
Makan malam di keluarga Bai berlangsung meriah.Seisi desa tau jika keluarga ini makan daging lagi.Kebanyakan dari mereka hanya bisa menelan ludah dan memaki keluarga Bai agar sengsara.
Seseorang bahkan akan melaporkan masalah ekor kapitalisme untuk keluarga Bai jika mereka masih memamerkan kekayaannya dengan cuma-cuma.
Tapi tidak satupun dari mereka menyadari ini.Mereka hanya makan dan berbicara tentang hari ini.
Besok semua orang akan bekerja lagi.Padi akan di tanan , keluarga Bai tidak tau pekerjaan apa yang akan mereka dapatkan besok.
Apakah kepala desa masih akan menindas keluarga bai karena putra nya itu, entah lah.Yang penting makan kenyang agar besok pagi bisa bekerja keras.
Mereka makan tanpa beban karena ada daging rebus dan roti daging juga.
Anak anak paling semangat menatap hidangan makam ini.Ini bisa di katakan lebih meriah dari pada tahun baru.
Kakek bilang ini adalah makan malam perpisahan.Sejak malam ini semua poin pekerjaan adalah milik keluarga sendiri.
Nenek tidak akan mengawasi keuangan keluarga lain.Ibu lah yang akan bertanggung jawab untuk itu
Bai yan dan Bai jiahui juga berpikiran yang sama.Mereka sudah ada di usia menikah tapi keluarga cukup miskin.
Sekarang mereka berpisah .Akan ada tabungan keluarga untuk kedua nya mencari menantu perempuan.
Apalagi ada jam tangan merk Shanghai yang akan jadi mahar nantinya.
Di desa dengan jam tangan saja ini sudah akan membuka mata keluarga para gadis.
Rencananya mereka berdua akan membangunkan kamar tidur yang sedikit lebih besar dari sekarang.Ini bisa di gunakan sebagai kamar pengantin jika bisa menikah kelak.
Apalagi nenek dan kakek bilang setelah menikah lebih baik mengajukan perpisahan lebih awal.
Perpisahan bukan berarti kita tidak bisa berbakti.
Buktinya sekarang keluarga mereka masih sama seperti biasanya.
Makan bersama bahkan masih bisa tertawa bersama sama.
Mengenai pekerjaan besok, mereka tidak begitu peduli.Song linan sudah beberapa hari tidak ada di desa, mungkin kah merajuk karena bibi akan merekrut.
Yang mereka tidak tau, sekarang Song linan sedang membuat masalah di pabrik kain.
Dia marah karena di bohongi oleh Yanyan, pahlawan wanita sang pemeran utama.
Kali ini reputasi Yanyan di pertaruhan.Song linan adalah anak kepala desa dan dia juga punya bukti berupa tiga buah surat dari Yanyan.
Di sana dia mengatakan banyak hal baik tentang bibi kecil.Bibi kecil yang akan mati jika tidak bisa menikah dengan nya.
Yanyan tidak mengerti di mana yang salah.Di kehidupan sebelumnya bibi kecil tidak akan merekrut menantu.
Dia hanya menikah dan menjalani kehidupan dengan mulus sebagai kakak ipar militer.
Karena pernikahan nya sudah di alih kan padanya, sangat pantas jika song linan juga menikahi bibi kecil.
Ini adalah pertukaran setara.
Tapi pernikahan tidak akan terjadi malah bibi akan merekrut,ahh apa ada yang salah di sini.
Yanyan mengigil di depan pintu masuk rumahnya.Kali ini dia tidak bisa berkata banyak.Banyak mata yang memandang nya dengan mata aneh.
Surat ini adalah bukti yang kuat.Merusak reputasi seorang gadis akan di pandang hina oleh banyak orang meskipun tidak bisa di tarik ke biro keamanan publik.
Jika pihak pabrik mengetahui nya maka dia bisa di pecat dari pabrik kain dengan nama buruk.
"Aku..aku mengakui nya.Tapi aku tidak bohong.Bibi kecil memang bilang begitu pada ku.Tidak ada untungnya akau berbohong kan.Apa mungkin dia marah karena keluarga nya di tekan seperti terakhir kalinya?" katanya dengan keras.
Wajah song linan memburuk,dia memang melakukan itu tapi bukankah Yanyan yang memintanya.
Tapi untuk ini dia tidak punya bukti sama sekali.
"ooh gadis itu di tekan oleh kepala desa, pantas saja gadis itu berubah pikiran kan"
"Yanyan sudah kembali hampir satu bulan dari mana dia tau jika bibi ya menolak, Yanyan tidak salah"
"Ya kupikir begitu Yanyan tidak salah.Apalagi pria ini seperti anak kelas dua di desa,hem pantas saja"
Anak kelas kelas dua mengacu pada preman pasar yang suka membuat kejahatan kecil kecilan .
__ADS_1
Hanya satu patah kata saja dari yanyan. Ini sudah membuat perubahan pikiran untuk banyak orang. inilah kekuatan sebenar seorang pahlawan wanita.
Begitulah caranya song linan di usir dari perumahan pabrik kain malam ini.
Song linan sudah menaruh dendam pada Yanyan sejak itu.Dia pasti akan melakukan banyak hal agar Yanyan yang menjadi ganti nya.
Kembali ke keluarga Bai.
Sudah menjadi kebiasaan warga desa. Setelah menyelesaikan makan malam yang sebenarnya terjadi sekitar jam 06.00 sore .
Mereka akan berjalan tidak jauh dari rumah untuk mencerna makanan terlebih dahulu.
Baili juga melakukan hal yang sama akhir-akhir ini .Namun belum dia keluar. Baili melihat sosok yang sama lagi duduk di tempat yang sama juga.
Ran Shandong.
Kata kakak pertama baili .Pria ini adalah pria baik. Namun sekarang jadi penyendiri dan tidak suka bergaul dengan orang luar.
Sekarang keluarga sudah terpisah dan dia tinggal bersama ibunya yang setua ibu baili.
Jelas tidak akan ada pemasukan tambahan karena perpisahan itu. Namun bibi Ran memaksakan diri hanya demi putra pertamanya itu.
Dia belum pernah turun mengambil point atau cm. Karena uang di rumah cukup ketika putra pertamanya mengirimkan gajinya setiap bulan.
Dengan tidak adanya penghasilan tambahan. Wanita tua itu terpaksa turun ke lapangan mengambil pekerjaan ringan.
Beberapa orang yang dulu menyanjung keluarga Ran. Mengatakan jika mereka adalah keluarga hebat .Sekarang menunjuk hidung bibi Ran.
Tapi bibi Ran tidak punya waktu memikirkan masalah mulut patah dan lidah panjang.
Dia pergi lebih awal dan kembali terlambat.
Ran Shandong meskipun dia sedikit kesulitan untuk berdiri tegak namun dia memaksakan diri membantu pekerjaan ibu tuanya di rumah.
Laporan pekerjaan belum turun namun dia yakin militer tidak akan melupakan dirinya begitu saja.
Tapi dia harus makan obat secara rutin dan ibu tua nya tidak akan bertahan lama jika terus menerus bekerja di ladang seperti ini.
inilah yang menyebabkan dia selalu duduk di depan rumahnya dalam kondisi linglung.
Baili tidak tau harus apa yang dipikirkan oleh pria ini .Tapi dia masih menganggap pria ini adalah seorang pahlawan untuk negara. Dia tidak harus menjalani penderitaan seperti ini di akhir hidupnya.
Sebagai seorang dari dunia modern. Baili mengerti bagaimana sulitnya menjalani kehidupan militer di era ini.
Mereka hanya dihargai dengan beberapa rupiah saja .Namun harus membayar mahal dengan nyawa mereka sendiri.
Tapi begitu jatuh mereka akan ditinggal dan dibiarkan membusuk tanpa tanda jasa di rumah mereka sendiri.
Baili tidak akan melakukan hal yang sama .Pahlawan adalah pahlawan dan dia sangat menghormati seorang pahlawan.
di era modern seseorang yang terluka seperti ini .Seharusnya memiliki dana pensiun rutin dan jaminan kesehatan seumur hidup.
hidup tidak ke sesulit itu setelah keluar dari militer.
namun lihatlah pria ini sekarang dia menjadi hinaan oleh banyak warga desa yang mengatakan dia sebagai bintang sapu.
Meskipun telah bekerja pada militer selama sepuluh tahun. Dia sama sekali tidak mendapatkan promosi kenaikan pangkat.
Bukankah itu bintang sapu.
ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga .Inilah hasil dari pengorbanan seseorang tentara.
Baili sedikit penasaran dengan sosok pahlawan ini. Jadi dia masuk tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Tentunya perilaku itu di anggap tidak senonoh di era ini. Tapi Ran Shandong cukup mengenal gadis di sebelah rumah. Jadi dia tidak mempermasalahkan nya.
Hanya menatap nya dengan heran saja.
"ehem ehem halo,kakak dong sudah makan malam?"
"Belum,mau apa?"
"Hohoho hanya ingin melihat seperti apa wajah pahlawan kita " katanya.
Wajah Ran Shandong menghitam.
__ADS_1
Baginya ini bukan lah pujian tapi sebuah penghinaan saja.
"Ibu sedang masak di belakang, pergilah"kata Ran Shandong.Dia bangkit dengan susah payah.
Baru kali ini Baili melihat dengan jelas jika dia memang mengalami masalah pada punggung nya.
Dia bungkuk.
Sebenarnya dia tidak buruk juga kok.Mungkin hanya tidak bisa pergi ke " sana " saja.
Ran Shandong kabur ,bibi Ran segera datang dengan wajah penuh keringat.
"lili ,ada apa?" tanya nya.
"Bibi kenapa baru masak sekarang,ini sudah terlambat?"
"Bibi belum terbiasa ke ladang jadi lamban bekerja.Baru saja kembali untuk memasak.Donger masih terluka dia masih perlu untuk istirahat hehehe"
"Ohh bibi ku sayang,aku akan mengirim kan makan malam untuk mu mulai besok.Sekarang keluarga tidak besar jadi jangan menolak ku oke"kata Baili.
"Jangan...ini tidak baik"tolak bibi Ran dengan cepat.
Ini adalah era dimana kelangkaan bahan makanan terjadi . Orang bahkan tidak akan memelihara kucing di rumahnya hanya demi menghemat sesuap nasi.
Mungkin baili mengatakannya sambil bercanda. Tapi hal ini tidak boleh dibawa main-main.
"Bibi Ran,aku tidak memberikannya padamu .Aku ingin menjamu tuan pahlawan di rumah" kaya Baili lagi.
Dia serius mengatakan ini. Pahlawan adalah Pahlawan. Apa salahnya memberikan semangkok nasi pada pahlawan yang sudah berjasa ini. Apalagi mereka masih tinggal di sebelah rumahmu.
"Pah.. pahlawan?"
"Itu kakak dong, bukankah dia sudah terluka untuk negara ini .Aku juga ingin memberikan sumbangan yang sama pada negaraku. Tapi aku tidak berdaya hanya ini yang bisa aku lakukan"
Bibi Ran memandang Baili dengan bibirnya yang berkedut.Baili banyak berubah akhir-akhir ini .Apakah karena dia sudah bisa menghasilkan beberapa rupiah secara santai.
Atau dia hanya ingin menghina putranya yang malang dengan semangkok nasi.
" oh bibi kusayang . Tidaklah kau tahu jika aku ini tulus ingin membantu. Bibi akan selalu pulang telat setiap harinya .Kasihan kakak dong harus kelaparan menunggu mu untuk memasak" kata Baili lagi.
Dia sudah mengatakan niatnya secara langsung dan niatnya ini benar-benar tulus. Terserah orang menerimanya atau tidak.
lagipula setiap era memiliki ciri khas nya tersendiri .Di era ini orang akan dianggap sopan jika menolak undangan makan dari kenalan nya.
Jika di bibi Ran menolaknya sekarang.Itu masih dianggap sopan dan wajar sekali.
Meskipun tidak mendapat jawaban yang dia inginkan . Baili tetap sopan dan izin kembali ke rumahnya.
Di rumahnya sekarang kosong tidak lagi ada anak-anak seperti biasanya. Mereka sudah kembali ke kamarnya masing-masing yang sekarang sudah terpisah.
Hanya ada ayah dan ibu tuanya yang duduk di teras menunggu malam tiba.
Baili menemani mereka duduk dan langsung mengatakan apa yang terjadi tadi di sebelah.
Ayah tua nya sedikit terkejut mendengarnya tapi dia malah berpikiran aneh untuk itu.
" Apa dewa yang menyuruh mau melakukan itu ?"tanyanya.
Baili tiba-tiba tertawa geli mendengar pertanyaan itu.Ada apa dengan otak kedua orang tuanya ini. Mereka selalu menempatkan nama dewa atas apa saja yang dia lakukan.
" tidak ayah, ini adalah pemikiran ku sendiri .Sekarang kita tidak perlu makan hal hal baik itu secara sembunyi-sembunyi. Jadi sebenarnya kita memiliki kelebihan bahan makanan di rumah. Apa salahnya mengirim beberapa makanan pada mereka sebagai sumbangan karena sudah terluka dan menjadi pahlawan untuk negara ini " kata Baili dengan semangat.
Kedua orang tua itu saling pandang dan akhirnya tertawa dengan lepas. Mereka berdua segera menyetujui ide ini .
Ibu tua Bai dan bibi ran sudah berteman lama sejak muda. Ketika bibi ran memiliki kelebihan uang dan makanan .Dia selalu siap meminjamkan nya pada keluarga bai.
Sekarang mereka malah duduk di posisi terbalik .Ini adalah saatnya keluarga bai yang membantu keluarga Ran.
Apalah artinya dua mangkok nasi sementara lili mendapatkan nya secara gratis drai dewa yang baik.
Mungkin dewa sudah memberi mereka hal besar seperti ini .Karena mereka sudah melakukan amal baik di kehidupan sebelumnya.
Sekarang mereka memiliki kesempatan lagi untuk melakukan amal baik, lalu kenapa tidak.
Kirim kan ..
__ADS_1