Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
shopping time


__ADS_3

Semua mata memandang Baili dengan hati hati.Kali ini Baili adalah bos nya.


"Bai yan, bagi meja dan menurut kepala.Begitu juga dengan mangkok dan sumpit.Ohh berapa banyak lemari ,apa cukup?


Ada juga dua ranjang patah ,karena tidak cukup di bagi.Baili ingin mengganti milik nya dan milik ibu tua Itu.


Baiyan dan bai jiahui bengkit mengeluarkan.meja dan kursi sesuai instruksi Baili.


Tapi kakak ipar tidak sabar, mereka takut yang terbaik tidak sampai ke rumah nya.Jadi semua orang bergerak cepat.


Meraih apapun yang mereka anggap bagus.


Suaranya begitu heboh, apalagi warga desa ada yang datang untuk melihat kesenangan ini.


"Yang kanan itu bagus,zizi cepat,hem yang kanan untuk mu,oke niuniu yang itu ,ya bagus itu untuk mu , singkirkan cepat "kata kakak ipar ke dua oada anak-anak nya.


Kakak ipar pertama tidak mau kalah.


Dia tidak memilih yang Bagus melainkan yang paling sedikit cacat nya .Barang yang dia suka ,di tarik ke pinggir dulu.


Tapi mulut nya memberikan perintah tanpa henti.


" Tuan , tolong tarik meja ini, anak-anak sudah besar.Ayo ambil yang ini dulu.Meja makan harus yang besar juga.Tolong bantu,huihui ini berat,ayo bantu ibu " katanya.


Ini cukup menarik, suaranya seperti pasar ikan saja.Padahal barang ini cukup kok.Malahan Baili sudah memperkirakan jatah kakak perempuan nya juga.


Ayah dan ibu tua Bai, tidak bisa membantu tapi tertawa lebar dengan hiruk pikuk ini.


"Bibi sudah siap"kata Bai Yan dengan keras.Hanya mengambil meja makan dan kursi saja sudah bikin heboh sedesa.


"Sudah?oke bawa pulang dulu ke rumah kalian.Sisa nya letakkan di gudang bibi yang baru oke "kata Baili.


Dalam keluarga bai,dua keponakan ini sudah cukup besar untuk menikah begitu juga dengan keponakan perempuan dari kamar pertama.


Yah keponakan perempuan saya sangat pemalu,lihat saja dia tidak berpatisipasi dalam berbagi harta karun . Hanya berdiri di pinggir dengan kakek dan nenek nya.


Anak baik.


Enak banget jadi tetua di era ini.


Keponakan juga pada nurut.Enteng rasanya hati, bagus bagus.


Setelah semua di singkirkan, sekarang ada lemari pakaian juga.Tapi tidak cukup bagian.


"Lemari pakaian hitung dengan wanita saja, Ohh jangan lupa dengan kakak tertua juga.Barang bisa di kirim lain hari"


Di kamar pertama,ada dua wanita.Kakak ipar dan keponakan perempuan.Jadi dia dapat dua lemari.


Di kamar kedua, juga ada dua wanita,kakak ipar dan niuniu.Mereka juga dapat dua.


Tapi kakak perempuan punya dua anak perempuan jadi dia berhak dapat tiga lemari sekaligus.


Baili hanya menunggu sisanya saja,dia tidak menyukai model nya yang jadul.


"Sekarang hitung mangkok perkepala tapi tambah kan tiga untuk satu keluarga.Begitu juga dengan sumpit nya.Panci ada tiga set,satu set ada satu besar satu kecil dengan dua wajan cembung satu wajan datar. Ambil satu set untuk satu keluarga "


"Lili,bibi pengen beli tapi berapa harga nya?" tanya bibi Wang yang sudah kama di sudut.


Dia pikir akan ada kericuhan yang menyenangkan tapi itu semua tidak terjadi pada keluarga bai.


Bahkan anak perempuan yang sudah menikah saja dapat juga,aneh tapi tidak ada yang ribut.


"Oh bibi ku sayang,ini aku beli karena kasih sayang ku pada semuanya.Aku membeli ini di pasar gelap.Satu set harus Rp100 tanpa tiket.Cukup mahal, tapi aku puas"


Bibi Wang langsung mundur dan mengutuk Baili lagi didalam hatinya, pemborosan uang.


"Hei sepupu tua, kalian bisa miskin jika gadis ini yang mengurus uang di rumah, pemborosan besar"


Ibu tua tau jika panci ini di dapat secara gratis, putri nya hanya mencari alasan yang sah untuk memberikan pada anak anak nya yang lain.Kenapa dia harus marah.


"Biarkan saja, yang penting lili senang, hehehehe"


"Bodoh" Rungut bibi Wang.


Yang paling senang dapat panci tentu saja dua kakak ipar itu.Mereka memakai nya beberapa hari ini.


Aneh saja tapi semua masakan cepat matang dan rasanya lebih lezat.


Mana mereka tau jika ini adalah kitchen set modern.


Baili memilih set yang mendekati model era 70an. Harus berwarna hitam.Tutup nya juga harus mirip tanpa penutup kaca.Ada juga panci batu yang biasa di temukan di restoran bintang lima.


Sayangnya panci panci ini akan di pakai dengan kayu bakar.Uuh Baili ingin bawa kompor gas juga tapi akan aneh jadi nya.


Nah sekarang tinggal beberapa vas jelek di tanah .Tidak ada yang mau ini, tapi baili menginginkan nya.


Setelah vas di singkirkan,maka tinggal bahan-bahan makanan dengan daging segar.

__ADS_1


Kakak ipar pasti ingin bertanya apa ini akan di bagikan juga.


"Oke bagi empat, semuanya rata jangan ada yang kurang"


"Tapi lili, kakak perempuan ..."


"Tidak,aku ingin dia dapat juga.Bukan kah dia juga perlu wajah di rumah suaminya ?" baili tau kakak iparnya ini menolak jatah untuk kakak perempuan.


Ayah dan ibu tua mengelus dadanya.Untung saja sudah di pisah dan baili berkuasa jika tidak pembagian seperti ini tidak akan aman


"Ohh oke" katanya agak kecewa tapi dia masih bersyukur dapat barang barang gratis.


Dengan cepat, semua hal di bagi dengan empat bagian yang sama.


Bagian kakak tertua di simpan di gudang yang baru.


Setelah pembagian ini,dia kakak ipar sibuk mengatur barang-barang di rumah masing-masing.


Baili tidak peduli dengan itu dia hanya meminta semua keponakan membantunya membersihkan beberapa hal di rumah, dia terlalu capek untuk melakukan itu sendiri.


Sebagai imbalan nya dia masih memiliki sekantong besar roti kukus isi daging yang harum.


Zizi dan niuniu paling cepat, mereka serakah dengan daging itu.


"Oke bantu nenek nanti ada dua untuk siapapun yang membantu"


t6idak masalah untuk dua keponakan kecil tapi tiga keponakan besar yang mendengar. Mereka juga pasti menginginkan itu.Tapi cukup malu jika itu terlihat begitu jelas.


Apalagi bibi kecil juga sudah membagikan daging pada keluarga mereka, tidak mungkin masih berharap hal baik seperti roti isi daging lagi.


"Yanyan , pandu adik adik mu membantu merapikan semua nya.


Malam ini kalian makan di sini"kata baili.


"Ehh kakak tertua,aku ketemu lu Sinan di jalan,dia bilang kerjasama kita sudah di setujui dari atas.Ini akan resmi tidak lama lagi.Jadi mari kita rayakan dengan makan besar , bagaimana?"


"Lu sihan,apa pria yang beli jam?"


"Hem, kupikir aku akan dapat gaji tetap setiap bulan.Tapi harus pergi keluar untuk mengumpulkan banyak barang.Dan gudang di perlukan secepat "


"Gaji,apa seperti mangkok besi di pabrik?"


"Ku pikir begitu tapi masih belum jelas.Tapi untuk barter sudah bisa di mulai sekarang.Dia mengirim kan beberapa daftar rutin setiap bulan"


"Ohh Banyak sekali,apa kau sanggup melakukan ini?"Bai you dikira dikecilin ini jarang sekali pergi keluar dari desa sekali keluar dia sudah menghasilkan beberapa uang tambahan yang tidak pernah mereka hasilkan dalam beberapa tahun.


"Tentu saja,aku juga menghubungi teman sekelas ku untuk kerjasama jangka panjang.Selagi barang di sediakan gaji ku pasti di bayar setiap kali pengiriman barang " kata Baili, di mana baili bisa menemukan teman sekelas yang dipikirkan ini hanyalah untuk penutup saja.


"Lili apa berang dari desa lain bisa di hitung juga?" tanah he lanlan.


Dia juga memiliki keluarga kelahirannya desa sebelah. Alangkah bagusnya jika kabar ini juga bisa membuat wajah untuk keluarga kelahirannya.


"Tentu saja,aku akan membuat catatan yang jelas untuk itu. Hem seperti daftar harga.Misalnya sepuluh telur di hargai Lima belas sen,nanti bisa di tukar dengan sesuatu dengan harga yang sama" dia pasti menempelkan daftar harga yang tidak akan menyesatkan banyak orang.


"Apa ada tiketnya juga?"Tanya kakak ipar lagi. Di era ini tiket sama pentingnya dengan uang. Tidak ada artinya jika ada uang tapi anda tidak memiliki tiket .Begitu juga sebaliknya.


"Bisa,ini cukup kok"


"Oke lili pergi istirahat, biarkan kami yang membereskan ini" kata kakak ipar ke dua.


Baili hanya bisa tersenyum dan berlalu pergi.


Tidak ada kekurangan bumbu di dapur saat ini . Jadi dua kakak ipar pasti akan melakukan hal yang terbaik. Apalagi malam ini bahan-bahan nya berasal dari rumah Baili.


Jatah mereka tidak berkurang sedikit pun.


Baili juga ingin melihat ke Supermarket.Melihat barang barang apa saja yang dia dapatkan hari ini.


Begitu kamar di kunci,baili langsung pergi ke supermarket online shop susu.


Kali kali ini Baili sedikit lega melihat ruangannya sekarang sudah kosong.


Hanya meninggalkan beberapa barang penting untuk dirinya sendiri. Seperti kotak mie instan dan kompor portable nya.


Tapi daging babi hutan itu masih berada di sana duduk sendirian dalam kondisi segar.


Tapi itu tidak akan lama kok.


Segera saja Baili masuk dan pergi ke area di situs jual beli atas namanya.


Baili sudah meletakkan beberapa kartun perangko di rak penjualan.


Kotak perhiasan belum di simpan di sana.


Secara tak terduga semua perangko di rak penjualan hilang secara misterius.


Dengan gugup baili segera menelusuri akun yang dia miliki.Tertulis dengan jelas, online shop susu membeli semua keseluruhan perangko tersebut.

__ADS_1


Produk di beli oleh online shop susu.


Harga beli dua triliun rupiah.


Tukar atau tidak


Melihat dua triliun rupiah itu, baili merasa ingin pingsan di tempat.Ini hanya perangko say,.pe....rang...ko.


Baili segera memutuskan untuk menukar nya setengah dan membiarkannya setengah .Ini memudahkan dia untuk membeli barang-barang secara online.


Segera saja satu triliun ditukar menjadi uang tahun 70-an. ketika baili melirik akun lama dia melihat tulisan yang tidak bisa di percaya sama sekali.


Rp 1.500.000.


Lagi-lagi Baili ingin pingsan di tempat jika tidak dia akan muntah darah.


Bayangkan saja satu triliun menjadi satu juta setengah. Bagaimana Baili tidak akan menangis melihat ini.


Tapi jika di pikir lagi.


Keluarga dengan tabungan Rp100.000 saha sudah di anggap kaya di era ini.Apalagi jika ini menyangkut Rp1.500.000.


Banyak hal yang bisa di beli dengan uang sejumlah ini.Lagi pula Baili menangkap perangko sambil jalan.


Dia juga tidak rugi rugi amat.


"Oke , let's go shopping"pekik nya prustasi.


Baili berjalan keliling supermarket yang sebenarnya adalah para penjual online misterius.


Tujuan baili adalah peralatan tidur. Punggungnya sakit setiap kali dia tidur di ranjang yang keras itu.


Ada satu layar khusus untuk pencarian online susu member.


Baili menulis.


Set ranjang singel..... 1


Jam besar .....1


Selimut listrik jumbo


Polos warna biru .....2


Bantal kesehatan .....3


Mesin tanam padi


Manual ......3


Bir ginseng ......3


Segera saja layar menampilkan beberapa toko yang di rekomendasikan untuk hal hal di atas.


Baili memilih lagi.


Satu toko online untuk semua hal di atas.Nama tokonya...


Makmur online.


Dia hanya perantara jadi perlu beberapa saat untuk konfirmasi barang.


Baili tidak peduli,dia jalan jalan lagi ke sekitar supermarket.Ada begitu banyak hal yang menarik tapi bisa kapan kapan kan.


Cuci mata begini juga asyik.


Tidak lana kemudian pihak makmur online segera konfirmasi.


Harga nya lumayan murah.


Rp 300,000,000 plus Rp8.000.000.


Segera saja barang barang Itu sudah ada di ruang tunggunya.


Baili tidak sabar untuk memeluk ranjang empuk.


" hem aku kangen hahahaha,bobok dulu ah"


Baili menyusun semua yang dia dapatkan tanpa berlari. Letakkan jam besar di atas ranjang.


Selimut listrik untuk ibu tua itu agar hangat di musim dingin.Ginsemg mari kita simpan,siapa tahu ada yang minat kan.


Setelah menyelesaikan semua nya Baili berbaring menatap langit-langit ruang tunggu nya dengan puas.


Gratis itu enak tapi bisa belanja nyata lebih enak lagi.


Kayak Sultan woi...

__ADS_1


__ADS_2