Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
84


__ADS_3

Setelah semua orang yang tunggu sudah tiba baili menatap semua wajah dekat-dekat dia berusaha mengenang wajah mereka dan mengenang nama-nama mereka di dalam hatinya.


Wang sufeng atau afeng dari keluarga Wang usia 16 tahun .


Lin dong atau dongdong dari keluarga lin usia 16 tahun.


Han pan atau apan dari keluarga Han usia 17 tahun.


Gu su atau asu dari keluarga Gu usia 16 tahun.


Lu Chen atau achen dari keluarga Lu usia 17 tahun


Lu Xiu atau Aciu adik dari achen usia 15 tahun.


Fang dou atau Dodou dari keluarga fang usia 16 tahun.


Mereka adalah anak-anak yang berpotensi yang termasuk kedalam orang-orang berhasil meraih pot emas di tahun 70-an ini .Namun bakat dan keberuntungan mereka terendam begitu saja tanpa bisa diketahui kilau aslinya.


"Apa sebenarnya keinginan kalian berdua. Apakah kalian ingin pergi bekerja atau memberikan kesempatan ini pada orang lain seperti kata keluarga ?" tanya baili pada dua pemuda ini .


Sebenarnya mereka sendiri bingung dengan apa yang diinginkan oleh hati kecil mereka sendiri .


Di satu sisi mereka sangat ingin menghasilkan pundi pundi rupiah. Namun di sisi lain mereka juga menginginkan pujian dari keluarga atas keberhasilan yang sudah mereka bawa.


Tapi posisi mereka dalam keluarga tidak layak disebut .Walau bagaimanapun mereka berjuang pada akhirnya perjuangan itu bahkan tidak pernah dikenang.


Mereka adalah anak-anak desa yang memiliki ambisi sendiri namun semuanya diperdebatkan hanya masalah posisi dalam keluarga.


Baili juga mengetahui bagaimana kondisi keluarga di desa ini .Bahkan tradisi ini sudah diadopsi oleh semua desa di seluruh negeri.


Jadi kejadian yang menimpa Wang sufeng dan teman-temannya ini bisa dikatakan lumrah dan sudah biasa di mata orang-orang .Tidak ada yang salah memberikan pekerjaan anak cabang untuk putra keluarga inti .


Namun hal ini justru memotong niatnya kehidupan seseorang seperti Wang sufeng dan teman-temannya.


Tradisi memang bagus untuk satu keluarga besar tapi apa merugikan satu pihak.


Mereka semua sedang berjuang untuk mengangkat dunia. Tapi sekarang mereka bahkan tidak punya hak untuk memandang ke langit.


Ini sangat ironis dan bertentangan dengan pemikiran baili dari abad 21 .


karena tidak mendengar jawaban dari 2 pemuda itu bali bertanya sekali lagi akhirnya kapan menjawab dengan pelan.


"Aku tidak mau babi,lebih baik aku bekerja pada bibi, bisa makan enak dan bisa menyimpan uang juga. Di masa depan aku juga ingin menemukan menantu perempuan yang cocok dan kami akan membuat rumah sendiri"


Pemikiran ini sesuai dengan pemikiran teman-temannya termasuk Wang sufeng sendiri.


Dodou juga mengatakan keberatan nya untuk pergi bekerja .Walaupun pekerjaan ini akan mengangkat namanya di mata keluarga besar. Namun dia tidak akan pernah mempunyai tabungan pribadi.


Baili tersenyum dengan jawaban anak-anak itu. Di matanya anak-anak ini berpikiran lebih maju dari pada yang lain. Mereka bukan berniat untuk memberontak atau melanggar tradisi lama .Namun ingin maju dan bisa hidup lebih kaya.


Apa kalian percaya sama bibi ?"tanya baili serius.


Tujuh pemuda mengangguk dengan serius .Dalam desa ini hanya baili yang menganggap mereka sebagai manusia.


Jika bibi kecil tidak bisa dipercaya siapa lagi yang bisa.


"jika kalian percaya pada bibi ,maka bibi akan menarik kalian dan membawa kalian untuk menjadi kaya. Bibi tidak berjanji tapi harap tunggu tiga tahun lagi. Semua akan berubah saat itu .Namun untuk menjemput 3 tahun itu .Kalian harus bekerja keras mulai sekarang"


"Bibi akan mengurus masalah pekerjaan ini .Tapi bibi tidak mengatakan kalian akan pergi bekerja saat ini dan seterusnya. Bekerjalah padaku dan jangan pikirkan pergi ke pabrik atau sebagainya" ujar baili.Baili seperti seorang calon yang pergi untuk mencalonkan diri pada pemilihan umum.


"oke Bibi kecil" kata mereka serempak.


"Untuk menyatakan ketulusan kalian bibi hanya ingin kalian melakukan satu hal sebelum itu" Kata baili.


"hal apa itu Bibi kecil?" tanya asu.


"Pemutusan hubungan keluarga "


"Maksudnya perpisahan kah?" Wang Sufeng sangat terkejut atas permintaan ini .Perpisahan dalam keluarga sangat lah tabu di desa Jiang Chun.


Apa yang dilakukan oleh keluarga bai, adalah pengecualian. Sekarang baili ingin dia dan teman-temannya melakukan hal yang sama .Memang

__ADS_1


menyebut kan hal ini sangat mudah.


Namun untuk dilakukan adalah hal yang tidak mungkin.


" beberapa tahun lagi kalian akan memiliki kesempatan untuk berkembang dan pergi menjadi naga. Namun jika kalian tidak melakukan perpisahan sekarang mungkin mimpi itu hanya akan tinggal mimpi"


Apa yang dikatakan oleh Bibi kecil itu membuat pemikiran mereka terbuka. Bibi kecil memang benar jika perpisahan tidak dilakukan sekarang. Apapun yang mereka lakukan hanya milik keluarga besar. Semua kerja keras akan menjadi sia-sia belaka.


Seperti saat ini mereka mampu memiliki kesempatan untuk bekerja di kota. Namun hal pertama yang dipikirkan oleh keluarga, bagaimana menyimpan uang cadangan dalam genggaman. Sama sekali tidak memikirkan nasib pekerja nya.


jadi mereka setuju dengan ide ini hanya saja mereka sama sekali tidak punya ide bagaimana cara melakukannya


" ketika kembali katakan pada keluarga masing-masing pekerjaan akan diserahkan tanpa dipotong sedikitpun dan ini akan berlaku sampai kapanpun. Syarat nya kalian tetap bekerja di toko penukaran tanpa bayaran dan tentu saja perpisahan harus menjadi tanda ketulusan" kata Baili.


Tanpa bayaran itu hanyalah perkataan saja. Sebenarnya uang Wang sufeng dan teman-temannya disimpan oleh baili. Dia tidak akan menipu uang sekecil ini sementara my uang pribadinya tidak bisa di hitung lagi.


Baili segera membahas apa saja yang perlu dilakukan oleh anak-anak ini di masa depan. Seandainya hal yang dia inginkan terjadi.


Wang sufeng dan teman-temannya tentu saja bersemangat mendengar ke arah mana mereka akan pergi nantinya.


Setelah mendapatkan kata sepakat. Wang sufeng dan teman-temannya diberikan waktu sampai besok. Dia tidak bisa menunggu waktu karena kakak-kakaknya masih sibuk dan mereka harus menandatangani beberapa hal dengan kepala desa. Ada baiknya perjanjian hitam putih dilakukan oleh yang lain secara bersamaan.


Baili langsung istirahat di kamarnya setelah Wang Sufeng dan yang lainnya pergi.


bali pergi ke ruang tunggu ingin membaca majalah tentang situasi terkini tahun 80-an


Dengan majalah ini baili bisa mengetahui kota mana dan jalan mana yang akan dibangun.


Bahkan dia bisa mengetahui saham perusahaan mana yang turun .dan saham mana yang akan naik pada tahun itu.


Dengan jari emas seperti ini masih bisakah baili menjadi orang miskin di tahun 70-an.


Apa yang dipikirkan oleh baili sekarang.Dia tidak bisa terus menerus bergantung pada online shop susu.


Bagaimana jika suatu hari online shop susu tidak bisa diakses. Dia yang mengalami ketergantungan pada online shop susu akan kesulitan. Jika hal itu benar-benar terjadi.


Sebab itu baili menyiapkan beberapa cadangan untuk masa depan.


Namun begitu baili memiliki kelebihan di tahun ini. tahun ini dan tahun depan tidak ada perbatasan membeli rumah dan tanah.Siapapun bisa membeli rumah dan tidak akan ditanyakan dari mana asal uang itu.


Seseorang yang membeli rumah di perkotaan bisa langsung mengalihkan hokau mereka pada daerah itu. jika mereka menginginkannya.


Ada banyak kota di negeri ini bukan terbatas kota yang mereka tempati atau kota cahaya.


Baili memiliki begitu banyak uang namun tidak memiliki kesempatan untuk membelanja kan nya


Saat ini harga rumah bisa dikatakan harga roti kukus.


Orang-orang yang memiliki masalah terkadang lebih suka kabur dan menjual harta benda mereka daripada menjadi sasaran perampasan oleh orang-orang yang bermata merah.


Kesalahan kecil bisa menjadi kesalahan besar bagi orang yang berpikiran buruk. Lemparkan saja sebuah buku yang dilarang di sebuah rumah dan laporkan pada biro keamanan umum.


Jika buku itu ditemukan oleh biro keamanan umum. Maka pemilik rumah diwajibkan untuk ditahan dan di reformasi kepedesan. Dalam hal ini kandang babi.


Jadi hal ini harus dilakukan secara hati-hati.


Tugas yang diberikan pada Wang sufeng dan teman-temannya hanyalah pembagian anggota. Tiga orang harus pergi ke kota lain dengan alasan mencari beberapa bahan.


Namun sebenarnya mereka hanya perlu mencari kabar Apakah ada rumah yang dijual saat itu.


Areanya sudah ditentukan oleh Baili sendiri berdasarkan majalah-majalah di tahun 80-an.


Menurut informasi dari majalah tahun itu .Beberapa daerah kumuh bangkit dan menjelma menjadi perkotaan yang harga jual lahannya sebanding dengan emas.


Sebenarnya pekerjaan ini sangat berisiko bagi baili sendiri .


Bagaimana jika suatu hari Wang sufeng dan teman-temannya curiga dengan perilaku membeli membabi buta ini.


Apakah suatu hari mereka akan berpikir jika sebenarnya bibi kecil mengetahui tentang apa yang terjadi di masa depan.


Untuk membuat kecurigaan itu tidak ada. Baili juga melakukan beberapa hal secara acak. Ada beberapa tempat yang tidak akan berhasil namun juga akan dibeli olehnya.

__ADS_1


dikatakan akan merugi tidak juga ini disebabkan tanah-tanah itu bisa dijual lagi meskipun hanya sekedar balik modal.


Jika saat ini Yanyan sang pahlawan wanita ada di sini .Mungkin dia juga mencurigai perilaku tidak wajar baili ini.


Untung saja mereka tinggal berjauhan sehingga tidak ada yang menyadari kelainan ini.


Saat ini baili bekerja keras untuk menghafal sejumlah informasi di luar kepala.


Di saat yang sama Wang Sufeng dan lain yang lainnya kembali ke rumah masing-masing dengan membawa informasi yang disebutkan oleh Baili tadi.


uang supeng sama sekali tidak mengatakan jika baili akan mengalokasikan pekerjaan sementara pada timnya.


Tapi perdebatan pagi itu didengar langsung dan menjadi gosip pada jam berikutnya.


Seperti yang sudah diperkirakan. Keluarga Wang Sufeng sendiri menjadi marah mendengar Wang Sufeng menyerahkan pekerjaan itu pada orang lain.


Bukankah lebih bagus jika wang sufeng menangani pekerjaan itu sendiri.


Dengan wajah malu yang penuh kesedihan Wang Sufeng mengatakan alasan di balik penyerahan itu.


"bukan aku tidak mau tapi syarat yang dikenakan sangat tidak bagus"kata Wang Sufeng.


Dia mulai mengatakan tentang pemberian 35% itu yang membuat keluarga Wang tidak senang.


"karena hasil tidak ditemukan maka bibi kecil berniat untuk menjual pekerjaan ini keluar desa. Besok bibi akan pergi melakukannya" kata Wang Sufeng.


Saat itulah sumpah serapah dan memaki keluar dari mulut wanita tua itu. Padahal di depan baili dia selalu bermanis muka. Agar baili memberikan beberapa sendok tambahan lagi pada supnya.


Dia dan keluarga bai bisa dibilang masih kerabat jauh.Kenapa pula hal yang baik bisa pergi keluar dari desa.


Wang Sufeng hanya berdiam diri mendengar kata-kata buruk dari neneknya. Setelah beberapa saat Wang sufeng berkata lagi.


"aku sudah membujuk bibi kecil agar tidak melakukan hal itu. Jadi bibi kecil akhirnya memberi sedikit kelonggaran. Hanya saja ini masih buruk untuk keluarga kita"kata Wang Sufeng dengan wajah sedih yang di buat buat.


Tidak senang dengan pernyataan Wang Sufeng yang terputus-putus. Semua orang memaksa agar dia mengatakan hal yang sebenarnya.


Saat itulah Wang Sufeng berbicara tentang pemutusan keluarga dan kerja di bawah sayap baili tanpa bayaran.


Kali ini keluarga besar Wang berpikir keras. Mereka harus memutuskan apakah melakukan itu atau hanya menyaksikan daging yang sudah dimasak terbang ke mulut orang lain.


"ini hanya dua buah pekerjaan dan kami ada tujuh orang. Kata bibi kecil siapa yang datang duluan dialah yang memilikinya"


Keluarga Wang sedang dalam dilema. Begitu juga dengan keluarga yang lain.


Mereka memerlukan beberapa waktu untuk berpikir.


Jika Wang Sufeng dikeluarkan dari hakau keluarga inti .Maka mereka tidak akan merasakan air dari Wang Sufeng lagi.


Setelah makan siang semua orang berkumpul untuk membicarakan masalah ini .Mereka saling berdebat dan berdebat lagi .Pada akhirnya pemisahan disetujui asalkan pekerjaan itu dilepaskan untuk keluarga Wang.


Takut keduluan yang lain ayah Wang Sufeng sendiri yang pergi ke rumah Baili.


Namun siapa sangka keluarga dodou dan A pan telah lebih dulu datang dan mereka sudah pun mencapai kata sepakat.


Dengan ini ayah Wang Sufeng harus mundur dan bersabar di kesempatan selanjutnya.


Ayah Wang Sufeng kembali dari rumah baili dan dia bermasam muka. Bukannya ayah Wang Sufeng ingin memisahkan diri dari keluarga secepat itu. Namun dia dijanjikan menerima 15 sen setiap bulan dari gaji tersebut.


15 sen itu terdengar sedikit namun banyak bagi keluarga di desa. setelah menerima poin di akhir tahun keluarga desa bahkan tidak bisa menyimpan tabungan 10 sen setelahnya.


Sekarang jika pekerjaan itu dialokasikan dia bisa menerima 15 sen setiap bulan tanpa perlu bekerja keras.


Jika dihitung dari mata uang 15 sen sama dengan harga 30 butir telur.ini sama saja dengan Rp 60.000 di tahun 2020.


Ini tidak banyak tapi sangat banyak bagi penduduk di tahun ini.


Perpisahan juga tidak bisa dikatakan buruk .Mereka bisa mencari makanan sendiri setelah ini. Wang Sufeng juga tidak perlu makan di rumah ,dia bisa makan gratis di rumah bibi kecil.


Ini sudah menjadi penghematan jangka panjang.


Tapi kesempatan ini sudah pergi dan tidak tahu kapan akan ada lagi.

__ADS_1


__ADS_2