
Setelah makan siang, baili tidak akan pergi berjualan melainkan pergi ke kantor pos untuk menelepon ke desa Jiang Chun.
Dia pikir ada begitu banyak kandidat yang cocok di desa Jiang Chun untuk diangkat sebagai seorang di Manager di divisi pembelian saat ini.
Salah satunya adalah song an. Dia adalah putra kepala desa dan kakak langsung daripada song linen. Jangan salah dengan kondisinya yang masih resmi sebagai penduduk desa namun dia justru memiliki beberapa kenalan kuat di kota. Hanya saja dia tidak cukup beruntung untuk menemukan pekerjaan di pabrik seperti yang seharusnya.
Seperti yang diketahui menemukan pekerjaan sebenarnya gampang gampang susah. Anda memerlukan koneksi uang dan sedikit kesempatan.
song Lina memiliki koneksi dan kemungkinan dia juga bisa mengusahakan uang namun dia sama sekali tidak memiliki kesempatan.
sebuah pekerjaan besi dikatakan adalah pekerja yang pekerjaan yang bisa diturunkan dari anak ke cucu. Jika seseorang berhenti dari pekerjaan itu tentu bukan giliran song an atau orang lain.
Tapi baili berbeda dia memiliki jaringan kuat sampai-sampai lowongan yang sebenarnya tidak ada bisa di buat jadi ada karena toko pertukaran. inilah yang disebut dengan kesempatan.
Hal yang tidak dimiliki oleh banyak orang biasa.
Seseorang yang akan bertugas di divisi pembelian seperti ini sebenarnya harus orang yang pintar bicara dan pintar menarik hati calon targetnya.Jadi song an adalah calon yang bagus.
Apalagi sejak meninggalkan desa Jiang Chun usaha toko pertukarannya masih rapi dan pembukuan juga tidak ada salah sama sekali .Jadi dia percaya dengan orang-orang seperti ini.
Jika memang diperlukan divisi pembelian . Divisi ini tidak akan mungkin berada di bawah satu orang melainkan dua atau tiga orang sekaligus .Karena perusahaan mereka akan berkembang dan berkembang lagi di masa depan.
Jika sudah demikian alangkah bagusnya menarik warga sendiri untuk menjadi kaya bersama-sama di Beijing.
Cntohnya saat ini di pihak Guan rubahkan jika kita bertanya kepada orang Sadang sendiri mereka justru condong kepada anggota militer yang terpaksa di pensiunkan sejak dini.
Itu memang bagus namun alangkah bagusnya jika diseimbangkan dengan warga desa sendiri yang jelas masih berhubungan kerabat darah.
Song an sudah berkeluarga dan memiliki beberapa anak namun begitu dirinya masih memanggil baili sebagai Bibi kecil sejak dulu sekali.
Tidak seperti song linan yang bahkan menganggap remeh hubungan itu dengan sengaja menariknya untuk menjadi menantu perempuan.
"Wang Danu dan Wang min. hari ini aku putuskan untuk membiarkan kalian berjualan sendiri mulai dari sekarang. Melihat kondisi Wang min yang belum begitu akrab dengan cara penjualan. Kalian bisa bekerja sama terlebih dahulu tapi jika memutuskan untuk berpisah ini akan baik-baik saja"kata Baili yang memanggil dua orang itu saat selesai makan siang.
Tentu saja keduanya saling pandang dan sedikit heran dengan kondisi ini. Bukankah hal ini terlihat begitu tiba-tiba atau mereka melakukan sesuatu yang salah yang membuat Baili merasa kecewa dan memisahkan diri.
"tapi bibi kecil, bos.apa ada sesuatu yang salah?" Wang Danu sekarang tidak merasa nyaman memanggil Bibi kecil .Dia lebih enak menyebutnya sebagai bos besar mengikuti mulut para pekerja yang lain
Di Beijing dia tidak memiliki siapapun yang dia kenal melainkan keluarga bai. Di sini bukan saja mendapatkan kerja tapi dia juga bisa makan gratis dengan nyaman.
Pekerjaan juga tidak sulit hanya perlu membuka mulut dan anda bisa dibayar dengan 100 sen 1 hari. sebab itulah dia merasa takut diberhentikan.
Wang min sedikit pemalu dia hanya bisa menatap tanpa berbicara jika pun diberhentikan itu wajar karena mungkin bos perempuan tidak puas dengan kinerjanya saat ini.
"jangan salah sangka dulu, kebetulan sekali aku ada beberapa keperluan dan situasiku tidak nyaman bergerak terlalu banyak. Mari coba dulu jika kalian bisa kalian akan bekerja seperti ini di masa depan"kata Baili yang membuat dua orang ini menarik nafas lega.
Mereka sempat berpikir akan dipecat secara tiba-tiba.
"Jadi katakanlah bos besar"kata Wang Danu yang tersenyum lagi.
"pergi ambil barang dan tulis jumlahnya pada Guan Ru. 10% Dari hasil penjualan adalah milik kalian. berapa banyak yang kalian jual Maka itulah milik kalian di penghujung hari" kata Baili dengan sabar.
Baili memang sudah merencanakan untuk mencari penjual resmi nya nanti.Tapi siapa sangka,ini akan jadi Wang Danu dan Wang sufeng.
Mungkin ini sudah rezekinya.
__ADS_1
"maksud Bibi kecil, kami akan mengambil barang secara grosir dan menjualnya dengan bebas tanpa modal ?"
"Ya apa kalian tidak senang?"tanya baili dengan wajah bercanda.Hanya orang bodoh yang akan melewatkan kesempatan seperti ini berjualan bahan dagangan tanpa modal sedikitpun.
Jika tidak habis barang bisa dikembalikan setelah nya. Dengan begitu mereka tidak akan menanggung kerugian sama sekali.
"tentu saja Bibi kecil,tentu saja kenapa tidak hehehe"Wang Danu terpeleset lidah saking senangnya.Dia kembali menyebut baili dengan Bibi kecil.
Mereka baru berjuang mulai berjualan semalam tapi cukup tahu berapa helai yang bisa terjual dalam satu hari. berbanding dengan menerima gaji sebanyak 100 sen satu hari lebih baik mereka berjualan sendiri dan menerima 10% keuntungan.
"tapi ngomong-ngomong berapa maksudnya 10% itu hehehe" tanya Wang Ming.Mereka adalah penduduk desa yang hanya bisa berhitung 1 sampai 100.
Bagaimana bisa membuat pembagian 10% ini.
"Hem setiap penjualan Rp 100 kalian berhak mendapatkan 100 sen.Ingat lah rp100 ini kira-kira dari hasil penjualan satu helai celana Bell bottom dan 1 rok saja" terang Baili.
Mereka berdua berwajah hitam tapi masih terlihat memerah ketika mereka senang.
Celana Bell bottom yang paling mudah terjual dan harga 2 helai celana saja sudah mencakup gaji mereka untuk satu hari.Jika begitu bukankah mudah untuk mendapatkan gaji pekerja pabrik dalam setengah bulan.
"kalian seneng ya bagus aku juga senang jika kalian bahagia tapi ini juga akan datang dengan kabar buruk, mau dengar?"
"ada kabar buruknya juga ?"
"tentu saja ada jangan khawatir, kabar baik dan kabar buruk itu masih saudara sekandung hahaha"
"Oke sebutan kan" kata Wang min.
"dengan mengambil barang-barangku sebagai dengan harga grosir artinya kalian bukan pekerjaan bekerja di bawah sayapku lagi. kalian sudah menjadi pekerja bebas.Bisa bekerja sama atau bekerja sendiri-sendiri. dengan begitu kalian tidak bisa makan di dapur pabrik lagi dan tentu juga dengan anak-anak kalian ,sayang sekali kan" Baili segera menyiram air dingin ke kepada mereka dengan kata-kata ini.
Dia membuat sebuah perusahaan pakaian jadi bukan tempat panti asuhan.
Anak-anak terlalu kecil untuk dibawa berjualan.
Melihat keduanya terlihat bingung baili segala berbicara tentang area pembibitan yang banyak di setiap sudut kota Beijing.
Pembibitan adalah penyebutan lama tentang sebuah TK atau paud. tapi pembibitan memiliki durasi lebih lama.Datang menitipkan anak-anak sekitar jam 07.00 pagi dan perlu mengambil mereka kira-kira jam 04.00 atau jam 05.00 sore.
Namun ada biaya yang akan dikenakan selain biaya sekolah.Di sini juga ada biaya makan siang jika anda tidak sempat membawakan bekal untuk anak-anak.
Beijing merupakan kota terpadat dengan orang tua yang memiliki pekerjaan masing-masing. Dengan begitu area pembibitan sangat digemari di sini.
Ada pembibitan yang memang disediakan oleh setiap pabrik bagi pekerjanya. Ada juga pembibitan yang menerima orang luar. Namun begitu harganya sama sekali tidak murah.
Mereka perlu membayar satu semester seharga Rp 200 per anak. Satu semester biasanya selama 3 bulan dan mereka terkadang ada libur musim panas dan musim dingin.
Ketika baili menyebutkan ini keduanya berbinar tapi redup lagi mendengar biaya yang akan terbebankan dengan itu.
"rp200 akankah hasil penjualan akan bisa menutupi ini. belum lagi kami harus membayar sewa rumah yang juga cukup mahal" keluh Wang danu.
Wang Danu belum menemukan rumah yang cocok. Hanya saja dia membayar wisma di malam hari. pikirnya Wang nie bisa bersantai di rumah keluarga bayi di siang hari jadi dia bisa berhemat biaya wisma dengan ini.
Apalagi bisa mendapatkan makanan gratis dari pekerja. Dengan begitu dia bisa menyelamatkan beberapa sen lagi satu hari sebagai tabungan.
"kalian harus optimis dengan apa yang kalian lakukan sekarang .jika ingin maju, maju terus pantang mundur.Anak-anak bukanlah masalah besar jika kalian bisa berpikir dan mengorbankan sedikit uang. ingatlah uang itu dicari untuk dihabiskan"
__ADS_1
"Bibi kecil bisakah aku minta kelonggaran sedikit. kasih aku waktu sekitar 1 minggu untuk menyimpan Wang nie di sini. Jika hal ini ini bisa menghasilkan aku akan memanggil saudaraku yang lain untuk bekerja sama.Tentu hal ini akan menghemat biaya penyewaan rumah"kata Wang Danu.
Mengingat Baili yang tidak menolak mereka bekerja secara terpisah tentu saja dia bisa memanggil saudaranya untuk datang ke Beijing.
Dengan begitu mereka bisa membayar sewa rumah secara bersama-sama. Lagi pula kehidupan di desa Jiang sangat sulit sekali bahkan bertahun-tahun lamanya rp100 pun tidak bisa dibaca di dalam tabungan.
Wang Danu juga masih memiliki hutang untuk biaya dia datang ke Beijing. Alangkah bagusnya Ide ini demi menyimpan sedikit uang untuk membayarnya lagi.
Baili juga mengerti itu jadi dia mengangguk setuju memberikan waktu sekitar satu minggu atau saat keluarganya datang ke Beijing untuk membantu berjualan.
Berbeda dengan Wang min dia sudah memiliki rumah sewa dan bahkan memiliki menantu perempuan. Masalah ini perlu dibicarakan terlebih dulu dengan pasangannya.
Tapi sebenarnya dia sudah mulai setuju dengan masalah pembibitan terlebih dahulu. Jika pun tidak begitu menguntungkan bisa membayar biaya pembibitan dua anak saja dia sudah merasa senang.
Jadi masalah penjualan berakhir di sini. Wang Danu dan Wang Ming berlari sendirian ke pabrik kaca. tentu saja kali ini Mika berharap pakaian yang terjual lebih baik daripada kemarin.
Tapi bisa menjual 50 pasang pakaian saja sudah dikatakan sebagai untung besar.Baili di sini tidak menyebut tentang beberapa item tapi berapa yang terjual sekaligus itulah yang disebut sebagai 20% tadi.
Tapi jika anda sudah beruntung maka rezeki tidak akan lari kemanapun. itulah yang terjadi saat keduanya tiba di depan pabrik kaca.
Tidak jauh dari tempat mereka berdiri sebenarnya Jiang yuan sudah berdiri bersama seseorang. mereka memang sedang menunggu bayi dan anggotanya.
Sayang sekali yang ditunggu tidak datang namun menyisakan dua orang laki-laki yang tidak dikenal. Jiang Yuan juga mengenali sosok ini yang pergi berjualan bersama baili semalam.
Dalam kilasan memori itu Jiang Yuan jelas mengetahui bagaimana pintarnya menantu perempuan ini mencari pundi-pundi rupiah dan membawa keluarga mereka menjadi kaya di tahun tersebut.
Orang luar hanya menganggap kekayaan itu resmi karena keberuntungan kedua belah pihak. Namun nyatanya dalam ingatan itu. Baili sendirilah yang berusaha bergerak mencari banyak uang. Sementara Jiang Yuan tetap berkonsentrasi pada karirnya sebagai seorang prajurit militer.
Jadi sebenarnya kekayaan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Jiang Yuan sendiri. Di sinilah letak kesalahan penafsiran dari pahlawan wanita , Xi Yanyan.
Jiang Yuan berharap bisa kaya bersama Baili dengan mengikuti setiap jejak langkahnya. Dikatakan dia sudah menyerah untuk menarik Baili ke sisinya lagi tapi itu juga tidak benar.
Cinta itu buta dan penyesalan itu tidak pernah ada obat nya. Jiang Yuan tetap tidak akan patah semangat untuk bersama baili.Jika dia melihat pergerakan yang tidak wajar dari Ran Shadong dia akan dengan cepat menyambar baili ke sisinya lagi.
Meskipun dia sama sekali tidak berharap jika mantan menantu perempuannya ini akan kecewa lagi dengan pernikahan ini.
Tapi jika ingin bersama baili ,ada baiknya mereka bisa duduk sejajar dalam kondisi pribadi maupun ekonomi.Untuk itulah dia menarik seorang teman mantan militernya untuk mengolah pakaian jadi ini dan menjualnya di kampung halaman.
Rencananya apapun yang akan baili dilemparkan kelak . Jiang Yuan akan menjadi orang pertama yang menarik bahan dan meraih keuntungan dengan titik yang sama dari itu.
Karena dia tidak bisa keluar dari posisinya sebagai prajurit militer. Harus ada seseorang yang menjalankannya.Orang inilah yang duduk bersamanya menatap di mana kios Wang Danu dan
Wang min didirikan.
Selesai saja keduanya menyebarkan barang dagangan, pria di sisi Yuan ini segera bergerak maju.
"Halo kamerad apakah barang-barang ini akan dijual?"tanyanya dengan ramah.
Sebagai seorang penjual keduanya juga menjawab dengan sama ramahnya. Mereka juga menjelaskan berapa harga produk dan berapa bonus yang akan diberikan nanti. ini adalah pelanggan pertama mereka sejak dilepas oleh baini tentu saja mereka antusias sekali meski kecil kemungkinan untuk pria ini membeli pakaian mereka.
Namun begitu pria ini membuka mulut uang Danu dan uang min segera ternganga lebar tidak percaya.
"aku ingin membeli produk kalian, 500 helai per mode, jadi ada 2000 helai.Apakah kalian memiliki stoknya?"
Tapi segera keduanya menganggap ini bercanda siapa orang yang mau membeli barang sebanyak itu saat ini.
__ADS_1
"kamerad ini pintar bercanda, hahaha, apa itu 2000 pesanan. uang sebanyak itu tidak akan jatuh dari langit hahaha "seru Wang Danu yang segera memecahkan keheningan.
Melihat betapa tidak yakinnya Wang Danu dan Wang min ,pria itu segera mengeluarkan gulungan uang kertas yang bahkan tidak muat di satu kantong saja.