
Ran Shadong tidak bisa menahan cemberut melihat Menantu perempuan nya.Dia tau Baili pasti sedang kesal padanya karena tidak memberikan kabar setelah pergi.
Setidaknya itu yang dia pikirkan.
"Lili aku pulang membawa oleh-oleh untukmu lihat apa kau menyukainya?"tanya Ran Shadong.
Baili yang awalnya mulai kesal, melirik benda yang disodorkan oleh Ran Shadong padanya .Ketika dia melihat barang apa itu, matanya membulat tidak percaya.
Tas Ran Shadong sebenarnya penuh dengan harta karun. Ini lebih banyak dari yang dia serahkan sebelumnya.
Satu tas penuh emas dan giok seberat Lima puluh kg.Gimana Baili tidak terkejut.
"Dari dari mana benda benda ini,ini..ini sangat mahal.Apa kau serius memberikan nya untuk ku?"tanya Baili.
Wajah baili sudah mirip dengan seorang kelaparan yang belum melihat makanan selama 2 tahun.
Ran Shadong merasa menantu perempuan nya sangat imut.
"Hem , Jika suka, aku akan menemukan lebih banyak lagi dari ini" kata Ran shadong
"Ohh Shadong, entah kenapa aku melihat kau semakin tampan saja sekarang.Uuhh bagus hahaha,aku suka aku suka" Kata Baili senang.
Dia dengan reflek memberikan Ran Shadong ciuman di pipi.
"Aku tidak tahu kau akan begitu menyukai ini . Jika tahu aku akan menemukan lebih banyak untuk mu tapi sebenarnya bayarannya kurang bisa nambah?"
Baili yang sedang asyik dengan barang-barang yang baru dia dapat kan. Tidak menyadari ada yang salah dengan kata-kata itu.
"Oke,sebut saja berapa"katanya.
Ran Shadong tiba tiba menarik Baili dan memeluknya dari belakang.
Tentu saja Baili kaget.
Begitu dipeluk baru baili menyadari bayaran macam apa yang dimaksudkan oleh Ran Shadong.
Mau melepaskan diri juga udah nanggung, orang udah dipeluk juga kok.Mau peluk doang,kan bayaran nya emas lima puluh kg,nggak rugi.
Tapi Ran Shadong nekat mencium tengkuk dan leher putih nya.Baili jadi geli geli gimana gitu.
"Shadong, geli ,udah ah"katanya mengelak.
"Sebentar aja,lili.Kan udah nikah nggak apa apa kan?" katanya pelan.
Nggak bisa gituan,pemanasan bisa kok.
"Ahh ahh hadiah nya nggak jadi,ambil lagi sana"kata Baili gemetar.
Dia meletakkan lagi barang-barang itu di meja.Ran Shadong sama saja dengan kebanyakan pria.Dia mulai berpikir untuk menerkam nya setiap ada kesempatan.
Ran Shadong tidak melepaskan buruan yang sudah di dalam mulut nya.Baili kabur tapi di tangkap Ran Shadong lagi.
Cup...
Setelah di cium barulah baili di biarkan pergi.Baili tidak menyia nyiakan kesempatan ini,dia langsung pergi dari kamar mereka.
Hahaha, hahaha.
Ran Shadong masih tertawa keras, suaranya bisa di dengar oleh Baili yang sudah pergi ke rumah sebelah.
Di sana dia pura pura tenang.
Menantu perempuan para pekerja nya sedang makan siang.
Sejak tiga makan dan dua kakak ipar tidak berada di tempat ,baili harus memasak sendiri.Tapi sekarang ada sejumlah wanita dan bahkan beberapa orang yang perlu diberi makan.
Untuk mempermudah diri sendiri, Baili sengaja membuat satu gudang baru untuk pekerja. Sebenarnya ini bukan gudang baru tapi menggunakan gudang milik ipar kedua.
Gudang memang sudah kosong ketika mereka pergi.
Karena ini bukanlah keluarga sendiri, baili cukup berhati-hati .Dia hanya mengirimkan sejumlah bahan makanan di gudang itu yang diperuntukkan untuk penggunaan satu minggu.
Empat belas orang dewasa dan sejumlah anak-anak.Ada 50 kg ubi jalar,10 kg tepung jagung dan beberapa umbi lain nya seperti labu kuning,30 butir telur juga beberapa bumbu dapur yang umum.
Di sini dia membiarkan para wanita memasak sendiri makanan. Setiap hari akan ada yang memegang dapur untuk memasak tiga kali makan.
Jumlah di gudang ini tidak akan di tambah lagi meskipun ada kekurangan bahan makanan.
Bukannya baili pelit tapi setiap pekerjaan harus ada peraturan. Para menantu perempuan ini juga tidak terkejut dengan pengaturan seperti itu. Tapi barang-barang di gudang itu sebenarnya sudah sama seperti yang ada di gudang keluarga mereka untuk makan 1 tahun.
Jadi untuk mempertahankan bahan makanan untuk satu minggu tidak sulit bagi mereka.
Untuk pekerjaan ini baili sudah membuat target. Target ini harus dipenuhi setiap minggunya.
Mereka harus mengejar setoran karena permintaan hasil jadinya sangat diminati.
__ADS_1
Wang sufeng sendiri meminta pengiriman barang satu minggu sekali yang sebenarnya merepotkan.
Tapi apa yang dikirim kembali oleh
Wang sufeng juga tidak terlihat lusuh.
Wang sufeng sudah mengirimkan uang yang dua kali lipat dari yang baik diberikan pertama kali.
Selain dari pengiriman barang-barang dan uang, Wang Sufeng juga mengirimkan beberapa surat kepemilikan halaman yang rusak.
Bukan itu saja Wang sufeng juga berhasil menandatangani kerjasama dengan beberapa departemen store di kota.
Di pulau ada dua departemen store yang malahan mengajukan diri. Saat ini di pulau ada banyak hal yang tidak tersedia.
Tapi mereka juga bisa menyediakan hal-hal yang tidak ada di daratan.
Seperti ikan asin ,mentega botak, kelapa dan mutiara indah dan sebagainya.
Baili menyukai pertukaran seperti ini. Dia akan menerimanya dengan senang hati namun untuk mengirimkan barang-barang ini ke Jiang Chun . Dia memerlukan waktu yang tidak sebentar ,mereka juga memerlukan biaya tambahan untuk pengiriman itu.
Jadi barang-barang ini akan berharga dua kali lipat jika sudah sampai di tangan baili.
di kepulauan permintaan tentang kain juga sangat memberangsangkan. Mereka bahkan menginginkan tirai pintu dan tidak jendela.
Kain yang awalnya tidak berguna dan dibeli dengan harga murah. Sebenarnya dihargai dengan sekotak mutiara di sana.
Mutiara di sana hanyalah mainan anak-anak. Tapi jika sudah sampai di tangan baili dan dijual lagi ke online shop susu .
Harganya akan membuat orang tua di kepulauan itu menyesalinya.
Wang sufeng sendiri tidak tahu apa bagus nya mutiara ini.Karena Bibi kecil suka maka dia akan menukar kan nya.
Sekarang Wang sufeng dan tim nya tidak lagi berada di kepulauan itu. Setelah musim dingin berlalu dia langsung berbalik ke kota kekaisaran.
Tidak bisa melakukan penukaran dengan barang di pedesaan tapi banyak harta karun yang ditemukan di kota kekaisaran.
Di sana banyak rumah rumah besar yang tidak lagi berpenghuni ,dia mengincar halaman yang rusak itu sekarang.
70-an banyak orang yang tidak cukup makan Dan ini juga berlaku di kekaisaran dan beberapa kota besar lainnya.
Mereka yang bisa bekerja di beberapa pabrik masih dikatakan beruntung. Tapi tidak semua orang merasakan hal itu.
Kedatangan Wang sufeng dan timnya langsung menjadi bola mata di antara orang-orang yang mengharapkan sedikit keuntungan.
Emas permata dan sejumlah giok tidak akan lebih berharga dari sekarung beras.
Semua orang buru-buru menukarkan langka dengan sepotong roti kukus. akibatnya Wang sufeng kewalahan dan tidak bisa berkata apa-apa.
Mereka melakukan pertukaran namun berdasarkan bahan makanan. Mendapatkan tawaran seperti itu tentu saja Wang sufeng menjadi bingung.
Dia menghubungi baili beberapa waktu yang lalu dan mengatakan kesulitannya di kekaisaran.
Masalahnya barang-barang itu bisa membuat anda terjerat dan dihukum tembak.
Wang sufeng masih ingin hidup.
Ini juga terkejut mendengar informasi ini .Dia tidak menyangka giok yang dia pikirkan mahal sebenarnya masih seharga roti kukus isi daging.
Bagaimana dia bisa melepaskan kesempatan untuk menjadi kaya.
Wang sufeng takut ini memang sudah sewajarnya. Takut di ketahuan oleh biro keamanan publik. Dia tentu tidak tahu harus disimpan ke mana barang-barang ini setelah melakukan penukaran.
Ini sangat beresiko.
karena ini adalah masalah uang yang sangat besar brainly berkata pada uang sukun jika dia akan menyusulnya ke kota kekaisaran.
Untuk sementara Wang Sufeng perlu menunggunya datang sembari berjanji pada orang-orang itu jika hal-hal berikut akan dipertukarkan.
Dia hanya perlu menghafal wajah-wajah orang tersebut sebelum Baili tiba.
Sebelum itu Wang Sufeng juga diharapkan memperhatikan informasi mengenai halaman yang rusak. Terlebih lagi jika berada pada ruas-ruas jalan yang sudah di tandai sebelumnya.
sekarang beli harus fokus menyediakan semua barang yang diperlukan Wang sufeng. Dia juga harus memenuhkan gudangnya dengan beberapa barang.
Perjalanan ini dikatakan akan memakan waktu satu bulan untuk pulang pergi. Semua pabrik yang bekerja sama dengannya diharapkan mengambil barang sebelum dia pergi ke kaisaran untuk mengurusi masalah Wang sufeng.
Ran Shadong sendiri juga belum di kabari dan Baili tidak yakin untuk meminta izin nya. Hubungan mereka tidak terlalu dekat untuk melakukan itu.
" Bibi kecil, lihat lah, apakah ini bagus?"tanya menantu perempuan dong.
Mereka sedang menjahit tirai. bentuknya sangat cantik bergelombang dan memiliki motif-motif yang tidak biasa.
Di sini baili menggunakan teknik cetak manual. Setelah dipelajari sebenarnya teknik cetak ini tidak begitu rumit tapi gampang-gampang sulit.
Baili tidak pelit karena dia tidak kehilangan uang mengajari mereka tentang teknik-teknik seperti ini.
__ADS_1
Jika tidak memakai motif, kain akan terlihat serupa dan tidak akan menarik.
Inilah daya tarik kain katun dari desa Jiang Chun.
Untuk satu set semua motifnya serupa. Jadi jika ada 1000 set maka harus ada 1000 motif juga.
Baili juga tidak kekurangan ide, kadang-kadang motif masih sama namun harus menggunakan warna yang berbeda.
Sayang sekali warna dasarnya tidak bisa diubah karena itu memang sudah dari pabriknya.
Melihat baili datang para menantu perempuan ini bergegas menunjukkan pada baili. Apakah dia menyukainya atau tidak.
"Ini bunga mawar ,dan ini bunga matahari.Bagus,ayo buat dan cepat selesaikan target minggu ini. aku akan memberi kalian bonus di ujung bulan " kata Baili.
Mereka adalah wanita-wanita pintar hanya satu kali sebut sudah bisa melakukannya sendiri.
Ini sangat meringankan beban Baili
Dia tidak perlu lagi mengawasi pengerjaan tentang kain-kain yang rusak ini. Mereka tahu apa yang harus dilakukan.
Baili juga tidak pernah marah jika mereka ingin berinovasi sendiri.
Terkadang ada yang berpikir untuk menyulam sesuatu di atas kain.
Jika hasilnya bagus bayi akan menerima dan mereka akan mendapat pesanan lagi tapi dengan motif yang berbeda.
wanita yang ditunjuk itu tersenyum dan terlihat gembira. bagaimana tidak.
Di permukaan baili tidak akan pernah membayar satu sen pun pada pekerjanya. Hanya terikat dengan tiga kali makan.
Tapi siapa sangka itu hanyalah kedok belaka. Untuk satu set selimut mereka mendapatkan bayaran sekitar 5 sen yang tidak banyak.
Tapi lima sen itu cukup banyak jika hanya untuk menabung. Bukankah mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk makan saat ini.
Untuk menyelesaikan satu set selimut mereka bekerja sama. Seseorang mengerjakan motif satu lagi menggunting dan yang lain melakukan penjahitan.
Tidak ada yang menjadi bos mereka bekerja sama dengan sukacita. Dalam satu hari tujuh wanita sanggup membuat tempat set selimut sekaligus.
Bayangkan saja berapa yang mereka dapatkan untuk pekerjaan satu minggu.
Ini hanya berdasarkan selimut belum lagi jika mereka mengerjakan tirai pintu dan jendela. Ini juga disebut dengan satu set dan harganya sama tapi pengerjaan tidak serumit selimut.
Belum lagi tas bros dan ikat rambut. semua bisa dihargai dengan satu sen.
Sebelum kembali ke rumah masing-masing setelah makan malam. Penghasilan hari ini akan dihitung dan ditulis ke dalam buku.
Begitu juga dengan hasil yang didapatkan oleh para suami .
Mereka sudah pergi seharian ke pedesaan yang jauh.
Akan ada beberapa sen di akhir hari.
Semua ditulis rapi dan hasilnya akan diserahkan setiap minggu.Dalam satu bulan para menantu perempuan ini bahkan bisa menyimpan lebih dari dua ratusan rupiah tanpa mereka tau.
Saat pertama kali menerima penghasilan mereka menangis tidak percaya. Uang sebanyak itu sama dengan gaji orang berkerah putih.
Seumur hidup mereka tidak akan pernah berpikir bisa menabung sebanyak ini.
di samping itu baili juga mengatakan anak-anak para pekerja juga bisa sekolah dengan biaya yang ditanggung olehnya.
Saat itu baili menyebutkan dengan kata wajib sekolah 9 tahun. Tidak tahu apa artinya tapi mereka bersukacita.
Paling tidak anak-anak bisa sekolah dan tidak buta huruf.Hal yang tidak pernah tidak akan terjadi jika mereka belum berpisah dari keluarga besar.
Baili puas dengan mereka,tapi dia belum mau kembali ke rumah.
Baginya ada di sini lebih baik dari pada di rumah.
Sekarang dapur juga menjadi milik dia wanita tua yang tidak mengizinkan baili ikut campur.
Mereka bilang tubuh akan terlalu kaku jika tidak digunakan. Jadi baili ini tidak ada hubungannya lagi dengan dapur.
Baili pergi menyibukkan diri ke ruang kayu bakar.Di sana dong Ling sedang membuat saos cabai pedas.
Dia sudah pintar dalam membuat saos ini.
Hanya dalam satu bulan dong Ling sudah bisa dilepas sendiri. Pengerjaannya juga tidak buruk
"Lili!"
Belum lagi baili berbicara seseorang sudah memanggilnya dengan suara keras. Siapa lagi itu jika tidak ibu ibunya yang sudah tua.
Sebagai seorang ibu dia tahu kenapa baili betah di sini berbanding di rumah mereka. Dia marah sekali dan tidak peduli ada orang lain di sini.
Telinga Baili di tarik dengan keras. dia tidak peduli jika putri kecilnya menjerit. Yang jelas Baili sekarang harus kembali dan melayani suaminya seperti para menantu perempuan yang normal.
__ADS_1
"Ibu ..sakit "