
Kedatangan wang sufeng di kediaman Baili tidak mengganggu tamu-tamu yang datang ke rumah.
Tidak sama seperti sebelumnya, tahun lalu saudara yang datang bisa dihitung dengan jari.
Tahun ini hampir semua warga desa yang datang.Apalagi anak anak.
Kebiasaan penduduk di tahun baru, mereka perlu bersilaturahmi dengan keluarga terdekat seperti sepupu dan beberapa bibi dan paman.
Keluarga bai juga punya sejarah panjang di desa Jiang Chun.Ibu Baili juga punya keluarga kelahiran yang artinya baili juga punya sepupu yang usianya juga tidak bisa di bilang muda.
Tahun lalu para sepupu jauh yang sudah tua tidak datang dengan berbagai alasan.
Keberadaan mereka juga bisa di hitung dengan jari.
Namun hari ini sangat berbeda, sepupu jauh atau keponakan ibu tua nya entah bagaimana mendapatkan kabar mengenai Baili dan toko pertukarannya yang fenomenal.
Mereka juga berpikir akan mendapatkan beberapa manfaat jika mendekat pada keluarga bai saat ini.
Hubungan ini bisa dikatakan sudah renggang sejak bertahun-tahun yang lalu .Tapi dengan adanya tahun baru bisa saja hubungan ini di dekatkan lagi.
Orang tua dari ibu baili sendiri sudah lama tidak ada lagi. Beberapa saudaranya juga sudah meninggal lebih awal.
Dengan begitu wanita tua itu tidak perlu kembali pada hari kedua di tahun baru.
Tapi mengingat statusnya sebagai penentua lama di keluarga kelahirannya. Dia juga memiliki hak dikunjungi oleh para keponakan.
Mengingat kehidupan mereka yang dulu sangat miskin, keluarga bai terutama ibu tua Baili tidak dikenal dan bahkan cenderung tidak diakui oleh keluarga kelahirannya sendiri.
Nama asli ibu tua Baili adalah An Rin. Dengan nama keluarga belakang An.
Setelah menikah dengan ayah tua Baili, namanya diubah menjadi nyonya bai dan itu menjadi sebutannya sampai saat ini.
Kedatangan mereka yang tiba-tiba di hari tahun baru pertama menjadi kejutan tersendiri bagi wanita tua itu.
Tidak bisa dipungkiri dia juga memiliki dendam yang dia simpan di dalam hati setelah bertahun-tahun.
Semua orang bisa tahu apa maksud kunjungan mereka saat ini tapi untuk mengusir orang di tahun baru itu sangat tidak layak.
Ibu tua Baili tetap menyambut kedatangan mereka dengan wajah penuh senyum masam.
Setiap anggota keluarga yang mengunjungi para penentuan mereka tidak dianjurkan tapi akan selalu membawa oleh-oleh sebagai buah tangan.
Begitu juga yang dilakukan oleh para keponakan yang tidak dikenal ini.
Bailli sendiri tidak ingin tahu apa yang dibawa oleh mereka . Setelah menyapa dia pergi ke belakang demi berbicara dengan Wang Sufeng daripada mendengar cerita mereka yang tidak perlu.
Sial nya lagi, ekor kecil tetap ikut seperti plaster kulit anjing yang ramah.
Tidak peduli dengan suami nya, Baili segera bertanya kepada Wang Sufeng apa kemajuan nya saat ini.
Wang Sufeng segera bercerita jika dia sudah mengantongi beberapa informasi penting yang Baili mau.
"oke setelah mendaftar sekolah kita pergi ke sana"kata baili.
"Tapi bibi serius kan, harga nya itu tidak seimbang"kata Wang Sufeng.
"Lili untuk apa kau membeli bangunan-bangunan itu?"tanya Ran Shadong heran.
dia mendengar jika menantu perempuannya berniat membeli beberapa bangunan yang tidak terpakai di beberapa kota berbeda.
Jika benar begitu, apakah kemampuan keuangan menantu perempuannya ini bisa berhasil.
Dari mana pula dia mendapatkan uang tersebut .Gaji yang diterima dari menulis artikel berikut dari pabrik baja juga tidak akan bisa menutupi celah besar.
Ini sangat mencurigakan.
Baili tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Ran Shadong.
Dia langsung mengungkapkan beberapa hal pada Wang sufeng.
Ran Shadong sedikit garam dengan perilaku ini apakah menantu perempuannya menganggap dia sebagai angin sehingga keberadaannya tidak dirasa sama sekali.
Karena keberadaan Wang Sufeng , dia terpaksa menahan diri.
Tunggu saja.
Lebih dari setengah jam Wang Sufeng dan Baili berbicara tentang membeli pekarangan yang rusak.
Setelah beberapa hal dikonfirmasi akhirnya Wang Sufeng mengundurkan diri.
Di depan tamu masih belum pergi, tidak sopan rasanya jika baili tidak ikut berbicara menjamu tamu.
__ADS_1
Dia segera menarik sadong bersamanya.Perkenalkan saja dia pada saudara yang tidak dikenal ini sebagai suami yang baru menikah.
"Ohh lili apa kau sudah selesai dengan urusanmu?" kata seorang pria tua yang umur usianya kira-kira 40 tahun.
"Ohh belum,Tapi itu masih bisa dilanjutkan nanti" kata Baili pura-pura serius.
Pria tua ini adalah keponakan langsung wanita tua itu yang artinya adalah sepupunya sendiri. Sepupu yang sudah tua ini juga memiliki beberapa cucu yang sekarang dia bawa bersama.
Cucu sudah sebesar ini tapi baru tahun ini diperkenalkan kepada ibu tua Baili ,apakah ini tidak aneh.
Hanya orang bodoh yang tidak bisa berpikir kenapa itu terjadi.
Tapi walau bagaimanapun baili tidak akan mengusir saudara apalagi anak-anak kecil yang masih polos.
"Sepupu,kenapa baru datang sekarang, hehehe.Kami sudah menunggu mu sekitar sepuluh tahun yang lalu"kata baili.
Kata kata ini diucapkan dengan penuh senyuman.Tapi ucapan ini segera membuat wajah sepupu itu menambah sepuluh kerutan lagi di bawah matanya.
"ini ini tidak disengaja tapi kami terlalu sibuk beberapa tahun ini. Maaf jika baru kali ini kami bisa datang hehehe "jawabnya malu.
Baili juga tidak peduli apa yang dia rasakan tapi dia peduli dengan yang dirasakan oleh ibu tuanya.
Setelah menikah dia dilupakan oleh keluarga kelahiran sendiri.Siapa yang tidak akan merasa tersinggung dengan itu.
"Ehh Apakah ini keponakan atau cucu, ibu bagaimana cara mereka menyapaku?" tanya Baili tidak begitu mengerti.
Menurut senioritas anak-anak kecil ini seharusnya memanggil dirinya sebagai nenek. Lucu sekali di usia yang masih 15 tahun sebenarnya dia sudah layak disebut dengan nenek.
jika ini 1 tahun yang lalu sebutan ini tidak akan dipandang pantas oleh keluarga sepupu yang baru dia kenal ini.
tapi sekarang dia memiliki nilai jual sehingga kelayakan ini dilupakan begitu saja.
"menurut status, mereka harus menyapamu dengan nenek kecil hehehe"kata nya malu.
"ayo siapa ini nenek kecilmu, ayo sebut"katanya pada tiga anak yang di bawanya itu.
Mereka masih seusia dengan Zizi dan niuniu jadi baili tidak melihat ada yang aneh pada mereka.
Anak-anak walau bagaimanapun hanyalah anak-anak. Mereka mungkin hanya sedikit serakah dengan permen dan berbagai manisan.
"Nenek kecil"sapa mereka dengan suara susu.
baili sangat menyukai anak-anak karena dirinya memang tinggal di panti asuhan sejak kecil di kehidupan modern.
Kebetulan sekali saudara yang katanya masih sepupuan ini ,tidak datang pada hari pernikahan entah kenapa.
Dari dalam tas Baili, memberikan seikat karet gelang khusus untuk rambut yang berwarna-warni pada gadis kecil.
Yang pria pula dia memberikan pistol mainan dari kayu.
Tidak lupa baili menyerahkan segenggam permen yang langsung dimasukkan ke dalam kantong anak-anak itu.
Wajah anak-anak sangat senang menerima hadiah pertemuan pertama.
Karena segenggam permen ini mereka memberikan poin khusus untuk Baili.
"Terima kasih nenek kecil"teriak mereka bertiga dengan keras.
"Hem, karena kalian sangat manis ayo ambil ini satu untuk setiap orang, oke"
Karena tahun baru Baili sudah menyiapkan beberapa amplop merah.
Mungkin karena dia berhitung beli menyiapkan amplop merah dengan isi 2 sen di dalamnya.
Anak-anak desa yang dia kenal baik diberikan lima sen di dalam amplop merah itu.Tentu saja dengan syarat mereka datang berkunjung.
Melihat mereka menerima amplop merah tentu saja anak-anak ini bergembira.
Sekali lagi mereka berteriak mengatakan terima kasih.
Di tahun ini tidak banyak keluarga yang memberikan amplop dengan jumlah uang 2 sen untuk anak-anak.
Uang satu sen adalah nominal yang paling kecil di tahun 70-an ini. Jika uang ini bisa dibagi 2 ,tentu saja penduduk akan melakukannya dengan senang hati. Sayangnya itu tidak akan bisa dilakukan.
Jadi satu sen adalah nominal yang kerap kali diisi dalam amplop merah anak-anak.
Baili mengisinya 2 sen dan itu bisa dikatakan harga yang murah hati. Ran shadong juga melakukan hal yang sama pada anak-anak itu setelah mereka berteriak padanya dengan sebutan kakek kecil.
Tentu saja amplop yang diberikan Ran Shadong juga berasal dari Baili. Bisa ditebak tamu yang datang tidak akan sedikit.
Bisa-bisa gaji sebulan dan sadong habis hanya untuk amplop merah.menurut rancadong anak-anak bahkan berhak mendapatkan lebih dari 5 sin.
__ADS_1
Tapi begitu hak untuk pendistribusian amplop merah diserahkan pada baili isinya sudah berkurang banyak.
Ran Shadong tidak tahu bahkan terkesan tidak mau peduli .Apakah isinya dikurangi atau tidak.
Yang penting dia tidak malu karena tidak bisa memberikan amplop merah pada anak-anak yang datang.
Untuk jamuan tahun baru sebenarnya tidak ada urusannya dengan kue ataupun makan siang.
Namun harus ada kacang goreng permen dan biji labu untuk disajikan di depan tamu.
Permen barang-barang ini kerap bisa dibawa kembali oleh anak-anak dalam saku mereka. Perilaku ini sudah umum dan sangat wajar dilakukan.
ini adalah kesempatan bagi anak-anak untuk mengumpulkan permen dan mereka berusaha untuk menyimpannya sampai tahun depan.
sebab itulah momen tahun baru ditunggu oleh anak-anak. Zizi dan Niuniu sudah pergi sejak pagi dan belum kembali sampai saat ini.
Mereka pasti berkeliling desa bersama dengan keponakan baili yang lain.
Bisa dipastikan jika pulang pasti dua anak itu kembali dengan kantong yang penuh.
sekarang 3 cucu yang baru dikenal juga memiliki banyak hal di kantong.sayang sekali kantung itu terlihat menggembung dan hampir pecah.
Merasa tersentuh Baili segera mengambil pouch kecil. ini adalah tas kecil yang bisa ditarik dengan tali pendek.
Cukup bagus untuk mengisi permen yang didapatkan di tahun baru.
Melihat tas kecil yang indah itu mata ketiganya berbinar-binar.Kain juga dikatakan sangat mahal di tahun ini. Tidak banyak keluarga yang bisa membuat tas apalagi tas kecil ini sangat indah dan pasti bisa membuat iri mata anak-anak lain di desa mereka nanti.
Sekali lagi mereka berteriak terima kasih dengan keras. Baili sangat menyukai gadis-gadis si kecil yang patuh seperti ini.
lupakan saja dengan kakek mereka yang menyebalkan.
Karena baili suka, dia tidak akan pelit dengan permen. Segera saja tas itu diisi penuh dengan permen bermacam warna.
Ada juga dengan coklat koin yang sebenarnya tidak dia letakkan di meja.
Melihat tas kecil itu sekarang menggembung dengan sesuatu yang berharga. Tiga anak segera berterima kasih lagi dan mereka berlarian duduk kembali di pangkuan kakeknya.
Melihat perilaku Baili yang tidak membalas dendam tentang masa lalu .Sepupu yang sudah tua itu menatapnya dengan lega.
"Lili terima kasih"katanya lagi.
"Anak anak, lagi pula ini hanya permen" kata Baili.
"Oh aku tidak datang di acara pernikahanmu dan juga tidak membawa barang untuk pertemuan pertama.Hanya bisa menyampaikan Agar kalian bisa berbahagia dan cepat memiliki keturunan "katanya yang terdengar tulus.
Baili segera menyipitkan matanya yang tidak setuju dengan sebutan itu.
"sepupuku yang sudah tua apa kau sedang berpikir jernih?"
"Eh maaf?"tanyanya terkejut. apa yang salah dengan yang dia katakan.Apakah sepupu yang lebih muda ini marah karena dia tidak membawa hal berharga bersamanya kali ini.
"tidak menikah saja aku sudah memiliki banyak keturunan . lihat saja sekarang di hari tahun baru aku sudah menjadi nenek, benar kan?" kata Baili.
Mendengar kata-kata itu pria tua itu menarik nafas lega .Dia pikir Baili hanya bercanda dan candaan itu tiba-tiba membuat semuanya tertawa lucu.
Tapi jika dipikir lagi itu memanglah benar.
Baili di usia 5 tahun adalah seorang bibi dengan banyak keponakan dan bahkan memiliki cucu-cucu kecil yang tidak tahu berapa jumlahnya.
Orang di tahun 70-an ini sangat mengidolakan senioritas.walau bagaimanapun mereka akan selalu menghormati seseorang dengan sapaan yang lebih tua.
Itulah sebabnya keponakan ibu tua Baili tidak datang di tahun-tahun sebelumnya.
Mereka merasa tidak ada gunanya berhubungan baik tapi jika datang mereka tetap perlu menghormati senioritas seperti ini.
Seperti ketika bertemu di jalan mereka lebih baik menyapa terlebih dahulu dengan menyembunyikan sikap tidak suka.
Dengan kondisi apapun ketika ibu tua baili akan memarahi para keponakan yang tidak dikenal ini. Mereka juga tidak akan pernah menjawab.
Itulah keuntungan senioritas.
Ayah dari bocah-bocah kecil ini tentu saja layak memanggil dirinya sebagai bibi kecil juga.
Dia tidak mengenali keponakan yang sudah tua itu. Tapi pada saatnya jika baili marah dia bisa saja menampar mereka tanpa mendapatkan perlawanan.
Seandaipun Baili memaki mereka di jalan tidak ada yang akan mengkoreksi karena dia adalah seorang bibi.
inilah kekuatan senioritas di tahun 70-an.Di era setelah ini,jangankan bibi jauh sekarang ibu kandung sendiri pun tidak akan dianggap serius oleh anak muda.
Sikap senioritas yang menjunjung tinggi kepedulian dan rasa hormat akan hilang seiring waktu. Tapi itu nanti bukan sekarang.
__ADS_1
Apa yang dikatakan baili segera membuat suasana menjadi hangat lagi.
Terlebih lagi ibu tua baili yang terlihat menghapus air matanya.Dia sangat tersentuh,lagi-lagi di dalam hati dia berterima kasih kepada dewa yang tidak ada.