang terdaftar.


Sebab itulah lu sihan meletakkan tanggal mundur 2 minggu dari yang seharusnya.


Dia bisa menemukan sisanya setelah itu.


Untuk mendapatkan izin kerja seperti yang mereka negosiasikan sebelumnya. lu sihan perlu melobi beberapa atasan.


Dia juga menghabiskan beberapa barang , uang dan tiket untuk itu.


Lu sihan tidak memiliki kesehatan yang baik. Dia harus sering beristirahat dan mengalami kelelahan berpanjangan jika berkeliling mencari barang-barang terdaftar.


Namun begitu dia tidak pernah berpikir untuk berhenti atau menjual pekerjaan ini.


Anak-anaknya masih begitu kecil untuk mengambil alih pekerjaan. Jika pun dia menjual nya apa yang harus mereka makan setelah itu.


Adapun kerjasama dengan Baili ini hanyalah produk coba-coba saja.Siapa sangka baili sekuat itu. Dia mampu menyediakannya bahkan sebelum tanggal yang sudah ditetapkan oleh lu sihan.


Masuk ke gudang khusus lu sihan tercengang lagi. Semua bahan yang terdaftar sudah tersedia bahkan tersusun rapi dengan nama-nama yang tertera untuk mempermudah menemukan barang.


Jangankan lu sihan ,semua orang termasuk kepala desa dan sekretaris ,juga tercengang.Mereka tidak pernah berpikir Baili bisa


mengumpulkan bahan sebanyak ini dalam waktu kurang dari 10 hari.


"semua bahan sudah siap tinggal dicek dan serah terima" kata baili dengan bangga.


"kamerad bai memang hebat hal ini sangat sulit bagi saya tapi sangat mudah bagi kamerad bai" puji lu sihan serius.


"saya hanya melakukan penukaran dengan warga desa dan sekitarnya itu pun berkat bantuan dari pabrik baja tentu saja. Terutama kepala desa yang mendukung aktivitas penukaran ini"kata Baili.


Dia tidak lupa memuji kepala desa agar hidupnya lebih aman tanpa masalah di masa depan.


Kepala desa yang mendengar langsung berwajah merah dan sedikit bangga.


"kapan kiranya barang-barang ini diambil alih ?"tanya baili pada lu sihan.


"kebetulan sekali ini adalah manajer bagian pengadaan bahan.


bagaimana itu ada di bawah wewenang nya hehe"lu sihan mengatakan ini dengan sengaja.


Dia tidak datang dengan uang di tangan bahkan tidak datang untuk tujuan ini awalnya.


Orang yang ditanya langsung tersenyum dan mengangguk dengan serius.


"Menejer kah ,ohh maaf tidak menyadari ini lebih awal "Kata kepala desa yang tiba tiba antusias sekali.


Sulit untuk bertemu seseorang yang dikenal di sebuah pabrik apalagi seseorang dengan jabatan manager. Jadi kepala desa buru-buru berkata manis untuk memberikan kesan baik.


"tidak apa-apa saya juga tadi tidak memperkenalkan diri jadi tidak masalah" katanya dengan ramah.


Manajer masuk ke gudang diikuti oleh Baili dari belakang .Sementara itu kepala desa ,sekretaris lusihan dan dua orang lagi. Hanya bisa berdiri di depan gudang sembari melihat-lihat dari luar.

__ADS_1


Sang manager melihat-lihat produk dengan teliti.Setelah beberapa menit dia yakin barang-barang ini memiliki kualitas lebih tinggi dari yang diharapkan.Bahkan ini sudah melebihi dari ekspektasinya di awal.


"Barang nya bagus tapi harganya masih sama?" tanya nya pada Baili dengan suara rendah.


Sebenarnya tidak baik mengatakan tentang uang sekarang tapi dia tidak tau harga apa yang di berikan oleh lu sihan.


Baili mengira mungkin lu sihan ada main harga dengan pabrik baja Tapi dia tidak akan mengekspos masalah lu sihan agar kedua pihak belah pihak tidak mengalami masalah.


"harganya masih sama tidak kurang dan tidak lebih"kata baili yang tidak mengungkapkan harga sesukanya.


Manager mengernyit kan dahinya mendengar jawaban itu. Gadis ini sebenarnya sangat berhati-hati.


bisa mendapatkan barang dalam waktu yang dan jumlah yang ditentukan adalah hal bagus untuknya jadi sang manager tidak akan mempermasalahkan hal ini lebih panjang.


"apa kamerad Bai tidak berpikir untuk bekerja secara langsung pada pabrik baja kami?"melihat kemampuan bayi yang begitu begitu kuat untuk menyediakan produk dia jadi tertarik menariknya ke sisi.


Seharusnya gadis ini tertarik karena ini lebih murni dan memiliki gaji tetap bahkan makanan nasional.Dia tidak perlu khawatir tertangkap basah oleh biro keamanan umum karena spekulasi.


Surat yang dipegang oleh bai kemarin hanyalah berupa surat izin yang harus diperpanjang dari bulan ke bulan.


Artinya dia tidak resmi bekerja dari pabrik baja. Tapi jika Baili bisa masuk maka kondisi ini akan lebih baik untuk dua dunia.


jika dia bisa mencari barang-barang yang berkualitas tinggi ini. Dia juga pasti bisa mencari barang-barang lain untuk pabrik baja.


Baili tidak menanggapi perkataannya. Hanya berdiam diri dan mempersilakan mereka semua kembali ke depan.


Tiga keponakan sudah menyediakan es buah bagi para tamu yang tidak diundang ini.


Di era 70-an jika anda bisa menyajikan tamu dengan air gula saja. Anda sudah dianggap sopan dan kaya.


Tapi baili begitu arogan menyajikan es buah yang sangat langka dan menarik.


Ini menjadi pertanyaan tersendiri bagi para tamu yang langsung dijelaskan oleh kepala desa dan diakui oleh sekretaris desa.


"kebanyakan warga desa sini. Menganti barang dengan makanan yang sudah jadi.Lihat saja beberapa makanan itu, mereka sudah siap dan menunggu orang-orang datang untuk mengganti barang" kata kepala desa ramah.


"warga kami sangat menyukai masakan kamerad bai.Apalagi mereka bisa berhemat waktu dan tenaga"kata sekretaris desa pula.


Tiga keponakan perempuan yang sudah menyajikan minuman langsung bersembunyi di balik pintu.


"Oh bisakah kami memakannya?" tanya lu sihan.


"Tentu saja , silahkan"kata Baili lagi.


Setiap orang hanya mendapatkan satu buah roti kukus segelas es buah dan semangkok sup tulang.


Lu sihan dan manager segera menggigit roti kukus .Mereka tiba-tiba terkejut dengan rasanya.


Awalnya tidak ada yang istimewa dari roti kukus ini.selain lebih putih dan ukurannya lebih besar dari roti kukus pada umumnya.


Tapi ketika digigit perbedaan itu begitu jelas. roti ini sangat lembut dan empuk, ada jus harum yang keluar ketika mereka menggigitnya.


Jus itu terasa unik dan nikmat. Sangat enak dan tidak terkatakan.


Tanpa sadar hanya sesaat satu roti kukus habis dan tidak lagi tersisa. rotinya saja begitu istimewa apalagi sup tulang.


Meski di dalam sup ini tidak ada bahan yang istimewa, hanya beberapa kentang dan wortel. Tapi sup ini begitu hangat dan memenuhi keserakahanmu akan daging.


Sangat disayangkan satu mangkok sup hanya bisa diseruput dalam sekali jalan.


"pantas saja warga desa menyukai masakan kamerad Bai,ku pikir ini sebanding dengan koki di hotel negara"kata manager dengan puas.


"Ya aku juga pernah makan roti isi daging tapi tidak seenak ini.jusnya tidak berminyak namun masih terasa seperti menggigit daging. Padahal isinya hanyalah beberapa jamur" kata lu sihan lagi.


Dia langsung mengangkat jempolnya pada baili. Ayah dan ibu Baili tertawa dan merasa bangga dengan itu.


Hal yang sama berlaku untuk kepala desa. Mereka bahkan ingin minta beberapa potong roti kukus lagi. Namun sangat memalukan jika mereka melakukan itu.


"biarkan menantu perempuan datang untuk menukarkan beberapa barang di rumah dengan roti kukus dan semangkok sup tulang ini "pikir kepala desa.


Dia tidak tahu jika sekretaris desa memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya. Jika tahu mungkin dia akan menertawakan dirinya sendiri.


Belum kepala desa menghabiskan roti kukusnya. Beberapa warga sudah datang untuk menukarkan barang-barang mereka.


Wang Sufeng yang berangkat tadi pagi .Juga kembali dengan keranjang yang penuh.


Melihat ada orang yang datang bertamu ke rumah bibi kecil . Wang Sufeng dan teman temannya hanya diam dan langsung mengambil alih tanggung jawab penukaran.

__ADS_1


Setiap orang yang datang untuk menukar bahan makanan. Akan diberi satu mangkok besar es buah rasa susu secara gratis.


Beberapa wanita tua di desa bahkan tidak malu merebut es buah agar mendapatkan lebih. Meskipun mereka menyadari keberadaan pemimpin pabrik baja di depan mereka.


Ada apa dengan pemimpin itu. Mereka bahkan tidak akan memberikan es buah yang harum ini untuk warga desa.


Tidak sampai setengah jam. Semua yang dimasak oleh baili tadi sudah berpindah tangan dan berubah menjadi produk gunung dengan jumlah yang mengkhawatirkan.


kebanyakan dari mereka adalah buah-buahan liar jamur bahkan produk yang tidak dikenal.


Tentu saja pemandangan ini membuat manajer pabrik baja dan lu sihan jadi heran.


Ada apa dengan buah-buahan liar.


Bagaimana bisa baili menghargai produk-produk yang tidak disukai ini dengan barang berharga seperti roti kukus.


Ketika ditanya baili hanya bisa terkekeh dengan.


Dia pikir menjelaskannya akan sulit jadi dengan senang hati Baili meminta Bai Yan dan bai jiahui menarik tong yang berisi 200 liter anggur yang baru diseduh tadi pagi.


Sedangkan Bai Wen dan adiknya mengambil sirup buah.


"buah liar ini saya ekstrak lagi menjadi produk yang layak jual.Contoh nya anggur ini ,diasudah bisa dikonsumsi dalam waktu 1 minggu lagi. Silakan mencicipi jika berkenan" kata Baili dengan tersenyum.


Kepala desa tidak mau kalah ,dia harus mengungguli baili dalam hal berbicara pada pemimpin.


Dia mengatakan bagaimana baili membuat saus bahkan beberapa produk gunung yang siap makan.


Manajer dan lu sihan sangat tertarik dengan ini.Mereka ingin mencoba sendiri apakah ini seenak yang do Finchi katakan oleh kepala desa.


Segera saja Baili meminta keponakan dan Wang Sufeng berkerja sama mengambil beberapa item produk yang di sebut kan.


Ada enam macam kimchi pedas, termasuk kimchi ikan.Enam macam acar juga beberapa saus rumahan.


Ada banyak hal lagi seperti kecap manis dan kecap ikan.Semua resep di ambil di buku dan di praktekkan secara langsung.


Wang Sufeng pernah membawa kembali ikan jadi Baili memproses nya jadi ikan asin. Sementara tulang kepala ikan di pakai basis utama untuk kecap rasa ikan.


Kecap asin dan kecap manis jadi idola di desa,selain jumlah nya cukup banyak mereka bisa memenuhi kebutuhan akan garam dan gula di rumah.


"Keahlian.kamerad Bai tidak main main.Ini bagus"kata manager lagi.


Dia sangat suka dengan ide ini.Maneger pikir masa depan Baili di pabrik baja akan bagus jadi dia mengatakan lagi agar Baili masuk langsung ke pabrik baja sebagai pekerja tetap dalam Tim pengadaan


Ketika di tanya lagi Baili memperlihatkan wajahnya yang sedih.Dia melirik para tamu dengan wajah enggan.


Kepala desa berpikir Baili bodoh jika menolak.Dia bahkan membujuk ibu dan ayah Bai untuk setuju.


Pergi ke pabrik adalah hal yang baik.


"Manager,bukan aku menolak tapi...


"Dengan kemampuan ini, tidak sulit untuk masuk dan memenuhi kouta kan, jadi apa masalahnya?" tanya manager heran.


Jarang bertemu seseorang yang menolak pekerjaan di kota.


"Ayo maneger , ini kakak perempuan ku"kata Baili dengan sedih.


Bai xinxin sudah lama duduk di sana, dia sama sekali tidak tahu jika nama nya akan di sebut.


Kepala desa dan sekretaris segera tau kemana arah ini semua.Jadi dia mengatakan kisah Bai xinxin dan suami yang seorang pekerja di pabrik baja.


Beberapa warga yang masih ada di sana segera mendukung kisah ini.Bai xinxin dan dua putrinya segera jadi perhatian lagi yang membuat ke tiga nya berkeringat dingin.


"Ohh adakah hal yang seperti ini.Ini adalah masalah gaya.Pabrik tidak akan mentolerir perilaku ini apalagi ada dua putri yang menjadi korban" kata maneger tidak senang.


Jika kasus ini di bawa ke biro keamanan umum.Maka reputasi pabrik juga akan di pertanyakan.


Dia akan melaporkan hal ini kada pemimpin pabrik.


Manejer segera meminta salinan bukti dan nama penuh Xu Ming.


Terutama nama keluarga menantu perempuan nya yang baru.


Baili segera berterima kasih pada nya.Dia juga tidak senang hati jika Xu ming tidak menerima hukuman atas perbuatannya.


Dia secara tidak langsung adalah punca dari kehancuran keluarga Bai.Jangan di kasi ampun.

__ADS_1


__ADS_2