Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
203


__ADS_3

Perkelahian di warung yanyan juga di ketahui oleh Wang Danu dan yang lainnya.Tapi mereka masih sibuk dengan merayu para pembeli.


Tapi siapa sangka, nenek xie yang buru buru pergi dari warung yanyan tiba tiba berhenti di tempat mereka.


Dia ingin singgah tapi takut perilaku mereka sama dengan Yanyan


sebelumnya.


"Nenek Xie apa kau menginginkan nya?"kata pria berkacamata itu.


"ada yang minta tapi...


"Harga celana 200 sen gaun 150 sen dan rok 100 sen dan ini semua nya tanpa tiket" Pria berkacamata itu segera membaca harga produk yang tertera di atas.


Karena ini sudah harga diskon tidak ada lagi bonus seperti yang sebelumnya.Jadi di sini hanya harga per item. paling tidak Hal itu yang diketahui oleh saudara Wang Danu. Sebenarnya bonus masih tetap ada tapi tentu saja hal ini dikatakan adalah keuntungan pribadinya.


Secara dia tidak akan mendapatkan bagian dari 3000 produk tersebut. artinya dari 3000 produk sebenarnya.Ada lusinan bonus yang saat ini masuk secara diam-diam di kantong Wang danu sendiri.


Tapi bonus set aksesorisnya masih bisa di berikan sebagai gratis setiap 3 itemnya.


Nenek xie langsung terperangah mendengar harga itu. Bukankah harga ini lebih murah daripada harga di warung yang sebelumnya.


Harga ini langsung dipotong sebanyak 50 sen untuk satu helainya.Hanya orang bodoh yang mau membeli ke warung sebelah jika sudah mendengar harga di warung ini.


Mungkin penduduk Beijing akan meremehkan 50 sen tapi tidak bagi nenek Xie yang sangat menghargai satu sen yang keluar dari kantongnya.


Jadi perbedaan 50 sen ini sangat banyak untuk dia secara pribadi. tapi dia merasa trauma dengan perilaku penjualnya jadi menarik lengan pria beserta kacamata dan berbisik pelan.


"apakah harga ini menggunakan tiket?"


"sepertinya tidak" kata pria berkacamata itu.


Meski begitu dia tetap ragu dan maju untuk bertanya pada orang yang berdiri di samping nya.


Ketika ditanya pria itu menjawab dengan lugas."tidak ada tiket kain"


Ketika dia menyampaikan lagi pada nenek xie .Nenek xie jadi bersemangat dan maju ke depan namun begitu masih tetap malu dan takut dilecehkan seperti tadi.


"Tuan eh kamerad, bagaimana cara kau menjualnya?"tanya nya pada Wang Danu.


Wang Danu melihat nenek Xie yang malu.Dia datang menghampirinya dan bertanya lagi dengan wajah yang penuh senyum.Berbeda jauh pada sosok yang ditampilkan oleh Yanyan pemilik warung sebelah.


"Owh Nenek, celana masih 200 sen ini sangat murah nenek ayolah beli untuk cucu laki-laki mu di rumah. 200 sen ini sebenarnya hari hanya harga tiket kain. Cukup murah dan dijamin cucumu akan puas dengan produknya"bujuk Wang Danu.


Mendengar ini benar-benar tidak menggunakan tiket. Bahkan penjualnya lebih ramah senyum nenek Xie lebih lebar dan dia percaya diri untuk berbicara.


"aku mau pulang ke desa besok dan beberapa tetangga meminta dibelikan pakaian tapi tidak tahu pakaian seperti apa yang cocok"katanya lagi.


"oh seperti itu, jadi begini nenek ya. tidak semua orang cocok memakai pakaian yang dengan model yang sama .Jadi ceritakan padaku seperti apa bentuk tubuhnya, tingginya bagaimana .Baru kita ucapkan pakaian cocok untuk seseorang" kata wang Danu bersemangat.


Menurut Baili semua orang berpotensi menjadi pembeli yang aktif .Walaupun mereka hanya berkemungkinan membeli satu helai saja. Itu tetaplah dinamakan sebagai pelanggan.


"Oh tetanggaku ada yang sedikit pendek dan berkulit hitam tapi dia memiliki anak perempuan dan juga anak laki-laki di rumah. dia hanya memberikan aku sekitar 600 sen saja. apakah uang ini cukup?"katanya dengan nada khawatir.Jika anda pergi ke departemen store Anda kemungkinan besar hanya akan mendapat dua potong pakaian jadi saja jika dihitung dengan biaya tiket lain.


"tentu saja kenapa tidak ,ayo katakan padaku bagaimana tinggi putranya itu" Wang Danu tetap sabar melayani pertanyaan demi pertanyaan dari nenek Xie .Pada akhirnya nenek itu menghabiskan 600 sen untuk tetangga di sebelah rumahnya.


Dengan 600 sen, dia bisa membeli dua helai celana Bell bottom sekaligus. Meski begitu ada perbedaan warna untuk masing-masing produk.Satu gaun berwarna merah cerah seharga 150 sen. namun begitu dia masih memiliki 50 sen sebagai sisanya sementara dengan baik hati Wang Danu mengirimkan satu set aksesoris yang mungkin ditujukan bagi gadis kecil di rumah itu.

__ADS_1


Dengan cara ini satu keluarga bisa mendapatkan satu produk yang sangat murah hati.


Wang Danu sangat senang, nenek ini ternyata membeli 3 pakaian sekaligus. Tapi rasa senang itu datang terlalu buru-buru.


Nenek xie langsung mengatakan dia masih memiliki tetangga lain yang mengirimkan dana sekitar Rp 100. Dia menyebutkan ciri-ciri orangnya dan meminta diberikan produk yang cocok.


Tidak sampai di sana rupanya nenek ini mendapatkan pesanan sekitar 6-7 keluarga yang memiliki dana tidak sedikit.Nenek Xie mengatakan hal ini satu persatu karena dia takut salah alamat.


Wang Danu tentu tahu apa yang ditakuti oleh wanita tua ini. Jadi dia dengan senang hati langsung membungkus produk dan membuat catatan di atas bungkusnya.


Misalnya pesanan pertama pemilik nya si A,adalah dua celana dan satu gaun merah Plus satu set aksesoris dengan harga 550 sen.


Dengan perawatan seperti itu,nenek xie tidak memiliki beban psikologi lagi.Pada akhir dia meninggalkan tempat dengan tas besar, di dalam tas itu ada sekitar 8 bungkusan lagi yang semuanya sudah jelas pemilik dan harga beli.


Tidak ada yang akan berpikir jika nenek Xie mengambil keuntungan dengan ini. walaupun demikian Wang Danu tetap memberikan nenek xie sebuah gaun besar yang indah.


Wang Danu mengambil dana dari kantong nya sendiri.Tapi dia tidak merasa terlalu rugi memberikan lebih wanita tua itu sehelai pakaian.


Mengingat dia adalah wanita tua yang berdedikasi dengan para tetangganya.


Tanpa disadari nenek sih sebenarnya menghabiskan sekitar 100 helai pakaian. Wajah para saudara wahdani ini jelas merasa senang karena wanita tua itu sudah menyumbang begitu banyak sen dalam kantong mereka.


Mereka semua semakin bersemangat menghasilkan pundi-pundi rupiah. ditambah lagi perawatan buruk dari bayi dari yanian membuat beberapa pembeli mampir dan juga terkesima melihat harga pembelian.


Sebelum pasar malam ditutup sebenarnya tim ini sudah menghabiskan 3000 item sekaligus. Ini juga didasari oleh kinerja Yanyan yang melempar para pelanggan ke arah mereka.


jika ada yang bertanya apa kabarnya sang pahlawan wanita sekarang dia sebenarnya sedang menggerakan karena marah.


Disebabkan tim Wang Danu yang menjual produk lebih murah. Dia terpaksa menurunkan harga di tingkat yang sama.


Jika dihitung dari biaya dan produksi sebenarnya dia harus menghabiskan sekitar 185 sen untuk setiap celana Bell Batam. sekarang dia terpaksa menggertakkan gigi menjualnya seharga 200-an saja yang artinya dia hanya bisa untung sekitar 15 sen.


Jauh di dalam hati dia bertanya siapakah penggagas yang bisa menghasilkan produk hampir mirip. Sementara produk ini seharusnya belum ada di pasaran saat ini.


Perlu diketahui sebenarnya produk dari luar negeri sulit untuk masuk di negara ini .Karena beberapa hal yang tidak bisa disebutkan.


Ada banyak orang yang mengetahui mode yang sedang populer di luar negeri melalui televisi. Namun hanya segelintir yang berinisiatif untuk membuatnya menjadi produk dan dijual lagi.


Hal ini karena image dari spekulasi sudah mengakar kuat di hati nurani para penduduk. Karena mental seperti itulah orang-orang berpikir lebih baik membeli daripada menjual.


Yanyan sangat percaya diri jika dia adalah orang pertama yang melakukan ini .Tapi siapa sangka jika tebakannya benar-benar jauh berbeda daripada yang dia pikirkan.


Bukan hanya tidak mendapatkan untung dirinya juga mendapatkan malu.Bagaimana caranya dia harus menghabiskan produk yang tidak laku hari ini demi mengembalikan modal awal.


Sementara dirinya tidak memiliki wajah lagi untuk berjualan di sini esok harinya.


Wang Danu sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan oleh pahlawan wanita karena kedatangannya di pasar malam.Jika tahu pun dia mungkin tidak akan peduli dengan itu.


Memiliki persaingan adalah hal biasa di dalam dunia bisnis.


6 saudara ini bergegas kembali ke rumah dalam kondisi tangan kosong. mereka tentu saja kelelahan namun justru merasa senang karena itu.


Lelah adalah hal biasa bagi warga pedesaan yang sudah mahir dalam mengolah tanah naik dan turun gunung hanya dalam beberapa menit. Jadi tidak ada masalah sama sekali untuk mereka.


Melihat semua orang kembali dalam keadaan selamat. Kakek dan nenek Wang juga mengeluskan dada dengan lega. Jujur mereka sangat ketakutan ketika tahu, pekerjaan yang dilakukan adalah melakukan spekulasi.


Jadi ketika para cucu kembali, mereka merasa begitu lega dan meletakkan semua beban lagi ke tanah.

__ADS_1


Wang nie juga sudah tidur karena sudah begitu terlambat. jadi Wang Danu tidak bisa melihat putrinya hari ini.


"bagaimana situasinya apa hari ini apa kalian berhasil tanya kakek tuang adalah serius dia tidak melihat mereka membawa barang apapun di tangan.


Semua sudah selesai hari ini kakek dan kita bisa bersantai ya untuk besok hahaha.


"benarkah barang sebanyak itu habis dalam satu hari tanyanya terkejut.


"Sebenarnya tidak jika tidak ada sebuah insiden kecil di pasar malam tadi"


Wang bau segera menceritakan insiden di pasar malam yang terkait dengan pahlawan wanita. Dia berbicara seraya tertawa terbahak-bahak.


Jika tidak ada insiden seperti itu, belum tentu produk mereka laris manis seperti sekarang. Jadi secara tidak langsung mereka harus berterima kasih kepada Yanyan.


"berapa hasil yang kalian dapatkan hari ini?"Tanya nenek wang . Dia tidak sabar menunggu berapa jumlah uang sebenarnya yang didapatkan oleh para cucunya.


Pertanyaan ini bukan disambut dengan gembira tapi disambut dengan tanda tanya oleh banyak orang .Mereka sama sekali tidak mengerti tentang hitung-hitungan. Bagaimana bisa mendapat tahu berapa bagian mereka saat ini.


Jadi ini sebenarnya adalah sebuah masalah besar.


"produk ini cukup mahal dan tentu saja modalnya juga besar. Tapi kita tidak bisa menghitung berapa jumlah pendapatan kita secara pribadi.Bagaimana harus menyelesaikannya"tanya uang bau lagi mereka semua mengharukan kepala tidak mengerti.


Jadi Wang Danu berkata jangan khawatir aku akan pergi besok ke rumah bibi kecil dan bertanya tentang masak lagi.


"Kenapa kita tidak mau menyimpan uang ini terlebih dahulu, jika tidak mari kita rapikan agar mempermudah perhitungannya besok" kata nenek uang lagi.


Mereka jelas tahu uang sebanyak itu bukanlah milik mereka sendiri tapi milik Baili.Namun begitu sangat senang menghitung uang dengan jumlah besar.


Mereka semua duduk menghitung uang dan itu hanya berakhir sebelum tengah malam.


Pagi-pagi sekali semua orang sudah bangun. Mereka akan berangkat bersama-sama ke rumah Bibi kecil hari ini .Begitu juga dengan kedua lansia yang tentu saja ini berjumpa dengan kedua orang tua baili, secara mereka memang juga sudah akrab sejak di desa.


Jadi hari itu enam pemuda dan 2 orang tua .Sama-sama bergerak ke rumah baili menggunakan bus kota.


Saat tiba di depan kediaman baili mereka menganga lebar. Rumah ini cukup besar dan cantik ,jangankan rumah pintu gerbangnya saja sudah begitu mewah bagi mereka.


"apakah ini memang benar rumah bibi kecil ?"tanya Wang bou.


Wang Danu tidak menjawab tapi memecat tombol agar seseorang datang membuka pintu.


belum lagi nenek bayi nenek uang berbicara seseorang sudah datang untuk membuka pintu dan mempersilakan mereka masuk nenek uang tidak mengerti kenapa orang bisa tahu jika mereka berdiri di pintu tapi ini bukan masanya untuk bertanya.


Melihat kondisi rumah yang super besar dan halaman kosong yang begitu mewah .Mereka tidak bisa menutupkan mulut . Mereka terpana lagi karenanya terlebih lagi melihat kedua orang tua baili sudah duduk di bawah pohon untuk menikmati segelas susu hangat dan beberapa cemilan


"apakah itu saudara bai?"sapanya pelan .


Dia tentu takut salah orang tapi tidak mungkin juga .Karena ini memang kediaman bai seperti yang disebutkan oleh wang Danu sebelumnya.


"pak tua Wang ayolah ke sini hei!"panggil ayah tua Baili yang bersemangat melihat teman lamanya berada di sini.


Dua lansia langsung bergegas pergi ke bawah pohon itu dan langsung berbicara tentang masa lalu. ibu tua Baili dan ayahnya juga senang menyambut mereka datang ke rumah. Selain itu mereka juga ingin tahu apa yang terjadi di desa dan apa gosip yang mereka tinggalkan.


Sementara 6 saudara Wang Danu langsung masuk ke dalam rumah di mana baili sedang berbicara dengan Gaun Ru mengenai apa yang harus dilakukan hari ini.


Setelah menunggu beberapa saat barulah Wang Danu menyampaikan maksud hatinya pada baili.


Agar tidak terlalu mencolok dia berbicara tentang harga yang dia kenakan pada saudara-saudara. Meski terlihat curang tapi itulah bisnis.

__ADS_1


Namun begitu Baili juga tidak bisa menahan rasa asam di hatinya. Rupanya Wang danu ini cukup lihai dalam bisnis.Dia bahkan sangat kejam dengan keluarganya sendiri.


Apakah seperti ini sifatnya para pedagang.


__ADS_2