
Kemeriahan tahun baru tidak terganggu meskipun ada saja beberapa hal yang tidak menyenangkan terjadi.
Seperti yang diperkirakan oleh Baili ada begitu banyak warga yang datang ke rumahnya.
Dengan banyak yang datang beli sempat takut amplop yang disediakan tidak akan mencukupi.
Jangan khawatir tentang permen, biji labu dan kacang goreng. Dia memiliki banyak di gudang umum.
Namun kejadian yang paling tidak diduga adalah datangnya Ran Xia ke rumah baili.
Mungkin dikatakan ini adalah rumah Baili tapi sebenarnya ini juga dikatakan rumah Ran Shadong.
Kedatangannya kali ini memang tidak disangka dan tujuannya langsung pada ibunya yaitu mertua Baili sendiri.
Begitu masuk di pintu dia melihat seseorang yang ingin dia temui dan jatuh bersimpuh di kaki sang ibu dengan menangis.
Dia tidak peduli apa yang dipikirkan oleh baili yang sekarang menjadi kakak iparnya.
Dia juga tidak peduli dengan apa yang dipikirkan oleh ibunya sendiri.Mungkin dibenak wanita tua itu kedatangan ini hanya ingin mengambil keuntungan dari hubungan Ran Shadong dan istrinya yang baru menikah.
Tapi tidak demikian.
Hal pertama yang dia lakukan setelah bangun di pagi hari adalah berpakaian dan pergi ke rumah kepala desa.
Di sana dia meminta agar surat perceraiannya dan menantu perempuan dikeluarkan hari ini dengan terburu-buru.
Ran Xia sendiri takut jika dia akan berubah pikiran setelah melihat lagi wajah menantu perempuannya.
Apalagi dua anak pasti akan menangis jika mengetahui orang tua mereka bercerai.
Memang sulit bagi dia untuk membuat pilihan seperti ini.
Tapi untuk kembali di pangkuan ibunya dan kakak tertuanya dia harus memilih.
Jika terus bersama menantu perempuan, dia tahu sampai kapanpun ibu dan kakaknya ini tidak akan menerimanya lagi.
Mereka sudah menikah bertahun-tahun dan perilaku apa yang tidak dia tahu dari menantu perempuannya itu.
Selalu marah dan ingin menang sendiri .Jika ada yang tidak berkenan di hatinya dia akan pulang ke rumah orang tuanya dan itu terjadi berkali-kali.
Mengingat bagaimana kondisinya sendiri. Ran Xia pikir seumur hidup,dia tidak akan pernah memiliki menantu perempuan lagi.
Jadi sekuat mungkin dia bertahan agar menantu perempuan ini tidak lepas dari tangannya.
Itulah yang membuat dia lebih menuruti kehendak menantu perempuan karena ketakutan yang dalam.Setelah dipikir ulang tidak ada hal baik yang dia dapatkan dengan menantu perempuan seperti ini.
Dua anak jelas tidak berpikir serius pada dirinya.Ini adalah niat baik dari menantu perempuan dengan cara mengajarkan mereka jika ayahnya tidak kompeten dalam memberi makan.
Setelah perpisahan itu dia baru menyadari apa arti dirinya di mata menantu perempuan. Bahkan dua anak yang kerap dia sayang dan dia puja sebenarnya memandang rendah pada dirinya sendiri
Memang sangat memalukan tapi ini memanglah kenyataannya.Tanpa kakak tertua dirinya bukanlah siapa-siapa.
"ibu aku lelah mohon maafkan aku,sejak perpisahan kami sering bertengkar dan dia selalu memandang aku acuh tidak acuh. Begitu juga dengan anak-anak mereka melihat aku seperti melihat kotoran"Kata Ran Xia yang menangisi nasib nya.
Dalam tangisan itu dia bercerita. Bagaimana hari-hari terakhir ini dia dipaksa untuk bertemu dengan kakak tertuanya. Semua ini demi bahan makanan di gudang Baili.
Berkali-kali juga dia diminta untuk merayu Baili agar menaikkan harga tukar yang dia kirimkan.Setiap kali Baili menolak dia akan menjadi sasaran kemarahan menantu perempuannya di rumah.
sebagai seorang ibu mendengar keluhan putranya itu tentu saja hatinya sedih sekali.
Pada saat semua menantu perempuan takut dengan prianya .Di saat yang sama putranya beralih posisi .Dia yang merasa takut pada menantu perempuannya Bukankah itu terbalik.
sebenarnya sebagai mertua dirinya juga tahu sifat asli dari menantunya ini.Dia juga sering memarahi dan mengajarkan Bagaimana perilaku yang baik terhadap mertua dan suami di rumah.
tapi jika dia sudah pulang ke rumah kelahirannya dan dijemput lagi oleh lansia semua hal itu ditelan lagi dan menjadi masa lalu yang tidak akan diingat.
Karena dia adalah satu-satunya menantu perempuan, dia juga memiliki hak penuh tentang hal-hal di dapur.
Dari sini saja sebagai mertua dia melihat bagaimana liciknya menantu perempuan ini. Tapi mau bagaimana lagi, dia juga tidak bisa mengusirnya begitu saja .Karena Ran Xia terlihat tidak bisa berpisah darinya.
Saat itu dia berpikir jika putra bungsunya ini sedang jatuh cinta pada menantu perempuan.Sehingga tidak bisa menolak permintaan nya.
__ADS_1
Tapi siapa tahu alasan sebenarnya dia tidak bisa menolaknya. Hanya gara-gara rendah diri dengan kemampuan yang tidak ada setengah dari Ran Shadong.
Mendengar penuturan itu ,Baili juga menjadi mengerti apa yang ditanggung oleh Ran Xia selama ini.
Untung saja semua uang yang dikirimkan oleh Ran Shadong tidak diberikan kepadanya. jika hal itu dilakukan ,siapa yang tahu apa akhirnya.
Ran Shadong juga tiba-tiba merasa prihatin dengan yang dirasakan oleh adik laki-lakinya. Dengan cepat kemarahan yang dulu pernah ada luntur begitu saja.
Mungkin juga ini adalah karena efek tahun baru yang seharusnya mendekatkan apa yang sudah dekat.
Dia juga tidak menolak ketika pria itu memeluknya dengan menangis.
"ibu tidak perlu khawatir lagi wanita jahat itu tidak akan kembali ke rumah. meskipun terjadi perpisahan biarkan saja tapi aku sudah pun menceraikannya"kata Ran Xia jujur.
Agar ibu tuanya percaya surat yang dikeluarkan oleh kepala desa diserahkan sebagai bukti.
Meskipun ini belum setengahnya, namun hal ini cukup membuat mata ibu mertua baili ini memerah.
Ran Xia berkisah Bagaimana menantu perempuannya ini dengan sikapnya yang arogan menarik dua anak kembali ke rumah kelahirannya tadi malam.
Ini juga didasari dengan tidak berhasilnya Ran Xia menarik ibu tuanya ke rumah mereka.
"dia bilang ibu harus berada di sayap kami setelah itu dengan begitu kakak bisa harus memberikan uang kepada kami.sebelumnya aku begitu bodoh tapi setelah perpisahan baru aku menyadari jika ini tidak benar"
Selama ini dia pikir bagaimana keluarga kecil mereka tetap utuh bersama menantu perempuan.Di tengah mereka masih ada dua anak yang memerlukan dirinya.
Tapi setelah perpisahan dua anak juga terlihat jijik setiap kali memandang dia. Apakah dia begitu tidak layak bahkan di mata anak-anaknya sendiri.
"menantu perempuan juga takut kakak tertua tidak akan memberikan amplop merah yang banyak pada anak-anak itulah yang membuat dia marah"
"jadi katamu anak-anakmu adalah serigala bermata putih?"tanya Ran Shadong.
Pria malang itu hanya mengangguk lesu. Mereka baru berpisah lebih kurang 2 bulan tapi dalam jangka waktu itu. Dia sangat jelas dengan perilaku dua anak.
Contohnya saja masalah makan.
Di dalam keluarga Ran ketika kakak lelaki tidak ada dirinya adalah pria satu-satunya di rumah.
Tapi setelah perpisahan terjadi yang dia makan adalah sisa dari anak dan istri.
kembali dari ladang dia perlu membersihkan diri terlebih dahulu Tapi siapa sangka ketika dia datang ke meja makanan yang tersaji sudah dimakan habis oleh dua anak dan istrinya.
Yang tersisa hanyalah satu mangkuk bubur ubi jalar dan beberapa keping sayuran liar.
Ke mana kehormatan seorang kepala rumah tangga jika sudah begini.
jika dipikir ulang menantu perempuan mungkin memang sudah kurang ajar sejak di rumah kelahirannya. Namun bagaimana dengan dua anak yang mendapatkan pendidikan di rumah keluarga Ran sejak lahir.
sejak hari itu dirinya mulai tidak dianggap dia bahkan menerima kata-kata yang tidak pantas dari dua anak sendiri.
Malas dan ayah yang payah.
itulah sebutan dua anak pada dirinya dalam dua bulan terakhir ini.
Mendengar kisah itu Ran Shadong jadi marah tapi ini adalah urusan keluarga orang lain. Lagi pula adik laki-lakinya ini sudah nekat untuk menceraikan menantu perempuan yang tidak tahu diri itu.
sebuah surat cerai belum layak dikatakan valid jika belum tiba di rumah keluarga perempuan.
menurut pengaturannya surat cerai yang sudah ditandatangani oleh kepala desa seharusnya diketahui dulu oleh kepala desa di mana rumah keluarga kelahirannya berada.
Setelah diketahui oleh kepala desa tersebut ,barulah surat itu dikirim langsung ke rumah itu.
Pengirimnya bisa dari desa orang desa tersebut atau langsung dari keluarga pihak laki-laki.
Sejak surat diterima oleh pemiliknya cerai sudah dikatakan terjadi dan itu selesai.
Menanggapi hal ini Ran Shadong akan pergi ke desa terkait hari ini juga dan dia akan menyelesaikannya tanpa pandang bulu.
Ran Xia tidak perlu ikut bersama karena takut hatinya jadi lembut.
merasa kehadirannya diterima oleh ibu dan kakak tertuanya ,Ran Xia tidak menyesal menceraikan menantu perempuan.
__ADS_1
Saat itu juga dia berteriak kepada Baili dengan seruan "kakak ipar" yang keras.
sudut mulut bayi bergerak-gerak. Apakah hari ini bisa disebut dengan hari aneh.
Pada tahun baru pertama dia bukan saja menjadi nenek seseorang dari sepupu tua yang sudah memiliki 1000 kerutan di wajahnya.
Pada hari ini juga dia menjadi kakak ipar tertua dari pria yang tentu saja jauh lebih tua dari dirinya sendiri.
Tapi apa mau dikata badan masih muda, tapi senioritas berada di rak tertinggi.
Mau tidak mau dia juga menyapa pria itu dengan sebutan adik ipar.
Hari ini tidak berlalu dan tamu juga tidak surut sampai sore hari. Ran shadong yang pergi tidak kembali ke Jiang Chun sebelum hari gelap.
ketika dia kembali rahasia sudah pulang ke rumahnya sendiri.walaupun Dia bercerai tapi perpisahan itu adalah nyata dan tidak bisa kembali seperti sebelumnya.
sekarang dia perlu tinggal di rumahnya sendiri dan tidak punya tempat di rumah aslinya.
tapi tidak apa-apa dia cukup senang dengan kondisi ini paling tidak dia bisa merayakan tahun baru yang menyenangkan bersama ibu dan kakak tertuanya.
Ketika kembali Ran Shadong tidak menemukan pria itu jadi dia pergi menemuinya di rumah nya sendiri.
Dia mengatakan jika urusan perceraian sudah selesai dan hak asuh anak diambil alih oleh pihak menantu perempuan.
Meski begitu Ran Shadong tidak menyembunyikan apapun.Dia menceritakan bagaimana arogannya ipar perempuannya itu.
Adapun kenapa hak asuh anak diambil alih olehnya. Ini terjadi hanya karena dia pikir Ran Xia suatu hari akan menyesalinya dan berbalik lagi hanya karena dua anak.
Anak-anak serigala bermata putih juga berpikir demikian .Untuk apa mengikuti ayah yang tidak kompeten itu dan menderita bersamanya.
Mereka hidup layak di rumah kelahiran ibu mereka dan ini sudah cukup.
Pada saat ini mereka sama sekali tidak mengetahui jika layanan baik yang diberikan oleh keluarga itu. Sebenarnya juga terpaut pada keuntungan yang didapatkan dari keluarga Ran.
Sejak menikah dengan Ran Xia, dia bisa bebas pulang pergi ke rumah kelahirannya tanpa khawatir akan makan minum.
Ketika datang dirinya tidak akan bertangan kosong ,ada saja barang yang dia ambil di rumah mertua.
inilah sebabnya kenapa dia disukai di rumah kelahirannya sendiri.
Tapi hal ini tidak akan berlangsung lama .Ketika keuntungan itu tidak didapatkan lagi.Semua akan berbalik apalagi memberi makan dua anak tentu saja akan membuat keluarga itu rugi.
Pada hari Ran Shadong tiba, mereka tidak terima dengan perceraian ini. Yang tentu saja tidak akan mendapatkan keuntungan apapun dari sini.
Namun hal ini diperbesarkan karena banyaknya orang yang lewat karena tahun baru. Terpaksa perceraian ini diterima dan mereka sangat yakin jika Ran Xia akan segera menyesalinya dan berpaling lagi.
Ran Xia yang mendapatkan kisah ini dari kakak tertuanya, juga tertawa dengan miris.Dia juga mendengar bagaimana dua anak itu mendengus marah dan menunjuk langsung pada kakak tertuanya yang jelas-jelas adalah paman mereka sendiri.
Paman yang selalu berkirim salam dan berkirim uang untuk mereka membeli banyak pakaian indah.
Jika tidak ada paman ini, apakah mereka akan merasakan bagaimana manisnya permen yang sangat jarang dimakan oleh anak-anak desa.
Ini adalah serigala putih yang benar-benar nyata dan sedihnya itu lahir dari dirinya sendiri.
Merasa malu dengan perilaku anak-anaknya, Ran Xia meminta maaf dengan tulus pada Ran Shadong.
Ran shadong tentu saja memaafkan pria kecil ini dan mereka akan selalu menjadi saudara yang tidak terpisahkan.
Nyata nya hubungan ini terkait dengan darah.
rasa dong tinggal lama di rumah adik laki-lakinya dia tidak tega meninggalkan pria itu sendirian pada tahun baru seperti ini.
Mengambilnya ke rumah sendiri juga sangat tidak nyaman.Tapi Ran Xia juga sudah terlalu tua untuk takut tinggal sendiri.
Dia masih bersemangat bercerita jika kesempatan memiliki menantu perempuan yang baru akan terbuka kapan saja. Apalagi sekarang dia juga memiliki rumah sendiri.
Menantu perempuan yang akan datang pasti menyukai posisi ini karena tidak ada mertua yang berlaku tidak adil.
kata-kata ini setengah bercanda juga setengah serius .Ran Shadong juga menyadari hal itu. Dan dia juga tertawa dan percaya jika adik kecilnya ini akan baik-baik saja.
Roda kehidupan akan selalu berputar dan Ran Shadong selalu yakin. Hari iniadik kecilnya jatuh tapi siapa tahu ke depannya dia adalah pemenang.
__ADS_1
Seperti apa yang terjadi pada dirinya.