
Untuk pertama kalinya, suasana sarapan kali ini tidak sekacau biasanya.
Karena ada nya perpisahan,hanya ada tiga orang di meja saat ini.Baili tidak sempat masak untuk sarapan.
Bukan tidak sempat tapi dia benar-benar melupakan ini.
Tidak mau ayah dan ibunya terlambat ke ladang, baili hanya menarik enam bungkus mie instan dan menyajikan nya dengan acar lobak putih yang sedikit asam.
Untungnya bubur ubi jalar tadi makam masih ada satu panci.
Orang tua itu tidak berkata apa-apa melihat sajian di meja.Baili pikir dia akan di marahi tapi tidak ada yang terjadi.
Mie instan di tahun 70 an di anggap barang mewah bukan junk food.Ini lah sebab nya dua orang tua belum makan sarapan nya melainkan hanya menatap mie goreng rasa ayam kecap di di depan nya.
Baili yang tidak tau mengira mereka marah dengan junk food ini.
"Ibu..ayah aku lupa jika kita sudah pisah jadi hanya ini yang bisa akau masak dengan cepat "kata Baili dengan rasa bersalahnya.
"Lili..apa kau mengambil ini di rumah dewa?" tanya ayah nya dengan gugup.
Anda harus tau kenapa orang tua ini gugup.Harga sebungkus mie instan mengejar harga sekilo beras patah.
Warga desa mana yang mau membeli nya dengan santai.
Sekarang baili memasak enam bungkus sekaligus sebagai sarapan pagi.
Ya gugup lah orang tua itu.
"Hemm aku menimbun nya di sana. Ada begitu banyak sehingga aku muak dengan ini.Hah , mereka datang dengan berbagai macam rasa ayah tau.Ayo makan jika ayah suka aku akan masak ini lagi kapan saja"
Baili meminta orang tua nya makan dengan cepat.Dia tau hati mereka jafi di berkata lagi.
"Aku akan cari alasan bagus agar kakak lelaki merasakan ini,tenang saja"
Setelah Baili mengatakan ini, keduanya langsung makan dengan gembira.Bagi orang yang pertama kali nya makan makanan seperti ini,ini di katakan enak nya selangit.
Tapi bagi Baili ini tentu biasa biasa saja.
Tak lama kemudian , orang tua selesai makan dengan perut penuh.
Baili mengirimkan segelas susu lansia pada mereka berdua.
Mereka sudah sering.Minum ini sebelum tidur malam.
Tapi setelah keluarga berpisah, tentu saja mereka bebas minum kapan saja.
Setelah mengunci pintu, ketiga nya bergegas pergi ke ladang.Hari ini ada tugas penanaman kolektif.
Seperti biasa nya, semua orang berkumpul di satu tempat untuk mengambil tugas yang akan di catat oleh pencatat gol.
Pekerjaan Baili belum berubah,dia hanya ingin tau di mana keluarga nya di letakkan hari ini.Apa mereka masih bergabung atau tidak.
Satu bendera di hitung sebagai sepuluh poin,mereka ada sembilan pekerja.Ini bagus jika masih satu keluarga.
Tapi setelah berpisah masih harus dihitung dengan cara berbeda lagi.
Dulu dengan bendera, semua poin masih masuk di kantong ibu tua baili.
Sekarang berpisah jadi satu keluarga harus dihitung dengan satu keluarga.
Untuk ini seharusnya lebih baik ambil hitungan centimeter saja.Untuk mendapatkan satu centimeter kadang perlu mendapat kan dua hari atau lebih.
Wanita akan di hitung dengan enam poin dan pria memiliki delapan poin.Jadi tugas pria dan wanita itu berbeda.Wanita kan di atur untuk pekerjaan yang relatif mudah.Seperti menanam bibit jika musim panen seperti ini.
Pria pula akan pergi melakukan hal yang lebih berat seperti membawa bibit tersebut ke ladang dengan cara di pikul.
Nanti jika musim panas ladang kering maka pekerjaan delapan centimeter adalah memikul air yang akan di curah ke ladang agar ladang tidak terlalu kering.
Ada juga beberapa wanita yang ditugaskan untuk mengirim air minum pada para pekerja yang di anggap sebagai dua poin sehari.
Tidak peduli betapa banyak air minum yang anda bawa.
Ada garis yang memisahkan satu centimeter ini.Jika patner kerja mu tidak main main, mungkin akan mudah.
Tidak lama menunggu Kapten tim tiba dengan pencetak gol.Sebelum nya kapten tim memberikan kata semangat pada semua orang.
Baru setelah itu satu persatu orang yang antri di beri tugas nya masing-masing.
Di sini pekerjaan ini kolektif dan bersikap suka rela.Jika anda suka ,antri tapi jika tidak suka maka tidak poin yang di terima di musim panen.
Seperti baili dia di tetapkan sebagai tim mencari rumput makanan babi.Ini juga sebenarnya tidak mudah.
__ADS_1
Ada tiga puluh kg rumput yang akan di timbang untuk mendapatkan setengah poin sehari.
Karena jumlah poin yang sedikit maka tugas ini kerap di ambil anak anak sebelum mereka bisa bermain-main.
Orang dewasa yang ingin mengambil pekerjaan ini akan di ejek orang di desa.
Tapi siapa Baili,dia bibi yang masih muda.
Tidak lama kemudian tiba lah giliran keluarga bai . Semua nya setuju untuk mengambil bendera saja seperti biasa nya.
Kali ini kapten tim tidak bisa menekan keluarga bai lagi, jadi mereka di berikan satu bendera dengan luas satu petak lahan.
Untuk satu bendera,anda harus mengisi ladang dengan air kemudian menarik bibit dan menanam nya.Setelah di periksa dan satu petak lolos uji,maka di sebut kan ini satu bendera yaitu sepuluh poin.
Pihak pencatat gol akan menulis poin yang sesuai untuk satu kepala.Misal nya bai yan dapat berapa poin , adik perempuan nya beberapa poin.
Namun dengan cara kerja seperti ini ada baiknya mereka menghasilkan dua petak sehari.
Jika tidak begitu mereka akan tekor jika di dihitung dengan cara centimeter.
setelah semua orang mendapatkan pekerjaan keluarga bayi juga bergegas menuju peta yang memang diperuntukkan untuk mengejar bendera.
Saat ini musim panas ,jadi di ladang nya memang kering .Pekerjaan berat diserahkan pada pria. Dua kakak lelaki baili dengan dua keponakan lelakinya.
Mereka bertugas untuk membawa benih dan mengairi ladang.
Nenek dan dua menantu perempuan nya akan menanam benih padi. Pekerjaan menanam benih padi seperti ini.Terlihat mudah, namun sebenarnya anda akan merasakan sakit pinggang dan punggung karena terus-menerus dalam kondisi merunduk.
"lili kenapa belum pergi, pergi dan pulang untuk istirahat di rumah" kata ibu Baili.
mendengar dia diusir , baili buru buru kembali ke rumah dan mengambil keranjang untuk mencari rumput seperti biasanya.
Dia pikir setelah selesai mengambil rumput biarkan membantu semua orang di ladang.
Tapi tengah jalan dia masih bertemu dengan Wang sufeng. Kali ini wang sufeng tidak malu malu.Dia langsung menurunkan keranjang dari punggung baili dan berkata.
" Bibi aku akan mengambil kan rumput untukmu"
ehh
Tidak ada makanan gratis di dunia. Pasti ada udang bisa balik bakwan. Jadi baili langsung bertanya.
" bibi tahu aja aku menginginkan sesuatu hehehe"katanya dengan wajah malu.Yang lain juga sama, tidak bersuara tapi bergerak cepat untuk mengisi rumput untuk Baili.
"Itu Hem apa bibi bisa menjual beberapa botol saus jamur rasa daging lagi .Ada seseorang yang menginginkan nya "
Plak
" apakah sekarang spekulasi. Apa kau ingin masuk penjara?" Baili mengetuk kepalanya tapi sebenarnya dia senang .
Pria ini berpikir ingin membuat usaha kecil-kecilan sejak dini.
Pemikiran yang bagus.
"Bibi aku..
"Oke berapa harga jual mu?"
"Ini sepuluh sen sebotol dan tiket daging setengah kilo bibi kecil" jawabannya .
Dia pikir bibi kecil tidak marah lagi Sebab itu bibi kecil bertanya harga jualannya.
" bibi senang kau berpikir ingin mencari uang daripada jadi anak kelas dua di desa. Tapi bibi memiliki penawaran yang bagus untukmu. dan ini resmi bukan spekulasi"
Seperti nya Wang sufeng mulai tertarik.
Baili mulai menceritakan kisah dia akan melakukan pekerjaan barter atas nama pabrik baja.
Barang yang akan di tukarkan tidak terbatas dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan seperti yang dilakukan oleh Wang sufeng ini.
Mata Wang sufeng menyala dengan ini.ini adalah bisnis tanpa modal. jika Wang sufeng ingin melakukannya. Dia bisa menyebut nama baili di muka sebagai alibi.
Wang sufeng mengangguk setuju.
Dia akan punya uang tanpa perlu bersembunyi di masa depan.
Ini masih lebih baik dari pada pergi ke pasar gelap yang beresiko.
Sekarang Baili dapat pekerja gratis.
Betapa nyaman nya itu.
__ADS_1
Baili meminta Wang sufeng menunggu nya di rumah setelah semua nya selesai.
Dia juga ingin Wang sufeng mengirim kan puluhan batang bambu ke ladang setelah rumput di kirim.
Tiga batang bambu akan di hargai dengan satu bungkus mie instan.
Wang sufeng segera pergi bertemu teman temannya.
Akan ada mie instan lagi hari ini.
Sementara itu Baili kembali ke ladang di mana ibu dan dua kakak ipar serta ayah tua membungkuk untuk menanam benih.
Kali ini Baili datang dengan dua batang besi bulat di tangan nya.Ini adalah mesin manual untuk menanam benih yang dia beli di online shop susu semalam.
"Ibu ..
"Eh sudah ?"
"Oke ada keponakan Wang sufeng membantu ku tadi "kata Baili dengan senyum.
Dia langsung menggulung kaki celana dan turun ke ladang.
Baili melakukan hal yang aneh kali. Ini dia mengambil sejumlah benih dan meletakkan benih itu di dalam tas yang dia letak kan di pinggang.
Ada lubang segitiga yang lebih mirip dengan kerucut di sana.Baili menyimpan benih ke dalam nya dan tekan sedikit pada sisi nya
Benih itu masuk ke dalam kerucut setelah sisi samping di tekan, benih langsung turun dan tertanam di tanah tanpa perlu di kubur lagi.
Baili belum pernah melakukan ini tapi sepertinya ini menyenangkan.
Anda hanya perlu meletakkan benih dan itu akan menanam sendiri . Tidak perlu merunduk yang membuat mu sakit pinggang.
Dengan manual ini, pekerjaan satu jam bisa dihabiskan hanya dalam sepuluh menit tanpa bersusah payah.
Ketika ibu melihat Baili dia terpesona dengan itu Apa yang dia lakukan di sana.
Lihatlah anak itu seperti sedang bermain tapi benih benihnya sudah tertanam rapi seperti yang dia lakukan saat ini.
Kakak ipar melihat ibu mertua nya bengong jadi dia melihat ke arah yang sama.
Ehh..
Dua orang yang berdiri ini mengejutkan ayah dan kakak ipar ke dua.
Tapi kakak ipar ke dua langsung pergi ke arah Baili untuk bertanya.
Tentu saja baili menjelaskan kan metode alat ini.Seperti biasa dia bilang dia membeli nya di pasar gelap.
Ayah tertarik jadi Baili memberikan satu batang lagi untuk ayah pakai.
Begitu di pakai dia langsung jatuh cinta dan tidak mau melepaskan kan nya.
Pria tua itu berpikir ini adalah barang dewa jadi wajar jika ini aneh dan efektif.
Dewa sungguh sudah memberkati keluarga Bai melalui lili.
Dengan benda ini dia pikir, untuk dua bendera satu hari bisa saja mungkin.
"Lili apa kakak ipar bisa mencobanya juga?"
"Oke" dengan senang hati dia menyerah kan tongkat pada kakak ipar tertua nya.
Niat awalnya memang seperti itu.Baili sama sekali tidak berpikir ingin bekerja di ladang. Hanya memberi contoh agar mereka tertarik dan menggunakan barang ini.
Mereka ada empat orang namun tongkatnya cuma ada dua.Jadi Baili mengatur agar ibu bertugas mengisi bibit ke dalam kerucut ayah tua membawa tongkat berkeliling seraya menekan sisinya sedikit.
Tongkat yang lain di gunakan oleh kakak ipar pertama dan kakak ipar ke dua mengisi kerucut.
Dengan cara ini ketika empat pria Bai tiba dengan ember air,satu bendera sudah di tangan.Sayang nya ladang masih perlu diairi.
Jika tidak mereka akan mengambil satu bendera lagi dengan cara yang sama.
Tiba tiba saja ada rasa geram dalam hati mereka.Kenapa para pria bekerja sangat lamban.Padahal meraka ada empat orang yang kuat.
"Kalian sudah siap?"tanya bai You terkejut melihat ke bawah pohon.Ini masih belum waktunya untuk istirahat kan.Jadi dia bertanya dengan maksud ingin protes.
Lima orang duduk santai dengan minum air seraya mengipasi diri sendiri.Ini hanya pemalas fan buang buang waktu saja.
"Sudah ,lihat saja sendiri" kata ayah tua Bai dengan bahagia.Pekerjaan cepat selesai mereka juga bisa istirahat lebih awal.
Bai you pergi ke ladang,dia tercengang.Sejak kapan mereka bekerja secepat ini.
__ADS_1