
Para menantu perempuan yang bekerja di ruang penjahitan , terkikik kikik geli melihat perawatan apa yang didapat oleh Bibi kecil.
Mereka menyanjungnya dan mengidolakannya karena pintar dalam menghilangkan uang.Tapi mereka lupa jika dirinya masih lah remaja yang baru saja menikah.
"Ibu..ibu sakit, huhuhuhuh"
"Tau sakit kan,bukan melayani suami malah keluyuran nggak jelas kamu" Wanita tua itu melepaskan baili juga karena kasihan.
Dia pikir ini salahnya jika baili tidak bisa menghormati suami .Untung saja besannya cukup pengertian jika tidak .Bayangkan saja penderitaan apa yang dia dapatkan di rumah suaminya.
"keluyuran gimana ini hanya rumah sebelah lagian aku melihat mereka apakah pekerjaan nya bagus atau tidak " bela baili.
"ibu nggak mau tahu ya, rancadong itu baru pulang apa ibu harus ngajari kamu bagaimana cara melayaninya di tempat tidur?"kata Ibu tua yang sudah mulai bicara kotor.
"Ibu.."
"Apa? apa ibu salah hem?"katanya dengan tangan di pinggang.
Baili cemberut ,dia tidak bisa menjawab nya. Terkadang orang tua itu aneh, jika belum menikah mereka akan bertanya kapan menikah.
Jika sudah menikah mereka akan bertanya ,kapan punya anak.
Nanti juga sudah punya anak satu mereka akan tanya kapan nambah lagi.
Pertanyaannya memang ujung-ujungnya ke situ.Bosan juga lama lama.
"ini sudah lewat waktu makan siang Ran Shadong belum makan jadi tanyakan apa yang dia mau!" katanya marah.
"Ibu bawa aja apa yang sudah dimasak ,ngapain nanya segala,ini bukan hotel negara kan" kata Baili yang tetap nurut meskipun cemberut abis.
Tuk...
"Kamu tuh,di bilangin juga masih begini aja.Sudah pergi tanya sana"katanya marah.
Baili di usir ke kamarnya yang sekarang di huni oleh Ran Shadong.
Di atas ranjang Ran Shadong menatap Baili yang tidak bergerak dari pintu.Dia juga tidak bersuara.
"Hem Shadong,mau makan apa hem.Kamu..kamu belum makan siang kan?"tanya baili pelan.
"Hem tapi aku belum lapar,tadi lili kemana?"tanya Ran Shadong.
Dia tidak tahu perkembangan usaha baili, jadi dia juga tidak berpikir ada begitu ramai wanita di rumah sebelah.
"Aku di sebelah, melihat anak anak"kata nya.
"Hem,anak anak, yang mana?"tanya Ran Shadong.Di menarik Baili ke ranjang lagi.Gadis yang di tarik terpaksa duduk dengan patuh.
Setelah itu Baili menceritakan dengan lancar apa-apa saja yang dia lakukan selama dua bulan Ran Shadong pergi dari desa.
Ran Shadong cukup terkejut perkembangan yang dilakukan oleh menantu perempuan kecil nya.
Baili bahkan sudah mengirim buah keponakan laki-laki untuk dua pekerjaan resmi.
Jika Ran Shadong tidak mengenal Baili mungkin dia tidak akan percaya hal-hal ini memang terjadi di desa mereka.
Sekarang Baili justru dalam dilema karena hubungan kerjasama dari berbagai pabrik di kota berbeda.
Setiap pabrik mengirimkan dua pekerjaan resmi sebagai bentuk apresiasi.
Baili tidak benar-benar bekerja sama dengan mereka dalam hal gaji ini hanya kamuflase atau perlindungan semata.
Baili dibayar sesuai dengan jumlah barang yang akan diserahkan pada pabrik tersebut. Pihak pabrik juga di mengerti aturan seperti ini.
Mereka juga memiliki orang-orang yang bekerja di bidang ini. Tidak etis rasanya menggunakan tenaga baili tapi mengindahkan tenaga yang sudah ada.
Jadi yang sebenarnya bayi bekerja sama dengan pekerja di bawah departemen urusan pengadaan. Ada seseorang yang bertugas seperti lu sihan.
Orang itu akan memberikan daftar barang dan juga menjemput barang sesuai dengan tanggal.
Jadwalnya dimajukan 2 minggu sebelum jadwal sebenarnya. jika Bali tidak bisa mengadakan barang tersebut sesuai jadwal pekerja di departemen pengadaan akan bergerak untuk mencari sisanya.
__ADS_1
baili tidak akan mendapatkan gaji tapi menerima bayaran yang sesuai dengan jumlah barang artinya ini hanyalah urusan jual beli berkedok pekerjaan.
Jika tidak begitu Baili justru akan dituntut dengan jeratan tuduhan spekulasi. Begitu juga dengan pabrik yang menjalin kerjasama .Jadi di antara mereka ada hal perjanjian yang mengikat.
Jika baili ini jatuh pihak pabrik juga akan ikut serta.
Aturan tentang pemberian hak pekerja resmi tidak pernah dibuat oleh baili namun mereka mencari tahu.Mereka menganggap hal itu adalah yang seharusnya.
Ada juga yang menanggapi pengurangan dana rp1.000 untuk setiap satu pekerjaan resmi.
Jangan lupa rp1.000 tahun 70an sama dengan 35 juta di tahun 2020. ini sudah jumlah yang banyak di Tahun 70-an dan tidak banyak orang yang bisa menolak rayuan rp1.000.
Sudah ada enam pekerjaan resmi yang di genggaman Baili.Ada beberapa lagi sedang di jalan.
dulu jika seseorang ingin menjual pekerjaan mereka akan memilih orang-orang terdekat atau keluarga sendiri mungkin menjualnya dengan iming-iming 300 atau 2 bulan gaji.
Sekarang tersiar kabar diam jika baili sebenarnya membayar rp1.000 berikut dengan beberapa barang berharga lagi hanya untuk pekerjaan resmi.
memang menjadi pekerjaan itu sangat sulit dan memerlukan uang yang tidak sedikit dan tidak banyak orang yang ingin menjual pekerjaan mereka karena ini adalah urusan seumur hidup.
namun begitu masih ada saja orang-orang yang terlibat masalah mereka justru terpaksa menjual pekerjaan dan kembali ke pedesaan.
Orang-orang seperti ini sekarang sedang melihat baili dan bertanya-tanya apakah masalah ini benar atau tidak.
Tidak ada yang bertanya kepada Baili secara langsung namun mereka justru menunggu dengan sabar.
Sekarang dengan pekerjaan seperti itu beli bingung harus di alokasi pada siapa.
Tahun ini pekerjaan di pabrik masih cukup relevan dan diminati. Namun secara bertahap mereka tidak akan dipedulikan lagi dan banyak pabrik yang akan tutup.
Tapi tidak ada yang mengetahui informasi ini selain dari Baili sendiri. Sebab itulah dia tidak menganjurkan keluarganya sendiri bekerja di pabrik manapun.
Hanya saja untuk satu tahun kedepan hidup masih perlu dijalani. Dengan dua buku itu Baili berharap mereka belajar lebih awal dan bisa berkembang pada saat reformasi dan keterbukaan diluncurkan.
Tapi itu semua tergantung pada pribadi masing-masing orang. Jika mereka ingin maju maka mereka akan berusaha.
Tapi jika mereka sudah cukup puas dengan kehidupan hari ini, maka mereka tidak berpikir untuk berkembang.
Masalah pekerjaan resmi juga bikin baili pusing.Sejujurnya pekerjaan selanjutnya justru akan jatuh pada keluarga dari tim uang Subang terlebih dahulu.
Tapi dua orang sudah dikirim ke pekerjaan sementara dan tidak adil jika orang selanjutnya diberikan pekerjaan tetap.
Baili pikir dua keluarga itu akan datang dan menunjukkan rasa ketidakpuasannya karena merasa baili itu bias.
"Menantu perempuanku aneh ,orang bingung berpikir mencari pekerjaan ke mana .Tapi menantu perempuan ku justru bingung hanya untuk ini hahaha"
Baili kesal di tertawakan oleh Ran Shadong. Dia sampai lupa jika sebenarnya saat ini dia sedang tidak ingin melihat suami jeleknya.
Tapi Ran Shadong justru tidak takut dengan mata baili yang melotot marah. Baginya ini hanyalah penampilan imut dan centil untuk menggoda dirinya.
"Kau menertawakan aku,apa ada solusinya?" tanya baili jujur. Sudah tiga hari dia memikirkan ini tapi belum juga menemukan jawabannya.
"Tentu saja ada,mau tahu?" kata Ran shadong tersenyum.
Kalau Ran Shandong sudah tersenyum. Dia terlihat tampan dan memiliki aura tersendiri. Tapi Baili tidak mempunyai kesempatan untuk menikmati itu, dia sedang memiliki masalah besar di kepalanya.
"Hem cepat katakan,aku aku tau"
"Oke tapi ada syaratnya!" kata Ran Shadong lagi.
"Syarat?apa syarat nya?" baili menatap nya dengan penuh harap.
Ran Shadong menunjuk bibirnya sendiri, dengan ini orang bodoh pun tahu apa maksud perkataan Ran Shadong.
"Tuh kan, laki laki memang kayak gini,sial.Masa bodoh.Cuman cium kan, siapa takut"
Cup
Ran Shadong tertawa tapi dia cukup puas juga. dia sama sekali tidak berniat untuk melecehkan menantu perempuannya saat ini. Ran Shadong belum sembuh dan belum bisa menikmati indahnya dunia pernikahan.
Ran Shadong hanya ingin baili terbiasa dengan kehadirannya. Ini di lakukan agar baili tidak merasa canggung jika saat itu sudah tiba.
__ADS_1
"Oke, serahkan padaku bagaimana hem?"
"Kau pikir begitu mudah?"
"Mari kita temukan kepala desa, dua pekerja sementara itu ditarik kembali dan diberikan pekerjaan resmi. Menurutku di masa depan akan ada beberapa pekerjaan lagi yang dikirim. Dengan begitu tidak akan ada kekurangan jatah untuk 14 orang anggota mu"
Baili mengangguk setuju dia tahu itu benar. Menarik bekerja sementara untuk diberikan pekerjaan resmi.Ide bagus, tapi...
"Kerja sementara nya gimana?"
"Mari kita tanyakan kepala desa dan pekerjaan ini bisa dialokasikan pada siapapun yang berminat dengan sedikit uang, gimana?"
"Apakah ini bisa berhasil?"
"Mari lakukan seperti ini dulu, jika sulit aku akan menyelesaikannya untukmu" kata Ran shadong.
Tentu saja dia akan membantu menantu perempuan kecilnya. gadis kecil ini harus terbiasa menyerahkan segala urusan di bahunya .Dengan begitu Baili justru akan merasa beruntung memiliki dia sebagai pasangan hidup.
"Benar ya, jangan bohong" kata Baili serius.
" Tentu saja aku tidak akan pernah berbohong pada menantu perempuanku yang cantik" kata Ran shadong.
Biasanya jika para gadis dipuji , mereka akan tersipu malu dengan wajah yang memerah .Tapi Baili kebal dan seolah-olah tidak menganggap hal itu pernah keluar dari bibir Ran Shadong.
"Oke aku akan mengandalkan mu"
"Hem kau bisa mengandalkan aku untuk segala hal yang sulit. jangan khawatir aku akan menyelesaikannya untukmu"
"benar?"
"Tentu saja benar ,memangnya masih ada masalah lain?" tanya Ran Shadong. Dia melihat dahi baili masih saja mengkerut seperti orang yang sedang berpikir panjang.
"Ohh begini, aku akan pergi ke kaisaran bertemu dengan Wang sufeng.Dia bilang ada sedikit masalah di sana jadi aku harus turun tangan sendiri. Tapi lihatlah, pekerjaan di sini tidak bisa aku tinggal. Di desa aku tidak bisa menemukan seseorang yang bisa membantuku dalam hal pertukaran. Semuanya buta huruf"
Wajah Ran Shadong segera menghitam mendengar menantu perempuan kecilnya akan pergi kekaisaran sendirian .Dia belum dewasa tapi berpikir untuk pergi jauh, ini tidak bisa dibiarkan.
"Tidak, aku tidak akan mengizinkan kau pergi kekaisaran sendirian. Bagaimana jika aku yang pergi mengambil alih masalah Wang Sufeng.Kau bisa tinggal di desa untuk mengurus masalah dari sini" katanya cepat.
Baili memutar matanya seolah-olah tidak berdaya. Rencananya dia akan kekaisaran dan menyimpan semuanya di supermarket online shop susu.
Jika Ran Shadong yang pergi maka barang-barang itu jelas tidak akan pernah masuk ke dalam kantongnya lagi.
"aku harus menangani nya sendiri, di samping itu aku juga sangat ingin melihat kota kekaisaran. Apakah benar-benar cantik seperti yang disebutkan oleh Wang sufeng di telepon "kata Baili sedih.
ini adalah masalah jutaan rupiah mungkin saja bisa jadi miliaran. Dia bisa menangis sedih karena kehilangan kesempatan untuk meraihnya.
Inilah masalah jika anda sudah menikah terlalu cepat.Kita tidak akan bebas pergi kemanapun tanpa izin pasanganmu.
Sangat merepotkan.
"kapan kau pergi?"tanya Ran Shadong.
Mendengar pertanyaan itu mata baili berbinar cerah .Dia pikir mungkin Ran Shadong mengijinkannya pergi.
"mungkin satu minggu lagi soalnya menunggu pihak pabrik mengambil semua barang .Perjalanan ini mungkin akan memakan waktu satu bulan lebih jadi tidak boleh ada kekurangan di gudang"
ini juga mengatakan masalah orang pengganti , tidak enak menghentikan sementara toko pertukaran ini. Apalagi para pria yang bergegas ke desa-desa yang jauh. Mereka akan kehilangan pendapatan seandainya toko ini ditutup untuk sementara.
Jalan terbaiknya adalah menemukan seseorang untuk menggantinya buat sementara waktu.
Orang ini haruslah pria jujur yang bisa dipercaya. Yang lebih penting dia harus tahu cara membaca dan berhitung.
"Oke serahkan semua padaku minggu depan aku akan menemaniku mu ke kota kekaisaran"
"Eh tapi...
"aku tidak akan mengizinkan menantu perempuanku yang cantik pergi sendirian ke tempat yang jauh. Takut ada yang berminat dan menculiknya pergi"
"Hah...
"kalau mau aku temani oke tapi kalau pergi sendiri kamu nggak boleh" katanya lagi.
__ADS_1
Di sini baili tercengang lagi, apakah dia di beri pilihan.