Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
193


__ADS_3

Pagi pagi lagi Ran Shadong sudah menyelesaikan tugas nya untuk lari berhadiah.Setiap kali melakukan itu dia pasti memilih banyak buku-buku dan refrensi tentang sesuatu.


Baili tidak bertanya tapi dia tahu Ran Shadong akan bertanggung jawab untuk itu.Apakah Ran Shadong sedang membaca artikel tentang saham yang naik di sesi berikutnya.


Entahlah.


Dulu baili juga berpikir begitu tapi dia kesulitan untuk bergerak karena status pedesaan nya.


Bermain saham juga cara mudah untuk jadi kaya jika kau tau saham mana yang sedang naik dan saham mana yang sedang turun.


Bukan kah baili memilikinya.


Tapi kata ibu manusia itu tidak bisa serakah akan uang.Biarkan orang lain memiliki kesempatan juga untuk jadi kaya.


Setelah menyelesaikan hal hal di supermarket online shop susu,kedua nya keluar lagi dari kamar.


Hari ini adalah hari di mana tiga keponakan akan pergi ke universitas.Sebenarnya ketiga nya masih di universitas yang sama tapi mereka beda jurusan.


Karena itu lah kamar kost yang mereka dapatkan juga berbeda-beda.Namun sebenarnya itu masih di gedung yang sama.Selain itu mereka masih bisa bertemu di kantin saat makan.


Jadi tidak ada masalah dengan ini.


Han Pan datang sebentar tapi dia pergi lagi karena harus masuk ke pabrik.Sebenarnya dia ingin membantu tapi Baili menolak nya.Lagi pula masih ada Guan Ru yang membantu.


Tadi malam Baili mengejutkan mereka dengan adanya empat sepeda dan tiga di antaranya adalah sepeda Phoenix wanita.


Dengan adanya sepeda Phoenix ini, perjalanan pulang pergi ke universitas sangat mudah dan murah.


Di katakan murah karena tidak di perlukan lagi biaya tiket bus.


Sebenarnya jarak antara universitas dan rumah tidak begitu jauh jika pergi dengan sepeda.


Tapi jalan nya harus sedikit memutar melewati gang kecil.Jika mengunakan bus anda perlu berputar putar sebelum mencapai tujuan .


Jadi inilah yang dikatakan mudah dan murah.


Karena baili juga pergi dia naik di belakang sepeda Ran Shadong.


Sedangkan Guan Ru tidak di perlukan jadi dia pulang setelah sarapan pagi di rumah Baili.


"mari pergi "kata Ran shadong.


Ayah dan ibu Baili yang sudah tua tinggal di rumah .Mereka masih betah duduk di depan televisi nya dengan sebungkus makanan ringan di tangannya.


Baili segera pergi dengan tiga keponakan yang sarat dengan barang barang harian.Di ikuti oleh Ran Shadong dari belakang.


Mereka tidak perlu bawa barang barang yang berlebihan.Baili bisa mengirim kan hal hal itu nanti.


Tidak lama kemudian mereka tiba di universitas baijing.Jelas terlihat Jika tiga keponakan perempuan baili ini sebenarnya sudah gugup.


Ini wajar untuk mereka begitu bersemangat.Seumur hidup mereka sama sekali tidak pernah berpikir bisa sekolah apalagi bisa menjadi seorang mahasiswa seperti sekarang.


Hal-hal ini adalah sesuatu yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.Saat pertama kali memijakkan kaki ke dalam gedung universitas ketiganya menitikkan air mata haru.


Pada saat itulah mereka tanpa sadar memeluk Baili yang sebenarnya masih muda daripada usia mereka sendiri.


Seraya menangis mereka mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga.


"terima kasih bibi kecil jika tidak ada bibi aku mungkin sudah menjadi mayat di sungai"kata Awen yang di angguki oleh Nanan.


Beberapa orang yang lewat terlihat mengenyitkan dahi masing-masing. Mereka tidak mengerti kenapa wanita yang sudah cukup tua menangis memeluk gadis yang masih muda.


Apakah dunia sudah terbalik.


"sudahlah jangan menangis lagi, apa kalian tidak malu dilihat orang yang lewat?"kata Baili setengah bercanda.


Baili dan yang lain tiba-tiba tertawa lucu.Tiga keponakan perempuan yang mengusulkan mata mereka yang basah dan tersenyum lagi setelahnya.


"Oke pergilah mendaftar di kantor jurusan masing-masing ,aku akan menunggu di sini bersama paman kecilmu" kata baili.


Mereka mengangguk dan pergi ke arah yang memiliki petunjuk di atasnya. Baili dan Ran shadong duduk menunggu di ruang tunggu.


Du ruang penerimaan baili harus menunggu sekitar 1 jam sebelum Ayi keluar.

__ADS_1


Dia tersenyum dan berkata jika urusannya sudah selesai dan mendapatkan nomor untuk kamar dan ranjang tidur nya.


Tidak lama kemudian awen dan Nanan juga muncul secara bersamaan.Mereka juga sudah menyelesaikan prosedur dan mendapatkan nomor mereka masing-masing.


Baili memutuskan untuk pergi melihat kamar Ayi terlebih dahulu.karena ada pengaturan seorang gay tidak bisa pergi ke kamar lesbian. Jadi Ran shadong tidak nyaman untuk naik.


Karena itu hanya Baili sendirian yang naik ke atas .Sementara awen dan Nanan bergegas untuk mencari kamar mereka sendiri.


Kamar gadis Ayi ini berada di lantai 2 dengan ranjang no empat.


Di sana sudah ada di gadis yang sudah datang duluan. Mereka menyapa Ayi dan berbicara tentang beberapa hal.


Baili tidak begitu mendengar apa yang mereka bicarakan. Dia terus saja menyusun kelengkapan tidur gadis itu seperti kasur kecil selimut bantal dan sebagainya


Ada juga tas kecil yang berisi makanan ringan juga perlengkapan mandi.


"ingat ya jika ada waktu pulang dan biarkan pakaian gantimu dicuci di sana" kata Baili pada Ayi.


Dua gadis itu menyapa Baili dengan panggilan kamerad Bai.Mereka juga diberitahu jika baili sebenarnya adalah seorang bibi.


"Oh harap bantu keponakanku jika ada sesuatu , kalian bisa menyebutkannya padaku sesekali aku akan datang untuk berkunjung ke sini"di sini Baili berbicara seakan-akan dia bukanlah gadis yang muda belia. Tapi wanita tua yang sedang mengkhawatirkan keponakannya.


"Baik. kamerad Bai, jangan khawatir kami akan saling mendukung "kata gadis yang lebih tua.


"Halo kamerad bai ,salam kenal saya ruai min, usia 21 tahun dari pemuda pendidikan"kata yang satunya.


"Oke kamerad min,salam kenal juga, tolong jaga keponakanku di sini"kata Baili dengan sopan.


Sebagai perkenalan Baili mengirimkan mereka sebatang coklat masing-masing. Ini sebenarnya sebuah hadiah yang cukup murah.


"kamerad bai hadiahnya terlalu mahal jadi kami tidak bisa mengambilnya begitu saja"kata gadis itu malu malu.


Baili segera terkekeh-kekeh dan berkata "ini tidak marah sama sekali harap bantuannya"


Dia langsung menyimpannya di tangan mereka berdua.Yang tentu saja tidak ditolak lagi. Siapa yang bisa menahan godaan sebatang coklat Silverqueen.


Hanya dengan mengirimkan satu batang coklat Silverqueen kedua gadis ini memiliki pendapat baik tentang Ayi tentunya.


Dari Ran shadong lah baili tahu di kamar mana dua gadis itu berada.Awen ada di gedung c dan adiknya ada di gedung b.


Ketika baili tiba di kamar Awen, gadis itu baru saja menurunkan bebannya.Dia cukup beruntung karena ranjangnya ada di bawah.


Hanya saja semua ranjang sudah memiliki pemiliknya yang artinya dia adalah orang terakhir.


Dilihat dari perawakan semua orang semuanya terlihat begitu cuek. Apalagi saat mendengar jika Awen sebenarnya berasal dari pedesaan. Dia bahkan bukan seorang pemuda pendidikan sebelumnya.


Di tahun 70-an seseorang dari pedesaan disebut dengan kaki lumpur atau seseorang yang memakan dari hasil tanah.Hal itu dianggap sebagai penduduk termiskin sehingga orang-orang kota yang merasa dirinya lebih.


Walaupun mereka sebenarnya sudah ditarik ke pedesaan melalui sistem reformasi menjadi seorang pemuda pendidikan.


Baili tahu apa yang terjadi melihat dari raut wajah awen yang memburuk.


Dia pasti di bully.


"halo kamerad semua aku bibi kecil dari awen salam kenal" sapa Baili saat dia masuk.


Jika ini Ayi dia memberikan sebatang coklat sebagai simbol perkenalan .Tapi karena Awen sedang dibully dia langsung menjadi sombong dengan menarik sekeranjang apel.


Melihat kedatangan gadis di bawah umur.Sebenarnya mereka terkejut apalagi dengan sapaan yang menyebut dirinya sebagai seorang bibi.


Awen yang berwajah buruk tiba-tiba menjadi lebih ceria lagi. Baili berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Dia membagikan buah-buahan di keranjang.


Bukan hanya buah-buahan, setiap orang juga mendapatkan satu batang coklat SilverQueen dan sekotak kue beras.


Meskipun merasa jijik dan tidak mau namun mereka tidak bisa menolak pesona hadiah tersebut.


lima orang ini sebenarnya orang-orang yang memiliki hokou perkotaan dua diantaranya masih pemuda pendidikan.Mereka tidak tidak memiliki latar belakang yang begitu megah. Namun begitu mereka tahu harga hadiah ini tidaklah murah.


Siapa sangka gadis pedesaan yang mereka ejek tadi. Sebenarnya memiliki uang yang cukup banyak. Dia membuang-buang uang dengan membagikannya secara gratis seperti ini.


Jadi berteman dengannya bukanlah hal yang buruk.


"Halo nama ku ....

__ADS_1


"Aku adalah....


Satu persatu mereka segera memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama berikut usia masing-masing.


Awen sebenarnya tidak heran dengan barang-barang yang dibawa oleh bibi kecilnya, tapi kapan dia membawa ini.


Kenapa dia sama sekali tidak sadar.


Walau bagaimanapun dia cukup senang dengan tindakan bibi kecil. Dengan itu orang-orang sombong ini bisa dibungkam dengan coklat dan sebuah apel.


Tidak berhenti sampai di situ Baili juga berkata "Awen uang jajan yang bibi kasih jangan dihemat ya, nanti kalau pulang bibi akan memberikan tambahannya"


Awen menggarukkan kepalanya kapan bibi kecil memberikan dia uang jajan.Mereka di sini bahkan sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah.Jadi tidak memerlukan uang jajan lagi untuk hidup.


"Tapi bibi...


" Astaga aku sampai lupa, nih uang nya masih seperti yang dulu Rp 100 ya dan beberapa tiket daging"kata baili dengan kesengajaan.


Dia menyerahkan uang beserta tiket itu dengan mengedipkan sebelah matanya Awen yang tidak mengerti jadi menggangguk dengan cepat.


Dia mengerti tujuannya dan mengambil langkah improvisasi "bibi kecil sebaiknya jangan dulu uang jajan minggu kemarin belum habis "


Baili segera tertawa terkekeh ,dia sebenarnya lucu tentang jawaban pura-pura dari keponakannya ini tapi ini cukup menggelikan.


"Hah bibi memberikan kamu rp100 seminggu itu tidak akan membuat bibi bangkrut. ayo pergi bersenang-senang dengan teman-teman barumu oke"


" oke bibi kecil,Bagaimana dengan Ayi Apa dia sudah mendapatkan kamar yang bagus?"


"Aku baru saja dari sana masih ada dua gadis , ranjang lain belum diisi. bibi juga membagikan teman-temannya hadiah yang serupa.Cepatlah pakai mas aku juga ingin melihat adikmu. Kita perlu membagikan hadiah yang sama dengan teman seranjangnya "kata Baili yang mendapatkan tanggapan dari teman sekamar awen.


"ehem ehem , Kamerad Bai sebenarnya punya adik di sini?"


"kebetulan aku membawa tiga keponakanku langsung dari desa.untuk mempermudah semuanya aku bahkan membeli sebuah hunian yang tidak jauh dari sini. jika kalian ada waktu mampirlah ke rumah"kata baili lagi dengan sombong.


Tentu saja teman sekamar awen ini tidak mudah percaya.Bagaimana orang desa bisa sombong itu untuk membeli sebuah hunian di kota


Dia tentu saja berbohong.


Mereka semua tersenyum tapi berniat untuk membuka topeng Awen nantinya.Rumah mana yang mereka beli ,palingan mereka menyewa wisma dan pulang setelah ini.


"Oh bibi aku juga ingin bertanya di mana tempat sepeda bisa disimpan. sepeda itu masih baru loh bibi belinya sampai 3 sekaligus. takutnya nanti ada yang mencurinya kan"ucap Awen lagi yang bikin lagi-lagi membuat teman-teman sekamar nya ini melongo.


"hahaha apa yang tidak untuk keponakanku yang cantik"kata baili lagi.


Setelah itu dia membantu awen untuk mengemas barang-barangnya. Di bawah tatapan tidak percaya oleh teman sekamar, mereka pergi ke kamar nanan berada.


Takut kejadian yang sama terjadi lagi. Baili sudah bersiap dengan sekeranjang buah apel dan setumpuk coklat batang.


Namun Nanan memiliki teman sekamar yang sama baiknya dengan Ayi. jadi dia sama sekali tidak memiliki masalah untuk bergaul di masa depan.


Hanya saja Baili tetap menyerahkan sekeranjang apel dan tumpukan coklat itu untuk dibagi-bagikan pada teman sekamar Ayi.


Ada lima orang di dalamnya Namun sepertinya Ayi adalah yang paling termuda di sini.Rata-rata dari mereka adalah pemuda pendidikan yang sudah menikah di pedesaan.


Yang lebih miris ada seorang wanita yang juga membawa seorang bocah bersamanya.


Baili dengan senang hati memberikan bocah usia 2 tahun itu dengan sebungkus besar permen susu.Pria kecil itu sangat menyukai permen jadi dia tanpa malu mengambilnya dan bersembunyi lagi di belakang punggung ibu.bunyi suara kertas menyiratkan Jika dia sedang berusaha membuka dan menyantapnya dengan lahap.


"Sebenarnya saya dari desa tapi tidak bisa meninggalkan putra saya yang berusia 2 tahun ini.karena itu suami memiliki maksud untuk menyewa di kota tapi sampai saat ini kami belum menemukannya"


Menurut kata-katanya dia memiliki tiga orang anak.Dua lagi dibawa oleh suaminya yang berkeliling untuk mencari halaman yang rusak.


"kebetulan sekali aku memiliki seseorang kenalan yang bisa menunjukkan halaman rusak yang bagus" seru Baili.


"benarkah apakah ada di sekitar universitas?" tanya wanita itu bersemangat.


"tentu saja ada tapi aku tidak tahu apakah ini sudah disewakan atau tidak. aku akan meminta dia datang ke sini nanti siang bagaimana?" tawar Baili.


"coba aku lihat dulu kalau suamiku tidak mendapatkan tempat aku akan menemuinya di bawah"jawab wanita itu dengan ringan. Dia bisa saja tinggal di kos tapi bagaimana dengan suami dan anak-anaknya.


Bukan tidak mungkin mereka menunggunya di desa namun anak-anak masih terlalu kecil dan dia tidak tega.


Baili juga tidak memaksakan tapi dia berjanji untuk meminta han pan bertemu di sini .Karena itu nanan diminta untuk menunjukkannya dengan han pan nanti jika pria itu datang ke universitas.

__ADS_1


__ADS_2