
Setelah kejadian hari itu Ran Shadong belajar jika pernikahan membutuhkan komitmen yang tinggi.
Begitu juga dengan Baili yang berpikir mereka akan hidup bersama sampai tua.
Jadi dia mengikut sertakan Ran Shadong atas segala permasalahan yang dia punya.
Ran shadong pula hanya akan bergerak jika di minta.Dia juga berusaha untuk berbicara terlebih dulu sebelum membuat keputusan.
Sebenarnya perlakuan seperti ini tidak diterapkan di tahun 70-an. Sangat aneh dan rasanya metode ini masih baru bagi Ran shadong tentunya.
Tapi secara bertahap Ran Shadong juga menikmati perlakuan seperti ini dan dia sebenarnya cukup nyaman dengan itu.
Sekarang pinggang dan sarung sudah cukup kuat untuk dia bolak-balik dari desa ke kota dengan menggunakan sepeda Phoenix.
Jadi dia tidak lagi bermalam di stasiun daur ulang sampah melainkan kembali ke desa setiap harinya.
Baili tidak pernah bertanya tentang masalah ini .Tapi dia juga tidak akan pernah berpikir jika sekarang serigala yang berada di tempat tidurnya sudah mulai tumbuh gigi.
Yang jelas Ran shadong selalu tidak akan membiarkan baili bebas ketika mereka sedang berduaan.
Ran Shadong hanya sedang mengasah giginya agar bisa nyaman untuk makan daging angsa bertelur emas.
Tanpa sadar mereka berdua akur dan usaha kain rusak Baili mulai terlihat hasilnya.
Satu minggu kemudian setelah pengiriman barang jadi ,ini adalah pembayaran pertama Baili dari militer.
Gulungan besar kain rusak dari berbagai tipe kain yang berbeda segera tiba dengan selisih Rp 800 berikut dengan puluhan tipe tiket.
Wisma yang di sewakan oleh Ran Shadong pada kepala desa juga sudah di gunakan.
Empat pekerja yang di rekrut dua di antaranya adalah warga desa sendiri.Dua yang lain adalah pensiunan militer dan pengaturan ini tidak memiliki perdebatan lagi di antara suami istri.
Sekitar jam 10.00 pagi sebuah lima buah mobil militer datang dengan dua traktor besar. Masing-masing membawa banyak kain dengan jumlah dan motif yang berbeda.
Semua warga sudah mengetahui jika hari ini akan datang kain baru untuk dibuat sebagai bahan jadi.
mereka sangat merasakan manfaat tokoh pertukaran ini namun ketika mendengar tokoh sudah diambil oleh-oleh militer mereka juga sedikit kecewa.
Kabar baiknya Baili tidak akan berhenti menerima pertukaran barang yang datang ke pintu. Namun mereka tidak lagi akan pergi dari desa ke desa.
Penduduk desa sekarang sedang mengerjakan lahan baru di ladang. Mereka tetap mengejar poin namun begitu ada rasa iri dengan orang-orang yang dipekerjakan di bawah sayap Baili.
katanya tidak dibayar tapi nyatanya mereka masih mendapatkan makan 3 kali sehari itu pun dengan porsi yang mewah.
Pengerjaan di bidang kain yang rusak tentu saja berimbas pada pekerja nya yang justru akan mendapat pilihan pertama seandainya mereka membutuhkan kain.
meskipun Mbak ini sudah berjanji pada pihak militer dan pabrik kain dia tidak akan membuat pakaian jadi namun begitu dirinya tetap memperlakukan pekerjaannya dengan membuat baju dengan sebutan baju seragam.
Semua pekerjanya memiliki baju dan model yang sama. pada tahun 70-an banyak berdirinya pabrik tapi mereka tidak menetapkan tentang masalah baju seragam.
jadi apa yang dilakukan oleh bayi sebenarnya masih ide yang baru untuk warga tahun ini.
meskipun itu adalah baju seragam untuk mengenali jika mereka bekerja di bawah sayap by Li namun anda perlu ingat jika tahun ini penduduk desa sangat kesulitan untuk mengganti pakaian baru.
sekarang pekerja berhak mendapatkan dua pasang baju seragam yang bisa di gonta-ganti menurut hari.
bukankah hal ini sudah dikatakan bagus dan menjadi buah bibir di setiap pembicaraan warga.
sekarang ada lagi bahan kain baru yang akan masuk. ini juga merupakan uang tambahan untuk penduduk desa yang mengambil alih pekerjaan mengisi kapas untuk boneka.
kabar yang berhembus katanya satu buah boneka harganya bisa mencapai 50 sen tergantung mode.
meskipun modenya cukup bagus dan menarik namun penduduk tidak menginginkannya sama sekali.
dengan 50 sen banyak hal yang bisa dibeli boneka hanyalah sesuatu yang untuk dimainkan oleh anak-anak.
setidaknya mereka berpikir demikian namun siapa sangka produk yang diremehkan ini sebenarnya menghasilkan lebih banyak uang daripada banyak pabrik yang sekarang dibuka.
yang paling mengetahui tentang keuntungan bersih tentu saja guanru yang bertugas untuk mencatat.
mungkin jika produk ini dipasarkan di satu daerah keuntungannya akan tipis namun sekarang kondisinya terbalik Ada begitu banyak toko yang dibuka di berbagai kota apalagi dengan dukungan dari militer maka semuanya menjadi berkembang dan sekarang produk ini sedang laris Manis.
tahun 76 ini reformasi dan keterbukaan belum terjadi dengan begitu tidak ada yang akan meniru produk ini secara santai.
hukuman untuk melakukan jual tindakan jual beli atas nama pribadi jelas adalah spekulasi dan tidak ada yang ingin menggadaikan hidup mereka hanya demi beberapa sen yang dihasilkan dengan menjual boneka buatan sendiri.
katanya toko pertukaran sudah diambil alih jadi 6 pekerja laki-laki di bawah sayap Bali sudah ditarik.
__ADS_1
ale-ale pergi dari desa ke desa mereka memulainya hari ini dengan bekerja langsung memproduksi barang-barang jadi.
sebenarnya tugas ini lebih masuk akal karena dan diterima karena pekerjaan masih di desa sendiri dan mereka tidak perlu berlari jauh sepanjang hari.
Namun begitu karena prosesnya bersifat massal jadi para pekerja ini diatur ulang dan mereka perlu digaji alih-alih dihitung per item.
Setiap satu pekerja akan digaji sebanyak 150 dan tentu saja dengan tiga kali makan.
Tapi itu akan di-review ulang jika produk ini mendapatkan keuntungan di akhir tahun.
Rp 150 memang tidak banyak namun bagaimana jika anda makan tidak dihitung dengan biaya makan.
Ditambah mereka bekerja sebagai pasangan ,150 menjadi rp300 per bulannya.
Jadi sebenarnya ini tidak buruk sama sekali.
Orang yang menyambut barang-barang ini tentu saja guandu sebagai seseorang yang mencatat.
Berkat sepeda modifikasi yang dibuat secara khusus, dirinya bisa datang dan kembali tepat waktu ke rumahnya setiap hari.
Dia sangat menyukai bekerja seperti ini dan tentu saja kedatangan kain-kain baru ini disambutnya dengan antusias.
"kawan Guan tidak disangka kita bisa bertemu di sini apa kabarmu?"tanya seorang prajurit yang menggiring barang-barang itu datang.
Kebetulan sekali dia adalah kolega lama dari guan ru.
"aku baik dan sekarang bekerja di sini senang bertemu denganmu lagi"
Mereka berdua sebenarnya ingin berbicara banyak. Namun pekerjaan masih menunggu dan tidak etis rasanya membiarkan pekerjaan ini tertunda.
Selain guan ru ada dua lagi mantan militer yang dipekerjakan sebagai security atau keamanan. Sekarang mereka juga senang karena mendapatkan pekerjaan dan berharap pekerjaan ini akan berkekalan sampai beberapa tahun mendatang.
Sementara itu Baili dan dan sadong juga menjamu tamu. Karena ini adalah pengiriman pertama tentu saja yang datang adalah pembesar wilayah.
Beberapa penduduk desa juga membantu memasukkan kain-kain itu ke gudang. Sebelum kain masuk tentu saja semua dicatat terlebih dulu.
Agar tidak terjadi iri dan dengki, orang yang membantu kain rusak ini masuk juga sudah dibentuk sebuah tim dari kepala desa.
Pada dasarnya mereka adalah kuli panggul.
Untuk urusan ini baili tidak ikut campur sama sekali. Semua diserahkan kepada kepala desa.
Meski begitu ini tidak dihitung sebagai poin melainkan uang keras. Banyak penduduk yang melamar posisi ini awalnya.
Barang tidak akan masuk setiap hari dan mereka masih bisa mengerjakan lahan untuk mengambil poin siapa yang tidak menginginkan posisi ini.
Hanya karena posisi kuli panggul orang-orang mulai berselisih dan ini membuat baili bingung. Inilah yang membuat kentang panas ini dilemparkan lagi pada kepala desa.
Siapapun yang ingin mendaftarkan diri laporkan saja kepala desa. Kepala desa juga perlu menyusun sendiri aturan mainnya.
Masalah ini membuat kepala desa lagi-lagi sakit kepala. Banyak wanita tua yang datang menangis.
Baili cuma bisa tertawa melihat kepala desa yang pusing mengatur penduduknya hanya karena posisi kuli panggul.
Entah bagaimana caranya kepala desa bisa merawat warga yang cerewet. Tapi pada akhirnya baili hanya bisa meraih bersihnya saja.
Di Baili juga sudah menetapkan harga yang akan didapatkan kuli panggul sesuai dengan barang yang datang.
Untuk seratus meter kain ada lima sen.
Kedengarannya 100 meter kain ini banyak dan upah nya sedikit tetapi sebenarnya tidak begitu merepotkan. Karena mobil dan traktor yang membawa kain tiba dan tepat di depan gudang.
Jadi posisi nya tidak terlalu jauh.
Hari ini kain yang tiba sebenarnya berjumlah 20,000 dan enam ratus meter.Ini artinya baili harus membayar kuli panggul sebesar
Rp 100 dan 30 sen.Yang setara dengan Rp 700,000 di tahun 2020.
Baili mempercaya kan ini pada Guan ru agar bekerja sama dengan sekretaris desa ketika saat nya membayar tagihan.
Untuk tidak mengganggu pekerjaan di ladang, tim kuli panggul di panggil hanya pada saat tenaga mereka diperlukan.
Jadi pekerjaanku di panggul ini sebenarnya tidak mengganggu pengambilan poin mereka.
Itulah yang membuat banyak penduduk desa yang melamar.
Lebih dari satu jam kemudian prajurit militer yang mengantarkan kain yang rusak pergi dengan membawa beberapa produk andalan baili sebagai hadiah.
__ADS_1
mereka tidak pergi dengan tangan kosong beberapa pengiriman dilakukan langsung pada tahap ini.
Jadi pengiriman kain yang rusak akan datang lagi untuk sesi berikutnya. Karena pada dasarnya bayi sudah membayar untuk dua sesi sekaligus.
Ran shadong juga tidak tinggal di desa. Dia langsung berangkat ke stasiun daur ulang sampah setelah iring-iringan mobil itu pergi.
"Kakak ipar, upah sudah dibayar dari ini rinciannya. ini adalah beberapa produk sampel yang saya ambil"kata Guan Ru.
Pria ini sebenarnya berinisiatif untuk mengambil beberapa sampel dari tiap item kain yang tiba. Baili sama sekali tidak pernah memintanya namun ini juga sangat bagus.
Dengan ini dia tidak perlu lagi masuk ke dalam untuk memeriksa.
langsung saja fokus dengan apa yang perlu dilakukan.
"Terima kasih"
" Besok kain dari pabrik kota cahaya akan datang juga apa juga di simpan di sini?" tanya nya.
Jika pengiriman kain dari militer harus ditukar dengan produk jadi.
Tapi kain rusak dari pabrik kain kota cahaya sebenarnya adalah gratis.
Menurut perkiraannya ini akan lebih menguntungkan daripada kain yang datang dari militer itu sendiri.
"Hem urus itu"kata Baili.
Dengan begitu banyak kain baili bingung harus dibuat menjadi apa.
Sejauh ini di belum punya ide bagus.
Sementara itu jauh di sana tepat nya di kawasan militer kota lama.Di mana Yanyan sang pahlawan wanita sedang duduk dengan uraian air mata.
Dia baru saja di katakan dan di ejek di muka umum dengan tuduhan ibu tiri yang tidak berperasaan.
Awalnya Yanyan berpikir dia akan bahagia dan anak-anak adalah bocah yang masuk akal.
Tapi siapa sangka sebenarnya menjadi ibu tiri itu tidak mudah.
Ini semua karena boneka yang sedang populer di kota. boneka ini tidak hanya datang dari berbagai model cantik untuk menarik minat lesbian kecil.
Tapi juga datang dengan bentuk mobil cantik. Sebenarnya ini adalah miniatur dari mobil Tayo.
Agar sesuai dengan estetika zaman, Baili juga membuatnya menjadi bentuk mobil militer.
Banyak anak-anak di militer yang memilikinya dan mereka sering pamer pada anak tiri yanyan.
Jika semua anak memilikinya kenapa mereka tidak.
Masalahnya adalah keuangan. anak-anak tidak tahu mereka hanya tahu makan dan minum seharian. Tapi sebenarnya gaji militer itu tidak banyak.
Jika mereka tidak berhemat kemungkinan besar mereka tidak bisa makan menunggu gaji selanjutnya turun.
Anak-anak nakal ini selalu mengotori baju.Akibatnya pakaian juga sering lebih cepat lusuh daripada anak-anak yang lain.
Untuk menjaga wajahnya, dia berusaha membelikan mereka pakaian baru setiap dua bulan sekali.
Tapi anak-anak masih belum puas. Mereka selalu mencari masalah dan melaporkannya pada Jiang Yuan tiga pria itu kembali dari bertugas.
Berkat pelaporan itu Yanyan mengalami masalah serius pada hubungannya dengan suami.
Tentu saja Yanyan memiliki jari emas untuk menutupi kekurangan harian. Tapi tinggal di kompleks militer sebenarnya memiliki banyak kekurangan yang tidak pernah diduga.
Sejak datang ke kompleks militer ini sebenarnya pahlawan wanita tidak pernah keluar dari wilayah militer.
Dia terlalu disibukkan dengan urusan anak-anak sepanjang hari.
Jika pun pergi ke departemen store, itu hanya ketika gaji turun setelah itu dia tidak keluar lagi untuk mencari pasar gelap.
Sekarang populernya boneka dengan bentuk mobil militer membuat 3 anak jadi menginginkannya.
Harganya adalah rp100 jadi nyanyian hanya membelikan satu berharap mereka akan bergantian memainkannya.
Tapi siapa sangka ini adalah awal dari penderitaannya. Sepanjang jalan tiga anak itu memarahi dan memakinya tanpa ampun.
Mereka bahkan tidak memikirkan rasa malu yang akan didapatnya akibat hinaan itu di depan umum.
Beberapa menantu perempuan yang ditempatkan di blok yang sama bahkan menudingnya secara terang-terangan sebagai ibu tiri yang tidak masuk akal.
__ADS_1
Tudingan demi tudingan itu membuat Yanyan jadi pusing dan dia pikir semuanya sudah berakhir.
Dia benci anak anak.