
Pulang dari rumah baili nyatanya Wang Danu tidak langsung pergi ke wisma di mana dia menyewa dalam beberapa hari ini.
Dia pergi untuk menelpon Komune. Saat ini hanya komune yang memiliki telepon. ada seseorang yang menjawab telepon itu.
"saya ingin berbicara pada keluarga Wang Dali di desa Jiang Chun"Kata nya.
orang itu segera menuliskan alamat pada sebuah kertas dan meneruskan pesannya pada kepala desa Jiang Chun.
di desa Jiang jarang sekali menerima panggilan telepon tapi jika ada seseorang yang ingin menelpon seperti ini kepala desa segera membunyikan microphone.
Dengan begitu bukan hanya Wang Dali yang mendengar tapi satu desa mengetahuinya.
"Wang Dali ada telepon dari baijing.Segera pergi ke komune" panggil kepala desa dengan microphone.
Wang Dali adalah nama kakek Wang Danu. Dia memiliki tiga putra dan 2 Putri semuanya sudah menikah. Ayah dari Wang Danu adalah putra ke-2.
Wang Danu memiliki satu adik laki laki dan satu adik perempuan. adik perempuannya Wang liya ,baru saja mengatakan ciuman tahun lalu. Masih Ada waktu 2 tahun lagi untuk dia menikah.
Tapi adik laki-lakinya Wang jiefeng sudah menikah dan memiliki dua putra sekaligus. Putra pertama sudah berusia 7 tahun yang kedua 5 tahun.
Karena sampai saat ini keluarga Wang Danu tidak melakukan perpisahan.Jadi ada begitu banyak orang dalam keluarga besar mereka.
Selain saudara kandung Wang Danu juga memiliki banyak sepupu yang sekarang sudah pun memiliki anak masing-masing.
Menurut kebiasaan di desa Jiang Chun. Perpisahan hanya akan dilakukan jika seorang penentua nya meninggal dunia.
Contohnya jika kakek uang Danu meninggal barulah keluarga itu dipisahkan. namun pemisahan ini masih mengikuti anak anak.
Yaitu ayah Wang Danu dan saudara nya.Dalam perpisahan itu semua rumah,uang tabungan dan tanah juga akan dibagi mengikut semua anak-anak.
Jadi seandainya perpisahan dilakukan. Ini masih akan ada di tingkat atas belum sampai ke tahap Wang Danu sama sekali.
Artinya perpisahan itu bukan giliran uang danu.
inilah yang dipikirkan oleh Wang Danu sekarang betapa sulitnya dia untuk memisahkan diri dari keluarga besarnya. lagi pula tidak ada kebencian dalam keluarga itu karena mereka masih saja hidup dalam keadaan harmonis meskipun di bawah batas kemiskinan.
Namun hal ini mengakibatkan Wang dali atau kakek langsung dari Wang Danu memiliki pemikiran patriarki.
Mereka mementingkan keturunan laki-laki daripada keturunan perempuan.
Salah satunya adalah menikahkan keturunan perempuan demi menyimpan mas kawin untuk keturunan laki-laki. praktek seperti ini sudah sangat wajar dan umum dilakukan di mana-mana pada tahun 70-an.
Jadi tidak ada yang menganggap Hal ini sebagai sesuatu yang kelewatan batas.Sama seperti saat Wang Danu akan menikah.
Sebelumnya kakek Wang Danu menikahkan sepupu perempuan ke desa lain.Dan menggunakan maharnya sebagai mas kawin Wang Danu dengan menantu perempuannya yang sekarang sudah kabur.
Inilah sebabnya Wang Danu merasa tidak nyaman.Saat menantu perempuan menghabiskan uang keluarga dengan mencurinya.
Pengorbanan sepupu perempuan jadi sia-sia karena itu.
Di rumah keluarga Wang, beberapa orang sudah tidur namun orang-orang yang masih terjaga tentu mendengar panggilan itu.
Di desa orang-orang tidur lebih awal karena tidak ada listrik sama sekali. Untuk menghemat uang minyak, mereka tidak menghidupkan apapun di rumah. Dengan itu rumah menjadi gelap gulita tentu saja pilihannya adalah tidur lebih awal.
"Kakek ada telepon?"kata Wang bou. Dia mengetuk pintu kamar kakeknya dengan serius.
Wang bau ini adalah sepupu dari uang Danu sendiri.Ayahnya adalah putra pertama, meski begitu keluarga Wang tidak pernah membedakan anak-anak dari keluarga pertama atau keluarga lainnya.
Mungkin inilah yang membuat mereka tidak pernah bertarung sama sekali.
pria tua yang sudah berumur hampir 70-an ini segera mendengarnya dan berteriak dari dalam.
"telepon dari mana?"
"dari Beijing mungkinkah sepupu uang Danu mendapat kecelakaan di Beijing.Sudah berhari-hari tapi dia tidak pulang"katanya ketika pria tua itu berdiri untuk membuka pintu.
__ADS_1
"Beijing? mungkin ada sesuatu yang serius pergilah dan pinjam sepeda seseorang"katanya yang sudah kehilangan rasa kantuk.
Wang bou mengerti apa yang dimaksudkan oleh kakeknya. dia berburu-buru keluar dan meminjam sepeda dengan kepala desa.
Dengan sepeda perjalananku di perjalanan ke komunis tidak lebih dari setengah jam.
Dia perlu menunggu beberapa saat sebelum telepon itu berbunyi lagi.Wang bau bergegas menjawab nya.
"Halo sepupu apa kau mengalami sesuatu sehingga tidak bisa pulang?"tanyanya dengan nada khawatir.
Entah kenapa uang Danu merasa hangat di hatinya karena seseorang jelas mengkhawatirkannya di desa. tapi mereka tidak memiliki banyak waktu untuk berbicara panjang lebar.
Biaya menelpon saat ini begitu mahal. Ini dihitung setiap detiknya.
"tidak aku baik-baik saja di sini. Kebetulan sekali aku bertemu dengan Bibi kecil dia mengajak aku bekerja tapi ada beberapa syarat. ini masih dengan pemisahan keluarga seperti yang dilakukan di desa"kata Wang Danu dengan cepat.Dia juga tidak ingin membayar mahal untuk biaya telepon.
"Hah Bibi kecil apakah begitu? pekerjaan apa itu jika boleh tahu?"tanya uang baru semangat.
Jika Bibi kecil benar-benar ingin menarik Wang Danu bekerja di bawah sayapnya .Ini adalah kabar baik dan tentu saja tidak bisa dilewatkan. Ada begitu banyak warga desa yang merasa cemburu dan rela melakukan perpisahan keluarga hanya untuk bekerja di bawah sayap Baili. Sekarang Wang Danu memiliki kesempatan lalu kenapa tidak.
Hanya saja mereka tidak memiliki kekuasaan itu untuk itu kabar ini harus diselesaikan sendiri oleh Kakek Wang sebagai ketua keluarga.
Tiba-tiba saja uang bau merasa masam.Dia juga ingin melakukan itu tapi sekarang belum lah gilirannya.
"tidak di Beijing sekarang semua orang bebas melakukan spekulasi tanpa perlu ditangkap oleh biro keamanan umum. aku tidak bekerja di bawah Bibi kecil tapi diberikan kesempatan untuk membangun usaha sendiri. kata bibi kecil jika aku bersedia maka aku bebas membawa siapapun untuk melakukan bersamaku. andai kakek bersedia melakukannya aku akan membawa kalian semua ke Beijing saat ini juga"kata uang Danu bersemangat.
Ini membuat Wang bau terkejut tapi tidak bisa berkata apa-apa .Kenapa perilaku spekulasi di Beijing dibenarkan .Wang bau percaya dengan Baili seperti Wang Danu.
Tapi jika hal ini disebutkan oleh bibi kecil bukankah ini sesuatu yang benar-benar boleh dilakukan.
Tapi dia bersemangat lagi mengingat Wang Danu boleh membawa siapapun yang dia inginkan ke Beijing.
Bukankah ini hal yang bagus, dia juga ingin pergi ke Beijing juga untuk mendapatkan uang banyak.
"aku lupa mengatakan, sebenarnya aku bekerja bersama bibi kecil dalam satu minggu ini.Tadi aku baru mendapat bayarannya, itu sekitar
Rp 1000 .Aku akan mengirimkan nya melalui wesel besok. Bibi kecil juga bilang dia akan menyediakan sebuah halaman kecil jika kalian ingin datang.Jadi tidak perlu khawatir untuk biaya tinggal. tapi karena ada perpisahan maka kalian juga masih tetap harus membayar sewa seperti orang lain"
"Ah seribu rupiah? Dan...dan ada rumah juga?" kata Wang bou yang bergetar saat tangannya memegang telepon.
Seribu..seribu rupiah.
"Hem ya, ini memang seribu tapi mengenai rumah aku tidak tahu bagaimana bentuknya .Yang jelas rumah sudah ada, pekerjaan sudah ada jadi datanglah ke Beijing.Namun itu jika kakek setuju untuk melakukan perpisahan"kata Wang Danu lagi.
Kali ini dia benar-benar berbohong lagi dengan mengatakan segala sesuatunya dengan menyebut nama baili.
Warga desa jiang Chun juga sudah mengetahui perilaku baili yang satu ini .Setiap orang yang ingin bekerja di bawahnya haruslah memisahkan diri dari keluarga besar nya terlebih dahulu. Dengan begitu sepupunya ini benar-benar sudah dibodohi oleh Wang Danu.
"oke aku akan mengabarkan masalah ini pada kakek. jika masalahnya clear aku akan pergi ke Beijing"kata Wang bou lagi.
Andai kakek menolak, dia akan terus berusaha membuat hal ini bisa direalisasikan.Mendapat pekerjaan adalah sesuatu yang sulit, apalagi bisa pergi ke Beijing. Bukankah hal ini terdengar begitu indah.
Beijing hehehe.
Setelah telepon ditutup, Wang bau langsung melarikan sepedanya lagi ke desa jiang Chun. Begitu tiba dia langsung mengembalikan sepeda dan berlari cepat ke rumah.
Yang tidak disangka olehnya adalah. Semua keluarga tidak bisa lagi tidur setelah mendapatkan kabar tentang telepon dari Beijing.
Mereka begitu khawatir jika wang Danu mengalami kesulitan.Tapi ini justru adalah hal yang bagus bagi Wang bau karena dia tidak perlu membangunkan semua orang dan mengabarkan kabar baik ini.
Begitu dia mengucapkannya hal itu seperti melempar sebuah bom yang membuat ledakan tidak terduga. Neneknya bahkan terguncang ingin pingsan.
Mereka adalah keluarga besar yang belum berpisah jadi kehidupan ini begitu sulit.Dulu mereka bahkan membuat aturan sendiri agar perut tetap bisa diisi.
Meskipun saat ini ada penghasilan tambahan dari bunga matahari dan teh liar. Namun karena populasi yang begitu banyak, mereka tetap tidak mampu menyimpan uang sebagai tabungan.
__ADS_1
Tapi sekarang Wang Danu bisa menghasilkan rp1.000 hanya dalam satu minggu saja.Andai mereka tahu uang itu didapat Wang Danu hanya dalam satu hari .Kemungkinan besar neneknya memang bisa pingsan detik itu juga.
Kakek Wang adalah orang yang berpikiran luas. Mungkin dulu dia tidak akan setuju dengan ide ini karena berlawanan dengan hati nurani dan tradisi keluarganya.
Namun dia melihat orang-orang yang memisahkan diri ini.Bukan melarat tapi mereka malah bangkit dan menjadi keluarga baru yang lebih baik dari sebelumnya.
"jika memang perpisahan ini bagus untuk perkembangan keluarga maka Mari kita lakukan perpisahan besok"kata pria tua itu tegas.
Wang bau sama sekali tidak menduga jika kakeknya akan setuju dengan cepat.Dia melihat suasana baru dan kekayaan yang akan tiba tidak lama lagi setelah perpisahan dilakukan.
"tapi kakek harap setelah perpisahan kalian masih tetap berbakti seperti saat ini.Jangan pernah bertengkar antara saudara dan tetaplah saling bantu membantu"katanya menasehati semua orang.
Kakek Wang paling takut jika hal ini terjadi.Dengan begitu dia harus mengingatkan para cucu dengan keras.
Ayah Wang Danu segera berlutut di kaki ayahnya dan menangis." ayah aku akan berbakti padamu dan memberikan kau pensiun yang indah"
Dua saudaranya juga melakukan hal sama dan menangis. Mereka berjanji tidak akan pernah melupakan persaudaraan ini dan uang tidak akan pernah membuat mereka sombong sama sekali.
Dengan janji seperti itu kakek Wang tersenyum lagi. Dia sangat bersyukur diberikan keluarga besar dan masih tetap langgeng sampai saat ini.
Setelah itu mereka berbicara tentang siapa yang akan dikirim ke Beijing untuk mengikuti jejak langkah Wang Danu.
Tidak ingin merasa bias ,kakek Wang segera mengatakan idenya.
"aku memiliki tiga putra dan 2 Putri.
Masing-masing juga sudah memiliki anak laki-laki yang besar.Sekarang aku meminta kalian menunjuk wakil dari setiap keluarga. Kehidupan di Beijing belum jelaskan"
Semua segera mengangguk dengan setuju. Jadi pada hari itu di sepakati ada 5 orang yang akan pergi ke Beijing.
Hal pertama yang akan dilakukan besok adalah memanggil Dua Putri dan meminta nama yang akan dikirim ke Beijing.
Besok nya pagi pagi sekali mereka memanggil kepala desa dan sekretaris berikut dengan kapten tim ,untuk mengurusi masalah perpisahan.
Sementara Wang bou pergi ke kota untuk menarik uang dari wesel. Karena uang ini didapat saat keluarga masih belum berpisah jadi dikatakan uang ini adalah uang milik bersama.
Keluarga sekarang benar-benar tidak memiliki tabungan tapi memiliki utang. Setelah membayar semua hutang masih ada begitu banyak sisa lagi.
Dipotong dengan biaya ke Beijing masih ada sekitar rp900 dan 700 sen.Kerena keluarga Wang adalah keluarga besar jadi uang ini dibagikan mengikut anak bukan cucu.
Kekek Wang memiliki 3 anak laki-laki. Namun begitu dia juga ingin anak perempuannya mendapatkan bagian.
Setiap anak laki laki akan mendapatkan Rp 200 dan dua putri akan mendapatkan kan Rp 100 dan 500 sen.Namun begitu masih ada sisa 700 sen.
700 sen inilah yang akan dipegang oleh putra tertua.Karena kedua lansia tentu akan mengikuti anak pertama mereka.
Pada hari itu rumah juga dibagikan berikut dengan sumpit dan mangkuknya sekalian.
Setelah melakukan perpisahan pada keluarga inti sekarang tiba giliran melakukan perpisahan pada keluarga cabang.
Contohnya ayah nya, memisahkan Wang Danu dan adik nya Wang jiefeng.Wang jiefeng sendiri sudah memiliki menantu perempuan dan dua orang anak laki-laki.
Karena Wang Danu adalah putra pertama ,dengan begitu secara otomatis ayah dan ibu nya berada di dalam tanggungan Wang Danu di masa depan.
Uang yang tadi didapat juga dibagi menurut anak-anak. Karena adik perempuan akan menikah tahun depan. Tentu dia masih memiliki bagian uang ini untuk disimpan sebagai mas kawin.
Jadi Wang itu dibagi 3 lagi sehingga hasilnya tidak akan sebanyak di awal.Tapi itu masih lebih baik daripada tidak mendapatkan apapun.
Menurut pengaturan dari ayah Wang Danu, dia tidak bisa mengirimkan Wang Jiefeng pergi ke Beijing karena sudah ada Wang danu di sana.
Tapi karena Wang Danu adalah pemilik pekerjaan, jadi Wang jiefeng dianggap sebagai kasus khusus.
Jadi pada satu hari keluarga uang yang memiliki anggota paling banyak sebenarnya memisahkan diri secara sukarela. Karena ada banyak dokumen yang perlu ditandatangani maka hal ini tidak bisa selesai dalam satu atau dua jam.
Tapi sebelum makan malam tiba. Semua hal sudah selesai dan perpisahan sudah pun di realisasikan.Andai pun mereka tahu jika Wang Danu sudah berbohong itu semua sudah terlambat.
__ADS_1