Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
180


__ADS_3

Setelah 2 minggu berlalunya ujian masuk ke universitas itu diadakan. hasil akhirnya segera turun dan ini membuat warga negara dimanapun berada menjadi panas diselingi tangis dan tertawa.


Orang-orang yang menangis adalah orang-orang yang tidak diterima. sedangkan yang tertawa tentu saja adalah orang-orang yang sebaliknya.


tidak ada buletin yang bisa dibaca tahun ini. Pemberitahuan yang paling sederhana adalah pengiriman tiket penerimaan atas nama seseorang yang dikirim langsung pada pemerintah setempat melalui pos.


Anda bisa langsung mengecek hasilnya pada pos yang ada di kota atau menunggu kurir pos mengantarnya ke pintu.


jika seseorang mendapat nilai yang memuaskan tentu saja hal ini akan diberitakan di surat kabar.


lebih dari 5,7 juta kandidat ambil bagian dalam ujian masuk universitas kali ini ujian ini dipulihkan kembali setelah sempat dibekukan selama 11 tahun yang menjadi penumpukan kandidat yang sudah berusia remaja hingga 30 tahun yang ikut serta dalam ujian itu.


Namun begitu hanya sekitar 273.000 orang yang diterima masuk yaitu sekitar 4,8% saja.


ini adalah perubahan nasib yang luar biasa bagi banyak pemuda pendidikan jika tidak mengikuti program ini mereka akan tetap di pedesaan untuk dididik ulang oleh para petani dan pekerja.


Jadi berita tentang surat pengangkatan itu sudah ditunggu-tunggu oleh banyak orang termasuklah pemuda pendidikan yang ada di desa Jiang Chun saat ini.


kebanyakan dari mereka adalah pemuda pendidikan namun begitu masih ada beberapa warga desa lainnya yang mengikutinya secara sukarela.


walaupun demikian desa Jiang Chun adalah desa terbanyak yang mengirimkan anggotanya ke ujian tersebut.


Dengan begitu desa jiang chun juga mendapatkan prioritas tertentu tentang kabar kelulusan ini.


Kepala desa melobi direktur pos agar mereka dikabari jika ada situasi tertentu.


Akibatnya pagi itu microphone desa segera berbunyi dengan lantang.


Dari sana kepala desa mengumumkan nama siapa-siapa saja yang harus datang ke kantor mengambil surat kelayakan tersebut.


Yang paling mengagumkan tiga keponakan baili berikut juga dengan Ayue yang jelas-jelas tidak masuk ke bangku sekolahan.Dia juga lulus dengan cemerlang meskipun tidak disebut sebagai siswa terbaik.


Pada saat pengumuman, warga masih meringkuk di selimut masing-masing. Meskipun bukan saudara sendiri yang pergi ke universitas namun semua orang segera bertepuk tangan mendengarkan kabar ini.


Yang paling bahagia tentu saja Baili dan keluarganya. Weskipun Baili sudah menduga hasilnya akan seperti ini tapi dia masih tidak bisa menahan rasa bahagia di hati.


Tiga keponakan dan ayue sudah mendapatkan pertanyaan bocoran.Jadi tentu saja mereka akan lolos namun begitu mereka benar-benar memiliki inisiatif sendiri untuk belajar secara mandiri.


Kabar baiknya lagi Ran Shadong juga diterima di akademi militer.


Yang artinya satu bulan dari saat ini mereka akan berangkat ke Beijing.


Baili pernah pergi ke Beijing dia harus duduk di kereta api selama 4 hari 5 malam. Meskipun Baili saat ini sedang dilanda kegembiraan tapi dia ingat dengan tujuannya saat ini.


Bayi.


Dia harus memiliki dua bayi sebelum Dua tahun. memikirkan hal seperti ini brainly menjadi gugup jika dia sedang hamil tidak mungkin melakukan perjalanan jauh seperti itu.


Tapi jika dia tidak pergi seluruh rencananya akan bubar begitu saja. memiliki bayi tidak pernah ada di dalam agenda baili .Sampai dia ingat tentang jatuhnya undang-undang tentang keluarga berencana tahun itu.


"Lili Ada apa denganmu apakah kau tidak bahagia para keponakanmu ini menjadi mahasiswa?"tanya ransa dong yang menyadari ada perubahan pada wajah menantu perempuannya.


Bukankah Lily sendiri yang mendorong agar para keponakannya belajar. Tapi kenapa saat ini baili menjadi.


Ran Shadong sengaja berbicara pelan agar semuanya tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.


"apa maksudmu aku tidak suka dengan ini aku suka dan terkejut karenanya keponakanku rupanya pintar dan memiliki keberuntungan yang besar hahaha"sanggah Baili dengan cepat.


Dia sedang berpikir apakah pantas untuk mencari tahu sendiri terlebih dahulu.Jika calon bayi sudah ada, dia perlu membuat rencana lain.

__ADS_1


Sebenarnya Baili berencana pergi ke rumah kepala desa. dia berpikir tentang sebuah rencana bagus sebelum benar-benar pergi ke Beijing.


Tapi sekarang rencana ini harus mundur karena program kehamilan yang sekarang dia buat. dengan begitu dia harus memulai rencana B. Tapi sebelumnya dia benar-benar harus memastikan dirinya hamil atau tidak.


3 keponakan benar-benar melampirkan universitas Beijing tapi dengan jurusan yang berbeda.


Awen mengambil mata pelajaran bahasa asing, Ayi mengambil jurusan desainer dan nannan di jurusan guru.


Yang paling tidak di duga adalah Ran Shadong yang pergi ke jurusan sains dan teknologi.


Ayue mengikuti kakak nya di universitas Hainan dengan kelas pengacara.


Selama ini baili tidak pernah bertanya apa jurusan yang mereka inginkan. Bisa pergi kuliah saja itu sudah bagus.


"Awen kalian berdua pergilah ke kota cahaya untuk mengirimkan kabar baik ini pada ibu ya, dia terlalu sibuk sekarang sehingga lupa jika di rumah ada anak-anak"kata Baili.


Nanan segera pucat mendengar kata-kata dari Bibi kecil ,dia sudah merahasiakan banyak hal dari bibi kecilnya yang baik ini. Sampai sekarang dia tidak ingin Bibi kecilnya tahu tapi rasa bersalah itu tetap saja ada.


Satu bulan yang lewat Bai xinxin memohon rumah di kota cahaya. bukankah sebelumnya dia sama sekali tidak berencana seperti itu.


Tapi rutinitas bai xinxin membuat dia jarang sekali pulang. Karena itulah kedua putrinya mendukung ibu mereka tinggal di kota cahaya. Sementara mereka berdua memilih tinggal di desa Jiang Chun karena masih harus duduk di kelas.


Baili tidak tahu tapi dua anak perempuan bai xinxin sangat tahu mengapa ibu mereka berbuat demikian.


Ini karena XU Ming.


Mendapat penolakan dari Bai xinxin dia datang ke sekolah bertemu dengan dua anak. Mengatakan betapa menyesalnya dia tentang perpisahan itu.


"ayah hanya dibutakan oleh kecantikan untuk sementara dan sekarang ayah sadar kesalahan itu. kalian berdua adalah putriku bagaimana bisa melupakan darahku sendiri?"kata Xu Ming waktu itu pada dua gadis.


Dia tidak bisa pergi ke kota cahaya karena namanya memang sudah bengkok di sana. Banyak pekerja pabrik yang mengenal dirinya sebagai pria b*****gan yang tidak tahu malu.


Tapi di kota Jiang dia masih bisa eksis walaupun beberapa orang tentu saja masih mengenalinya.


Ketika mendengar Xu ming berkata begitu hati mereka menjadi luluh dan tiba-tiba ingin menangis.


Untung saja ada Ayi yang mengingatkan mereka berdua.


"kenapa Paman baru sadar sekarang dari dulu ke mana aja. apa ini karena sudah tidak ada pekerjaan dan uang lagi. jika Paman masih bekerja di pabrik dan memiliki banyak uang apakah Paman bersedia mengenal awen dan Nanan?"Ayi biasanya gadis yang sangat pemalu.


Dia tidak pernah berbicara panjang lebar tapi saat ini dia maju untuk mendukung dua sepupu yang kelihatannya menjadi lembek karena rayuan yang tidak sepadan ini.


"bicara dengan Putri kandungku sendiri siapa kau yang bisa ikut campur dalam hal ini. lagi pula kenapa aku tidak bisa mengenali putriku sendiri sementara mereka adalah darah dagingku yang aku besarkan dari kecil" bantah xu ming yang tiba-tiba menjadi gugup.


"Awen ingatlah jika tidak ada bibi kecil kalian tidak akan bisa sekolah seperti ini kan. jangan dengar omongannya dia datang pasti ada alasannya "kata Ayi lagi.


Kata kata ini segera mengingat kan dia saudari . Jika tidak ada Bibi kecil yang mendukung mereka sudah berniat untuk menjatuhkan diri di sungai saat itu.


Jadi kehidupan ini adalah sumbangan dari Bibi kecil. Mengingat ini awen tiba-tiba mundur dia tidak ingin berbicara banyak pada ayahnya.


Sejak itu dia tidak pernah melihat lagi Xu ming datang.Tapi siapa tahu kebenaran lebih pahit daripada itu.


Nanan tergerak, walau bagaimanapun itu adalah ayah kandungnya sendiri. Tanpa setahu kakak dan Ayi, dia kerap bertemu dan mengirimkan sejumlah uang pada Xu Ming.


Hal ini baru diketahui beberapa minggu kemudian dan itu pun secara tidak sengaja.


Nanan perlahan-lahan menjadi kurus dan dia sangat jarang duduk di kantin. Tentu saja ayi dan kakaknya bertanya kenapa dia berperilaku seperti itu.


dengan berbagai alasan Nanan menolak membicarakannya tapi kecurigaan semakin kuat. ini membuat Ayi dan Awen mengikuti pergerakannya secara diam-diam.

__ADS_1


Pada hari itu Xu Ming datang lagi dan Nanan mengirimkan beberapa uang dan tiket makanan.


Ketika pergi ke sekolah lebih kecil mengalokasikan sejumlah uang dan beberapa tiket makanan. ini dibuat agar mereka tidak kekurangan apapun di sekolah.


Tapi uang dan tiket itu malah diserahkan kepada ayah yang buruk. Itulah mengapa nanan menjadi kurus karena di tiket makannya diserahkan pada orang tua itu.


Sebenarnya Awen ingin melabrak tapi segera dihentikan oleh Ayi. Baru setelah Xu Ming pergi dia mencari Nanan dan berkata" tidak kusangka kau adalah serigala bermata putih. kita seharusnya berbakti dengan Bibi kecil dan kakek juga nenek bukan padanya orang yang hanya meminta tapi tidak pernah memberi apapun"


Tentu saja Nanan terkejut dia tidak menyangka jika rahasianya bisa terbongkar. tapi dia tetap berpikir dirinya tidak salah melakukan hal itu.


"aku tetap akan berbakti pada kakek dan nenek juga dengan Bibi kecil tapi dia ayahku. Bagaimana aku tega melihat dirinya tidak makan selama berhari-hari.Kakak seharusnya mendengar cerita ayah.


Bagaimana kondisinya di rumah. Ayah sekarang tidak memiliki pekerjaan lagi jadi dia sering dihina dan dipukuli di rumah sama seperti kita dulu"


"aku tahu kau lembut hati tapi pikirkanlah apa yang akan dirasakan oleh Bibi kecil jika dia tahu apa yang kau lakukan ini"


"kakak maafkan aku tapi jangan sampai Bibi kecil tahu ya.Aku mohon" kata nanan ketakutan.


" tidak aku akan melaporkan hal ini pada Bibi kecil agar kau tidak diberikan uang makan lagi. betapa sulitnya Bibi kecil untuk mencari uang agar kita bisa makan dan bersekolah tapi kau dengan semena-mena memberikannya pada orang yang tidak relevan" kata Awen marah.


"tapi kakak itu adalah uangku sendiri aku tidak mencurinya kakak.Jadi aku tidak salah "jelas nanan dengan rasa bersalah. dia memberikan uang jatahnya tidak mengambil dari siapapun jadi apa salahnya dengan itu.


Untuk pertama kalinya adik dan kakak ini bertengkar dan mereka tidak saling bertegur sapa beberapa hari kemudian. Tapi seminggu setelahnya pria tua itu datang lagi dan dengan bodohnya Nanan memberikan jatah minggu ini padanya.


Yang artinya dia hanya bisa meminum air dalam satu minggu kedepan.


Betapa marahnya Awen hari itu tapi Ayi segera menarik mereka berdua dan mengintip apa yang dilakukan oleh pria tua itu dengan uang tersebut.


Siapa sangka xu Ming yang baru keluar dari halaman sekolah mencari gang sempit dan melepaskan pakaian kotor di tubuhnya. Saat keluar dari gang sempit itu dia sudah memakai lagi pakaiannya yang lebih bagus.


Mungkin ini adalah pakaian lama yang pernah dia beli saat menjadi seorang pekerja di pabrik.


"Kakak, apakah ayah sudah berbohong padaku?"


Nanan tidak percaya apa yang dia lihat tapi ini belum semuanya.


"Jangan sedih dulu, diam dan ikuti dia" kata Ayi setengah berbisik.Dua kakak beradik ini segera mengangguk.


Mereka bertiga mengikuti XU Ming lagi dan berakhir di hotel negara.


Di mana menantu perempuan XU Ming dan bayi laki-laki gemuk sedang menunggunya dengan santai.


"apakah putrimu yang bodoh itu memberikannya lagi?" kata wanita itu dengan mata berbinar-binar.


"tentu saja kenapa tidak walaupun bodoh mereka tetap anak yang berbakti ,hahaha" kata XU Ming seraya melemparkan uang beserta tiket itu di pangkuan menantu perempuannya.


Dia segera menghitung uang beserta tiket .Dengan itu mereka memesan dua mangkok sup daging.


Saat menunggu hidangan datang XU Ming juga berbicara tentang membeli beberapa kaki kain untuk membuat baju baru bagi bayi mereka.


Saat itulah Nanan sadar jika sebenarnya dirinya sudah dibohongi oleh ayah kandung. beberapa minggu ini dia kekurangan makanan dan lebih banyak meminum air daripada sup.


Dia pikir ayahnya dalam kondisi terburuk dan mendapatkan intimidasi di rumah. Siapa tahu ini hanya kebohongan untuk menjerat dirinya dan sejumlah uang.Tapi ini semua adalah bohong.


Dia ingin menampar mereka di tempat tapi dihentikan Ayi lagi."sudah bagus kau mengetahui kebenarannya jadi lupakan saja dan jangan lakukan lagi oke"


Nanan mengangguk setuju dan mereka pergi dengan hati yang kecewa tapi sejak itu tidak ada dari dua gadis ini yang datang jika dipanggil oleh Xu Ming.


Untung saja beberapa hari kemudian mereka pulangkan ke rumah karena kabar ujian masuk ke universitas. Jadi sejak itu Nanan tidak bertemu lagi dengan ayah kandungnya.

__ADS_1


Kebencian lama dan kebencian yang baru. Baili tidak tahu kisah ini tapi dia terus saja mengoceh bagaimana indahnya masa depan sebagai seorang mahasiswa.


Rasa bersalah Nanan semakin kuat karenanya.


__ADS_2