Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
212


__ADS_3

Kedua saudara laki-laki Baili saat ini sudah berdomisili di kota cahaya, mereka masih bisa mengetahui kabar dari desa jiang Chun.


Meski hal itu sedikit terlambat.


Sewaktu Baili pergi ke Beijing, mereka juga mendapati situasinya tidak sesuai untuk berbicara dengan Baili.


Di satu sisi mereka ingin keluarga baik-baik saja. Namun di sisi lain mereka juga menyadari tindak-tanduk menantu perempuan masing-masing yang membuat Baili dan kedua orang tuanya berhati dingin.


Jadi mereka memanfaatkan waktu beberapa bulan ini agar situasi kondusif. Selain itu mereka juga sudah mewanti-wanti kepada menantu perempuan jika perilaku mereka benar-benar tidak bagus.


Untuk mengajari 2 menantu perempuan. Kedua kakak laki-laki baili ini sama-sama kompak dalam memperbaiki situasi.


Sejujurnya tidak pernah sekalipun mereka berpikir untuk bercerai dengan menantu perempuan hanya lantaran masalah sepele.


Dengan begitu hal pertama yang dilakukan untuk mengantisipasi adalah dengan tidak memberikan keseluruhan gaji kepada menantu perempuan.


Mereka hanya memberikan uang untuk biaya hidup di kota cahaya sebanyak Rp 100. Tapi sebenarnya itu sudah lumayan banyak mengingat mereka masih lagi mendapat beberapa kg makanan nasional karena mereka sekarang memiliki hukou perkotaan.


Jadi rp100 itu masih bisa ditabung jika menantu perempuan irit.


Dengan cara ini kedua kakak laki-laki baili berharap menantu perempuan ini belajar dari pengalaman dan tidak lagi berperilaku sembrono tentang tabungan di rumah.


Apalagi didapati semua tabungan sebenarnya sudah dialokasikan pada keluarga kelahiran masing-masing.


Contohnya jika ada keluarga yang menikah atau melahirkan.Mereka akan menyumbang lebih besar dari yang seharusnya .Mungkin ini dilakukan hanya untuk sekedar pamer.


Dari sisi ini mungkin bisa dibenarkan karena mereka sudah terlalu lama hidup dalam kondisi miskin.


Tapi ini juga membuat perasaan yang tidak seimbang di dalam hati orang tua bai sepenuhnya.


Ada benarnya mereka berada di bawah sayap Baili .tapi walau bagaimanapun baiyou dan Baitou adalah anak laki-laki yang sebenarnya lebih berhak bertanggung jawab.


Ini memang sudah salah pada awal.


Justru di bawah pengaruh menantu perempuan, mereka beranggapan wajar jika baili melakukan itu secara dia memiliki uang.


Hanya setelah di ajari oleh baili mereka baru menyadari jika situasinya salah. Walau bagaimanapun orang tua masih mengharapkan perhatian dari anak-anak sendiri. Tapi kedua orang tua berbeda dengan wanita tua desa yang terlalu memaksa.


Ayah dan ibu tua baili cenderung pasif dan menunggu reaksi dari anak-anak sendiri secara alami daripada memaksakan kehendak.


Tapi siapa sangka anak-anak malah berpikir orang tua tidak memerlukan perhatian dan uang dari anak-anak karena itu .


Setelah berbulan-bulan bekerja di kota cahaya, keduanya tidak berpikir itu salah. Hanya setelah baili berbicara mereka baru menyadari ada sesuatu di dalamnya.


Menantu perempuan berani menghabiskan rupiah demi rupiah bahkan membelikan keluarga kelahirannya dengan barang-barang. Sementara orang tua sendiri tidak pernah dikirimi 1 meter kain pun.


Hanya karena kedua orang tua tidak berbicara maka mereka tidak merasa bersalah dengan itu.


Sekarang Bai xinxin akan pergi ke Beijing tapi mereka tidak dikabari. Bukankah ini artinya mereka benar-benar sudah tersingkir hanya karena kesalahpahaman itu.


Dengan perasaan sedih dan menyesal dia saudara bertemu di hotel negara. Bai You sudah murung sejak beberapa waktu yang lalu dan mereka tidak bisa berpikir baik setelah ini .


"kakak tertua dulu kita miskin dan tidak memiliki satu sen pun di tangan.Tapi kita masih bisa tertawa dan bahagia bersama-sama. Sekarang uang sudah ada dan pekerjaan juga ada. Tapi kenapa justru kita tidak bisa tersenyum lagi?"keluh nya


" Apa pendapatmu jika suatu hari zenzen melakukan hal ini. Setelah menikah dan bekerja mereka bukan tidak saja tidak memberimu uang tapi juga tidak mengirimimu kabar berita?"


"kenapa kakak tertua berkata begitu, tidak mungkin putraku seperti itu kan ,secara kita...


Tiba-tiba perkataan itu putus begitu saja. Bukankah itu yang sudah mereka lakukan selama ini. Jika ZenZen juga melakukannya di masa depan .Bukankah itu artinya adalah karma.


Hari ini kedua orang tua memiliki Baili sebagai gadis yang bisa diandalkan. Tapi bagaimana di masa depan apakah Niuniu bisa memperlakukannya dengan cara yang sama.

__ADS_1


Baiyou terdiam lagi, sejujurnya perkataan ini disampaikan oleh putra tertuanya yang kembali tadi malam.


Saat dia pulang wajahnya begitu menghitam dan sedikit marah. Mungkin dia berpikir sedang berbicara dengan orang tua jadi kemarahannya bisa sedikit diredam.


"ayah apa yang sudah kau lakukan tidak bagus . Kenapa nenek dan kakek semakin menjauh dari kita sekarang?" tanya nya


"pa maksudmu dengan berkata begitu ,kenapa kakek dan nenek jadi jauh?"saat itu baiyou berpikir perkataan ini jatuh karena kedua orang tuanya sedang ada di Beijing.


Tapi jika dilihat dari wajah putranya yang mengkerut.


Apalagi putra kedua juga tiba dengan kondisi yang sama buruknya. Saat ditanya apa yang terjadi barulah mereka berbicara tentang bai xinxin yang berniat pergi ke Beijing.


Tentu saja Baiyou marah dengan kabar ini. Bukankah dia kakak laki-laki yang seharusnya menjadi pendengar pertama tentang apapun yang terjadi di dalam keluarga


Tapi yang dilakukan oleh Baiyou ini sudah melanggar haknya sebagai kakak laki-laki. Di mana dia harus menyembunyikan wajah ini jika orang luar tahu.


Menantu perempuan baiyau juga maju dan mengejek kondisi baili yang sangat mendominasi di dalam keluarga bai


"mungkin baili merasa berkuasa di sini. Dia kan sudah punya uang jadi siapa kita. Kau juga tidak dianggap sebagai kakak laki-laki kan. Betapa bagusnya itu,kau menyanjung keluargamu tapi lihat apa yang terjadi mereka bahkan tidak memandang siapa kita" kata he lanlan.


Tentu saja dikompori oleh menantu perempuan membuat Baiyou kembali panas. Dia juga marah-marah besar dan tidak menyangka setelah kaya bayi jadi begitu jahat.


Uang benar-benar bisa mengubah seseorang.


"kenapa salah kan Bibi kecil dalam hal ini .kenapa kalian tidak mengintropeksi diri sendiri sebelum berbicara?" kata Bai jiayong.


Kata-kata ini membuat marah baiyou tidak terima. Kenapa putra ke dua ini begitu kurang ajar ,mau meninggikan suara dengan orang tua sendiri.


Mereka masih muda dan masih bisa bekerja di pabrik yang tentu saja masih kuat.Meski begitu dia sudah kurang ajar sekali .Jika sudah tua apa yang dilakukannya.


Putra pertama Baiyou maju untuk menengahi agar pertengkaran ini tidak terjadi.


"Ayong jaga nada suaramu ini adalah orang tua kita orang yang wajib kau hormati dan hargai kita juga harus mengambil contoh dari pengajaran yang sudah ayah buat ingat jangan berlaku kurang ajar oke" kata Bai Yan.


Kata-kata putra pertama mereka memang sangat bagus tapi kata-kata selanjutnya sangat membuat kecewa.


"jika kita sudah menikah nanti kita akan berpisah dari mereka dan pergi dengan cara seperti yang mereka lakukan sekarang .Kenapa kau marah besar ayo belajar dan lakukan seperti ini juga di masa depan "tambah nya .


Lembut tapi menusuk.


"Bai Yan, apa maksudmu dengan berbicara begitu ,apa kau juga ingin menjadi anak yang kurang ajar sekarang?"


Yang pertama marah tentulah menantu perempuan Baiyou.


Semua kakak laki-laki pertama baili mendengar kata-kata itu jadi tertegun.Mendengarnya saja sudah begitu menyakitkan apalagi jika dia mengalaminya


Sekarang dia sedang berpikir lain .


Apakah kedua orang tua juga merasa kekecewaan itu.


"ibu kenapa ibu marah bukankah kami anak-anak juga perlu belajar dari orang tua. aku berkata benar kan Bu?"kaya Bai Yan pelan.


Bai jiayong tiba-tiba menyadari ke mana arah pembicaraan kakaknya ini. Kakak tertuanya ini memang berbeda jauh jalan pemikirannya dengan diri nya.


Dia adalah pria yang berpikiran panas tapi kakaknya ini justru sebaliknya. Sekarang adalah waktunya berimprovisasi.


"kakak kau benar sekali jika sudah menikah berikan semua uang kepada menantu perempuan dan biarkan dia membawa kembali ke rumah kelahiran sedangkan ayah dan ibu kan sudah masih memiliki uang sendiri untuk hidup. kakak kau benar dan aku salah" ujar Bai jiayong dengan wajah yang serius.


Wajah menantu perempuan Baiyou memerah mendengarnya. Kenapa saat dia melakukannya tidak merasakan situasi yang salah. Tapi setelah mendengar dari mulut kedua putra,ini terdengar sangat mengerikan sekali.


"Kalian...

__ADS_1


"ayah ibu ,yang dikatakan oleh adikku ini tidak salah sama sekali. Bukankah ibu melakukan hal seperti itu juga,mengirim uang ke keluarga kelahiran tanpa memperdulikan kakek dan nenek?" kata Bai Yan lagi.


Seharusnya ayah ingat tentang jasa Bibi kecil .Bagaimana mereka dulu adalah keluarga miskin tapi diangkat derajatnya dan jadi pekerja di kota sekarang.Lalu setelah semua itu masih bisakah ayah membenci Bibi kecil .Secara dia sendiri yang melakukan hal yang tidak pantas.


Tapi jika ayah benar-benar melupakannya, baiyan memang berniat melakukan itu di masa depan. Seorang anak sudah sewajarnya belajar dari orang tua tentang segala sesuatu.


Baiyau yang mendengarnya tidak bisa mendengar lagi. Dia langsung duduk dan berkeringat dingin.


Ini adalah sebuah kebenaran yang tidak ingin dia dengar. Tapi sebenarnya sudah dia lakukan sendiri.


"tapi ibu jangan khawatir aku tidak akan sekejam dirimu ,mungkin aku bisa mengirim 50 atau 100 sen sebulan,ups aku lupa memang ibu mengirimkan uang sebanyak itu kan untuk kakek dan nenek?" kata Bai yan pura pura tertawa.


He lanlan yang lupa dengan apa yang dia lakukan sebelum ini. Langsung menampar kedua putranya dan menangis.


Di sini dia berbicara tentang dua putra yang bersikap serigala bermata putih dan berbicara secara tidak pantas.


Sebagai seorang anak dua putra tidak akan melawan jika dipukuli meskipun mereka sudah sebesar itu. Jadi keduanya hanya diam menerima pukulan itu dan mendengar ocehan ocehan yang memuakkan dari ibu kandung mereka sendiri.


Tapi tekad ini sudah bulat justru pukulan demi pukulan ini tidak saj memberikan luka di luar tapi juga memberikan pukulan mental pada keduanya.


Akibatnya setelah malam itu keduanya kembali bekerja di pabrik masing-masing.Tapi mereka tidak lagi datang ke rumah orang tuanya


Karena mereka adalah pekerja tetap tentu saja memiliki hak untuk mendapatkan jatah rumah. Namun perumahan sekarang tidaklah cukup , hanya dengan itu mereka terpaksa tinggal di asrama para pekerja.


Sebab belum menikah keduanya masih aman-aman saja. Biasanya mereka tetap pulang di malam hari dan beristirahat di rumah. Tapi sejak kejadian itu keduanya tidak pernah pernah pulang lagi sama sekali, bahkan tidak berkirim kabar juga.


Karena mereka berbeda pabrik tentu saja untuk bertemu memerlukan situasi yang cocok seperti waktu dan sebagainya.


Tapi kedua putra ini sulit ditemukan atau mereka lebih cenderung untuk memilih untuk tidak bertemu saja.


Jika berbicara saja mungkin dampaknya tidak sedalam ini .Tapi diacuhkan oleh putra sendiri dalam satu minggu terakhir, baiyou merasakan niat buruk dari keduanya.


Kejadian ini sudah satu minggu berlalu sejak mereka mendapatkan kabar jika bai xinxin akan pergi ke Beijing.


Hari ini Baiyou entah bagaimana berinisiatif untuk menelpon ke desa. Demi mengetahui ada apa dengan Baili.


Siapa tahu dia mendapatkan kabar lain lagi.Jika Bai xinxin akan berangkat besok.Suaminya bahkan sudah menjual pekerjaan sebagai Manager di stasiun pembelian.


Jika bai xinxin tidak mengabari, mungkin ini karena jarak .Namun bagaimana dengan Fu daya yang jelas-jelas masih bekerja di kota cahaya, kota yang sama. Jika tidak ada sesuatu di belakangnya bagaimana pria itu tega tidak menyebutkan masalah sepenting ini.


Bukankah artinya mereka benar-benar sudah tidak berharga lagi di dalam keluarga bai.Dan itu terjadi karena menantu perempuan yang bertindak secara sesuka hati.


Baitou juga merasakan perasaan bersalah. Tapi tidak sekuat yang dirasakan oleh kakak laki-lakinya Bai you.Justru setelah mendengar narasi tentang kejadian dua keponakan laki-laki yang mulai memberontak ,dia berpikir ke arah sana.


Dia juga berpikir bagaimana jika zenzen melakukan perilaku yang sama seperti yang dia lakukan saat ini.


Melupakan ibu setelah mendapatkan menantu perempuan.


"Kakak....


"Adik ke dua, Mari kita pulang ,paling tidak kita bisa mengantarkan Bai xinxin pergi ke Beijing" kata Baiyou.


Ingin rasanya dia langsung terbang ke Beijing dan mengatakan maaf pada kedua orang tua. Tapi jarak sudah memisahkan mereka terlalu jauh. Sekarang Bai xinxin masih ada di sini ,kemungkinan besar dia bisa menjadi jembatan untuk memperbaiki hubungan yang sudah retak.


"Tapi...


Baitou tahu ingin membantah tapi dia berpikir lagi dengan jernih.


Jelas jika menantu perempuan tahu mereka akan kembali .Keduanya akan dalam masalah dan akan bertengkar lagi setelah ini .Namun mengingat kondisinya semakin memburuk ,keduanya tidak perlu memusingkan pendapat penentu perempuan yang egois.


Jika benar-benar sudah tidak cocok maka lepaskan saja.

__ADS_1


Dengan begitu kedua saudara kandung ini pergi ke pabrik masing-masing dan mengambil cuti selama 2 hari. Tanpa mengabari menantu perempuan masing-masing keduanya langsung berangkat ke desa Jiang di hari yang sama.


__ADS_2