Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
183


__ADS_3

Tadi malam baili bertengkar dengan ibunya yang sudah tua. rencananya dia akan pergi ke warung itu karena ini adalah hari pertama.


Tapi wanita tua itu menolak mentah-mentah mengingat dirinya sedang hamil selama 5 bulan. Siapa tahu ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi di sana nanti. Jadi dia sama sekali tidak diizinkan untuk pergi.


Hanya setelah tiga keponakan ikut membujuk wanita tua itu akhirnya melepaskan dengan berwanti-wanti untuk berhati-hati.


Karena besok adalah hari Minggu, 3 keponakan ini juga akan mengikuti acara penjualan pertama.


Tentu saja baili dengan senang hati mengizinkan mereka ikut apalagi dia memerlukan sesuatu dari tidak tiga keponakan yang cantik.


Sebenarnya jika dia sedang tidak hamil ,kemungkinan besar dia tidak akan membutuhkan mereka untuk ikut campur.


Tapi perutnya sudah memperlihatkan usia kehamilan sehingga tidak nyaman untuk itu.


Karena ini hari pertama penjualan semua orang bahkan para penjahit juga datang lebih awal. Mereka ikut membantu mengemas pakaian yang akan dijual.


Pasangan Li cuihua juga tiba bersama dengan dua anaknya.Namanya Wang min usia nya baru 27 tahun tapi karena berasal dari desa dia terlihat sedikit lebih tua daripada usianya sendiri.


Wang Danu tiba tadi malam bersama si kecil Wang nie. selama satu minggu ini mereka tinggal di wisma.


Baru setelah itu Baili tahu kenapa Wang Danu tidak berniat untuk kembali ke desa. Untuk sampai ke Beijing keluarganya meminjam begitu banyak uang yang entah kapan bisa mereka lunasi.


Uang sebesar rp300 tidak banyak tapi bagi penduduk desa ini adalah penghasilan mereka untuk seumur hidup.


Kemampuan baili dalam mencari uang sangat dipercaya.Jika bisa menjadi bawahan baili dia akan senang sekali.


Wang nie juga sudah akrab dengan Baili dan nenek bai.Jadi tidak masalah jika dia menginap di sini pada akhirnya.


Namun begitu uang Danu ingin menyewa sebuah rumah kecil jika memungkinkan .Hanya saja halaman rusak terlalu besar untuk mereka berdua.


Karena itu niat untuk menyewa halaman yang rusak mungkin bisa di undur lagi sampai memiliki cukup dana.


Jadi yang pergi hari ini adalah Guan Ru juga baili selaku bos besar.Tiga keponakan , Wang min dan Wang Danu.


Baili meminta mereka memakai pakaian jadi yang sesuai.Ini lah yang di maksud dengan mode berjalan.


Pagi-pagi sekali baili.sudah mendandani tiga keponakannya dengan pakaian bagus.Dia mengikat rambut mereka dengan metode modern.


Di sinilah ikat rambut dan ikat kepala dipakai.Gaya ini memang sudah populer di luar negeri tapi untuk di dalam negeri ini masih cukup baru.


"Bibi pakaian ini cukup bagus dan modelnya juga masih baru.Ohh aku pikir banyak gadis akan terjadi dan untuk memakai model"kata Ayi yang sangat menyukai mode nya.


Dia memilih kemeja bunga berwarna biru terang dengan rok berwarna biru namun polos. Dipadankan dengan ikat rambut yang berwarna senada. Beserta ikat kepala yang membuat aura nya muda nya naik 40 persen


Model boleh sama tapi pilihan warnanya yang membuat menarik.Bai wen memilih warna pastel dan bai nan dengan warna kuning angsa.


Mereka sangat senangnya dengan Ayi. Pakaian ini masih baru dan mereka adalah orang pertama yang memakainya.


"Bagus kan, hehehe lihat lagi Wang Danu dia juga cocok dengan celana nya kan?"


uang Danu ini berkulit hitam begitu juga dengan uang min. menurut Bali ini tidak cocok saat pria berkulit putih memakainya.


jika Ran Shadong ada di sini kemungkinan besar dia bisa menjadi model dadakan yang pasti membuat pakaiannya laris manis tapi hanya ada pria berkulit hitam yang mengecewakan di sini.


Mau tidak mau dia harus menelan kekecewaan ini. Lagi pula mereka adalah model gratis.


Guan Ru tidak boleh menjadi model dadakan.Tugasnya hanya untuk melihat dan berjaga jaga terhadap biro keamanan publik.


Baili boleh tidak mau menggunakan pakaian ini .Dia beralasan perut nya yang besar tidak cocok dengan modelnya.Tapi sebenarnya baju bunga dengan warna yang berani tidak sesuai dengan hati nurani.Dia lebih suka dengan pakaian dengan motif-motif sederhana.


"Oke ,ayo pergi"kata Baili bersemangat.Wanita tua itu masih saja khawatir dia berbicara tentang hal-hal keselamatan.Dan menitikberatkan masalah ini pada tiga keponakan baili.


"jangan khawatir nenek, kami akan selalu menjaga Bibi. Tidak akan terjadi apa-apa" kata Ayi dan Awen.


"Hem pergi lah dan kembali dengan cepat Oke " kata Ibu Baili yang sudah tua dengan mata prihatin.

__ADS_1


Baili keras kepala dan dia nekat untuk pergi.Ayah tuanya hanya bisa memandang kepergian mereka meskipun sebenarnya dia tidak benar-benar mengizinkan.


"Sudah lah, hari ini aku akan menanam kedelai dulu.Oh pohon anggur nya juga perlu di siram juga kan "kenangnya.


Tidak banyak pekerjaan di rumah hanya tanah luas yang mereka tanami dengan santai untuk mengusir kejenuhan.


Sementara itu Baili dan rombongannya pergi ke stasiun kereta api dengan sepeda.Hanya Wang Danu dan Wang min yang perlu naik bus dengan sekeranjang bawaan.


Baili tiba di stasiun kereta api.Di sana ada beberapa penjual teh telur dan beberapa camilan untuk menghibur calon penumpang yang menunggu kedatangan kereta api.


Guan Ru sudah menyelesaikan semua formalitas jadi mereka sudah menempati sebuah stand. Rencananya mereka akan di sini sebelum makan siang.Namun setelah makan siang mereka harus pergi ke pabrik kaca.


sebenarnya tempat strategis adalah di depan pabrik di Beijing ini ada begitu banyak pabrik jadi mereka juga memiliki banyak pilihan tempat.


Sebuah pasar belum terbentuk saat ini.Jadi baili hanya bisa menjualnya dengan cara seperti sekarang.


Begitu tiba di lokasi semua orang bergerak cepat. Mengeluarkan beberapa pakaian pada gantungan.


Tanpa disadari kedatangan kelompok baili membuat sebuah penampakan yang aneh. pakaian yang mereka pakai sangat mencolok berbeda jauh dengan yang dipakai saat ini.


tidak banyak yang memakai pakaian berwarna-warni seperti mereka.Tapi ini juga menimbulkan decak kagum dan keinginan untuk memiliki hal yang sama.


"Permisi, apakah pakaian ini dijual?"tanya seseorang. Dia menunjukkan pakaian yang baru saja digantung oleh Ayi. Ayi ini sebenarnya sedikit pemalu, dia takut membuka mulutnya karena dugaan spekulasi tadi.


Jadi baili segera bertindak.


" ini dijual tapi harganya sedikit mahal karena produk buatan Shanghai. Tapi jangan takut jika anda mengenakan, pasti tidak akan ketinggalan model" kata Baili bersemangat.


Walaupun orang ini jelas tidak akan membeli namun dia masih begitu antusias untuk melayaninya.Paling tidak dia sudah berinisiatif untuk bertanya terlebih dahulu.


Dilihat dari segi pakaian wanita ini tentulah tidak memiliki uang banyak di tangannya.Dia mengenakan pakaian katun dengan beberapa tambalan. Namun begitu baili yakin seseorang akan melihat ini dan tertarik untuk memberi produk.


"Apakah mahal?"


Mendengar harga yang disebutkan oleh baili.ini gadis itu mundur ke belakang.


"Ini mahal "Bisik nya.


Ini sudah sama seperti yang diduga oleh Baili, dia sama sekali tidak memiliki uang tapi baili masih tetap berkata baik.


"Oh ini wajar jika mahal modelnya baru dan bahkan tidak dijual di departemen store. jika kau membelinya di departemen store, harganya akan naik lagi. bahkan memerlukan tiket kain untuk itu. jadi sebenarnya ini sudah lumayan murah"


"Begitu kah?"tanya nya ragu.


"Hem"


"Hei kenapa pakaian ini mahal sekali tapi modelnya cukup bagus kan"kata seseorang yang memang sedang duduk menunggu kereta api lewat.


"Oh kakak ipar, dengarkan aku celana ini bagus untuk gay sepertimu. dengan memakainya kamu akan terlihat lebih tinggi dan lebih tampan.coba saja jika tidak percaya "kata Baili.


beberapa orang segera mendekat dan mereka bertanya kepada 3 keponakan perempuan dan Wang min.Wang Danu sedikit pendiam dan dia tidak tahu harus berbicara apa.


Tapi guan Ru tidak tidak ragu untuk mengungkapkan beberapa pujian pada pakaian.Dia adalah orang yang paling sedih jika pakaian ini tidak laku.


"Oh kakak ipar, kulitmu agak gelap jadi jangan pilih warna ini ayo pilih warna pastel,memakai pakaian hitam justru akan membuatmu terlihat jelek"kata Baili jujur.


Harga produknya mahal dan dia tidak ingin pembelinya kecewa dan merasa tertipu setelah memakainya nanti jadi dia perlu membawa sedikit referensi untuk calon pembeli ini.


"Benar itu?"tanya gadis yang lain.


Dia sangat menyukai model ini dan telah menyimpan banyak uang untuk jaga-jaga.Tapi demi penghematan dan tidak ingin pakaian terlihat kotor. Dia kerap kali memilih warna hitam maupun coklat


Meskipun tertarik dengan yang dikatakan oleh penjual tapi dia sama sekali tidak memiliki niat untuk membeli pakaian mahal. Kantongnya tidak setebal itu.


"Tidak apa-apa jika tidak membeli tapi aku menganjurkannya untuk mencari pakaian dengan warna lain.Oh kau itu harus memakai pakaian yang cocok untuk tubuh sendiri.Sebuah pakaian akan cocok untuk seseorang tapi mungkin tidak cocok untuk tubuhmu" kata Baili

__ADS_1


Baili dengan ramah menjelaskan model seperti apa yang cocok untuk tubuh gadis itu.Akibatnya beberapa gadis juga berdatangan hanya untuk bertanya tentang beberapa hal mengenai fashion.


Penjual yang ramah seperti baili belum ada di tahun 70-an.Banyak penjual di departemen store bahkan menganggap diri mereka adalah dewa dan pembeli hanyalah pengemis.


Jadi berhadapan dengan pembeli ramah dan bersedia membagikan informasi penting adalah hal baru menurut para gadis.


Walaupun para gadis ini tidak membeli tapi kerumunan mereka mampu menarik pelanggan pelanggan baru.


beberapa calon penumpang kereta api segera tertarik mendengar penuturannya.Meski produk ini agak mahal tapi jika dijadikan oleh-oleh saat kembali ke kota asal .Ini tentu akan menjadi pembicaraan selama beberapa bulan.


"Oh kalian bisa menjualnya lagi di kota nanti, beli 10 gratis 1 bukankah ini sudah menjadi untung besar"kata Baili dengan semangat.


Setelah berbicara lebih dari satu jam pada pada akhirnya baili mendapatkan pembeli pertamanya dan dia langsung membeli 10 ikan sekaligus.


Di antara para gadis, mereka merasa sangat malu karena bertanya tanpa membeli .Pada akhirnya mereka juga membeli sebuah rok tutu yang paling murah di stand Baili.


Namun juga mereka bertanya tentang referensi warna yang cocok untuk kulit mereka.


Setelah ada seorang pelanggan pelanggan kedua ketiga masuk lagi. hanya setelah itu Guan Ru menyesal tidak membawa produk lebih banyak.


Saat produk tinggal beberapa item, dia meminta Wang Danu untuk kembali ke rumah membawakan beberapa pakaian lagi.


Wang Danu sudah familiar dengan sepeda karena dia sering meminjam sepeda kepala desa untuk beberapa hal.


Jadi guan ru tidak perlu berkata dua kali dia langsung pergi kembali ke rumah Baili menggunakan sepeda Guan Ru.


Saat itu di rumah bai, semua penjahit masih mengerjakan tugas mereka dengan hati yang cemas.


Jika pakaian tidak laku tentu saja mereka akan kehilangan pekerjaan tidak lama lagi.Jadi tidak ada yang bekerja dengan semangat seperti sebelumnya.


Ketika ada suara seseorang di gudang pakaian, mereka mendengarnya dengan jelas dan pergi ke sana untuk melihat apa yang terjadi.


"Eh kamu pulang?"mereka jelas tahu siapa wang Danu pria yang tadi pergi untuk menjual produk jadi.


"aku diminta untuk mengambil beberapa barang lagi bisakah kalian membantu mengumpulkannya untukku?"kata Wang Danu malu.


Guan Ru mengatakan dia perlu mengambil 100 item di setiap size. Dia bahkan tidak bisa menghitung sampai 100 bagaimana bisa mengambilkannya, lagi pula siapa yang tahu apa itu size.


"tapi.. tapi kenapa dia menginginkannya apa pakaiannya bisa dijual?" tanya Feng an.


Sementara itu dia bergegas untuk membantu wang danu menemukan beberapa bahan sesuai dengan permintaan.


"bibit kecil berpikir bagus untuk menjual produk di stasiun kereta api. banyak orang yang membelinya beberapa item sekaligus untuk dibawa kembali ke kota mereka"


"Hah apakah benar demikian?"


"tentu saja jika tidak kenapa aku kembali untuk mengambil produk lagi?"


Mendengar kata-kata Wang Danu, ibu tua baili yang baru saja datang segera tersenyum dan menarik nafas lega.Dia juga ragu produk dengan harga yang begitu mahal sebenarnya bisa dijual.


Ini masih pakaian dari kain yang rusak.


"Ayah ?"sapa Wang nie dari belakang ibu Baili. nyaman tinggal di rumah keluarga bainan dia lebih suka tinggal dengan ayahnya.


Tapi ayah sekarang sedang sibuk sehingga tidak punya waktu untuk dia.


"Nienie, baik-baik di rumah oke ayah harus bekerja lagi.Kau sudah makan?"Tanya nya .


"Hem nenek memberikan aku semangkok bubur ubi, masih kenyang"kata Wang nie menunjukkan perutnya yang membuncit.


Wang Danu tersenyum tapi dia tidak bisa lama-lama.Segera saja dia berangkat lagi setelah barang barang di ikat di kursi belakang sepeda phoenix.


Tidak lama kemudian dia tiba lagi di stasiun kereta api.Sekarang dia tidak bisa melihat kelompok baili karena ada banyak orang yang mengelilingi nya.


Sebuah senyum penuh harapan segera terbit di bibir Wang Danu.Dia tidak salah dalam memilih orang.

__ADS_1


__ADS_2