Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
169


__ADS_3

Meskipun mereka adalah warga di desa yang sama namun ayah dari uang ni ini sebenarnya adalah seseorang yang tidak pintar berbicara banyak pada orang lain.


Dia adalah tipe orang yang sedikit tertutup. jadi mereka tidak memiliki banyak topik yang perlu dibicarakan. ini membuat suasana semakin canggung dan bayi memilih untuk pergi mencari lokasi lain.


"Anie hari begitu dingin kenapa kau tidak memakai pakaian lebih. oh ya tadi Bibi kecil sedang membakar roti kukus ambil dan makan selagi menunggu ibumu keluar oke" kata Baili pada gadis kecil itu.


Dari pakaiannya saja bisa dilihat jika wang nie ini berasal dari pedesaan. ada beberapa tambalan di pakaiannya. dia juga memiliki kulit hitam seperti layaknya anak-anak kecil di pedesaan.


Melihat Bibi kecil memberikan dia dua buah roti kukus .Wang nie sama sekali tidak canggung mengambilnya untuk di gigit sekaligus.


Sejak tiba di sini,ayah hanya bisa memberikan makan siang.Dan itu sudah siang kemaren.Jadi Wang nie sangat lapar sekarang.Ayah nya juga tidak melarang yang artinya sudah begitu jelas di mata Baili.


Baili cuman bisa mendesah melihat ini. Ke kota tanpa mengeluarkan uang, bagaimana bisa.Ayah nya mungkin memaksa kan dirinya sendiri.


Tidak tau apakah dia sudah sarapan atau tidak. Tapi Baili bukan bunda Maria yang akan memberikan bantuan kapanpun dia bisa.


Namun begitu Baili tetap saja mengulurkan segenggam permen lagi pada gadis kecil itu.Wang nie mengingatkan dia pada keponakan kecil, Niuniu.


Setelah itu baili pergi ke lokasi lainnya. dia sempat melihat jika gadis kecil itu menyerahkan satu produk kukus pada ayahnya.


Tapi sang ayah ragu-ragu namun pada akhirnya dia menyimpan roti kukus itu di kantong yang lain. Mungkin dia menyimpannya untuk menantu perempuan nya yang sedang mengikuti ujian di dalam sana.


Entahlah.


lebih setengah jam kemudian pintu ujian segera terbuka dan beberapa orang keluar dengan berbagai macam reaksi.


Ada yang tersenyum tapi ada juga yang menangis. Orang yang tersenyum tentu saja seseorang yang optimis jika hasil yang akan dia dapat ,cukup memuaskan.


Jenis yang kedua tentu saja orang yang tidak optimis sama sekali. Jika dibaca dari segi soal,ujian ini tidak sulit sebenarnya .Namun orang-orang yang menghadiri ujian saat ini. Adalah orang yang sudah lama tidak membaca buku selama bertahun-tahun.


Jadi kebanyakan dari mereka hanya bergantung kepada nasib dan takdirnya masing-masing.


Untung saja ransadong dan yang lain keluar dengan wajah tipe pertama. mereka tersenyum dengan wajah yang memerah. Hanya saja saat itu tidak satupun mengetahui Bibi kecil sedang menunggu mereka keluar.


"Bibi kecil?"pekik Ayue.


Semua orang memandang ke arah yang sama dan benar saja Baili ada di sana dengan menenteng keranjang yang memiliki bentuk unik.


Bukan hanya keluarga Bai tapi Yanyan sang pahlawan wanita juga mendengar nya.Dia berbalik dan menatap Baili dari kejauhan.


Hanya dia yang tau bagaimana sakit nya hati ini saat melihat Bibi kecil yang bahkan tidak kekurangan sehelai rambut pun.


Tapi bagaimana bisa.


Kejahatan yang bibi kecil lakukan tidak sedikit .Dia bisa dihukum mati setelahnya tapi sekarang dia baik-baik saja bahkan bisa tersenyum dan tertawa seperti itu.


Apakah dia bisa membayar seseorang sebagai tulang punggung nya.


Sari kejauhan dia bisa melihat bagaimana baili dikelilingi oleh orang-orang dengan pandangan yang memuja. Pandangan yang seharusnya dia dapatkan sejak menikah dengan Jiang Yuan


Kenapa kali ini bibi kecil masih saja menjadi seseorang yang beruntung.Tidak, dia harus melakukan sesuatu agar keberuntungan Bibi kecil itu tidak ada lagi.


Harus.


Ran Shadong yang pertama kali bergegas ke arahnya. Dia langsung memeriksa dahi baili dengan wajah sedikit khawatir "apa kau sudah merasa baikan sekarang?"


"tentu saja aku sudah sehat ,sudah makan obat tadi dan terima kasih untuk buburnya ya" Tentu saja Baili mengerti jika bubur itu ditinggalkan oleh Ran Shadong untuk nya.

__ADS_1


"Begitu, syukur lah. tapi seharusnya kau tidak kemari juga.Tinggal saja di rumah dan istirahat .Sekarang cuaca makin dingin meski kau berpakaian cukup tebal tapi khawatir akan masuk angin nanti" kata Ran shadong lagi.


Ran Shadong terlihat sangat manis jika berperilaku seperti ini Baili tertawa melihatnya. tapi dia tetap mengganggu tanda setuju dengan itu.


"oh sekarang saatnya makan siang bagaimana jika kita mencari tempat kosong untuk makan hehehe"


"apa kau datang hanya untuk mengirimkan makan siang kenapa repot-repot kita hanya perlu kembali ke rumah untuk itu kan?"


"ya Bibi kecil, ada waktu dua jam sebelum masuk lagi. aku Masih sempat masak kok"kata Awen lagi.


Rumah mereka hanya berjarak 5 menit dari sini. Selain bisa pulang makan siang,mereka juga bisa berbaring untuk menyegarkan diri. Jadi sebenarnya Bibi kecil tidak perlu datang apalagi dalam kondisi yang belum sehat.


"Begitu kah,aku tidak tahu jika ada waktu selonggar itu.Apa akan seperti ini besok?"tanya nya.


Ran Shadong langit dan dahi kenapa menantu perempuannya tidak tahu jika jadwal ujian memang sudah diatur seperti itu sebelumnya.


Apakah baili tidak mengikuti ujian masuk di kehidupan itu.


"Ya bibi, memiliki rumah di sini cukup bagus jadi kita tidak perlu buru-buru seperti orang lain"


"Hem lili, karena kau ingin makan di sekitar sini ayo pergi. tapi setelah itu kembali ke rumah dan istirahat oke. ujian akan diselesaikan jam, Ayi bisa memasak setelah kembali. Tidak perlu merepotkanmu jadi jaga saja tubuhmu agar cepat sembuh" kata Ran shadong lagi.


"tidak perlu memikirkan aku ayo kembali dan makan di rumah. kupikir tadi kalian tidak akan sempat untuk makan siang hahaha"kata Baili yang pada akhirnya jadi malu sendiri.


Sebelum mereka benar-benar pergi. Baili menarik gadis kecil Wang nie bersamanya. tentu saja ayah gadis kecil itu menolak pada awalnya tapi mengingat betapa laparnya si kecil dia langsung melambaikan tangan dan setuju.


Menantu perempuan belum memperlihatkan wajah mungkin dia sedang memiliki kesulitan sendiri.


"Oh ya Wang danu, saat ini aku sedang tidak enak badan biarkan Anie menungguku di rumah. Ambil dia lagi setelah ujian sore selesai oke" kata Baili lagi.


Baili sama sekali tidak berbohong, dia memang dalam kondisi tidak sehat saat ini. Tapi sebenarnya dia hanya ingin membantu si kecil.


Lagi pula dia tidak kekurangan makanan sama sekali. Mata pria itu berkaca-kaca bagaimana dia tidak mengerti tujuan sebenarnya Bibi kecil.


Karena mereka datang terlambat tidak ada lagi kamar wisma yang bisa disewakan. Jika pun ada mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayarnya.


Jadi Wang danu hanya bisa menyewa kost yang di isi dengan banyak orang.Hanya ada satu ranjang untuk mereka bertiga.


Jadi dia memilih tidur di lantai dingin.Jadi si kecil harus menghabiskan malam bersama ibunya di ranjang .Sayang nya menantu perempuan mengatakan jika dia tidak bisa belajar saat Wang nie di sisinya.


Karena itu lah selama dua malam terakhir, Wang nie juga ikut tidur dengan ayah nya di lantai.Wang Danu tidak memiliki banyak pilihan.


Dia juga tidak bisa menyewa ranjang lain. Selain ranjang tidak lagi tersedia, keluarga kecil mereka bahkan tidak memiliki cukup uang untuk makan. Jadi dia harus puas pergi dengan cara ini.


Begitu baili mengatakan dia ingin menarik si kecil bersama. Tentu saja dia tidak akan menolaknya.


Jadi dia setuju tanpa bicara dua kali.


Pada saat menantu perempuan nya kembali,dia bertanya tentang Wang nie.


Dengan jujur Wang Danu menceritakan tentang bibi kecil.Dia berpikir menantu perempuan nya tidak terima dengan ini.


Mana tahu dia marah tapi dengan alasan yang sama sekali berbeda


"Kenapa kau tidak bertanya apakah ada tempat kosong lagi di rumah mereka.Dia punya banyak uang, tidak kana rugi memberikan ruang kosong untuk kita kan"


Wang Danu tersedak sendiri.Wajah menantu perempuannya semakin tidak enak di pandang.

__ADS_1


"Tanpa menyewa kita bisa menghemat uang kan.Aku lapar bagaimana bisa konsentrasi untuk belajar "


"menantu perempuan memalukan jika kita meminta bantuan dengan Bibi kecil seperti ini. Dia sudah baik menarik Anie bersamanya. Kupikir gadis kecil itu tidak akan kelaparan sampai ujian selesai"kata Wang Danu lagi.


Siapa tahu apa yang dia sebutkan tadi membuat menantu perempuannya menjadi lebih marah. Dia malah berani memukulnya dengan tidak lembut. Untung saja tidak ada orang di sekitar ,mereka sengaja memilih lokasi yang agak jauh dari orang lain.


"Danu bodoh, sudah kubilang aku menyesal menikahimu .Kenapa kau begitu bodoh sekali .Tidak bisakah otakmu itu digunakan untuk berpikir?" katanya dengan marah.


Wang Danu tercengang,dia mengepal kan tinju nya dengan keras.Mereka sudah menikah selama bertahun-tahun. Dia juga tahu jika menentu perempuannya tidak pernah merasa puas menjadi masuk ke dalam keluarga Wang yang miskin.


Tapi dia tidak mengerti lagi dengan pemikiran menantu perempuan nya ini.Dia begitu tega membunuh janin nya sendiri hanya untuk mengikuti ujian masuk ini.


"Kau mengatakan aku bodoh ,apa kau tahu ini salah?"kata Wang Danu.


"Ya salah ku sehingga kita bisa menikah.Salah ku sampai memberi kan kau seorang anak.Aku salah dan akan selalu salah di mata mu kan?"


"Menantu perempuan kau keterlaluan, jika tidak ingat kondisi, aku bahkan tidak akan memberikan Anie padanya. kau tahu Putri kita kedinginan dua hari ini dia bahkan kekurangan makanan. Bibi kecil berkata akan memberikan Putri kita makan selama di sini. Jadi apa yang tidak membuatmu puas?" tanya nya tidak mengerti kenapa menantu perempuan nya begitu marah.


"aku marah karena kau bodoh kenapa tidak mengambil kesempatan ini membujuk lebih kecil agar mengajak mengajak kita bersama kediamannya. siapa yang tidak tahu jika Bibi kecil itu adalah orang yang memiliki banyak sumber makanan di tangan. dia tidak akan miskin hanya untuk memberikan kita makan beberapa hari"


uang Danu terkejut mendengar alasan itu dia tidak berpikir begitu sebelumnya. awalnya dia tidak ingin membawa si kecil bersama ke kota kabupaten apalagi uang yang dia pegang sangat minim.


Tapi gadis kecil itu sudah memohon semalaman sehingga matanya menjadi bengkak .Bagaimana dia sebagai seorang ayah tega meninggalkannya di rumah dengan kondisi seperti itu.


Sekarang Bibi kecil berinisiatif membawanya pergi dengan menyediakan makanan untuk si kecil. Bagaimana bisa dia tidak berterima kasih .Tapi sekarang menantu perempuan mengatakan ide yang tidak masuk akal lagi. Sungguh keterlaluan jika dia meminta di bawah pergi oleh Bibi kecil kan.


"aku tidak peduli dengan apa yang kau pikirkan yang jelas aku tidak puas dengan pengaturan ini kau menyewakan aku sebuah ranjang yang rusak. Dia akan berbunyi setiap kali aku bergerak. Bagaimana aku bisa belajar hah, bagaimana aku bisa konsentrasi dengan ujiannya.Jika aku gagal kali ini,itu adalah sumbanganmu!"pekik nya lagi.


"menantu perempuan dengar bukan aku tidak mau menyewakan tempat yang lebih bagus tapi di kata orang wisma sekarang semuanya sudah penuh yang ada hanya ranjang itu jika kau tidak puas hati kita bisa pergi ke mana?"


"makanya aku tadi bilang kau bodoh melepaskan kesempatan bagus. sungguh aku menyesal menikahimu dulu "katanya lagi dengan marah.


Dia adalah seorang gadis berambut kuning yang sombong dan cakep. namun begitu dia sama sekali tidak bisa mengerjakan pekerjaan di ladang.


Karena tidak tahu apa yang terjadi ke depan .Dia bergegas mencari seseorang untuk dinikahi. Dengan begitu dia juga tidak akan direpotkan dengan masalah pertanian.


"Tidak kita harus mengandalkan diri sendiri. Suka atau tidak kau harus mendengar pengaturanku" kata Wang Danu lagi.


Dalam hati dia juga menyesal sudah menikah dengan menantu perempuan seperti ini. Bagaimana dia tahu jika seseorang yang memiliki Paras cantik dan berkulit lembut rupanya memiliki pisau di hatinya.


Yang dia pikirkan hanya bagaimana untuk pergi meninggalkan desa secepatnya. Tapi sama sekali tidak pernah berpikir bagaimana nasib anak-anak jika dia pergi.


"Oke mana makan siangnya hen,aku lapar?"tanya menantu perempuannya lagi


"maaf aku tidak sempat membeli nya, kebanyakan orang juga seperti itu"banyak keluarga yang datang untuk mendukung menantu perempuannya ikut ujian namun mereka berinisiatif untuk memasak sendiri makanan agar bisa berhemat.


Tapi menantu perempuannya ini bahkan tidak pernah menyentuh air sejak mereka menikah. Bagaimana bisa dia menyediakan bahan makanan.


"Apa kau..kau tidak membelinya?"


Wang danu segera menggeleng lemah dan dia berkata"libur dulu bagaimana jika berhemat nanti untuk makan malam"


Wang Danu sama sekali tidak memperdulikan bagaimana para menantu perempuannya ini berbicara dan mengutuk sepanjang masa.


Sejujurnya dia juga sudah lelah tapi mau bagaimana lagi.Kali ini dia hanya ingin mencoba nasib apakah menantu sama perempuannya akan berubah ke arah yang lebih baik atau tidak.


Wang Danu menyentuh kantong celananya yang sedikit berat. itu adalah roti kukus dari Bibi kecil. sejatinya dia ingin membagi dua roti itu antara dia dan menantu perempuan.

__ADS_1


Tapi sekarang Wang Danu berubah pikiran.


__ADS_2