
Setelah kembali ke desa Jiang Chun, rutinitas baili semakin padat.Selain itu kehidupan rumah tangga nya dengan Ran Shadong semakin membaik saja. Baili tidak lagi menolak seperti sebelumnya dia sudah menerima hubungan ini sepenuhnya.
Sampai saat ini baili sendiri tidak tahu jika Ran Shadong sudah mengetahui rahasia dibalik kelahiran kembali.
Ran Shadong berusaha kembali ke rumah demi tidur di samping baili tanpa absen. dia juga secara aktif membantu baili menemukan harta benda di stasiun daur ulang sampah.
Dulu dia tidak begitu serius dengan hal-hal ini tapi sekarang mengetahui arah angin akan berubah. Dirinya berusaha menyimpan apapun yang dia temukan.
itu usaha kain jadi beli sudah membuat nama untuk desa ciancun sendiri. Walaupun demikian tidak ada kabar tentang pabrik teh beraroma bunga seperti yang dianjurkan oleh pemimpin kabupaten saat itu.
Namun bunga matahari yang ditanam sudah mulai menampakkan hasil.
Kali ini desa Jiang Chun menghasilkan 12 ton biji bunga matahari. Sesuai kesepakatan biji bunga matahari langsung diserahkan kepada Baili
Satu kg sekitar 2 sen yang artinya setiap satu ton desa menghasilkan Rp200. Yang artinya Baili harus membayar uang sebesar Rp2.400 hanya untuk panen kali ini.
Kepala desa sampai bangkit dari kursinya saat hitungan ini disebutkan oleh sekretaris.
Uang sebanyak ini sejatinya akan dibagi lagi kepada 142 kepala keluarga di desa Jiang Chun.
jika tidak salah hitung setiap kepala keluarga akan mendapatkan Rp150 yang sisa uang akan di simpan dalam kas desa.
150 adalah uang yang cukup banyak di tahun 70-an ini. Ketika biji bunga matahari dijual kepada baili beberapa kepala keluarga duduk untuk melihat berapa jumlah yang akan mereka dapatkan nantinya.
Mendengar jika itu adalah RP150 per kepala keluarga. Mereka meloncat dari kursi dan berteriak dengan gembira.
Berapa banyak bahan makanan yang bisa anda beli dengan uang sebanyak itu. Kelopak bunga matahari masih bisa digunakan untuk membuat teh.
Jadi harga ini belum keseluruhan
nya.Tidak disangka mereka bisa mendapatkan uang sebanyak ini hanya dengan menanam bunga matahari secara santai.
" Kepala desa, masih bisakah kita menanam lagi sebelum musim dingin ini.Ku pikir kita bisa menanam nya di kaki gunung belakang.Lahan nya cukup besar jadi hasil panen pasti akan lebih banyak saat itu"
"Belum tahu juga tapi ini bukan ide buruk"
"Ya kita bisa buru buru sebelum musim dingin tiba di bulan Oktober nanti" kata yang lain nya.
Jika lahan diperluas bukan kah panen akan lebih banyak saat itu.
Masih cukup waktu untuk mendapatkan hasil panen satu kali lagi.Lagi pula menanam bunga matahari tidak akan mengganggu waktu untuk pekerjaan di ladang"
Kepala desa hanya bisa menggangguk dan tersenyum .Dia belum merencanakan masalah ini.
Tapi masih menunggu apa kata Baili. Apakah dia menginginkannya untuk musim mendatang atau tidak
Baili berkata dia akan membeli lagi musim depan.Semua orang tertawa senang mendengar nya.Jadi mereka berbincang tentang penanaman kembali bunga matahari.
Di sisi lain Baili segera membayar harga biji bunga matahari ini secara langsung kepada kepala desa. Dia berlepas tangan bagaimana cara kepala desa membagikan uang ini pada penduduknya.
Dengan empat pekerja kuat, timbunan biji bunga matahari ini diangkut kembali ke rumah keluarga bai.
Biji bunga matahari tidak akan bertahan lama dan bisa membusuk dalam waktu 20 atau 30 hari.Jadi harus segera di proses.
"Bibi kecil sekarang bagaimana?" tanya mereka.
Di desa biji labu selalu menemani berbagai acara tapi sekarang Bibi kecil menggantikannya dengan biji bunga matahari. Sebenarnya ini sangat umum tapi warga desa tidak akan pernah membeli produk ini.
Karena biji labu bisa anda dapatkan secara gratis.
"Kita akan memproses nya, jadi begini"
Baili meminta agar beberapa orang merendam biji bunga matahari yang belum dikupas dalam mangkok besar.Lalu tuangkan air secukupnya untuk merendam biji bunga agar menyerap sebagian air yang akan mencegah biji agar tidak terlalu kering saat dipanggang.
Letakkan sedikit garam pada perendaman air ini semalaman untuk memberi rasa tradisional pada kuaci.
"Begini saja?"
"Ya pergi lah dengan pekerjaan kalian.Ini akan di lanjutkan besok" kata Baili. Setelah itu semua orang mundur dan melakukan pekerjaan masing-masing.
Keesokan harinya, Baili meminta agar air garam dibuang dan biji bunga matahari harus dikeringkan dengan kain untuk menyerap air yang tersisa.
Selain rasa tradisional Baili juga membuat biji bunga matahari dengan rasa pedas dan rasa madu.
__ADS_1
Untuk yang rasa pedas dia hanya mencampurkan 3 sendok makan gula, bubuk cabai, jintan dan setengah sendok teh kayu manis. Sejumput cengkeh ,cabe rawit halus dan garam.
Yang rasa madu,anda hanya perlu menambah kan sedikit madu dan air gula saja pada air perendaman.
Ran Shadong seperti biasa nya pergi ke stasiun daur ulang sampah setelah menyelesaikan sarapan paginya.
Dua orang lansia juga menyingkir dengan cepat ke bawah pohon belalang untuk bergosip seraya mengemas boneka
Ayah tua baili pula pergi dengan radio di tangannya untuk berbicara dengan para tetua lain.
Jadi di rumah Baili hanya tinggal sendirian.Saat itulah dia segera melihat pekerjaan orang-orang di belakang.
Sebuah oven buatan dari batu bata sudah dibuat beberapa minggu yang lalu.Saatnya untuk mencoba produk lain.
"Ayo lihat ini, sebarkan saja biji bunga matahari ini seperti ini ya, usahakan jangan ditumpuk. lalu panggang dengan api kecil, seperti ini"kata Baili yang sedang mendemonstrasikan pemandangan biji bunga matahari ke dalam oven.
"Mengerti?"
Pekerjaan pemanggangan ini tidak sulit semua orang bisa melakukannya hanya dengan sekali lihat.
Baili menyerahkan pekerjaan ini pada seseorang. Dia sudah memesan kertas minyak dengan jumlah yang cukup banyak di pabrik kertas.
Baili juga membeli stempel khusus dengan simbol bunga matahari berikut dengan tulisan kuaci Jiang Chun.
Saat ini percetakan lebih mahal dan tentu saja akan menambah biaya bagi baili sendiri.Jadi dia lebih menyukai stempel seperti ini.
Tentu saja stempelnya dipesan secara khusus di online shop susu. dengan teknologi yang mutakhir tulisan sekecil itu bisa dibuat dengan indah.
Kertas minyak segera dibentuk menjadi kantong kecil. Pada kantong inilah stempel tadi ditekan.
"Lumayan"kata Baili puas.
Stempel yang ditekan pada kertas minyak masih bisa menampakan simbol matahari dan nama desa yang tercetak di atasnya.
Pekerjaan mencetak seperti ini lebih mudah, tinggal celup dan tekan.Lagi pula tidak akan memakai biaya.
Beberapa menantu perempuan juga melihat bagaimana baili menekan stempel khusus itu ,mereka juga kagum dengan hasilnya.
Di desa ini,hanya kepala desa yang memiliki stempel tapi tidak pernah lengkap dengan pola indah seperti ini.
"pergi cari seseorang yang mau mengambil pekerjaan membuat kantong kecil seperti ini.Harganya satu sen per 10 lusin" kata Baili.
Cara menantu perempuan ini pasti tidak cukup waktu untuk mengerjakan tas kecil tambahan. Jadi pilihan tentu saja jatuh kepada wanita tua yang menginginkannya selagi bergosip.
Kertas ini juga bisa dibawa pulang dan dikerjakan di malam hari sebelum tidur. Jadi pekerjaan ini tidak akan mengganggu siapapun yang mencari poin di ladang.
Jadi satu seminggu kemudian produk baru diluncurkan lagi oleh desa Jiang.
Kuaci yang dengan tiga rasa.
Satu tas berisi 50 gram dengan harga jual dua sen yang murah. Di kota besar kuaci sendiri banyak diproduksi namun harganya dua kali lebih mahal dari harga yang ditetapkan oleh baili sendiri.
Walaupun katanya masih cukup murah sebenarnya baili menggenggam keuntungan bersih sebanyak 12 sen setiap kg nya.
Jadi untuk 1 ton kuaci yang sudah jadi saja. Baili langsung menarik keuntungan bersih sebanyak Rp100 dan 200 sen perton.
Guan Ru yang mengurus akun jadi terkejut tidak percaya. Dia mendapat kan laba bersih sebanyak Rp 12,000.
Hanya dengan biji bunga matahari saja baili sudah mampu menghasilkan uang besar setara dengan gaji tiga tahun penuh seorang pekerja pabrik.
Guan Ru sakit kepala hanya dengan menulis angka angka di buku.Baili gadis kecil dari pedesaan memiliki kemampuan lebih baik dari seorang direktur pabrik sekali pun.
Dia bahkan bisa membawa seisi desa untuk menghasilkan uang bersama sama.
Setelah itu penduduk berlomba-lomba untuk menanam kembali bunga matahari. Berharap panen sebelum musim dingin tiba.
Kali ini produk bunga liar menjadi teh juga sudah dikemas lebih awal dari tahun lalu.Warga desa semakin bersemangat walau sekarang mereka tidak perlu lagi memikirkan panen akhir tahun untuk hidup di musim dingin seperti sebelum nya.
Sementara itu poin kerja di lapangan juga di tingkat kan dan hasilnya bisa di gunakan untuk tabungan keluarga.
Desa Jiang Chun segera berbenah untuk menyambut kedatangan musim dingin.
Kesibukan menyimpan barang barang gunung dan mengeringkan nya di bawah sinar matahari.
__ADS_1
Baili sendiri juga sibuk untuk menghasilkan uang mudah.Dia juga menunggu angin perubahan selagi mengemas produk jadi dan pergi mengirim kan artikel sepanjang minggu.
Empat bulan kemudian, Wang sufeng kembali ke desa dengan wajah tersenyum.
Dia kembali lebih lamban dari waktu yang seharusnya. Sebelumnya Wang Sufeng sudah mengatakan tentang ini pada baili
Waktu 3 bulan sudah berakhir namun mereka masih perlu berada di beberapa kota untuk meneliti ke kota mana hokou mereka akan dipindahkan.
Jadi enam orang ini memiliki empat kota berbeda.berakhirnya masa 3 bulan maka berakhir pula tim Wang Sufeng.
Wang Sufeng dan dua yang lain berpikir untuk pergi ke baijing.Dongdong memilih tetap di kota Jiang .
Tiga lainnya memilih kekaisaran dan kota M.
Karena lokasi sudah ditentukan, mereka juga berusaha untuk menjalin koneksi dengan nama toko pertukaran.Setelah itu mereka berhasil mendapatkan tempat di pabrik setempat.
Sekarang mereka bisa langsung pindah ke kota tujuan setelah mendapatkan pekerjaan dan juga rumah di sana.
Hanya setelah masalah itu selesai, Wang Sufeng kembali bersama-sama ke desa Jiang Chun.
Pada hari mereka kembali ke desa, mereka langsung pergi ke rumah bai dan mengutarakan niatnya.
Baili sama sekali tidak mencampuri ke mana mereka berniat akan pergi.Jika kelompok ini berada di kota kemungkinan besar mereka akan berpartisipasi dalam reformasi dan keterbukaan.
Diantara mereka berenam hanya dongdong yang memilih untuk tetap bertahan di kota Jiang. Namun begitu dia sudah membeli beberapa aset meniru gaya Baili.
Walaupun tidak tahu untuk apa. Yang jelas membeli halaman rusak tidak akan pernah merugikan.
Di kota Jiang dongdong memiliki dua halaman rusak sekaligus.Dia merasa nyaman tinggal di daerah yang dia kenal.Dia juga menarik tempat sebagai pekerja tetap di pabrik sepatu di kota Jiang.
Jadi dia masih bisa disebut pria kaya yang memiliki rumah sendiri dan pekerjaan tetap di kota.
Bukankah ini menyenangkan sedangkan rumah yang lain bisa disewakan untuk menambah tabungan masa depan.
Setelah semua itu, dongdong siap menunggu menantu perempuan masuk ke pintu.
Jika keluarganya tidak akan mengikuti ,dia masih bisa kembali kapan saja. Karena jarak dari kota ke desa Jiang Chun tidak begitu jauh.
"Oke kapan kalian pindah?" tanya Baili.
Baili masih menyimpan sejumlah uang pribadi untuk Wang Sufeng dan timnya.Setelah tidak lagi bekerja di bawah sayapnya, tentu saja mereka berhak mengelola sendiri uang hasil jerih payah mereka itu.
"kami akan tetap di sini sebelum musim dingin datang" kata Wang Sufeng lagi.
Dia tidak terburu-buru sama sekali.
Setelah pergi dan menjadi warga kota tentu saja mereka tidak mudah untuk kembali ke desa lagi di masa depan. Sebab itulah mereka menundanya sampai musim dingin tiba.
"Oke aku menghargai semua jerih payah kalian jadi kembalilah untuk istirahat" kata Baili.
Disebutkan orang kaya di tahun ini adalah seseorang yang memiliki tabungan sebanyak Rp 10.000.
Tapi siapa sangka sebenarnya Wang Sufeng memiliki dua kali lipat dari uang sebanyak itu.Belum lagi jika dihitung dengan halaman rusak yang sudah dia kumpulkan dalam satu tahun ini.
"baik bibi kecil, kami memiliki uang sendiri jadi belum memerlukan simpanan itu. Aku ingin membangun rumah untuk keluarga sebelum pergi"kata Wang Sufeng lirih.
"Aku juga, Shanghai sangat jauh jadi untuk kembali merayakan tahun baru juga tidak mungkin. kami sepakat untuk membangun rumah keluarga sebelum berpisah"
"Oke katakan padaku jika ada kekurangan ya"kata baili lagi. Semuanya mengangguk dengan semangat. Mereka serta ubahnya seperti seorang prajurit yang kembali dari medan perang.
"Oh ada satu lagi, berhubung kalian berpisah di kota yang berbeda. Aku ingin sedikit bantuan"
"tolong kelola halaman rusak di atas namaku.Masa sewa tidak lebih dari tiga bulan dengan harga terbaru" katanya
"Tapi siapa yang mau menyewa rumah saat ini?" tanya asu heran.
Orang orang sekarang sulit untuk memenuhi isi perut mereka apalagi untuk menyewa sebuah rumah. terkadang satu keluarga harus saling berhimpit-himpitan demi menghemat uang.
Jadi siapa yang mau menyewa rumah saat itu.
"jika bibi kecil mengatakan sewa tentu saja akan ada penyewanya. baik bibi untuk urusan kota Jiang serahkan padaku. Jika ada yang ingin menyewa rumah aku akan menghubungimu hehehe"kata dongdong serius.
Dia sudah menganggap baili di sebagai seorang Dewi yang maha benar. Jika bibi kecil mengatakan akan ada penyewa tentu saja itu akan terjadi.
__ADS_1
Tunggu saja