
Hari ini adalah hari terakhir Yanyan liburan.Esok dia harus kembali ke pabrik kain.Selama seminggu ini dia bolak balik ke pasar gelap.
Dengan telur ayam ,ayam utuh dan berbagai buah-buahan.Dia menghasilkan hampir Rp 500.Ini pun sudah di potong dari penginapan dan makanan.
Pekerjaan dua bulan pabrik di penuhi hanya dalam waktu seminggu.
Itupun Yanyan tidak begitu serius.Dia kerap berjalan jalan dan makan makanan hotel negara dengan perut terbuka.
Dalam dua kehidupan baru kali ini dia menikmati kehidupan yang nyaman.
Namun begitu hati nya sering berkata tidak puas.Laporan ke biro keamanan publik sudah gagal total.
Jadi dia menyerang dari sisi Xu Ming.
Seharusnya Xu Ming bisa bergerak hari ini.Yanyan berpikir sejenak.
Besok dia harus kembali ke pabrik.
Jadi kenapa tidak pergi melihat kesenangan terlebih dulu.
Dengan pemikiran seperti ini,dia berangkat ke desa Jiang Chun.
Untung saja bus yang pergi ke desa masih ada. Jadi dia melompat ke dalam bus dengan terburu buru.
Kali ini dia datang terang terangan.
Tidak secara sembunyi seperti kemaren.
Ketika dia sampai ke desa, kondisi begitu sunyi. Semua orang terkonsentrasi pada satu titik.
Rumah keluarga Bai.
Yanyan mengernyit heran,ada acara apa.Apakah Xu Ming sudah tiba.
Hati Yanyan begitu senang sekali.
Jika mungkin dia akan menari dan tertawa.
Jadi Yanyan mempercepat langkah kaki nya.Tapi kegembiraan nya terlalu cepat.
Di depannya ada perjamuan makan siang.Yanyan tau bibi kecil akan menikah tapi apakah hari ini.
Yanyan bingung tapi segera merubah wajah dengan tersenyum.
Dia bisa di bilang sebagai kerabat keluarga Bai.Jadi tidak ada yang menganggap aneh ketika di datang.
"Hoi Yanyan, baru datang?"
"Ya nenek Xi, ambil cuti di pabrik hari ini"kata Yanyan ramah.
"Pergi bantu di dapur, masih ada banyak pekerjaan"
"Oke ,aku lihat nenek Bai dulu"kata Yanyan beralasan.Dia datang untuk melihat kesenangan bukan untuk jadi pembantu gratis.
Wanita tua itu tidak berkata lagi dan dia langsung mengerjakan apa yang bisa dia lakukan.
Untuk warga desa yang datang. Mereka tidak hanya datang membawa uang.Tapi juga datang membawa mangkok sumpit bahkan meja dan kursi sendiri.
Tidak ada tempat untuk menyewa bareng-bareng pernikahan seperti tenda dan kursi lipat tahun ini.
Jadi wajar hal ini dibawa dari rumah tetangga .Jika tidak anda bahkan tidak punya tempat untuk duduk.
Nanti jika acara sudah selesai. Mereka akan membawa kembali barang-barang tersebut. Jadi tidak ada begitu banyak hal yang perlu dibereskan setelah acara pernikahan selesai.
Yanyan sengaja pergi bertemu dengan nenek bai dan berbicara untuk patah kata.Melalui pembicaraan ini, barulah dia mengerti jika pria yang bekerja sebagai direktur di stasiun pabrik sampah itu. Sebenarnya masih tetangga dari sebelah rumah.
Ketika dia tinggal di sini . Ran Shadong masih berada di militer. Sebab itulah Yanyan tidak pernah bertemu dengan Ran Shadong sebelumnya.
Nenek bai juga menceritakan bagaimana baiknya perilaku Ran Shadong sejak kecil maupun dewasa. dia bahkan membanggakan diri jika Ran Shadong masih dihitung sebagai pegawai negeri.
Bibi kecil sangat beruntung bisa menikah dengannya. Meskipun mereka terpaut usia yang sangat jauh.
Yanyan tersenyum mendengarnya. Seolah-olah dia senang dengan kabar ini.Tapi siapa tahu tangan di bawah meja.Mengepal dengan erat menyiratkan jika dia tidak senang.
"berapa usiamu sekarang katakan Apakah ada yang kau sukai atau nenek akan mencarikan Mak comblang untukmu kata nenek bye atau ibu tua Bali serius.
Menurutnya Yanyan adalah anak yatim piatu yang perlu diperhatikan. Namun begitu usianya sudah wajar untuk menikah .Sebagai kerabat jauh nenek bai juga bisa mencarikan dia pasangan melalui mak comblang.
Namun itu hanya berlaku jika Yanyan menginginkannya.
"nenek tidak perlu aku sudah menemukan target ku sendiri. Orangnya prajurit di militer.usiaku belum cukup Jadi kami hanya akan menikah beberapa bulan hehe"
__ADS_1
"Prajurit militer?betapa bagusnya itu nenek akan senang melepasmu pergi Apakah kau akan menikah dengan perjamuan juga? nenek akan mempersiapkannya jika kau mau.
Nenek tidak akan memperlakukan
mu dengan buruk" kata nenek Bai atau ibu Baili.
"tidak perlu nenek kami akan melakukannya di militer saja" tolak nya jijik.
"Oh kalau begitu kabarkan jika kau perlu sesuatu nenek akan membantumu sebisanya" kata wanita tua ini serius.
Yanyan hanya bisa menggeleng kepala menolak dengan sopan. Tapi di dalam hati dia berkata " bisakah keluarga bai mati,ini akan membantu ku"
Untuk acara pernikahan seperti ini ada koki yang dipekerjakan. Jadi keluarga bai tidak perlu direpotkan dengan masalah dapur. Sajiannya sangatlah sederhana.
Makanan pokoknya adalah bubur nasi putih yang ditambah dengan ubi jalar yang diparut.
Makanan pokok seperti ini sudah dikatakan mewah dan kelas menengah. Di rumah sendiri pun anda tidak akan menemukan bubur nasi putih. Jika pun ada ,hanya banyak air dibandingkan beras.
Ada juga acar ikan gurame, ikan ini dibawa kembali oleh Wang sufeng yang memang sudah dipesan sebelumnya.
Pertama tama ikan dibersihkan mereka hanya perlu digoreng.
Setelah itu tumis bawang putih bawang merah juga beberapa paprika dua warna. Tinggal tambahkan dengan acar kubis yang sudah jadi. Lalu aduk bersama ikan gurame yang sudah digoreng.
Ini adalah hidangan yang kedua. pembuatannya juga tidak serumit yang dipikirkan.
Baili tidak memasaknya secara langsung tetapi dia memberikan resep masakan ini pada koki yang ditugaskan.Dibantu dengan tiga keponakan perempuan yang memang sudah begitu akrab dengan menu ini.
Menu kedua adalah sup tahu putih dengan loufah dan kacang mete. Sup ini sangat ringan dan menyegarkan jika dimakan di hari panas.
Hidangan ketiga adalah mie beras goreng dengan udang kering kecil.
Mie beras bisa dibeli di departemen store.Tapi itu menurut perkiraan orang-orang namun sebenarnya Baili sudah menyediakan lebih dulu. Dia bisa membelinya dengan harga miring di online shop susu.
Jumlahnya tidak sedikit.
Baili langsung membelinya dengan 100 kilo mie beras. sedangkan udang kering kecil sangat mudah dicari di desa kebelakang ini.
Orang-orang yang mengetahuinya sering mencari dan mengeringkannya sepanjang hari. Menunggu wang Sufeng tiba untuk mengambil barang.
Menu ke empat , gorengan kubis dengan tambahan jamur tiram yang empuk dan bergizi.
Buat juga menu ke lima, manisan labu yang baili buat beberapa hari sebelum nya.
Semenjak Baili membuka toko pergantian .Semua hal dihargai jadi mereka juga tidak akan menyia-nyiakan udang sekecil ini.
Sebenarnya barang-barang ini. Begitu berharga karena mereka masih segar dan tidak terkontaminasi dengan polusi dan sebagainya.
Rasanya akan lebih manis jika dimasukkan ke dalam sup tahu dengan sedikit wortel.
Namun kulit udang sangat tebal dan warga kesulitan memakannya.Tapi Baili terkadang lebih cerdik. Dia akan mengupas udang terlebih dahulu sebelum dimasak. Jadi anda tidak akan merasa kesulitan lagi untuk makan udang kecil seperti ini.
Sebenarnya hidup di pedesaan lebih dekat dengan bahan makanan daripada jika anda hidup di kota.
Namun warga desa tidak mengetahui bagaimana cara mengkonsumsi barang-barang gratis tersebut.
Baili yang mengetahuinya.Tidak pelit memberikan ilmu pengetahuan.
itulah sebabnya baili sering memasak di halaman depan.
Agar semua orang mengetahui bagaimana cara memasak yang benar.
Jika Anda beruntung Anda juga akan menemukan beberapa ekor belut sawah dan katak sawah yang bisa dimakan.
Rasanya tidak akan enak jika anda tidak pintar cara mengolahnya. Namun walau bagaimana pun mereka tetaplah daging.
Jadi menu hari ini tidak rumit dan bahkan orang bisa melakukannya sendiri di rumah.
Bisa menambahkan menu harian dan gizi keluarga.
Selagi orang-orang sibuk , Yanyan mengintip ke dalam kamar Baili. Saat ini baili masih berada di kamar aslinya.Kamar ini hanya ditutupi dengan beberapa kain baru dan itu sudah selesai.
Bibi kecil sedang dihias oleh beberapa wanita janda tua yang dikatakan memiliki keberuntungan dengan anak-anak laki-laki.
Yanyan semakin tidak puas dengan pakaian baru yang di pakai bibi kecil.Dari bahan kainnya ini hanyalah bahan biasa namun model dan gayanya sangat baru.
Warna merahnya juga tidak biasa sangat mewah karena ada kilauan kecil di mana-mana.
Ini tidak bisa dibiarkan Kenapa bibi kecil bisa menikah dengan pria baik bahkan masih di sebelah rumah.
Apakah ini masih dikatakan pernikahan.
__ADS_1
Menikah atau tidak ,tidak ada perubahan besar yang terjadi di dalam hidup bibi kecil.
Dia masih akan tinggal di lingkungan yang sama bahkan di rumah yang sama juga.
Hidup di bawah telunjuk mertua perempuan jelas tidak akan dirasakan oleh bibi kecil nantinya.
Kenapa bisa begini.Kenapa Dewi keberuntungan masih berpihak kepada bibi kecil.
Ke mana perginya song linan.
Mengingat nama ini entah kenapa Yanyan jadi merinding. Nama ini sudah menjadi musuh alami Yanyan.
Apakah keluarga kepala desa melihat dirinya datang tadi. Warga desa mungkin tidak tahu apa yang terjadi. Tapi kepala desa tidak mengetahuinya ,ini bohong.
Mengingat masalah ini.Yanyan mau tidak mau mengecilkan tubuhnya dan mengurangi rasa keberadaannya. Agar tidak ada yang menyadari jika dia ada di tempat.
Pada saat itulah suara berisik terjadi di luar. Yanyan segera menemukan sedotan penyelamatnya. Pihak Xu ming sudah tiba.
Mereka sudah mulai bertengkar di luar dan ini adalah pertunjukan yang ditunggu-tunggu oleh Yanyan sejak tadi.
"Bibi?"panggil Baili pada wanita tua yang meriasnya.
sebenarnya dia tidak benar-benar merias hanya membantu menyisir kan rambutnya saja. Untuk menggantikan gaya rambut. Gadis yang belum menikah ,memiliki gaya kepang dua.
Namun jika sudah menikah. Dia tidak perlu lagi memakai gaya ini.
Bisa mengikatnya dengan cara apapun yang dia suka. Di tahun 70-an gaya yang ditekankan hanyalah memotong rambut sependek mungkin.
Jika anda masih memelihara rambut panjang maka anda akan dikecam sebagai penggoda pria. Jadi gaya rambut panjang akan menjadi penghindaran untuk wanita yang dikatakan memiliki perilaku yang baik.
Baili juga mengerti masalah ini jadi dia tidak menolak memiliki rambut pendek.Namun begitu ada banyak model rambut pendek yang bisa diterapkan.
Dia akan mengurusi masalah ini nanti.
Untuk sekarang masalah di depan jadi perhatian semua orang. Sebagai seorang pengantin ,Baili tidak bisa keluar rumah lebih awal dari yang seharusnya.
Wanita tua yang merias ini pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Beberapa saat kemudian dia kembali lagi mengatakan. Jika mantan suami bai xinxin mengeluh karena masalah pekerjaan di pabrik baja.
"Panggil kakak pertama ke sini"Kata Baili.
Wanita tua itu segera setuju dan dia buru-buru pergi lagi dari kamar pengantin.
Melakukan tindakan kerusuhan pada hari pernikahan. Bisa dikatakan sebagai nasib buruk bagi pengantin.
Dari itu wajib ditekankan agar tidak terjadi pertumpahan darah yang membuat nasi buruk itu lebih melekat.
Karena keyakinan lama inilah warga desa Jiang Chun tidak mau bersikeras. Mereka hanya bisa diam menahan kemarahan akibat tindakan keluarga Xu .
Melihat tidak ada warga desa yang berbicara untuk keluarga bai. Xu ming merasa naik angin dan dia malah meminta kompensasi sebanyak Rp 500.
Bai you yang dipanggil bergegas pergi ke kamar. Mereka tidak tahu harus berkata apa .Namun Baili selalu punya banyak akal.
"Adik perempuan,apa kau punya ide?"tanya nya.
"katakan kita akan melaporkan masalah ini pada biro keamanan publik. jangan takut karena kita punya bukti. Tanyakan juga kepada Wang sufeng apa desa Xu masuk dalam lingkup pekerjaannya.Jika iya katakan pada nya agar tidak masuk ke desa itu lagi" kata Baili tegas.
Mata Bai you berbinar mendengarnya.Baili mengatakan jika biro keamanan publik juga sudah mengesahkan masalah ini tidak ada sangkut pautnya dengan Xu ming.
Mereka hanya tidak ingin ribut di hari pernikahan. Tapi jika sudah begini ada baiknya meletakkan topi kotor di atas kepala biro keamanan publik.
Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya. Adik perempuan kecil ini banyak akal dan memiliki keberuntungan yang tidak biasa.
Bai you keluar lagi dari kamar pengantin dengan dada tegak.Masalah ini jadi semakin kecil jika di lihat dari sudut pandang adik perempuan.
Siapa yang menolak keberadaan toko penukaran yang dijalankan oleh adik perempuannya.
Jika Baili menolak kerjasama atas nama desa Xu. Maka yang rugi adalah warga desa tersebut bukan adik perempuan kecilnya.
Semua orang mengalami perbedaan ada dan tidak adanya toko pergantian itu.Namun di desa yang sangat jauh seperti desa Xu mereka lebih mengenal wang sufeng daripada baili sendiri.
Buktinya beberapa orang yang mengenal Wang Sufeng buru-buru menghadangnya dan bertanya kapan dia datang ke desa mereka.
Wang Sufeng hanya bisa menjawab dengan wajah memerah. Karena keberadaannya sudah disambut dengan baik oleh banyak desa hanya karena bibi kecil.
Dengannya beberapa barang gunung bisa digantikan dengan tepung mewah bahkan dengan gula putih yang langka.
Ada juga beberapa keluarga yang menganggap Wang sufeng adalah calon menantu pria idaman.
Sekarang siapa tidak mengenal nama wang Sufeng yang datang membawa kebahagiaan lebih dari seorang menantu lelaki.
__ADS_1
Tapi untuk desa xu ,tidak akan ada lagi wang Sufeng dan toko penukaran.