
Sekarang semua masalah penjahitan dan masalah pekerjaan lainnya sudah diserahkan pada dua orang yang sekarang tercatat sebagai pekerja di bawah Baili.
segera setelah reformasi dan keterbukaan mereka menyambut panggilan dari pembesar negara.
namun mendirikan sebuah usahawan kecil tidak diperbolehkan memiliki pekerja lebih dari 7 orang. pengaturan ini membingungkan tapi masih bisa ditoleransi.
meskipun belum turun izin usaha namun semua sudah dicatat oleh Guan gu tinggal menyodorkan lagi pada pihak terkait jika instansi itu sudah dibuka.
Jadi pada dasarnya yang bekerja di bawah Baili hanyalah guan Ru dan Feng an saja.
Dengan tiga tim ini pengerjaan pesanan lebih cepat lagi. 3 tim artinya koki juga harus bertambah dua orang.
setelah menyelesaikan pencatatan tentang biaya bahan makanan minggu ini guandu bergegas pergi untuk menelpon para pengurus lain.
walaupun mereka diminta untuk bersiap-siap menerima pakaian namun siapa pengolahnya dan kebijakan apa yang akan mereka terapkan di toko jiang bai.
Ini tidak ada sangkut pautnya dengan baili sendiri. jika pengurus tokoh ingin menjemput barang sendiri dipersilahkan jika ingin melalui jasa pengiriman lintas provinsi maka truk lintas provinsi juga disediakan namun pembayarannya akan dihitung secara berbeda.
Dengan begitu baili menggunakan ide melempar satu batu untuk membunuh dua burung sekaligus.
jika harga eceran celana Bell bottom berharga rp400 sen, untuk para pengurus toko Jiang bai sebenarnya baili sudah memotong harga 20 persen.Itu pun masih mendapatkan bonus pembelian.
Tapi setelah begitu banyak potongan mereka masih dibebankan dengan biaya pengiriman, atau ongkos kirim.
Berpikir demikian baili tidak menetapkan harga jual di produk di tempat mereka. Untuk mendapatkan keuntungan tentu mereka harus memutar otak dan bekerja keras.
hanya setelah itu sajalah bayi tidak menetapkan berapa jumlah pakaian yang ingin mereka terima.Karena risiko nya mereka perlu menanggungnya sendiri.
Jadi tujuan guan Ru menelpon bukan saja untuk meminta mereka bersiap menerima barang .Tapi juga untuk bertanya berapa jumlah barang yang mereka sanggup terima .Karena harga tersebut harus dibayarkan di kuartal berikutnya.
Paling baik mereka bisa menanggung 500 pakaian campuran saja untuk setiap kali pengiriman.
Tapi siapa sangka wang Sufeng segera memimpin dalam hal ini dia bergerak di Shanghai dengan begitu pandangannya lebih terbuka daripada yang lain.
Apalagi menganggap baili adalah dewa bisnis.Jadi dia segera meminta 1000 helai untuk setiap jenis dan size.
Di Shanghai Wang Sufeng sudah mengenal beberapa orang yang bergerak di bidang grosir.
Mereka membeli barang di Shanghai namun menjualnya di kota-kota berbeda.Sebut saja barang ini berasal dari Shanghai maka atuh akan diburu dengan cepat seperti goreng pisang dadakan.
"tapi kau harus hati-hati juallah lebih cepat biarkan untung sedikit namun perputaran cepat karena kata kakak ipar kita harus bersiap dengan peniru. Jika ada yang bertanya katakan ini ada adalah produk kelas 3. Produk kelas 1 akan menyusul tidak lama lagi namun dengan model berbeda"jelas guan Ru ditelepon.
"oke apapun yang dikatakan oleh Bibi kecil aku percaya itu. cepat kirimkan padaku agar aku bisa menghabisnya sebelum peniru datang"kata Wang sufeng tergesa-gesa.
Artinya dia juga akan bertindak sebagai grosir di sini.
Shanghai berbeda dengan kota-kota lain dia adalah kota modern dan di sini ada beberapa hal yang memang kaya dengan hal-hal seperti produk grosir. Namun grosir pakaian yang menyebar luas seperti dipegang baili belum pernah ada.
Wang sufeng yang sudah merasakan manisnya memulai usaha dengan Bibi kecil tentu saja tidak akan melewati kesempatan ini. apalagi masukkan yang dikatakan oleh Guan Ru tadi , berasal dari Bibi kecil, kenapa dia tidak bisa melakukannya.
Dengan begitu dia mendesak guan Ru agar mengirimkan barang secepat mungkin, mengenai ongkos kirim dia tidak akan bersuara.
Setelah berbicara dengan uang Subang tuan rumah mencatat pesanannya. 5000 item di setiap model ini artinya ada 20,000 helai pakaian jadi, secara mereka memiliki empat sekaligus.
Lin Dong atau akrab dipanggil dongdong sama dengan uang Subang yang percaya membabi buta pada Bibi kecilnya. Namun begitu dia bertempat di sanjiang yang tidak semeriah Shanghai. Namun dengan ide menjadi seorang grosir, dia juga bergerak untuk mengambil 5000 item sekaligus sama seperti wang Sufeng.
Sementara guan Ru menelpon dongdong.Sebenarnya Wang sufeng menelpon anggota tim yang lain. Dia membujuk mereka untuk mengambil kesempatan ini meraih pundi-pundi rupiah yang sekarang adalah nyata dan dibenarkan.
__ADS_1
Satu persatu terbujuk mereka tidak mengerti cara kerjanya namun diajari oleh Wang sufeng dengan serius.
"kesempatan ini tidak akan ada lagi di sesi berikutnya belum tentu akan berhasil seperti sekarang kata bibi kecil akan ada peniru di masa depan yang membuat pakaian tidak akan menjadi laris seperti saat ini. jika di kemudian hari mungkin masih ada untung tapi tidak akan sepadat ini. jika kalian takut ambil sedikit.Tapi jika berani mari berjuang bersama ku dengan mengambil 1000 lembar di setiap itemnya"
Berkat dukungan itu semua orang mengambil pesanan tapi tidak ada yang menyanggupi 1000 lembar.Ini menyusut sampai 700 di setiap itemnya. Dari 4 orang ini sudah mendapat 28.000 item dengan empat mode.
Ditambah dengan Wang sufeng dan dongdong, sebenarnya pesanan sudah mencapai 68.000 item. pertanyaannya bisakah para penjahit menangani pesanan sebanyak ini.
Pesanan ini sudah cukup besar dan Guan Ru sedikit bingung untuk mengatasinya apakah kesanggupan mereka bisa sampai seperti itu.
Dia masih belum menghubungi kota Jiang yang sekarang dipegang oleh Dong Hong.Begitu juga dengan Guangzhou yang dia pegang sendiri.
Bingung harus seperti apa, guan Ru langsung pulang ke rumah Bai.Dia perlu bertanya dengan Feng an bagaimana kemampuannya untuk menyediakan produk jadi.
Feng an juga sedikit bingung, untuk bertanya baili tidak ada di tempat. jika pun mereka masih sanggup menjahit pasti harus lembur dan bahan belum tentu cukup.
jadi dia juga tidak bisa membuat keputusan sendiri.
"kakak ipar sudah menyerahkan semuanya pada kita berdua. Sekarang pesanan sudah ada.jadi diharapkan kita akan menyelesaikannya dalam waktu dekat. Bagaimana aku mencari tim lain dulu"
"tapi mesinnya tidak cukup bagaimana cara mengatasinya?"
"Serahkan padaku, usahakan kalian bisa bekerja cepat.Aku akan menghubungi veteran lain untuk bertanya apakah mereka sanggup memenuhi target"kata Guan Ru yang segera berlari lagi pergi menemui veteran.
Feng an juga tidak tinggal diam, dia langsung melihat gudang sisa kain. sebagai pengganti ada seorang pria yang bertugas memotong kain sesuai pola.
Segera saja dia mengatur agar semua bahan kain dipotong secepatnya tapi tidak boleh ada kesalahan dalam pengerjaan.
Menggunting pola tidak sulit dan tidak memakan waktu karena semuanya bekerja dalam mesin khusus.
Segera setelah itu mesin langsung melalui posisi obras, karena mesin memang dalam skala pabrik kecepatannya juga tidak manusiawi.
Guan ru adalah bawahan jadi dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri .Jarena itu dia langsung menyusul baili yang sedang berjualan di stasiun kereta api.
"Hah begitu banyak pesanan? apa kita sanggup menyediakannya tepat waktu?"
"aku juga tidak mengerti tapi ingin bertanya kepada kakak ipar apa yang harus dilakukan setelah ini"
Baili berhenti berbicara dengan calon pelanggan ,dia berputar untuk memikirkan sesuatu. Untungnya Wang Danu dan Wang min sudah cukup pintar bekerja sendiri jadi mereka sudah bisa ditinggal.
"begini saja kau jahit semua kain yang bisa dijahit saat ini. ingat pengaturan yang sudah aku katakan lebih awal. kain model apa yang cocok dengan model yang mana"
guandu mengangguk dan menuliskannya di buku.
"cari beberapa pekerja lepas jangan janjikan mereka pekerja tetap katakan saja ini adalah darurat, setelah target dikejar mereka mungkin tidak dipekerjakan lagi. Jika bisa temukan pekerja yang memang memiliki mesin jahit di rumah"
Guan Ru mengangguk dan menuliskannya lagi.
"jika persyaratannya seperti itu aku mengenal banyak orang tapi bisakah para laki-laki di pekerjakan juga?"lagi-lagi dia ini memanfaatkan hal ini untuk para mantan prajurit.
"Oke jika mereka tahu mengerakkan mesin jahit kenapa tidak"
"Oke"selagi berbicara Guan Ru sudah mendapat nama-nama yang perlu dia hubungi setelah dari sini.
"Hem kau juga perlu berkeliling ke pabrik kain apakah mereka bisa menjual beberapa gulungan kain pada kita, jika ada kita bisa memulai produk kelas 1. usahakan memiliki warna yang bagus dan beragam"kata Baili lagi.
Sejujurnya baili gemetar mendengar banyaknya pesanan kali ini.Kain mereka tentu tidak cukup namun jika dikirim secara berkala mereka masih bisa mengejar target.
__ADS_1
"katakan pada wang Sufeng dia akan dikirimi setengah kain kelas 1 dan setengah kain kelas 3. harganya tentu tidak sama lagi"kata Baili.
Untuk kain kelas 1 tentu harganya akan berlipat ganda artinya ini adalah Rp 100 sekaligus. Setelah dipotong 20% masih sekitar 800 sen.
Untuk kain kelas1 ,produk akan disasarkan pada pengguna kelas atas juga.Adapun pertanyaan kenapa pada Wang sufeng sedangkan yang lainnya tidak.Ini karena dia berdomisili di Shanghai yang mempunyai lebih banyak orang kaya daripada orang miskinnya.
Guan Ru bergegas pergi meninggalkan baili yang masih harus berjualan. Dia perlu menyelesaikan beberapa masalah sekaligus.
Tidak lama kemudian entah dari mana guan Ru tiba lagi dengan dua tim yang masing-masing sudah membawa mesin jahit sendiri dari rumah.
Tapi ada 6 orang yang tidak membawa mesin jahit ,mereka justru dipekerjakan sebagai seseorang yang menggosok pakaian jadi agar rapi.
Jadi sebelum makan siang bukan 3 tim tapi ada 5 tim yang bekerja sekaligus demi mengejar target.
Saat kembali dari berjualan Baili terkejut dengan begitu banyaknya orang yang bekerja di ruang penjahitan.
Dia memang tidak ikut campur dalam urusan ini tapi terkejut dengan fenomena karena tidak diberitahu sebelumnya.
Memang dia sudah mengusulkan hal ini.Tapi bukankah dalam mencari pekerja mereka harus menandatangani kontrak terlebih dahulu. Agar di masa depan tidak terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan kerugian dari dua belah pihak.
Bukan asal comot dan asal kerja seperti ini.
Rupanya Guan Ru harus mempelajari bagaimana menjadi seorang bawahan yang baik.Segala sesuatunya harus dilakukan dengan kontrak dan kerjasama yang jelas. Tidak asal bicara melalui air liur belaka.
Jadi pada saat makan siang ,guan Ru juga dipanggil dan di beri pelajaran singkat. Segera setelah itu guan Ru menyiapkan dokumen tentang pekerjaan lepas yang cocok dengan kondisi saat ini.
Tapi dia masih di sibukkan dengan pencarian bahan bagus di pabrik kain.Apa perlu seseorang di devisi pembelian aja agar tidak bentrok dengan jadwal pesanan.
Tapi untuk sekarang dia harus bekerja keras lagi.Dia harus mencari pabrik kain secepat mungkin untuk produksi lanjutan.Mungkin ide ini bisa di utarakan setelah makan malam.
Baili sepeninggalan Guan Ru masih teringat jelas dengan pesanan yang membludak.Dia tidak bisa menahan rasa gembira.
Tapi untuk pergi ke pabrik memesan bahan,ini masih memerlukan banyak uang.Jadi penjualan hari ini pasti akan di habiskan ke sana.
Belum lagi bahan makanan yang perlu di tambahkan di dapur pabrik pakaian jadi.Modal akan semakin membengkak lagi jadinya.
Dari itu hasil penjualan barang di Beijing sangat penting sekali.Ini akan menentukan kekuatan pengerjaan pesanan di kuartal selanjutnya.
Apalagi pesanan sekarang gratis yang akan dibayar di kwartal berikut nya.Jadi modal pertama harus kuat di sini.
"Apakah aku perlu membeli kain di online shop susu dulu dan bilang ini adalah ngutang?"pikir Baili.
Begitu banyak pemikiran tentang modal awal.Tapi selalu bergantung pada online shop susu ini bukanlah hal yang bagus.Bagaimana suatu hari online shop susu menghilang dari dunia karena sebenarnya dia adalah hal yang mistis.
"Oke kalau begitu, jika Guan Ru tidak mendapatkan hari ini.Maka aku bisa membelikannya dulu untuk produksi awalnya" pikir baili.
"Bibi kecil, apakah kita berangkat sekarang?"tanya Wang Danu tiba tiba.
Baili memandang Wang Danu sejenak,dia pikir metode penjualan harus di percepat demi meningkatkan modal untuk kwartal selanjutnya.
Tapi mereka justru tidak bisa berhenti berjualan sekarang.Dengan begitu Baili bangkit dari duduknya.
Dia masih ada janji di pabrik kaca dengan para gadis.
"Ayo"
"Baik Bibi kecil"
__ADS_1
Wang Danu dan Wang min bangkit dan hari kedua segera di mulai