Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
182


__ADS_3

Keberadaan teman teman sekamar tiga keponakan perempuan nyata tidak membuat kegiatan Baili terganggu.


Mereka bertiga bisa menjamu teman sekamar masing-masing.Ada juga dapur pribadi yang tidak berkaitan dengan dapur pekerja.


Jadi dia tidak khawatir dengan teman sekamar mereka yang akan pulang dengan perut kelaparan.


lagi pula dengan adanya mereka ibunya yang sudah tua tidak lagi menjadi bayang-bayang .Dia benar-benar disibukkan dengan suasana hangat yang di bawa oleh teman sekamar.


"Kakak ipar, apa kita perlu mencari seseorang untuk menjual pakaian di pinggir jalan atau kita menjualnya sendiri?"tanya Guan Ru.


"Hem kita harus mencoba air dulu, aku bisa pergi juga kau.Cari dua lagi untuk membantu "kata Baili.


Sebenarnya jika ada dua warung akan baik-baik saja tapi sulit mencari orang di sini.Apalagi saat ini pemikiran tentang spekulasi masih keras.


Jadi baili hanya bisa berpuasa hati dengan satu warung yang akan dia jalankan sendiri. Sayangnya dia sendiri tidak tahu jika wanita tua itu mengizinkan atau tidak.


Secara kehamilannya sudah berjalan selama 5 bulan.


"oke jadi berapa harga satuannya?"tanya Guan Ru dengan pena di tangannya.


"Setiap gaun satu harga yaitu 300 sen tapi beli sepuluh diskon satu dengan mode apa pun.Celana bel buttom juga sama harga nya 400 sen sepotong.Rok lebih murah 250 sen.Tapi untuk rok beli tiga gratis ikat kepala dan ikat rambut" kata Baili cepat.


Pena yang dipakai oleh Guan Ru tiba-tiba jatuh ke lantai. harga yang disebutkan oleh baili sebenarnya tidak murah.


Bayangkan saja di departemen store harga pakai jadi masih di bawah 250an tapi untuk rok kecil ini di sebut sangat mahal.Siapa yang mau membeli rok semahal ini.


Celana bel bottom setara dengan


Rp 320.000.Kemeja setara seharga


Rp 240,000 dan rok tutu setara dengan Rp 200,000.Siapa yang mau membeli pakaian dengan harga ini .


Ini gila


"Ehem hem, kakak ipar apa harga ini benar ?Seperti nya ini sedikit mahal kan?"tanya Guan Ru hati hati.


Baili mengernyitkan dahinya, dia melihat harga ini di majalah popular tahun ini yang katanya harga jual lebih dari ini di luar sana.


Dia pikir ini masih cukup murah karena bahan kain masih bosa dikatakan sebagai gratis.Tapi jika Guan Ru berkata ini mahal maka mungkin saja begitu.Tapi baili enggan menurunkan harga jual nya.


"Hem kupikir ini sudah cukup murah apalagi tidak perlu menggunakan tiket.jadi pakai saja harga ini"Kata nya.


Tidak semua orang memiliki televisi di rumah tapi Baili yakin seseorang pasti mengenali mode ini yang di pakai di film barat.


Meskipun film barat tidak banyak tapi masih bisa di putar sesekali.Jadi baili yakin ini akan laris.Tapi kata kata Guan Ru membuat Baili sedikit berpikir.


Guan Ru masih ingin membantah tapi Baili adalah bos sedang kan dia adalah bawahannya.Jadi dia hanya bisa menarik nafas panjang


Meski mahal mereka tidak perlu menggunakan tiket.Mungkin hal ini akan menjadi sebuah pertimbangan bagi para calon pembeli nantinya.


Sementara itu tiga keponakan perempuan sedang menghabiskan waktu di dapur bersama teman ke kamar mereka.


Penampilan dapur baru Baili membuat mata mereka membelalak.Bukan saja kecantikannya tapi bahan yang begitu lengkap sehingga memasak merupakan suatu ke nyamanan.


Hasil dari masakan juga bisa disebutkan sebuah kemewahan tersendiri. Melihat ini saja semuanya memiliki keyakinan bahwa mereka tidak akan menyangkal lagi kenyataan, jika keluarga bai sebenarnya adalah orang kaya dari pedesaan.


"sebenarnya apa sih pekerjaan dari bibi kecil sehingga kalian bisa hidup mewah seperti ini?" tanya mereka.


"Dia memiliki toko pertukaran awalnya, sekarang toko pertukaran itu sudah diserahkan kepada militer. Namun ada sedikit kerjasama yang mengharuskan Bibi kecil menyerahkan beberapa barang. Hanya saja hal ini tidak disebutkan sebagai spekulasi namun pertukaran yang setara"jelas Bai wen.


"Ah toko pertukaran ya, seperti nya aku tau ini.Ada juga di departemen store sebuah kios yang memiliki barang tanpa tiket tapi barang barang ini kata nya milik militer,apa itu?"


"Yah itu dia, hehehe " Kata Ayi yang tidak berniat untuk berbohong.


"Benarkah toko pertukaran ini berasal dari ide Bibi kecil mu? hehehe tidak heran dia bisa memiliki rumah sendiri di Beijing , ckckck "


Mereka tidak sopan memasak dengan sejumlah minyak di dalam nya.Adalah tabu memasak dengan banyak minyak di tahun ini.Tapi ibu baili yang sudah tua malah mendukung mereka untuk melakukan pemborosan.


Jadi mereka masak tanpa ada tekanan sedikit pun.Hanya satu yang masih berdiri dengan canggung nya.

__ADS_1


Dia adalah penyewa baru Baili dengan dua anak dan satu suami. Sebenarnya dia tidak memiliki tabungan lebih ketika datang ke universitas. Hanya saja dia harus mengandalkan biaya bulanan dari universitas untuk hidup.


tabungan yang dia bawa dari desa dihabiskan untuk membayar sewa 3 bulan kedepan. Yang artinya masih ada satu bulan lebih untuk dia memperbarui harga sewa. namun saat ini dia sendiri tidak memiliki tambahan dana untuk itu.


Suaminya biasa bekerja di tanah, jadi tidak mungkin mendapatkan tambahan uang di kota besar. halaman rusak yang mereka sewa kebetulan sekali memiliki sisa tanah yang bisa ditanami dengan sayuran.


Hanya itu yang bisa dilakoni oleh suaminya saat ini. tapi di semakin hari dia semakin tidak nyaman dengan kehidupan seperti ini


Mereka masih memiliki anak balita dan semakin sekarang semakin kurus karena terlalu berhemat. Dia pikir suami harus mencari mata pencaharian lainnya.


"Bai jiayi, apa menurutmu bibi kecil masih memerlukan seseorang untuk membantunya?" tanya nya tiba tiba.


Semua orang yang tiba-tiba ceria tidak berbicara lagi. Pekerjaan apa yang bisa diberikan oleh Bibi kecil di kota. Jika ini di desa kemungkinan besar masih ada acara tapi sekarang saya tidak mungkin.


Melihat 3 keponakan Baili itu diam saja ,dia berkata lagi dengan malu-malu."jangan dimasukkan di hati aku hanya bertanya hehehe"


"bukan begitu aku tidak tahu tapi kupikir Bibi sedang mengerjakan sesuatu di sana. biarkan aku tanyakan dulu padanya oke"kata Ayi.


Sebagai teman satu kamar tentu saja dia tahu kesulitan apa yang sedang dialami oleh nya.


"tidak perlu ini sangat merepotkan"katanya dengan cepat.


"jangan khawatir aku tidak akan bertanya untukmu tapi seseorang menyampaikan pesan pada Bibi kecilku untuk bertanya tentang hal yang sama" kata Ayi lagi.


"Begitu kah?" tanyanya dengan lega.


"Hem apa kah itu gay dengan anak kecil kemaren?"tanya nya.


"Huh jika kau tidak bicara aku pasti tidak tahu cerita itu adalah benar. kenapa ada seorang ibu yang tega melakukan hal seperti itu"


"Huh Untung saja aku tidak pernah berpikir menikah saat menjadi pemuda pendidikan.Tapi semua orang tahu jalan ke kota hanya melalui universitas "kata mereka.


Semua orang yang pernah menjadi pemuda pendidikan tahun bagi manusia hidup di pedesaan. mendapatkan kesempatan untuk kembali ke kota adalah impian yang menjadi nyata.Oleh karena itu banyak hal yang dilakukan untuk bisa ke universitas.


Mungkin tidak semua tapi banyak pemuda pendidikan yang melakukannya .Hanya saja wanita itu terlalu sial, sehingga dia ketahuan begitu cepat.


"Iya sih tapi jangan sampai melupakan anak kandungmu juga "


Mereka tidak bisa berlama-lama di rumah Bai.Jadi Ayi berinisiatif membawa temannya langsung ke tempat di mana baili sedang membicarakan masalah besok.


"Bibi kecil"Sapa Ayi.


"Eh Ayi, apakah sudah menyiapkan makan siang untuk teman-teman mu?"


"tenang aja bibi, tapi aku ada sesuatu yang perlu dibicarakan apa Bibi sedang sibuk?"


Guan ru segera mundur ketika tahu Baili sedang membicarakan masalah keluarga.Jadi dia pergi melihat situasi para penjahit.


"ada apa Ayi,apa kau memalukan sesuatu dari bibi?" tanya baili.


"perkenalkan diri ini temanku Li cuihua, dia bertanya apakah ada pekerjaan untuk suaminya" kata ayi yang langsung to the point.


Melihat itu Baili menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kepala. Sehingga wanita yang disebutkan itu merasa tidak nyaman.


"kalau tidak salah kau yang mencari halaman rusak kemaren kan?"


"Ya Bibi kecil, itu aku"jawab nya


"Oh begitu,jadi pasangan mu tidak bekerja tapi berani ke kota hem ini menarik"jadi ingat wanita ini kemarin membawa anak yang masih di bawah 2 tahun bersamanya.


Dengan demikian dia mempercayai karakter wanita ini.


"pasangan sebenarnya tidak mau tapi aku memaksanya .aku pikir tidak baik untuk perpisahan, mungkin sulit tapi aku yakin satu hari dia akan menemukan sebuah pekerjaan yang cocok" katanya dengan nada tinggi.


"Hem kebetulan sekali aku punya pekerjaan yang membutuhkan orang jika dia tidak malu maka bisa datang besok"kata Baili.


Ini yang disebut orang dengan istilah mengantuk diberi bantal. melihat jawaban dari Baili mata cuihua segera berbinar-binar.


"tapi jangan tertawa dulu ayo ikut aku" Baili segera berjalan ke depan menuju ke ruang jahit.

__ADS_1


Tapi dia singgah ke sebuah gudang memperlihatkan pakaian yang sudah dikemas.


"kami akan menjual ini besok di depan stasiun kereta api.Gajinya 100 sen dengan tiga kali makan. jika dua anakmu terasa merepotkan. Boleh dititipkan pada kedua orang tuaku, mereka tidak melakukan apapun"


Mata Li cuihua yang awalnya berbeda sekarang redup lagi. Meskipun hidup ini sulit tapi dia tidak akan mendorong suaminya melakukan kegiatan spekulasi yang membahayakan keluarga.


Baili sepertinya tahu apa yang sedang dia pikirkan jadi dia berkata kepada nya. "aku mendapatkan kabar dari militer jika spekulasi sudah dihapuskan, jadi tidak menjual dan membeli barang tidak akan ditangkap kok"


"Begitu kah?"


"Cuihua, bibiku memiliki koneksi ke militer jadi dia tidak mungkin bohong,percaya lah" katanya lagi.


"Hem jadi bisakah suamiku pergi besok?"tanya nya yang langsung setuju.


Seratus sen sehari jika 1 bulan ini sudah mencapai 300 rupiah yang menyamai gaji seorang pekerja pabrik.Apalagi masih ada tambahan 3 kali makan yang membuat mereka bisa berhemat melalui itu.


Jika spekulasi benar-benar dihapuskan mungkin ini akan baik-baik saja.


"oke kami akan jualan besok pagi, katakan pada suamimu untuk datang menarik ke barang-barang ini ke depan stasiun kereta api"kata Baili cepat.


Li cuihua sebenarnya tidak yakin tapi dia harus mencobanya terlebih dahulu. Jika tidak sesuai ekspektasi maka dia bisa mundur kapanpun.


Kebetulan sekali besok hari minggu, jadi dia bisa melihat bagaimana caranya dan membantu menjaga anak-anak.


"terima kasih ,bibi terima kasih bibi kecil" katanya senang.


"Sudah lah, Ayi cobalah melihat pakaian ini dan ambil satu jika kau suka "


"nanti aku akan mengambilnya Bibi kecil oh iya satu lagi bibi. Sebenarnya aku bertemu Wang Danu dan putrinya di universitas"


"Dia ke Beijing?"tanya baili heran.


sebenarnya saat Guan Ru pergi menelpon kepala desa jiang cun.Dia juga mengabarkan jika menantu perempuan Wang ada di Beijing tepatnya di universitas.


Bukankah baili melihatnya di bus pada hari penerimaan itu.


Dari sana Baili baru tau jika sebenarnya menantu perempuan wang pergi secara diam-diam ke Beijing tanpa izin dari keluarga suaminya.


Dengan berpegangan surat penerimaan tersebut dia dengan mudahnya pergi ke Beijing menggunakan tabungan terakhir keluarga Wang.


Inilah yang membuat warga desa jiang Chun menjadi panas. Menantu Wang adalah lambang pemuda pedesaan yang tidak tahu berterima kasih.


dari informasi inilah uang Danu pergi ke Beijing. Dia tidak benar-benar ingin membujuk menantu perempuannya. Tapi lebih ingin menuangkan air kotor di atas kepalanya agar kehidupan di universitas tidak nyaman.


Itulah sebabnya dia datang ke Beijing bersama si kecil Wang nie.


Baili tidak tahu jika wang danu bahkan nekat bertengkar di pintu gerbang masuk universitas .Hanya untuk memburukkan reputasi menantu perempuan .Dia bahkan membiarkan wang nie kecil untuk perbanas-panasan dan melaporkan masalah ini ke dekan.


Jadi kasus ini sudah menjadi buah bibir di universitas sekarang. Selamat satu minggu uang Danu benar-benar mengabdikan diri untuk membuat menantu perempuannya dipecat dari universitas dan dia berhasil.


Akibatnya menantu perempuan ini dipanggil dekan dan dia dipecat karena mencemarkan nama baik universitas Beijing.


Namun begitu wang Danu sama sekali tidak melihat untuk membawa kembali menantu perempuan di bawah sayap nya. Hari itu menantu perempuan wang danu menangis histeris karena dia tidak bisa melanjutkan pelajarannya bahkan tidak bisa kembali ke desa jiang Chun lagi.


Dia berusaha membujuk Wang Danu agar menerimanya di desa.Keluarga kelahirannya sendiri tidak menerima dia sejak dia datang ke baijing.Dia memiliki ibu tiri yang bahkan tidak memandangnya sebelah mata.


Jika dia bukan seorang mahasiswa maka dia tidak punya tempat lagi untuk pergi.


Tetapi Wang danu sudah mengeraskan hatinya.Tujuan kedatangannya jelas sudah berhasil dan dia berniat untuk pulang.


Tapi siapa tahu dia melihat tiga keponakan perempuan Baili yang saat itu sedang menonton kegembiraan. Hanya dengan melihat mereka dia mendapati pulang ke desa Jiang Chun bukanlah keputusan yang bagus.


Dia harus membuat perubahan dari dirinya sendiri agar mantan menantu perempuan yang menyesal sudah meninggalkan dia dan Putri satu satunya ini.


Jadi dia meminta Ayi menyampaikan pesan ini. Jika Bibi kecil memiliki sesuatu yang bisa dia bantu dia sangat berterima kasih.


Baili mendengar kisah ini dan menjadi bahagia .Bagaimana Wang Danu mencoba untuk melawan arus. Dia tidak lagi malu dan langsung berinisiatif bertanya tentang pekerjaan pada Ayi.


Dengan begitu baili sudah mendapatkan dua pekerja yang akan membantunya berjualan besok.

__ADS_1


Bagus


"


__ADS_2