Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
67


__ADS_3

Di rumah baili, jelas ada kemeriahan yang tidak biasa. meskipun pernikahan masih ada tiga hari lagi namun warga desa sangat antusias menyambutnya.


Siang hari semua warga pergi ke ladang dan mencari sesuatu yang bisa ditukarkan. Pada malam hari mereka langsung pergi tidur tanpa ada hiburan sedikitpun.


Hal ini juga dilakukan untuk penghematan minyak lampu. tapi di rumah baili sedikit terang daripada rumah orang lain.


Jadi semua orang berkumpul menghabiskan waktu sementara mata belum mengantuk.


Musim ditanam akan berakhir besok atau lusa di desa Jiang Chun. Namun seperti yang kita tahu di desa lain tidak begitu.


Biasanya jika keluarga besan melakukan acara pernikahan seperti ini.Seseorang dari rumah keluarga kelahiran menantu perempuan pasti akan datang lebih awal dari tamu yang lain.


Beberapa orang akan segera berdesakan di kamar yang sama. Meskipun ini tidak nyaman tapi ini


hanya berlaku untuk dua hari dan semua orang terpaksa menahannya.


Tapi sekarang musim tanam masih belum selesai di desa yang lain.Jadi beberapa besan tidak bisa hadir seperti yang seharusnya.


Kedatangan para besan atau saudara terdekat dari calon mempelai ini. Di ditujukan untuk dua hal.


Yang pertama untuk membantu segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan baik itu dalam dekorasi ataupun urusan perjamuan.


Yang kedua adalah menambah riasan pengantin. Seseorang tidak diharuskan namun kerap kali diwajibkan memberikan sesuatu pada calon pengantin perempuan.


Hal ini bertujuan untuk menambah jumlah mahar yang akan dibawa ke rumah barunya.


Semakin banyak jumlah mahar, semakin baik pula pendapat orang tentang calon mempelai perempuan ini.


Dikatakan, dia akan hidup lebih tenang dan dihargai di rumah mertua jika maharnya lebih banyak.


Baili sebagai orang modern tidak pernah berpikir sama seperti orang di era 70-an.


Menurutnya kebahagiaan dalam rumah tangga hanya terjadi. Jika ada kesetaraan dalam hubungan suami istri.


Tapi di era ini pria lebih tinggi daripada wanita .Wanita itu setelah menikah adalah pembantu tanpa di gaji.


Jadi baili tidak mempermasalahkan jumlah mahar yang akan dibawa ke rumah mertua.


Apa yang dilakukan warga desa malam-malam begini hanyalah bergosip seraya mempertanyakan beberapa pengalaman dalam mengadakan pernikahan.


Mereka juga ingin melihat. Bagaimana bentuk pakaian pengantin yang akan dipakai oleh baili ketika hari H.


Namun ibu baili beralasan pakaiannya belum tiba di rumah. Dia akan dengan senang hati memamerkannya jika barang itu memang sudah datang.


Warga desa sangat polos sehingga mereka percaya apa yang dikatakan oleh ibu tua Baili itu.


Malam-malam seperti itu ibu-ibu tua membantu menggoreng biji labu. Biji labu atau biji melon dibuat dan akan disajikan untuk para tamu yang datang.


Umumnya ini adalah para tamu dari warga desa yang berniat untuk membantu.


Biji labu lebih keras daripada kuaci yang dihasilkan dari bunga matahari. Namun pada saat ini biji labu lebih mudah ditemukan daripada kuaci itu sendiri.


Bahkan warga desa sendiri disinyalir tidak mengetahui asal usul dari kuaci . Yang sebenarnya berhasil dari biji bunga matahari.


Mereka hanya mengumpulkan dan menggoreng biji labu yang sudah disimpan beberapa bulan sebelumnya.


Ini adalah satu-satunya camilan bergizi yang dimiliki oleh warga desa.


Sebagai wanita tua , banyak gosip yang berkeliaran. Hal ini menjadi perbincangan hangat di malam yang gelap.


Tidak ada satupun yang menyadari jika ada sosok yang sedang mengintip dan pergi dengan membawa amarah.


Begitu juga dengan Baili yang sedang berada di ruang tunggunya saat ini. Dia baru saja mengambil pesanannya dari toko penjahit.


Semua barang yang dipesan tiba hari ini.


Hasilnya cukup mengagumkan. pakaian pengantin cukup sederhana. Namun tampak mewah karena beberapa detail yang ditambahkan di sana.


Tak mau ruang tunggunya berserakan barang-barang itu di tempatkan ke kamar pasangan tua.


Di rumah hanya kamar kedua orang tua ini saja yang tidak akan pernah dimasuki oleh anak-anak.


Jadi ini akan lebih selamat.


Karena jumlahnya yang banyak setengah ruang tidur pasangan tua itu penuh.


Baili kira orang tua itu tidak akan marah melainkan bahagia melihat barang-barang ini.


Hanya ini yang bisa dia lakukan.


Setelah itu baili bersiap tidur .Dia lagi-lagi tidak tidur di kamar nya melainkan di ruang tunggu.


Ayah tuanya bekerja keras untuk membantu pemuda dan beberapa warga yang membangun kamar pengantin.


Mereka tidak punya waktu banyak disiang hari. Jadi pada malam hari semua pekerjaan dikerahkan sebisa nya.


Yang disebut kamar pengantin Baili sangatlah simple.

__ADS_1


Setelah pagar dicabut, terlihatlah sisi kanan dan sisi kiri dari dua rumah.Untuk selanjutnya hanya menambahkan sisi depan dan sisi belakang.


Jadi rumah pernikahan baili ini hanya sekitar enam meter lebar tapi panjangnya lebih dari 15 meter ke belakang.


Kemudian hari,ini masih bisa disekat menjadi beberapa ruangan lagi .Namun karena ini semua dadakan, tidak perlu dilakukan sekarang.


Hanya menambahkan ubin bata biru sebagai lantai. Pasang genteng untuk atap nya.


Untung saja beberapa waktu yang lalu semua bahan dibeli .Namun tujuannya untuk membangun rumah tinggal bagi bai xinxin dan dua putrinya.


Pernikahan baili lebih awal daripada pembangunan rumah itu .Jadi bahan bangunan dipakai dulu untuk rumah pernikahan.


Pada tahun 70-an kerja bersama atau gotong royong masih kental. Mereka tidak perlu dipanggil atau diundang jika masih dalam satu desa.


Persiapkan saja sesuatu untuk dimakan maka mereka akan senang dan antusias.


Untuk membantu pekerjaan alam yang benar-benar melelahkan ini .Dua kakak ipar berinisiatif untuk memasakkan bubur labu dengan gula merah.


Agar cukup mereka memasak lebih dari 50 kg labu. Berikut dengan 20 kg ubi jalar.


Dua bahan ini direbus terlebih dahulu setelah sebelumnya dipotong kecil.


Dengan panci presto mereka lebih cepat matang dari yang seharusnya. Setelah matang labu akan dihaluskan sehingga menjadi bubur.


Sementara itu persiapkan juga dua kilogram gula merah dengan tambahan beberapa sendok besar gula putih.Tambahkan sedikit kayu manis sebagai perasa.


Tiga bahan ini dibawa ke halaman.


Ada seorang Bibi tua yang membantu menyajikan bubur.


Setiap orang yang berkeinginan untuk membantu .Mereka rata-rata datang dengan membawa mangkok dan sumpit masing-masing dari rumah.


Berikut dengan bangku kecil mereka sendiri.


Ketika melihat ada makanan yang akan disajikan. Tidak ada yang malu menadahkan mangkok masing-masing.


Ambil satu sendok besar labu yang sudah dihaluskan. Tambahkan dengan beberapa potong ubi jalar yang sudah. Kemudian siram dengan air gula merah yang manis.


sajian ini sudah dianggap mewah pada tahun 70-an. gula adalah hal yang mewah dan mahal. Sebab itulah ketika beberapa orang melihat sajian apa yang disajikan oleh keluarga bai.Mereka semua sangat senang dan bahkan tertarik untuk menambah satu mangkok lagi.


Enak...


Yang membuat lucu adalah cara kerja mereka dalam menangani sajian ini.


Awalnya hanya suara wanita tua bergosip yang terdengar. Namun ketika makanan disajikan semua orang tiba buru-buru datang dan berteriak.


Mereka takut sajian tidak akan cukup sehingga tidak ada yang mau mundur ataupun mengalah.


"Apa itu urusanmu?" menantu perempuan wang bukanlah lampu hemat bakar. Dia tidak merasa malu demi semangkok gula merah, jadi apa masalahnya.


"kau serakah akan gula pikirkan orang lain yang belum mendapat bagian"


"Siapa yang tidak serakah akan gula?" kata menantu perempuan Wang lagi.


Selagi mereka berdua bertengkar. Beberapa orang segera merasa ke depan dan memotong antrian.


"Xiou wu, cepat kemari kan mangkokmu"Pekik seorang ibu muda. dia berdiri persis di depan panci tapi dia menolak untuk bergerak meski sudah mendapatkan bagiannya.


Jadi dia memanggil putranya untuk datang lebih cepat . Untuk mengganti mangkok yang kosong.


"cepatlah kenapa kalian telat nanti kehabisan" panggil seseorang lagi. Dia baru saja datang namun melihat sajian itu .Tentu saja dia bergegas kembali ke rumah lagi untuk memanggil anggota keluarganya.


Ada makanan di rumah Bai.


"hai air gulanya ,Jangan banyak-banyak nanti nggak cukup lho"beberapa orang di belakang merasa tertekan ketika satu sendok besar dicelupkan ke dalam air gula merah.Dia khawatir dirinya tidak akan mendapat giliran.


"Aku belum makan malam lebihkan saja ubi jalarnya oke"minta seorang ibu tua ketika sampai pada gilirannya untuk mengambil jatah.


Dia pikir perutnya tidak akan penuh jika hanya memakan labu itu .Jadi ada baiknya menambah lebih banyak ubi jalar agar perutnya bisa penuh.


Kudengar semua barang di gudang sudah dibawa pergi oleh pabrik baja. Namun masih ada beberapa sisa di rumah .Menurut pengetahuannya keluarga bai tidak akan pernah kekurangan dua bahan ini di rumah mereka. Jadi apa salahnya makan dengan membuka perut.


"hei ini manis, Apakah aku bisa menambah satu mangkok lagi?"


'Kenapa kau serakah kami belum dapat bego"


hahaha


Baili yang dari tadi di kamar .Tiba-tiba tertarik dengan suara rusuh di luar .Jadi dia keluar untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya.


Setelah dia melihat apa yang terjadi Baili hanya bisa tertawa. Pemandangan ini sangat meriah dan anda tidak akan pernah melihatnya lagi di tahun-tahun mendatang.


Semua orang bergegas untuk mendapatkan jatah masing-masing. hanya ada satu dalam pikiran warga desa saat ini.


Apakah satu panci bubur labu dan satu panci ubi jalar rebus itu cukup untuk semua orang yang hadir.


Saat ini orang jarang sekali memikirkan .Apakah masakan itu enak atau tidak. Mereka hanya berpikir apakah perut mereka bisa penuh atau tidak.

__ADS_1


Tapi dalam keluarga Bai mereka bisa makan kenyang bahkan bisa merasakan apa itu artinya enak.


Bagaimana mereka bisa menahan hati menghadapi kondisi yang seperti ini.


Takut kehabisan.


Untung saja jatah para lelaki besar yang bekerja di kamar pengantin sudah dipisahkan terlebih dahulu.


Mereka tidak mungkin bertarung dengan para wanita hanya untuk semangkok bubur labu manis.


Walau bagaimanapun pemandangan ini sangat meriah dan berapa orang tertawa bahagia karenanya.


Dengan begitu pernikahan baili dinobatkan sebagai pernikahan paling meriah di desa tahun ini.


Tidak sampai 1 jam,satu panci besar bubur labu habis tanpa sisa.


Yang paling bahagia di sini adalah anak-anak .Malam ini mereka bisa makan dengan perut yang penuh.


Mereka tentu saja sudah makan di rumah.Tapi tidak akan menyangka jika baili mampu menyajikan satu panci besar sebagai hidangan malam.


Itu pun masih ditambah dengan air gula merah.


Baili segera meninggalkan kemeriahan di luar.Biarkan saja mereka di sana.


Besok dia memiliki jadwal untuk pergi ke kota. Ini hanyalah alasan bagi dirinya untuk kabur dari rutinitas yang memuakkan.


Terkadang baili sangat merindukan zaman modern di dunia asli. dia bisa pergi dengan bebas kemanapun dia mau.


Tapi kondisi sekarang sangat tidak memungkinkan bagi wanita untuk pergi keluar.


Selain dari berbahaya itu juga akan memerlukan surat pengantar atau surat izin.


Semakin jauh anda berjalan maka semakin sulit membuat surat pengantar itu.


bukan sulit dari segi lain namun sulitnya dari segi menjawab pertanyaan kepala desa.Mau ke mana mencari apa dan kapan pulangnya.


Kepala desa masih bisa dianggap sebagai sepupu jauh Baili. Jadi dia akan menyodorkan seseorang untuk menemani baili berpergian.


Dulu Baili sedikit bermasalah Jika dia ingin mengajukan surat pengantar atau surat izin ini.


Sekarang Baili memiliki alasan untuk bepergian tanpa perlu ditanyakan ke mana arah dan tujuannya.


Hal pertama yang akan dilakukan adalah pergi ke kota lain menikmati keindahan alam dan perbedaan antara dunia modern dan dunia 70-an.


Tapi lagi-lagi baili terjerat dengan tradisi lama.


Dia akan menikah dalam waktu dekat.Jelas tidak mungkin baginya untuk berpergian jarak jauh.


Namun untuk pergi ke kota mungkin masih diperbolehkan.Apalagi dia memerlukan beberapa barang untuk persiapan pernikahan.


Sebenarnya kali ini baili benar-benar berniat untuk pergi ke departemen store.


dia ingin mencoba air terlebih dahulu.


ada banyak produk lama yang tidak diproduksi lagi di puluhan tahun kemudian.


seperti rokok merk Hero


Pena merk pahlawan.


Bahkan hal murah seperti ekstrak susu malt.


Sudah berapa lama Bali tidak menemukan sesuatu yang bisa dijual di online shop susu.


Meskipun barang-barang yang dia letakkan di rak penjualan masih belum terjual.


Namun siapa yang tidak ingin menghasilkan uang lebih banyak.


Tapi semua itu adalah masalah untuk besok.Saat ini dia masih perlu tidur lebih awal. Tidak mau calon pengantin memiliki mata panda.


Brainly pergi tidur tapi keluarganya tidak bisa tidur lebih awal seperti dirinya.


Semua orang disibukkan dengan menjamu tamu yang tidak diundang di luar.


Namun begitu tidak ada yang mengeluh bahkan antusias karena mereka tidak merasa rugi dalam menjamu tamu.


Entah pada jam berapa ayah tua Baili pergi ke kamarnya untuk istirahat.


Dia tidak pergi kerja ke ladang Jadi apa yang kurang masih bisa dia lakukan sendirian besok.


Tapi matanya tidak bisa tidak keluar dari soket nya. Ketika melihat kamarnya sudah dipenuhi dengan barang-barang yang tidak dikenal.


Ini sangat banyak jika dibeli dengan uang.Dia tidak bisa menghitung berapa uang yang perlu dihabiskan.


Mereka serba merah cerah.


Apakah dewa tau jika Baili akan menikah.

__ADS_1


Jika begitu pernikahan ini di restui dewa.


Hahahaha


__ADS_2