
Setelah makan siang, baili dan tiga keponakan membenamkan diri pada mesin jahit dan gunting.
Para gadis di desa menjahit menggunakan tangan. jadi ini yang pertama kali untuk para keponakan baili belajar bagaimana cara menjalankan sebuah mesin jahit.
Mereka juga perlu mengenal bagaimana cara memasang benang pada jarum.
Baili juga sebenarnya tidak begitu pintar menjalankan mesin jahit merk butterfly ini. Tapi jika untuk menggoyangkannya saja dia cukup mengerti.
dulu sewaktu di dunia asli brainly tinggal di panti asuhan mereka tidak bisa membeli pakaian namun seringkali menjahit atau mendaur ulang pakaian yang sudah tidak layak pakai.
Para pendonor kerap mengirimkan pakaian bekas dan itu masih diterima oleh panti asuhan.
jika mereka tidak bisa menggunakan sebagai pakaian .Mereka bisa membuatnya menjadi selimut hangat ataupun keset.
Sebab itulah baili tahu cara menjalankan mesin ini. Jika sudah akrab dengan gerakan mesin anda bisa menjalankannya tanpa berpikir.
Wenwen menyukai pakaian dengan kerah motif delapan. jadi dia memilihnya.
"sebenarnya semua mode itu cukup indah jika kalian menggunakan warna kain yang cocok. terkadang jenis kain juga mempengaruhi keindahan sebuah pakaian"
"Ohh tidak disangka Bibi kecil banyak juga mengetahui tentang pakaian ya. kenapa Bibi tidak mengajari kami?"
"aku saja tidak pernah membuat pakaian .Bagaimana aku bisa mengajari kalian. Tapi aku punya banyak mode yang bisa kalian ikuti"
"Apakah rokku akan menggunakan resleting juga?"
"tentu saja celana ini juga bisa dipakaikan dengan resleting dan kancing di atasnya"
Jangan pikir jika celana yang dipakai oleh warga desa menggunakan resleting ataupun kancing ,itu tidak benar. Mereka hanya menggunakan memakai membuat celana yang lebih besar dan untuk pinggangnya ada tali panjang. Tarik saja untuk membuat pas pada tubuhmu.
Jadi celana yang menggunakan resleting dan kancing ini bisa dikatakan baru bagi tiga keponakan perempuan.
Banyak gadis dari pemuda pendidikan yang menggunakan pakaian dengan resleting dan kancing. Ini sangat mengagumkan dan terlihat indah di mata gadis-gadis desa.
Mereka jatuh cinta dengan kancing dan resleting.
Baili tidak hanya menggunakan resleting dia juga memberikan karet pinggang.
Untuk beberapa waktu baili sibuk mengajari mereka pengetahuan dasar tentang.
Gadis desa saat ini begitu pintar. contohnya keponakan baili ini . Baili hanya perlu mengatakan satu kali mereka bahkan bisa dilepas setelah itu.
Jika dipikir terbuat dari apakah isi otak mereka.
Mbak ini juga mengarahkan agar mereka tidak ribut harus melakukan kerjasama agar pekerjaan lebih cepat selesai.
Yang satu menggunting, yang lain menjahit dan yang satu lagi merapikan.
"Lili "panggil ibu mertua.
"Ya bu"
"Ini Ran Shadong kembali dari kota"katanya sedikit berteriak.
"Sudah berapa hari dia pergi kenapa pulang saja sih apa tidak bisa pulangnya tahun depan" pikir Baili.
Dia tidak menyangka jika Ran Shadong akan kembali hari ini.
Mimpi apa aku semalam.
Dengan malas baili bangkit dan pergi ke rumah sebelah.
Baili lebih suka jika suami jelek itu tidak kembali. Tapi mau bagaimana lagi ini adalah rumahnya.
"Lili "sapa Ran Shadong
"eh kemered Ran?"
Di depan sudah berdiri seorang pria berkulit gandum. jika dibilang ini adalah Ran Shadong itu adalah bohong.
Dalam ingatan baili Ran Shadong itu sedikit gendut hitam dan juga bungkuk.
Yang di depan nya itu seorang pria dengan penampilan yang jauh berbeda.
Dia tinggi semampai dengan tubuh lebar.Baili ingin sekali mengintip apakah ada enam atau delapan kotak di balik pakaian itu.
Siapa dia.
"Ibu mertua ,ini siapa?" tanya Baili heran. Mungkinkah ini sepupu Ran Shadong dari kota.
Itu pasti benar , Ran Shadong sebenarnya memiliki beberapa sepupu di kota .Namun entah apa sebabnya mereka tidak saling berhubungan.
"Lili ini kan Ran Shadong ,apa kau lupa?" kata ibu Baili jengah.
"Eh Ran.. Ran Shadong?"baili terkejut dengan kata-kata ini apakah ini memang orang yang dia pikirkan.
Atau ada seseorang yang memiliki nama yang sama.
Baili memiringkan kepalanya sedikit agar lebih encer .Sepertinya dia tidak mengenali sosok di depannya ini.
"Lily ini benar-benar pelupa Tentu saja Ini ransa dong putraku kalian baru menikah satu minggu yang lalu kan" kata Ibu mertua.
"Eh dia, apa ibu mertua mencoba berbohong , Ran Shadong itu jelek hitam gendut lagi tapi yang ini sih ,hem lumayan lah"
Hahaha
__ADS_1
Hahaha
hahahaha
Wajah Ran Shadong memerah dan tiba-tiba gelap. Dia dikatain jelek dengan istri sendiri. Bahkan sempat tidak dikenali ,apakah ada suami yang bernasib sama seperti dirinya sekarang.
"Lili Ran Shadong itu hitam karena dia baru kembali dari perang di perbatasan. Tentu saja kulitnya hitam kan. Nah dia itu juga gendut karena dia baru keluar dari rumah sakit dan mengkonsumsi obat-obatan. tapi inilah putra ku aslinya, tampan kan" kata ibu mertua memuji Ran Shadong.
"Ahh be...benar kah?"
"Tentu saja benar, untuk apa ibu menukarkan pasangan mu hah,apa aku gila"
"Shadong apa sudah makan?" tanya Ibu Baili senang. ini adalah wajah asli Ran Shadong yang sudah lama tidak terlihat.
Apalagi dikeluarkan dari militer sempat membuat pikirannya suntuk dan wajahnya menua dengan cepat.
Sekarang dia sudah melepaskan beban hatinya dan terlihat lebih muda 10 tahun dari usia aslinya.
Sejak masuk militer Ran Shadong memang tidak pernah kembali .Jadi wajar jika baili tidak mengenali sosok ini sebagai tetangganya sendiri.
Ketika Ran Shadong mendaftar ke militer .Saat itu baili baru berusia lima tahun atau enam tahun saja.
"Sudah bu "Kata Ran Shadong tidak enak.
"pergilah ke kamarmu dulu untuk istirahat ,nanti biarkan Lili membawakan makananmu ke kamar" kata ibu Ran Shadong
"tidak perlu Bu ,lagi pula sebentar lagi kita bisa makan malam bersama bukan"
"anak baik ,anak baik" puji ibu mertua Baili.
"di mana semua orang bukankah mesin tanam sudah berlalu?" tanya Ran Shadong, musim tanam berlalu jadi seharusnya Keluarga Bai sedang berkumpul kan.
Dia tau saudara laki-laki Baili pergi ke pabrik tapi masih ada anak-anak seharusnya.
"kali ini kapten tim membawa semua orang ke gunung untuk berburu hewan liar. Mungkin sebentar lagi akan kembali"
Sebentar lagi akan gelap,kadang orang akan kembali untuk makan malam tapi juga ada yang memutuskan untuk tetap di gunung saja.Ini hanya lah sebuah pilihan.
"Berburu?" Ran Shandong bertanya karena lupa dengan banyak hal di desa.
"Apa kau lupa tradisi lama di desa ini, ada 7 hari untuk berburu dalam satu tahun. Kita bisa menyimpan banyak daging untuk tahun baru yang akan tiba sebentar lagi" memang acara perburuan di lakukan untuk menyambut tahun baru.
Harus ada daging di meja pada saat itu yang melambangkan kekayaan untuk satu tahun.Warga tentu saja tidak memiliki banyak uang untuk membelinya.Jadi acara perburuan ini sangat di butuhkan sekali.
"Ahh maaf aku sudah lama tidak pulang jadi aku melupakan semuanya" Kata Ran Shadong.
Dia selalu di militer tanpa pernah kembali.Sepuluh tahun bukan sekejap.Ketika pulang dia di hadapkan dengan kenyataan pahit.
Penolakan dari kerabat dekat.
Baili malu dengan perilaku nya sendiri.Dia tidak bisa mengenali suaminya sendiri, ampun deh.
Ran Shadong memanggil baili ke kamar.Tentu saja sebagai seorang istri yang baik dia menurut.
Di kamar Ran Shadong menatap Baili dengan pandangan aneh.
"Aku jelek hitam dan gendut ya Hem?" katanya serius.
Baili ingin kabur tapi mau kemana lagi.Ohh ada ruang tunggu kan.
Bisakah.
"Lili,apa aku masih jelek sekarang Hem?"
Baili diam tapi di dalam hatinya dia berteriak" jelek dasar kuno,ah baru kinclong dikit aja udah besar kepala.Awas aja nggak bakalan ada skin care lagi,biar tetap jelek sampai mati "
"Lili jawab aku,apa aku masih jelek menurut mu?" desak Ran Shadong.
"Masih kok jelek tua lagi" kata Baili pelan.
Cup...
Eh kurang ajar.
Ran Shadong mencium pipi Baili hingga gadis itu merona.Baili mundur dua langkah.
Tapi Ran Shadong malah maju hingga Baili tidak bisa pergi.
"Bilang aja lagi aku jelek,kau tau kan hukuman nya Hem, menantu perempuan?" katanya.
Saat ini Baili merasa ada sedikit aura membunuh yang keluar dari tubuhnya.Suhu turun beberapa derajat.
"Hu.. hukuman?"
"Hemm cobalah , katakan aku jelek"
"hah..
"Ayo katakan lagi"
"Je.. jelek?"
Cup...
Mata baili melotot marah.Tifak di sangka si kasim ini berlagak jantan.Huh di kira baili takut, apa.
__ADS_1
"Kau berani?" pekik Baili.
Kedewasaan yang di jaga sebagai wanita tahun 70an luntur dengan cepat.Baili seperti nya lupa di era mana dia berada.
Tidak ada gadis desa yang meninggikan suara nya terlebih lagi pada suami yang baru menikah.
Seorang istri di desa jika di pukuli pun masih diam palingan menangisi nasibnya saja.Tapi Baili di cium saja dia marah besar.
"berani, berani , ayo coba?" kata Ran Shadong.Seumur umur baru kali ini dia melihat gadis muda dengan tampilan garang.
Di militer ada juga wanita tapi mereka semua adalah pemalu.Jika pun ganas tapi mereka hanya berani bermain trik.
" kau dasar buaya darat , bandot tua .Beruang kutub"Pekik nya lagi.
Baili mendorong Ran Shadong agar dia bisa lewat.Secepat itu dia berlari keluar.
Sementara baili kabur Ran Shadong mikir, kenapa juga menantu perempuan nya menyebut nama nama hewan, tapi ada kah hewan dengan nama bandot tua.
Apa itu beruang kutub.
Baili tidak masuk lagi ke kamarnya.Dia jadi ragu,apa Ran Shadong bukan Kasim ya.
Aduh mak, salah informasi nih kayaknya.
"Lili mana Ran Shadong?"tanya ibu mertua lembut ketika melihat Baili keluar sendiri.
"Ohh ada di dalam, dia bilang akan keluar sebentar lagi hehe" jawab baili sekenanya.
"Hem "
Baili kesal sekarang dia harus bertanya pada siapa.Ran Shadong itu beneran Kasim atau bukan.
"Bibi kecil, lihat apakah hasilnya bagus?"Wenwen bertanya dengan menawarkan hasil jahitan nya kada baili.
"Ohh sudah siap, secepat ini?" Dia melihat lihat hasil jahitan nya.Cukup bagus bagi pemula.Dia cepat juga ,gadis gadis ini ada bakat.
Walaupun baru belajar hasilnya sudah sebagus ini. Apalagi jjka dia benar belajar tentang fashion.
Seperti nya Baili harus membeli beberapa buku lagi dan di print agar nampak seperti buku lama.
Ini bagus sekali,pengerjaan nya cukup rapih.
"Hem bukan kah pakai mesin jahit, Ini mudah saja" Kata wenwen bangga.
Dia suka dengan mode nya.Tidak sabar ingin memakainya segera.
Tapi mereka sudah sepakat untuk mencoba nya serentak.Baju mana yang paling bagus.
"Oke mari pergi melihat yang lain"baili sebenar nya hanya ingin pergi jauh dari buaya darat.
Tapi dia juga penasaran dengan hasil yang lainnya.
"Bibi kecil hehehe"
"Hem sudah siap?"
"Sebentar lagi , tinggal kasi kantong nya "
"Ayi pakai kancing depan dengan pola bunga matahari.Hem kenapa pilih pola ini Hem?"
"Hahaha suka aja bibi,ini cantik kok bi "kata Ayi malu.
"Oke, mari lihat apa lagi yang kurang,apa sulit memakai resleting?"Baili memeriksa bagaimana jahitan pada resleting,tidak buruk.
"Nggak,ini mudah kok.Tapi bibi aku pikir kancing dan resleting nya mahal ya?" kalau mahal ini buang buang uang.Ibu pasti marah besar jika tahu Ayi menguna kan kancing yang indah ini.
"Jual lagi, masih dapat satu sen kan, bodoh "Ayi seperti bisa mendengar ibunya mengumpat.Tiba tiba saja Ayi merasa bersalah karena mengunakan kancing yang mahal ini
"Tidak juga, jangan khawatir . Terus kan saja, selesai kan dulu baru bertanya "
Tiga keponakan perempuan seperti tertekan dengan harga kancing.Mereka tidak lagi bersemangat untuk menjahit.
"kalau tidak nyaman, anggap saja semua ini adalah hutang. tulis dan hitung sendiri. jika kelak kalian berhasil bayar lagi padaku bagaimana?" usul baili.
Mereka bertiga saling pandang dan untuk beberapa saat sepertinya mereka mendapatkan jawabannya.
"Oke Bibi, tulis dulu hahaha"
"Hem begitu lah seharusnya keponakan ku, Ayo katakan semangat" kata Baili berteriak dengan keras.
"Semangat, semangat semangat" Pekik tiga keponakan perempuan yang tidak kalah heboh nya.
Setelah semua itu mereka tertawa cekikikan.Rupanya kebahagiaan itu menular.Rasa lesu tadi hilang di gantikan semangat untuk membuat baju baru.
Semangat.
Ran Shadong yang dari tadi berdiri di pintu.Melihat menantu perempuan nya yang berbicara memberikan kata kata semangat.
Kata kata yang belum pernah dia dengar sebelumnya.
Buaya darat.
bandot tua.
Beruang kutub.
__ADS_1
Sekarang, Semangat,nanti apa lagi.