Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
181


__ADS_3

Pada 70-an bisa disebut sebagai era musik disco yang diiringi dengan perkembangan budaya disco. bukan itu saja, beberapa gaya masih akan populer di tahun selanjutnya dengan penyebutan vintage.


Gaya berbusana pada masa ini ditunjukkan dengan penggunaan celana gombrong yang di bagian bawah yang tidak lepas dari pengaruh John travolta dalam filmnya yang terkenal yaitu "Saturday night fever "dengan gaya diskonya. Celana kompreng dan rambut ditarik ke belakang menjadi sangat keren di masa ini.


Pada tahun 70-an sangat identik dengan gaya hippi dan retro.Di era ini fashion juga diekspresikan sebebas-bebasnya misalnya pakaian yang berwarna cerah dan bercorak berani. Kemeja dengan corak bunga juga tidak kalah populernya.Celana model Bel buttom dari Jhon travolta sangat populer dan ini adalah salah satu ide baili yang akan di pakai nya.


70-an memang banyak style fashion yang lebay seperti rombongan Glem Rock dan punk rock juga bermunculan pada era ini


Gaya rambut juga terkesan berani tapi sekarang ini belum begitu terlihat.Karena era reformasi dan keterbukaan belum di perdengarkan.


Pada saat itu lah Baili akan menjadi ujung tombak yang akan menarik banyak perhatian dan uang yang mengalir.


Untuk saat ini baili hanya akan melemparkan dua mode yaitu celana bel bottom dan rok tutu.Tapi ada kemeja cantik yang datang dengan berbagai pilihan warna.


Ini dikatakan dibuat karena bahan yang didapat datang dari berbagai warna warna dasar.


Baili juga membuat nya dalam ukuran anak-anak meskipun tidak banyak.Dia perlu mencoba air terlebih dahulu.


Ketika pola standar diletakkan di atas mesin penggunting. Baili sama berdebarnya saat dia mengalami jatuh cinta.


Meskipun yakin ini akan berhasil tapi dia adalah orang yang tidak pernah terjun langsung ke dunia usaha.


Jadi dia adalah orang yang sangat khawatir, sama khawatirnya seperti guan Ru yang berhadapan dengan uang.


Mesin pemotong segera memotong pakaian sesuai dengan pola yang sudah diterapkan.


lalu kain yang sudah dipotong segera di obras tanpa putus dengan lengan dan kerah.


Begitu juga dengan kain untuk celana yang di obras tanpa putus dengan bahan pinggangnya. Ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam penggunaan bahan.


Feng an adalah ketua tim yang ditunjuk dia adalah mantan militer dengan kaki timpang.Karena pelatihan selama 2 minggu lebih dia sudah akrab dengan cara menjalankan mesin obras.


Dengan mesin pemotongan hanya berdurasi 10 menit 10 bahan sudah siap dijahit. Karena itu dia dan pria lainnya bergegas menjahit obras yang langsung dikirim ke departemen selanjutnya.


Menghadapi lika-liku seperti itu hanya pada departemen setrika yang sedikit lamban meskipun mereka ada dua orang di departemen ini.


Baili sengaja membeli penyemprot pakaian saat di gosok.Setelah menjalani departemen setrika hasil jadinya cukup memuaskan.


Dia menarik feng an untuk menunjukkan kategori apa yang kurang dalam sesi pertama ini.


Baili juga menjelaskan tidak ada cacat yang akan diterima. Jadi seluruh tim berhati-hati dalam pengerjaan pertama ini.


Hanya dengan begini satu jam kemudian sudah ada enam helai kemeja yang sudah jadi.


"Gimana bos?"tanya Guan Ru.


Baili mengangkat kemeja itu dan mendengus dengan puas."oke lanjutkan seperti ini buat satu size 200 item.Tapi ingat jangan lupa meletakkan kode size-nya di belakang kerah"


"Baik "kata Feng an senang.


Hanya kemeja saja pesanan nya sudah hampir seribu helai.Jika begini mereka bisa mendapatkan per hari. Masalah terjual atau tidaknya itu bukan masalah mereka tukang jahit.


Baili pergi lagi ke area penjahitan, dia melihat begitu banyak kain terbuang dari sisa pengguntingan ini jadi dia memiliki ide tambahan lainnya.


"Pinjam kan aku"kata baili pada seorang tukang jahit.Wanita itu dengan patuh berdiri membiarkan baili duduk menjahit sesuatu dari kain sisa.


Baili menggunting sedikit kain membentuk memanjang dan menjahitnya dengan karet pinggang kecil.


Tidak lama kemudian sebuah ikat rambut yang cantik menjelma dari kain yang terbuang tersebut. Bukan hanya ikat rambut , tapi ada juga ikat


kepala yang sekarang memang sedang populer.


"Bos apa ini juga akan di buat?"tanya Feng an.


"Hem ada tiga sen tambahan untuk setiap 100 buah model ini.Bisa?" kata Baili ragu.


Dia ingat dulu ketika tinggal di panti asuhan .Mereka bahkan tidak memiliki karet untuk mengikat rambut sendiri,jika adapun itu adalah karet gelang sisa dari warung.Jadi membuat ikat rambut dari kain bekas ini sudah biasa bagi Baili.Sekarang dia akan menerapkannya dan mari lihat apakah bisa menghasilkan uang.


"Tentu saja bos,ini akan selesai"


kata Feng an gembira.

__ADS_1


Setelah itu baili tidak ada hubungannya lagi dia pergi bersama guan ru untuk melihat dana yang sudah keluar.


"kakak ipar sebenarnya aku ingin berbicara dari tadi tapi baru sekarang memiliki kesempatan" kata Guan Ru tiba tiba


"Ada apa?" Tanya Baili yang masih di ikuti ibu tuanya seperti bayang bayang.


"tadi pagi aku baru kembali dari militer untuk bertanya tentang truk. Kabarnya truk pertama akan tiba bulan depan. Yang tapi masalahnya bukan itu aku mendapat kabar jika spekulasi akan dihapus tidak lama lagi"


"benarkah?" tanya Baili.


"Ya dengan begini kita bisa menjual pakaian jadi ini dengan bebas tanpa khawatir ditangkap"kata nya lagi.


Bukan hanya Baili, wanita tua itu juga terkejut mendengar informasi ini. Tentu sebagai seorang ibu dia juga khawatir tentang resiko spekulasi yang akan dihadapi oleh Bailey nantinya.


Tapi siapa tahu jika sebenarnya spekulasi akan dihapus dan semua orang bebas melakukan jual beli secara sah.


"apa kau tidak salah dengar?" tanya wanita tua itu dengan heran


"Tidak salah, meskipun belum diresmikan tapi sekarang sudah ada beberapa orang yang berani berjualan di pinggir jalan mereka bahkan tidak ditangkap oleh biro keamanan umum"jelas nya.


"Ah benar kah, lili kalau begini pakaian jadimu pasti akan laris Manis. apalagi mereka semuanya cantik cantik "kata Ibu Baili tertawa.


Dia segera kabur menemui pria tua itu untuk menyampaikan kabar ini. Beberapa hari ini mereka begitu khawatir tentang apa yang dilakukan oleh putrinya.Tapi jika spekulasi benar benar dihapuskan, mereka berdua bahkan akan mendukungnya secara terang-terangan.


Baili tidak sadar jika ibunya yang sudah tua pergi mencari ayahnya. Dia hanya tertarik tentang pembicaraan reformasi dan keterbukaan yang benar-benar akan dilaksanakan.


"kapan kira-kira hal ini diresmikan?"


"Ku dengar ini bulan depan, tapi tidak masalah jika kita sudah mulai menjual pakaian kita minggu ini"kata Guan Ru.


Orang yang paling bahagia mendengar kabar ini tentu saja adalah dirinya. padahal dirinya dia sudah siap-siap menjadi miskin bulan ini tapi siapa tahu reformasi dan keterbukaan dilanjutkan.


Bahkan pemerintah mendukung tentang usahawan baru.Hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya tapi angin perubahan sudah benar-benar terasa.


"Oh minggu depan, apa kau pikir begitu?"


"Ya minggu depan bagus melihat kecepatan menjahit mereka aku pikir barangnya akan terkejar"


"depan stasiun kereta api kenapa perlu di situ?"


"di sana arus lalu lintasnya sangat ramai dan ada juga orang dari luar daerah.Mungkin mereka berpikir untuk membawa pakaian kita sebagai oleh-oleh"kata Baili berfantasi.


"Oh begitu lah,oke aku akan mengurus ini"


"Hem,hanya pastikan saja modalmu cukup untuk membayar para penjahit hahaha "kata Baili mengingat kan.


Guan Ru awalnya bingung tapi sekarang dia sudah termotivasi untuk maju dan menutupi segala hutang-hutang yang ada.


Jadi dia berencana untuk membayar para penjahit 15 hari sekali.Tapi mari berharap pakaian ini laku terjual.


Dengan perencanaan seperti itu dalam 15 hari para penjahit bekerja keras untuk menyelesaikan pesanan dari Baili. Pengiriman kain dari militer sebenarnya datang satu sekali yang cukup banyak.


Dengan begitu mereka tidak kekurangan bahan sama sekali. Bahkan satu model pakaian memiliki warna yang berbeda beda.


Ini juga menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi orang yang berminat nantinya. Mereka memiliki banyak pilihan warna sekaligus.


Para penjahat juga tidak menolak dibayar setiap 15 hari sekali. Di samping itu mereka juga sangat senang bekerja di sini karena adanya dapur darurat.


Dengan dapur dan makanan hangat, mereka semua bersemangat untuk menghasilkan banyak uang.


Para penjahat ini tidak tinggal di sini mereka tetap akan kembali ke rumah masing-masing sebelum matahari terbenam.


Tapi satu minggu segera berlalu seperti yang dijadwalkan oleh Baili tadi.


Ada ribuan pakaian, celana bel bottom dan rok tutu yang di buat dalam satu minggu.Melihat dari segi jumlahnya, guan Ru sendiri tidak yakin ini bisa dihabiskan.Hanya saja dia sudah membuat wanti-wanti di dalam dirinya sendiri.


Ini pasti berhasil.


"besok kita akan menjual barang-barang ini tapi kupikir masih perlu seseorang untuk menjualnya apa kau sudah mengenal seseorang?" tanya Baili.


"Bibi kecil?"seseorang menyapa Baili dari luar rumah.Rupanya ini adalah 3 keponakan yang datang bersama teman-temannya.

__ADS_1


Mereka tidak tahu mengenai fungsi bel yang ada di pintu gerbang jadi hanya bisa menjerit dari luar.Ibu tua Baili yang bergegas untuk membuka pintu gerbang.


Setelah hampir 2 bulan mereka tidak kembali sekarang mereka memiliki waktu untuk melihat rumah. Baili yang sedang berbicara dengan Guan Ru ini terganggu karenanya.


"kalian pulang?" tanya ibu tua Baili.


"nenek maaf sekali tapi setelah ini aku kami akan kembali setiap ujung minggu.Karena masih baru tentu banyak kegiatan yang harus dilakukan para mahasiswa" kata Ayi memeluk erat nenek yang sudah lama tidak dia lihat.


"Kakek yang baik"


"Bagus masih bisa pulang" kata ayah Baili yang masih tersenyum.


Ayah dan ibu baili sebenarnya sedang duduk di halaman tepatnya di bawah pohon besar,selagi menikmati kopi panas.


Karena sudah lama tidak bertemu mereka berbicara panjang lebar. Tentu saja tiga keponakan baili ini juga memperkenalkan teman-teman yang mereka bawa ke rumah.


Teman-teman sekamar ada yang masih seusia dengan mereka bertiga. Jadi mereka aktif berbicara sehingga membuat keributan tersendiri.


Mereka mengagumi suasana teduh di bawah pohon yang memiliki ayunan cantik.beberapa segera berebutan untuk menerima giliran untuk naik ayunan.


Dua lansia juga ikut tertawa melihat anak-anak yang begitu meriah.


Suara mereka berisik sekali di depan yang tentu saja membuat baili mendengarnya dari dalam.


Karena itu Baili juga pergi ke depan untuk menyambut 3 keponakan yang kembali setelah 2 bulan ke universitas.


"bibi kecil" sapa Awen dan adiknya Nanan.


Ayi yang memeluk nenek tuanya bergegas menyapa Baili juga.


"ini adalah teman sekamar. Mereka ingin sekali melihat di mana rumah bibi. hahaha selama beberapa bulan ini mereka pikir kami membual" kata Awen tertawa.


Karena pembagian hadiah perkenalan tersebut . Tiga keponakan baili ini menjadi populer di universitas .Mereka bukan hanya tidak diganggu tapi justru disambut ke manapun pergi.


Tapi ada juga beberapa yang tidak percaya jika bibi kecil memiliki rumah di Beijing.Secara mereka adalah penduduk desa yang biasa disebut kaki lumpur.


Karena itulah beberapa teman sekamar ini berinisiatif untuk datang melihat-lihat.


Baili yang diberitahu niat asli dari teman sekamar tiga keponakan, juga tidak menolak.


"Oh kalian bersenang-senanglah aku ada sedikit pekerjaan di belakang ya hehe" kata baili yang sengaja meninggalkan mereka untuk melihat-lihat halaman rumah.


"bibi ada pekerjaan apa-apa perlu dibantu?" tanya Ayi.


"tidak perlu bersenang-senang saja lah. apa kalian akan makan siang di sini?"tanya baili pada mereka.


Sebenarnya tidak nyaman di rumah orang tapi Ayi tahu bagaimana kemampuan bibi kecilnya.Dia tidak pernah bercanda soal makanan jadi dia berkata " bisakah begitu?"


"tentu saja bahwa teman-temanmu ke dapur dan masak apapun yang kalian mau.tapi bibi tidak memiliki waktu untuk melayani kalian"kata Baili yang benar-benar sibuk dengan urusan jual belinya besok.


Tiga keponakan yang belum kembali selama lebih 2 bulan ini. Juga terkejut melihat penampakan rumah yang sebenarnya sangat berbeda dari sebelum nya.


Sebelum mereka pergi tidak ada wallpaper yang indah. Juga perabotan mahal lainnya. Jadi di sini mereka sama terkejutnya dengan teman sekamar.


"Hei Bai Wen, kau tidak bilang jika rumahmu begitu cantik.lihat sofa yang super lembut ini aku tidak mau bangun meskipun kau paksakan"kata seorang temannya yang seketika menjadi lebay melihat perabotan yang serba modern.


"kalian juga memiliki televisi ini sudah tidak bisa disebut aku mengakui kebenaran."kata yang lain.


Anggap sajalah bibi kecil bisa menyewa rumah ini bukan membelinya.Tapi bagaimana dengan perabotan yang serba mewah.


Hal ini juga tidak bisa disewakan.


Tiga keponakan buru-buru tersenyum mereka juga tidak tahu apa yang terjadi. Yang jelas ini tentu saja pekerjaan bibi kecil yang memang bisa menyediakan segalanya.


Pada akhirnya mereka bertiga berinisiatif membawa para teman sekamar ini ke kamar mereka sendiri.


Sampai di sana mereka lagi-lagi dikejutkan dengan penampakan panorama yang terkesan aneh namun cantik.Kenapa dari dinding sampai kasurnya bisa berwarna pink.


"Hei apa ini benar kamar kalian?" tanya mereka lagi.Kamar yang indah dan sangat cocok dipakai untuk Para lesbian.


"Ini kamar Ayi yang itu kamar adikku dan yang di sana kamar milikku, kalian bisa melihatnya sesuka hati" kata Awen yang masih tidak bisa menyembunyikan wajah kebahagiaan.

__ADS_1


Kamar tidur yang cantik.


__ADS_2