Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
122


__ADS_3

Di dalam kereta api, Jiang Yuan menatap menantu perempuan nya dengan wajah puas .


Yanyan melihat wajah Jiang Yuan juga dengan tatapan puas dan penuh pemujaan.


Dia berbaring ke ranjang nya, perjalanan ini akan lama dia harus menyimpan stamina.Anak kecil tadi menatap Yanyan dengan mata bodoh.


Tubuhnya begitu kurus dengan kulit hitam khas pedesaan.Dengan begini matanya terlihat lebih besar dari aslinya.


Mungkin saja dia baru berusia lima tahun,jadi dia masih takut pada orang yang baru di lihat nya.Tapi dia tidak bersembunyi lagi di balik tubuh sang nenek.


Dengan Yanyan tidak ada rasa takut seperti yang dia rasakan pada Jiang Yuan yang memakai seragam militer.


Dia menatap Yanyan dengan rasa ingin tahu.Matanya tertuju pada kantong Yanyan.Dia pikir Yanyan akan seperti Jiang Yuan yang akan memberikan permen enak padanya.


Tapi tatapan mata nya malah membuat yanyan jijik.Dia membalik kan tubuh nya membelakangi pria kecil itu.


Pria kecil terlihat kecewa dan dia memeluk nenek nya dengan erat.


Siapa pun yang melihat ini tau, jika Yanyan tidak begitu suka dengan anak anak.Jiang Yuan yang ada di ranjang atas, tentu tidak melihat ini.


Hanya dengan sekilas wanita tua itu tau jika Yanyan tidak begitu ramah.


Jadi tidak ada pembicaraan lain di antara mereka.


Semua orang berusaha untuk tidur siang.Udara tidak bersirkulasi dengan baik.Tapi siapa yang bisa protes.


Dua jam kemudian Yanyan tidak tahan lagi dengan kondisi ini.Dia bangkit untuk pergi ke toilet.


"Mau kemana?"tanya Jiang Yuan di ranjang atas.


"Hem ke toilet"kata Yanyan.Jiang Yuan mengangguk setuju.Dia turun untuk mengantar kan Yanyan ke toilet.


Yanyan tidak bermaksud untuk buang air seperti yang di pikir kan tapi dia ingin istirahat sebentar di ruang angkasa.


Jika Jiang Yuan ikut serta, usahanya akan sia sia.Jadi dia berkata "tidak usah,aku bisa hehehe"


"Baik lah, hati hati" kata nya


"Hem"


Yanyan berjalan ke arah toilet , sulit untuk berjalan cepat.Semua tempat di penuhi dengan orang orang.Ada yang duduk ada yang berdiri.


Anak-anak tidak takut lelah, mereka malah berlarian untuk menghabiskan waktu di dalam kereta api.


Bruk...


Seorang anak menabrak yanyan saat sedang berlari.Dia meringis tapi tetap sopan meminta maaf. karena sudah meminta maaf saya kecilin berpikir ini tidak menjadi masalah dia langsung kabur setelah itu.


Tapi hal ini tidak kecil bagi yanyan. Dia tidak menyukai anak-anak kotor yang suka berlari. Hanya saja dia tidak bisa berteriak dan memukul anak itu di dalam kereta api.


Jadi yanyan menahannya dan cepat-cepat pergi ke toilet seperti yang dia inginkan.


Masuk di dalam toilet ,dia langsung kabur ke ruang angkasa .Di mana dirinya bisa beristirahat sejenak.


ini adalah dunianya di mana dia bisa melakukan apapun yang dia suka di sini.


Ada begitu banyak ayam dan telur yang berserakan di mana-mana. untungnya ya nian sudah bersiap sejak lama.


Di sini dia bisa bersantai sejenak berbaring di rerumputan dengan suara ayam yang berisik.


Kompor batubara berada di sisi lain. dengan kompor itu dia bisa leluasa memasak dan makan di ruang terbuka. Sangat nyaman dan tidak akan ada gangguan sama sekali.


Dia mengambil beberapa beberapa butir telur ayam dan merebusnya dengan air garam.


Menunggu telur rebus nya matang. Dia melepaskan pakaiannya dan memilih berendam di air sungai yang dingin.


Di luar cuaca juga dingin tapi di luar angkasa, tidak begitu dingin juga tidak begitu panas.Cuacanya selalu stabil.


Ketika berendam, yanyan menggigit sebutir apel merah.Di luar anda tidak mungkin makan apel. Apel adalah jenis buah yang sangat sulit di beli.


Mereka juga hanya ada pada musimnya. Tapi di luar angkasa Yan Yan memiliki banyak pohon buah-buahan yang tidak akan pernah habis di makan.

__ADS_1


Dia sudah mulai menjual buah-buahan ini di pasar gelap .Ini menghasilkan begitu banyak uang yang tidak pernah bisa dia pikirkan sebelumnya.


Hidup seperti inilah yang dia nanti-nantikan selama 2 kali kehidupan.


Puas berendam di sungai, telur yang direbus sudah matang. Agar lebih mudah dikupas dia merendamnya sedikit di air dingin.


Setelah mengupasnya sedikit nyanyian langsung makan telur rebus dalam tiga kali gigitan. Di sini ya nian makan empat butir telur sekaligus.


Sisanya disisihkan untuk dimakan bersama Jiang Yuan.Agar pria itu tidak curiga telur rebus diusahakan sudah lebih dingin dengan di rendam air sungai.


Di luar angkasa yanyan berlama-lama untuk mengemas telur ayam yang berserakan di tanah.Dia sendiri bingung mau di apakah telur sebanyak ini.


Jika telat mengambil nya, dua hari kemudian mereka akan jadi anak ayam dan seminggu setelah nya , meraka menjadi ayam dewasa yang siap bertelur lagi.


Siklus nya lebih cepat, sekarang pekerjaan mengutip telur di ruang angkasa bisa sangat melelahkan


Sangat disesalkan dirinya tidak tahu tentang pertukangan .Andai saja seseorang bisa masuk dan membangun kandang untuk ayam-ayam .Mungkin telur tidak akan berserakan seperti ini.


Tinggal di luar angkasa, ayam ini cukup besar dan aktif. Untung saja mereka masih patuh pada Yanyan sebagai pemilik luar angkasa. Jika tidak bagaimana dia bisa menangkap mereka untuk dijual atau dijadikan menu makan siang.


Merasa sudah bersemangat lagi akhirnya pahlawan wanita keluar dari toilet. Karena perbandingan waktu di luar angkasa, Yanyan baru saja menghabiskan 15 menit di dalam toilet.


Lalu lintas yang ramai di kereta api tidak membuat orang-orang berpikir gadis ini adalah orang yang sama masuk 15 menit yang lalu.


Setelah Yanyan masuk ,ada dua atau tiga orang lagi yang masuk ke dalam toilet. Mereka pasti tidak menemukan Yanyan di sana .Akan aneh jika ada orang yang menyadari ini.


Yanyan tidak mengganti pakaiannya tapi dia memakai pakaian yang sama seperti tadi.Ini dilakukan agar Jiang Yuan tidak curiga.


Tiba di kamar lagi yanyan mendapati pasangannya itu berbicara dan tertawa dengan wanita tua. Pria kecil yang kurus malah duduk nyaman di pangkuannya


Rasa takut yang ada saat pertama kali melihat Jiang Yuan tiba-tiba lenyap entah ke mana. Sekarang dia menganggap duduk di samping Jiang Yuan adalah lebih nyaman dibanding duduk bersama nenek tuanya.


"Sudah kembali?"tanya Jiang Yuan.


Kulitnya yang putih memancarkan cahaya lembut ditambah dengan pupil matanya yang hitam wanita mana yang tidak tertarik dengan pria gagah seperti ini.


Yanyan berpikir seperti itu ketika melihat Jiang Yuan lagi.Dia memerah mengingat dirinya sudah menikah dengan Jiang Yuan.


Jiang Yuan tentu saja tidak tahu jika menantu perempuannya ini baru saja selesai mandi. Itulah sebabnya dia terlihat lebih segar dari sebelumnya.


"Hem"kata yanyan singkat.


"Ayo Xiou wu, kemari"kata wanita tua itu. Tidak enak rasanya membiarkan cucu kecilnya tetap duduk di pangkuan jiang Yuan.


Ranjang yang mereka duduki adalah ranjang bawah di mana Yanyan berada sebelumnya.


Lagi pula nalurinya berkata nyanyian bukanlah gadis yang menyukai anak kecil.


Sebenarnya agak aneh aja.Di mulut Jiang Yuan sendiri, dia mendengar pria ini memiliki tiga anak di bawah umur yang semuanya adalah pribadi yang nakal.


Jika si gadis tidak menyukai anak kecil lalu kenapa dia justru menikahi pria yang jelas-jelas sudah memiliki tiga anak.


Apakah pernikahan ini adalah pernikahan paksa.


Di tahun ini pemerintah sudah mempopulerkan tentang pernikahan bebas. Seorang wanita atau pria, bebas menerima atau menolak calon pasangan yang direkomendasikan oleh orang tua atau Mak comblang.


Walaupun demikian di pedesaan masih banyak saja pernikahan dengan tradisi lama. Mereka menikah berdasarkan rekomendasi Mak comblang atau atas arahan keluarga yang bersangkutan.


Malah kasus tentang pernikahan anak masih senter terdengar di berbagai pelosok. Meskipun ada undang-undang yang berlaku tentang itu .Tapi biro keamanan publik tidak secanggih di tahun setelahnya.


Jika pihak keluarga tidak melapor dan mengizinkan pernikahan anak. Maka biro keamanan publik juga tidak bisa menarik pelakunya sesuka hati.


Melihat situasi yang ditampilkan oleh yanyan ini .Wanita tua yang sudah tua ini berpikir jika pernikahan mereka adalah pernikahan yang dipaksakan oleh orang tua alih-alih pernikahan bebas seperti yang diperintahkan oleh negara.


Sayang sekali gadis kecil ini terpaksa menjadi ibu tiri di usia yang masih begitu muda.


Pria kecil itu dengan patuh duduk di pangkuan neneknya lagi. Tapi matanya memandang ke arah janjian dengan tatapan tidak suka.


Nalurinya yang polos mengatakan jika yanyan tidak menyukai dirinya. Jadi dia juga akan melakukan hal yang sama.


Tapi Jiang Yuan menganggap perilaku anak itu sebagai perilaku yang imut.Di matanya anak-anak yang nakal adalah sesuatu yang normal .Apalagi jika ini menyangkut seorang pria.

__ADS_1


Jiang Yuan berdiri untuk memberi kan tempat bagi Yanyan untuk duduk.


Yanyan membuka tas nya,dia mengambil termos air panas.Ada teh di dalamnya.


Sebagai penutup ,dia menarik tiga butir telur rebus dari dalam tas.Orang tahu nya telur rebus di ambil dari dalam tas.Sebenar nya itu berasal dari luar angkasa.


Dia menyerah nya pada Jiang Yuan untuk alas perut.Jiang Yuan tidak tau apa saja yang di bawa oleh Yanyan ini di dalam tasnya.


Jadi dia tidak bertanya kenapa telur rebus nya ada di sana.Dia hanya mengupas nya dengan lancar.


Satu di berikan pada yanyan tentu saja.Yanyan menolak,dia sebenarnya ingin muntah melihat telor rebus.


Makan lah,akau belum lapar "kata yanyan.


melihat Yan yang tidak bercanda yang Juan juga tidak memaksa agar menantu perempuannya makan telur rebus.


Alih-alih mau makannya sendiri telur rebus itu diberikan pada pria kecil yang menyusut di belakang tunggu sang nenek.


"Xiou wu, Ayo lah,ini enak"katanya pada pria kecil.


siapapun tahu jika telur adalah sebuah komoditas yang mahal tahun ini merasa sadar diri wanita tua itu juga menolak dengan berkata jujur " anak ini terlalu lelah makan telur di rumah ayah nya.Ambillah dan makan sendiri ,pria besar perlu makan banyak untuk bertempur di garis depan"


"tidak apa-apa aku masih punya dua lagi. sudah di kupas juga,sayang jika tidak dimakan "kata Jiang Yuan yang lagi-lagi mengulurkan tangannya untuk pria kecil itu.


Siapa yang tidak ingin makan telur di tahun 70-an ini. Mungkin karena mencium bau amis telur pria kecil itu menelan air liurnya. Tapi dia masih menahan diri karena belum ada arahan dari wanita tua itu.


Yang jual lebih menyukai anak-anak seperti ini. Pemalu dan memiliki rasa pertahanan diri.


Dia meletakkan telur itu di pangkuan si kecil. Sebelum dia benar-benar mengambil telur itu matanya melirik pada Yanyan.


Dia jelas melihat mata yang niat yang melotot marah.Sudah capek-capek merebus telur tapi anak nakal yang mendapatkan keuntungan lebih. Bagaimana dia tidak marah dengan ini.


Setelah mengalami kehidupan yang buruk di kehidupan sebelumnya. Yanyan jadi memandang rendah orang-orang pedesaan.


Dia dulu hidup dalam kondisi seperti ini dan membenci orang-orang yang memiliki hidup serupa.


Jauh di dalam hati dia makin bertekad tidak akan menempuh hidup yang sama lagi.


Pria kecil itu memandang takut pada mata yanyan yang melotot.


Tapi dia tidak bisa menahan godaan telur rebus dengan bau amis yang khas.


Buru-buru dia meringkuk di sudut paling dalam ranjangnya. Takut dimintai kembali dia menggigit telur itu dengan nikmat.


Saat yang berbalik ,dia hanya bisa melihat wajah Yanyan yang penuh kasih.Sama sekali tidak melihat wajah jelek yang dilihat oleh pria kecil tadi.


"terima kasih kak Maret aku akan mengganti telur mu nanti "kata wanita tua itu.


"tidak apa-apa, ini hanya anak-anak,aku punya tiga di rumah, jadi sudah biasa hehehe" kata Jiang Yuan.


Nenek tua itu ingin mengatakan beberapa patah lagi tapi tidak nyaman melihat perubahan raut wajah menantu perempuan Jiang Yuan yang sempat dia lihat.


Gadis itu pintar merubah wajahnya satu detik sebelum Jiang Yuan berpaling.


Seorang pria baik bertalenta pula namun sayang sekali memiliki menantu perempuan yang tidak bisa diandalkan, begitulah pikirnya kira-kira.


Yanyan di depan Jiang Yuan ,sepatuh anak kucing.Dia sangat lembut tapi sebenarnya keras di dalam.


Yanyan mengambil teh dan menyerah kan nya pada Jiang Yuan.Teh hangat sangat cocok di minum saat cuaca dingin seperti ini.


Di tambah dengan telur rebus yang bisa membuat mu kenyang lebih lama.


"Makasih ya menantu perempuan"kata Jiang Yuan.


"Hem"dia berkata begitu seraya menunduk malu. di dalam hati dia tertawa dan mengutuk Bibi kecil. Semoga dia menderita seumur hidup.


Suami yang membuat dia bahagia dan bergelimang harta di kehidupan sebelumnya . Sekarang adalah milik dari Xi Yanyan.


"Hatci..."


"Lili,ada apa?" tanya ibu baili melihat Baili bersin.

__ADS_1


"Ada yang kangen bu"kata Baili. baili yang tidak tahu dirinya sedang dikutuk,malah tertawa renyah menganggap ini hanyalah karena cuaca dingin.


__ADS_2