Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
202


__ADS_3

Melihat warung yang baru didirikan itu segera diserbu oleh orang-orang membuat yanyan merasa sakit hati.


Bagaimana tidak dia sudah berusaha susah payah membuat pakaian-pakaian ini dengan tabungannya sendiri.


Dengan bermodalkan ingatan di kehidupan sebelumnya.Yanyan membuat sketsa dan membayar beberapa penjahit untuk membuat produk yang hampir mirip.


Berbeda dengan Baili, Yanyan terpaksa membeli bahan produknya sendiri.Itu dimulai dari kain pabrik, benang dan kancing.


Karena dia percaya barang-barang ini akan laku keras, jadi Yanyan membuat produk dengan jumlah banyak.


Karena dia adalah seorang mahasiswa tidak mungkin dia berada di pasar selama 7 hari dalam satu minggu.


Setelah produk benar-benar dihasilkan, Yanyan mencoba mempromosikannya ke area universitas.Caranya dia memakai sendiri produk jadi dan berjalan-jalan di sekitar universitas universitas. Sehingga menarik para pelanggan pertama.


Jika seseorang datang bertanya dia akan menjawab produk adalah buatan sendiri dan harganya masih cukup murah.


Sebenarnya Yanyan membeli bahan kain dengan kualitas menengah jadi produknya adalah produk bagus. Tapi sayang ada satu hal yang menjadi kesalahan fatal untuk Yanyan.


Berbeda dengan baili yang memiliki bahan dari kain rusak ,ini memberikan dia produk dengan model sama namun berbeda dari segi warna dan bahan kain.


Yanyan sendiri hanya mampu mengeluarkan model dan dua warna berbeda. Paling tidak ini adalah dua warna ini sesuai dengan dana yang dia pegang saat itu.


Jika anda ingin menjual gambar sketsa model pada pabrik pakaian Jadi .Ini akan membuat Yanyan merugi.Setidaknya itu yang dia pikirkan sebelum ini.


itulah kenapa dia berinisiatif untuk membuatnya sendiri dan menjualnya dengan harga yang sedikit tinggi.


Setelah produk jadi modal Yanyan sekitar 180 per item.Itulah mengapa nyanyian menjualnya dengan harga 250 sen per potong.


Yanyan adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas bergengsi. Dia tidak memiliki waktu banyak untuk berkeliaran di luar sana .


Mana dia tahu jika produk yang sama sebenarnya sudah banyak dibeli oleh orang-orang dengan harga yang setinggi langit.


Tapi untung saja mahasiswa di universitas juga memiliki waktu sedikit di luar .Jadi mereka juga tidak mengetahui kabar ini. Melihat pakaian model baru yang dikenakan Yanyan tentu saja mereka tertarik dan berhasil membuat Yanyan menarik pot emas pertamanya sejak dia tiba di Beijing.


Karena pakaiannya laku keras di universitas.Jadi dia bersemangat dan ingin memproduksi kembali di tahap kedua. Kali ini Yanyan akan menjualnya di luar alih-alih di universitas.


Kerena produk yang dihasilkan hanya memiliki dua warna berbeda Jadi daya tariknya ditekan di sini. Berbeda sekali dengan produk yang dihasilkan oleh Baili yang memiliki varian beragam.


Orang yang sama tentu tertarik membelinya 3 atau 4 helai sekaligus untuk dipakai sendiri karena alasan tersebut.Tapi pelanggan dari Yanyan ini cukup membelinya satu dan mereka tidak akan membeli produk yang sama untuk kedua kalinya. Meskipun harganya masih cukup murah.


Hari ini adalah kesempatan pertama yanyan untuk pergi berjualan di pasar malam. Aslinya yanyan sudah di sini sejak sore. Jadi dia sudah menjual beberapa potong pakaian sebelum tim Wang Danu tiba.


Samar-samar Yanyan mendengar celotehan calon pelanggannya. Jika produk sama sebenarnya sudah dijual dengan harga 2 kali lipat dari yang dia jual saat ini.


Meski terkejut dan merasa khawatir mendengar harga produk dia bisa menekannya jauh di dalam hati. Dengan begitu dia masih bisa menjual produknya dengan aman dan akan laku keras.


Tapi siapa sangka Wang Danu dan timnya. Justru datang dan membuka warung tidak jauh dari tempat dia berjualan.


Awalnya dia tidak khawatir tapi lama-kelamaan arus para pembeli yang duduk untuk bertanya semakin kurang dan berkurang saja .Terakhir kali dia tidak bisa melihat satu pelanggan pun yang datang untuk menghampiri warungnya.


Beberapa menit kemudian dia merasa khawatir dan pergi untuk melihat-lihat. Namun begitu pergi dia terkejut dan merasa kecewa dengan apa yang terjadi.


Orang yang disebutkan sebagai saingan itu rupanya menjual produk dengan harga yang lebih rendah dari dirinya sendiri .Itu pun dikatakan karena produk mereka sedang melakukan flash sale dan cuci gudang.


Bahan adalah produk terakhir dan tidak akan dijual lagi setelah produk-produk ini habis.


Bagaimana dia bisa menelan nafas ini. jika dia tidak berhasil menjual produk hanya gara-gara mereka bukankah dia bisa dikatakan merugi.


Yanyan mendapat sedikit keuntungan dari penjualan produk di sesi pertama.Tapi dia sudah menghabiskan modal dan keuntungan itu untuk membuat bahan produk kedua.

__ADS_1


Artinya jika dia tidak bisa menjual produk ini ,bukankah dia rugi besar. Bukan saja tidak untung bahkan modalnya juga sudah tertelan.


Tapi apa yang harus dilakukan sekarang dia hanya bisa memutar arah ke warungnya dan duduk di sana dengan melongo.Berharap produk mereka bisa cepat habis dan setelah itu tentu para pelanggan akan berlari padanya.


"Halo kakak ipar"saat Yanyan sedang merenung tiba-tiba seseorang datang untuk menyapanya.


Seorang wanita tua dengan berpakaian rapi tapi jelas bahan kainnya adalah bahan yang murah. Anda bisa tahu jika ini bukanlah orang yang memiliki uang di tangan.


Hanya seseorang yang pergi ke pasar malam untuk mencari sedikit cerah.Mungkin pakaian yang dia pakai sebenarnya adalah pakaian terbaik yang dia miliki di rumah saat ini.


Dengan begitu yang-yang memandang rendah dirinya dan tidak menyahut dengan ramah panggilan itu.


Tentu saja wanita itu mendengus kesal. Tapi dia mencoba menetralkan jantungnya bukankah penjual di departemen store memiliki sikap yang sama pada pembeli mereka.Jadi dia sudah sangat terbiasa dengan perilaku penjual yang memandang remeh dia.


"Halo kakak ipar apakah kau menjual produk ini?" tanyanya sekali lagi.


Yanyan yang memang sedang mengalami hari buruk langsung bangkit dan menatapnya dengan berkacak pinggang.


Yanyan sedang kesal tapi dia sekarang dipanggil sebagai kakak ipar oleh wanita tua.Apakah wajahnya sudah begitu tua sehingga layak menjadi satu generasi dengan dirinya.


"heh wanita tua ,ngapain kamu memanggil aku kakak ipar emang aku sudah tua dirimu yang jelek ini huh"


Wanita itu tersipu malu mendengarnya. Dia pikir tidak apa-apa memanggil penjual sebagai kakak ipar.Rupanya ini sudah menyinggung Yanyan tidak terima dengan sebutan itu.


"Heh maaf jika aku salah, tapi bisakah kau menjawab .Apakah produk ini masih dijual apakah memerlukan tiket juga?"wanita tua ini sedikit tidak nyaman di bentak oleh Yanyan.


Tapi dia tetap menahannya di dalam hati. Penjual seperti ini memang menyebalkan tapi sudah sangat umum terjadi.


Nenek xie memang berasal dari pedesaan. satu bulan yang lalu anak perempuannya sudah melahirkan dan dia datang untuk melayani masa kurungannya.


Besok dia akan kembali ke desanya lagi tapi beberapa warga desa mengiringi banyak tiket dan uang agar dia membelikan kain yang bagus.


Namun di Beijing ada sebuah stasiun untuk membeli beragam tiket. Termasuklah dengan tiket kain yang dia inginkan. tujuan awalnya adalah untuk pergi membeli tiket kain ini.


Beberapa waktu lalu dia juga pernah mendengar ada pakaian jadi yang dijual dengan harga mahal tapi tidak memerlukan tiket kain.Jika Anda menghitung produk jadi tanpa tiket kain. Justru anda akan mengetahui jika produk ini begitu murah sekali.


Nenek xie sudah bertanya dan warga desanya antusias sekali mendengar itu. Jika anda bisa membeli sesuatu dengan harga yang sama tapi sudah mendapatkan produk jadinya bukankah ini akan lebih aman dan lebih bagus.


Selain menghemat waktu anda juga menghemat benang.Warga desa memang begitu, mereka tidak sabar untuk merobek satu sen menjadi dua.


Jadi mereka setuju untuk membeli produk jadi tanpa tiket tersebut. Hanya saja nenek xie ini tidak tahu di mana harus pergi untuk membeli produk yang dikatakan murah itu.


Itulah sebabnya dia pergi ke pasar malam. Seandainya dia tidak menemukan produk yang dia cari. Maka nenek xie harus berputar arah ke stasiun tiket domestik dulu.


Begitu masuk dia melihat produk dengan harga yang tertera di atasnya yang tidak menggunakan tiket.


Mungkinkah ini produk yang dikatakan oleh orang-orang. Awalnya dia cukup senang tapi siapa tahu penjualnya begitu arogan.Membuat dia enggan untuk menyentuh barang apalagi membelinya.


Di sisi Yanyan pula ,melihat wanita tua ini bermaksud membeli pakaian.Dia malah mendengus di dalam hati .Mungkin dia bisa membelinya tapi apa, jangankan 10 satu saja mungkin dia akan meragukan ini.


Wanita tua seperti ini mungkin akan menawar harga hingga jatuh ke level yang paling rendah.


"aku menjualnya tapi tidak sama wanita tua yang tidak tahu malu seperti kamu. Pergi sana jangan sentuh produkku nanti akan menjadi kotor" kata yanyan sedemikian rupa.


Tentu saja wanita tua ini terengah engah dan terkejut.Dia memang berasal dari desa tapi bukan jenis seseorang yang pandai bertengkar dan bersilat lidah.


Namun ditegur oleh wanita muda seperti Yanyan tetap saja membuat dirinya marah dan menjadi tidak senang.


" Hei apa maksudmu mengatakan aku wanita tua yang menjijikkan. kapan aku pernah menyinggung

__ADS_1


mu Hem?"katanya dengan suara keras hal ini menarik beberapa orang yang lewat.


Rupanya ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warung Yanyan.


Yanyan hanya memutar matanya dan melambaikan tangan dengan cara mengusir. Dia tidak ingin menghabiskan air liurnya untuk berbicara banyak kata dengan wanita berkaki Lumpur.


"nenek apa yang terjadi kenapa kau marah-marah ?"tanya seseorang yang keluar tiba-tiba.


Seorang pria muda memakai kacamata terlihat seperti cendekiawan.Dia adalah seseorang yang tinggal tidak jauh dari rumah anak perempuan nenek xie ini .


Meski mereka tidak memiliki hubungan kerabat tapi sudah saling kenal sejak beberapa hari nenek itu tinggal di rumah putrinya.


Sekarang dia melihat nenek xie sedang bertengkar di pasar malam. Tentu saja dia ingin tahu apa yang terjadi .Secara dia hanya tahu jika nenek xie orang yang pintar bergaul dan tidak memiliki hobi menggigit lidah.


Melihat ada seseorang kenalan yang datang tiba-tiba membantunya berbicara. Nenek xie bersemangat lagi dan menceritakan ulang apa yang dikatakan oleh yanyan padanya.


Beberapa penjual yang memang ada di sekeliling area juga sudah mendengar apa yang terjadi sejak awal. Mereka menggangguk dan berani menjadi saksi jika hal itu memang benar adanya.


"kamerad saya tidak tahu kamu siapa.Tapi melihat perilakumu yang tidak sopan lebih baik tidak berjualan saja .Bagaimana bisa menarik pelanggan jika sikapmu terlalu arogan seperti ini"kata pria berkacamata yang juga risih mendengarnya .Ada wanita cantik tapi sebenarnya memiliki hati iblis


Penampilan Yanyan saat ini begitu modis dan sangat bagus di atas rata-rata.Jika ini di tahun 2020 mungkin dia bisa saja menjadi selebritis online.


Memiliki kulit seputih salju dan bibir yang merah menyala secara alami.Jika dia tersenyum maka senyumnya bisa menaklukkan pria manapun yang dia suka. Mungkin ini adalah keuntungan dari sosok pahlawan wanita yang tentu saja memiliki postur yang lebih baik dari wanita manapun.


Baili sendiri tidak mungkin mengalahkannya dalam hal penampilan.


Baili sendiri memiliki sosok baik hanya karena dia sering merawat tubuh dari berbagai bahan kosmetik modern .Namun begitu dia tidak bisa menyembunyikan bentuk wajahnya yang memang sudah dari lahir.


Singkatnya dengan produk modern dia hanya bisa memutihkan dan meremajakan kulitnya saja.Baili tidak bisa membuat matanya yang memang sedikit kecil menjadi besar.


Tapi sosok Yanyan ini memang sudah cantik dari lahirnya dan itu adalah sesuatu yang khusus dia dapatkan sebagai pemeran utama di sebuah novel.


Selain tinggi dan berkulit putih dia bahkan memiliki bentuk hidung yang bagus dengan mata besar sedikit berair. Namun kulit putihnya sedikit memudar dari sebelumnya.Karena lingkaran cahaya sebagai pemeran utama sebuah novel sudah sedikit berkurang dari aslinya.


Tapi jika dia berdiri bersama baili anda tentu akan melihat celahnya di sini.Bagaimana baili sendiri tidak bisa menandingi keindahannya sebagai wanita.


Jika anda berasal dari pedesaan, Anda akan melihat sosok seperti Yanyan ini dikatakan sebagai kakak peri yang turun dari langit.


Tapi sayang sekali di Beijing tidak kekurangan wanita cantik sama sekali. Yanyan di sini hanya bisa disebutkan sebagai penampilan rata-rata.


Sejak tiba di Beijing Yanyan sangat jarang mendengar kata-kata pujian untuk dirinya lagi.Mungkin itu adalah salah satu alasannya.


Itulah sebabnya ketika pria berkacamata mengatakan dia adalah gadis cantik.Tidak ayal membuat yanyan ini tersipu malu .Di telinganya yanyan hanya mendengar kata "cantik" tapi tidak bisa mendengar sisa perkataannya.


Melihat senyum malu-malu Yanyan ini, semua orang mendadak heran dan berpikir buruk tentang yanyan.


Dalam benak masing-masing mereka hanya berpikir tentang Rubah menggoda.


Nenek xie juga merasakan alarm secara tiba-tiba. Jadi dia menghitung mundur dan menarik pria berkacamata untuk pergi.


"Nenek tapi...


"aku tidak akan membelinya lagi Mari kita lihat warung yang lain"kata wanita tua itu buru-buru.


baru setelah mereka pergi Iyan Iyan lagi-lagi tercengang dia baru menyadari kesalahan yang sudah dia buat.Setelah berjam-jam dia menunggu pelanggan datang. Akhirnya pelanggan datang tapi dia mengusirnya dengan cara ekstrem.


Yang paling ditakuti adalah beberapa orang yang lewat melihat kejadian ini. Mereka tentu tidak ingin lagi mampir ke warungnya lagi.


Ini bisa di katakan melempar batu terkena kaki sendiri.

__ADS_1


__ADS_2