
Stasiun kereta api segera penuh dengan orang orang yang menunggu kedatangan keluarga atau kenalan masing masing.
Tiga gadis yang berpakaian rapi segera berdiri ketika kereta api yang mereka tunggu sudah terlihat dan berhenti dengan stabil.
Setelah setelah beberapa waktu pintu kereta api terbuka dan orang-orang mulai berhamburan keluar.
Ketiga gadis itu memanjang on lehernya untuk melihat apakah orang yang mereka tunggu sudah turun.
"Awen itu bibi"Kata Ayi menunjuk ke satu arah.
Awen juga melihat ke arah di mana ayi menunjuk.Perlu beberapa waktu untuk dia menemukan orang yang mereka maksud.
"ibu..Nanan itu ibu" seru Awen.
"Ibu!!"panggilnya dengan keras.Begitu juga dengan Nanan yang melambai-lambaikan tangan mereka sangat senang melihat bai xinxin tiba dengan selamat di Beijing.
Bai xinxin melihat ke arah mereka dan juga tersenyum seraya malambaikan tangan.
budaya yang berdiri di belakangnya sedang menarik beberapa tas besar. dia juga melihat ke arah 3 saudari ini.
Bai xinxin dan Fu daya sudah menikah selama beberapa bulan. Tapi dia tidak memiliki interaksi yang banyak dengan dua anak tirinya.
Ada sedikit rasa canggung ketika Fu daya melihat dua gadis itu.
begitu mereka bertemu keduanya langsung memeluk ibu yang sudah berpisah selama berbulan-bulan. Tanpa sadar air mata jatuh begitu saja tapi mereka tidak menangis justru tertawa.
"bibi selamat datang di Beijing" kata ayi dengan ramah.
"terima kasih Ayi"
"Paman apa kabar?" sapa Ayi pada Fu daya.
"Baik" jawab Fu daya .
Dua Putri Bai xinxin juga menyapa fu daya tapi panggilannya masih Paman .Mereka sudah besar agak sulit mengubah lidah begitu cepat.Untung saja Fu daya tidak mempermasalahkan hal ini.
Dia menjawab pertanyaan mereka dengan fasih dan lancar.
Mereka berbicara sambil jalan akan ada banyak waktu untuk membicarakan segalanya di rumah.
ketiganya membawa sepeda Phoenix yang masing-masing jadi tidak perlu naik bus. Sepeda milik Awen dipakai oleh Fu daya untuk menarik menantu perempuannya di belakang.
Sementara awen membonceng di belakang Nanan.
lebih dari setengah jam kemudian 3 sepeda Phoenix ini berhenti di sebuah rumah besar dengan pintu gerbang yang cantik.
Ada juga kedua lansia yang memang sudah menunggu di teras. Senyum manis dan mata berkabut ibu nya, membuat Bai xinxin merasa hangat.
Layaknya seorang anak yang menemui orang tua ,dia berlari kencang dan memeluk ibunya yang sudah tua.
"Ibu... hiks.. hiks.. hiks...
"syukurlah kamu sudah selamat sampai di sini, daya kau baik?"
"Ya ibu mertua,ayah mertua,ini ada rokok untuk mu"kata Fu daya dengan ringan.
Ayah tua Baili segera mengambil alih rokok yang disodorkan oleh menantu laki-lakinya ini. Dia menganggukkan kepala dan mau tidak mau membandingkan fu daya dengan Xu ming.
"menantu yang baik" katanya dengan lembut.
Di sini semua orang menangis dengan haru dan juga tertawa di saat yang sama.
"kakak perempuan , kalian tiba"sapa Baili dari belakang.
"Lily aduh lihat perutmu begitu besar sudah berapa bulan sih"kata Bai xinxin yang memeluk Baili dan langsung mengelus perutnya yang buncit.
"Hehe ini tujuh , menurut taksiran ini di awal bulan Agustus"kata Baili.
Kenapa masih di luar ayo masuk Awen bawa tas ibumu ke dalam"kata Bailey yang mengingatkan semua orang.
"Lili rumahmu bagus "puji Fu daya dengan jujur.
"kakak ipar jangan meledekku
Dengan kemampuanmu sepuluh rumah seperti ini bisa kau beli dalam waktu singkat, jangan menghina oke" kata baili bersungguh-sungguh.
__ADS_1
kemampuan baili dalam menghasilkan uang semuanya didasari dengan jari emasnya. Bayangkan saja ,jika dia tidak memiliki supermarket online shop susu.
Mungkin sampai sekarang dia masih terjebak di pedesaan dan bergumul dalam ladang demi menghitung poin.
Tapi fu daya, Bai xinxin dan yang lain adalah orang asli yang berusaha dari nol dan mereka benar-benar merubah takdir atas usaha dan keringatnya sendiri.
Orang-orang seperti inilah yang seharusnya mendapat acungan jempol.
tapi budaya tidak menganggap serius kata-kata baili itu dia hanya mengagumi Bagaimana cara pemikiran bayi dan berpikir gadis itu hanya merendahkan diri demi kesopanan semata.
Mereka digiring pergi ke dalam dan rasa takjub semakin menjadi-jadi melihat bagaimana penampakan rumah ini.
Bagaimana perlengkapan rumah yang terasa mewah ,memiliki televisi bahkan kulkas dan dapur yang memiliki estetika modern.
Jujur mereka berdua hanya berpikir Baili berbohong dan menarik mereka hanya karena hubungan persaudaraan. Tapi melihat kondisi rumah yang sungguh megah mereka menjadi rendah diri karenanya.
Bisakah mereka berdua mengikuti jejak langkah adik perempuan kecil . Menjadi orang sukses dan memiliki hunian secantik ini.
"Lili katakan padaku, pekerjaan apa sebenarnya yang akan kami pegang?" tanya fu daya yang semakin bersemangat.
"kakak ipar seharusnya kau lebih bersabar .Kalian baru saja tiba belum makan bahkan belum meminum segelas air pun. Bagaimana jika kita bicarakan itu besok hari ini istirahat dulu baru pikirkan masalah pekerjaan" kata Baili.
"menantu perempuan bisa istirahat tapi kupikir aku tidak bisa begitu beberapa hari di dalam kereta api membuat tubuhku berkarat. ayo mari bicarakan tentang masalah bisnis"kata Fu daya dengan tegas.
Sepertinya dia adalah orang yang cocok disebut dengan penggila kerja.Pantas saja umur begitu tua, dia tidak memiliki pasangan.
"Kakak kakak ipar tolonglah tenang masih ada waktu, jika tidak mari melihat dulu tempat di mana produk dihasilkan "jelas baili kewalahan dengan orang yang antusias seperti Fu daya ini.
Tapi jika memiliki karyawan yang antusias dan rajin tentu saja bos akan menjadi senang.
Hanya saja fu daya kalah melihat antusias ayah mertuanya.Karena itu dia harus bersabar untuk itu paling tidak dia harus duduk dulu untuk minum air.
Ibu Baili yang sudah tua menarik Bai xinxin untuk berbicara di dalam. Dia jelas ingin mengetahui apa yang terjadi di desa Jiang Chun.Terlebih lagi bagaimana reaksi dari kedua putranya saat Bai xinxin dikirim ke kereta api.
Bai xinxin bener-bener tidak mengetahui ada sesuatu terjadi ketika dia masih di dalam kereta api.
Begitu dia mendapatkan cerita itu dari mulut ibunya, Bai xinxin terkejut dan menggeleng-gelengkan kepala.Bai xinxin bahkan tidak tahu ada kejadian seperti itu pada hari dia menikah.
Bai xinxin sudah menikah sekitar 18 tahun yang lalu.Meskipun mereka adalah saudara kandung tapi bai xinxin tidak akrab dengan karakter masing-masing.
Interaksi yang bai xinxin memiliki dengan dua kakak ipar ini hanyalah pada saat dia kembali untuk merayakan tahun baru.
Menurut adat di desa Jiang Chun, para putri yang sudah menikah harus kembali ke rumah keluarga kelahiran pada hari kedua tahun baru.
Itupun tidak sampai menginap jadi dia tidak tahu bagaimana cara pemikiran dua kakak ipar itu.
Tapi Bai xinxin tidak terima jika dia dikatakan menjadi puncak gunung es.Dia ingin menikah tapi tidak ingin menyusahkan siapapun .Apalagi hanya karena riasan tersebut dua saudara laki-laki terpaksa bertengkar dengan menantu perempuan masing-masing.
Tiba-tiba saja Bai xinxin merasa tidak nyaman.
"Ibu aku akan mengembalikan semua itu pada mereka"katanya.
"Kenapa harus dikembalikan itu adalah hakmu yang harus diberikan oleh kedua saudara laki-laki. merekalah yang tidak berpikir dan melepaskan tanggung jawab begitu saja"bujuk ibunya yang sudah tua.
Tidak ada ibu yang ingin melihat anak-anak bertengkar. Hanya saja masalah sudah terjadi dan ini tidak dapat dihindari.
Dia hanya ingin berbicara tapi tidak ingin membuat baili merasa tertekan.
Ketika keponakan sudah berlari terlebih dahulu untuk menyiapkan makan siang. Membiarkan ketiganya berbicara dengan aman di ruang tamu.
Sementara itu fu daya sudah menghilang. Rupanya pria tua itu mengajak menantu laki-lakinya ini berkeliling area.
Baili tadi ingin memperkenalkan lokasi penjahitan dan memperkenalkannya pada orang-orang yang ada di situ.
Tapi sekarang ayah baili yang sudah tua begitu antusias dan memperkenalkannya secara pribadi.
Dengan begitu Baili tidak perlu bekerja keras lagi.
"Feng an, perkenalkan ini menantu laki-lakiku. ajak dia berkeliling dan melihat-lihat oke"kata ayah Baili dengan sok.
Feng an yang dipanggil segera tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.Dia tahu keluarga lain dari bos perempuan akan tiba.
Kata bos perempuan orang ini akan membantu tapi posisinya belum jelas.Namun begitu Feng an sadar orang ini pasti akan menduduki posisi yang lebih tinggi dari dirinya sendiri.
Dengan begitu Feng an secara otomatis harus melayaninya dengan hormat.
__ADS_1
" oke , Hem tuan Fu, lewat sini"kata Feng an.
Fu daya mengikuti langkah Feng an. Begitu juga dengan ayah Baili yang sudah tua.Dia sudah berkali-kali melihat bagaimana pakaian jadi ini diproduksi .Tapi sampai sekarang dirinya masih saja bangga dan tidak bosan dengan itu.
Putri kecilnya adalah anugerah dari dewa.
Fu daya sendiri adalah orang yang sering keluar masuk dari pabrik ke pabrik. Dia harus melakukan itu untuk memenuhi targetnya sendiri. Jadi secara otomatis dia akrab dengan pemandangan sebuah pabrik pakaian jadi.
Tapi saat masuk ke lokasi aslinya mau tidak mau dia harus tercengang. Biasanya tempat di mana pakaian jadi diproduksi memerlukan ruangan yang lebih besar dan kebisingan yang luar biasa.
Ada begitu banyak orang yang dipekerjakan untuk memproduksi jumlah yang ditargetkan. Namun pemandangan ini sangat jauh berbeda.
Para pekerja di sini bekerja secara sistematik satu persatu dan tidak bercampur.
Yang lebih mencengangkan adalah ukuran mesin-mesin yang dipakai di sini. Ikuran mereka lebih kecil 3 kali lipat dari mesin yang dimiliki oleh pabrik pakaian jadi.
Namun begitu daya kerjanya lebih cepat sehingga bisa mendongkrak ketepatan dan kecepatan produksi.
"serius dalam satu hari kalian bisa memproduksi 10.000 lembar pakaian?"tanyanya terkejut.
Pekerja tidak ramai mungkin sekitar 30 orang saja, tapi mampu memproduksi pakaian sebegitu banyaknya.
Dia merasa tertipu.
Feng an tersenyum melihat keterkejutan Fu daya ini .Dia juga mengerti apa yang Fu daya pikirkan.
Jadi Fu daya maju dan berbicara mengenai fakta yang terjadi di lapangan.
Fu daya masih berpikir dia hidup di era yang berbeda.Ini aneh dan teknologi nya lebih simpel tapi kuat.Feng an tidak tahu yang di pikir kan oleh Fu daya,dia masih berbicara mengenai mesin mesin yang membuat semua yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Sebuah pabrik pakaian jadi yang mampu menghasilkan 10.000 lembar per hari memiliki pekerja lebih dari 200 orang.
Untuk orang-orang yang berdiri di posisi menggunting bahannya saja perlu lebih dari 5 atau 6 orang terkadang bisa lebih dari 10 orang.
Tapi dengan bantuan mesin cukup satu orang yang berdiri di sana.
Pemotongan lebih akurat dan cepat, ini sangat efisien.
Tiba lagi di posisi setrika uap broiler yang membuat Fu daya tercengang lagi.
Tangan bisa patah jika menggosok pakaian jadi secara manual .Tapi dengan setrika uap ini pekerjaan lebih cepat dan memangkas banyak waktu terbuang.
Entah wewangian apa yang digunakan namun yang jelas produk akhirnya.Selain terlihat bagus ,rapi produk juga tercium wangi.
Sebenarnya dari mana masing-masing ini didatangkan. "baili ini memang bisa menghadirkan produk yang aneh tapi berfungsi"pikir Fu daya.
kekuatan bayi dalam menemukan barang-barang aneh jelas terlihat di sini budaya mau tidak mau mengakui kekalahannya pada gadis yang baru 17 tahun.Jika dia diberi tanggung jawab untuk menemukan produk yang sama. Kemungkinan besar dia hanya bisa mengangkat tangan.
Sangat ironis.
"selain itu semua Baili juga menggunakan bahan sisa kain untuk dijadikan produk yang bisa dijual. putriku hebat"kata ayah Baili bangga.
Ada Bros kain berbagai bentuk , juga ikat rambut dan ikat pinggang serta ikat kepala yang sedang booming.
Semua hal-hal ini diproduksi menggunakan bahan sisa.
Sebuah limbah yang awalnya dipikir tidak akan berguna. Tapi sekarang bisa menjadi uang kecil.
"putriku bisa membuat banyak hal dari benda-benda tidak berharga, dia hebat"pujinya dengan mata cerah.
Fu daya hanya bisa tersenyum dengan tulus.Ayah mana yang tidak berbangga hati bisa melihat anaknya berhasil seperti sekarang.
Baili bukan saja mampu membuat dirinya kaya tapi dia juga bisa menarik semua orang di sekitarnya menjadi kaya bersama-sama.
Contohnya Feng an ini, dia tidak bisa bekerja di pabrik manapun namun sekarang bisa menghasilkan uang yang sama seperti yang didapatkan oleh kebanyakan orang di luar sana.
Semua ini terjadi berkat baili yang memiliki imajinasi yang tidak terlampaui.
Tiba-tiba fu daya berpikir tentang melahirkan seorang putri bijak seperti Baili.Mereka berdua masih saudari kandung, apakah jika Bai xinxin dan dia memiliki seorang putri .Putri ini akan memiliki kelebihan yang ada pada diri Baili.
Sungguh berkah menjadi ayah dari Putri seperti itu.
Ayah baili yang sudah tua tidak tahu apa yang dipikirkan oleh menantu laki-lakinya ini. Dia justru berbicara banyak bagaimana produk dihasilkan dan bisa dijual di luar sana.
Mana dia tau jika sekarang dia menjadi sasaran kecemburuan fu daya.
__ADS_1