
Untuk pergi menarik produk , Wang Danu masih saja meminjam sepeda Phoenix dari Baili. Kali ini dia mengayuhnya ke rumah yang dia beli sebelumnya dari Guan Ru.
Ketika dia tiba lima saudaranya sudah menunggu di pintu gerbang dengan wajah yang penuh harapan. Melihat kedatangan Wang Danu dengan sepeda yang penuh dengan produk mereka menampilkan senyum lebar.
Wang Danu masuk ke rumah dengan percaya diri.Dia meninggalkan barang-barangnya tetap di atas sepeda karena ada beberapa hal yang perlu disampaikan terlebih dahulu.
"ayah"panggil wang nie.
Wang nie segera menyambut Ayah nya dengan sehelai kain untuk menghapus keringat ayah nya.Dia sudah bersenang-senang di rumah Bai jika ayahnya pergi berjualan.
Sekarang kakek dan nenek nya sudah tiba dan dia lebih suka bersama mereka ketimbang dengan rumah Baili.Dengan adanya mereka dia baru merasakan ini adalah rumah nya.
Jadi Wang nie sangat gembira dan lebih energik karena nya.
"Makasih nak, ambilkan ayah air oke"kata Wang Danu.Wang nie mengguuk dan pergi ke dapur.
Setelah kedatangan 5 saudara dan kakeknya rumah ini sudah menjadi lebih rapi dari sebelumnya. Jika bisa dikatakan rumah ini sebenarnya lebih besar dari kediaman mereka di desa Jiang Chun.
Didesa jiang chun satu keluarga malah harus berdesak-desakan tidur dalam satu ranjang.Ini karena tidak cukup ruangan di rumah.
Tapi jika di sini seandainya keluarga Wang mau menarik seluruh keluarga.Mereka masih bisa tetap tinggal bersama sekaligus.
Jika kamar masih kurang masih banyak tanah kosong yang bisa di pakai untuk membuat kamar lain. Sayangnya rumah ini adalah rumah sewa bukan rumah sendiri.
Sayang sekali.
Wang Danu juga tidak akan bodoh menyebutkan rumah ini ada miliknya secara pribadi.Jangan mulai sebuah masalah yang tidak perlu.
"jadi sepupu bagaimana kabarmu apakah ini produk yang kau bicarakan tadi malam?"kata Wang bou.
"Yah ini adalah produk terakhir kalian datang. tapi kabar baiknya produk ini di discount setengah harga"kata Wang Danu.
"dulu sehelai celana aku harus menjualnya seharga rp400 sen. sekarang Bibi menyerahkan agar kita menjualnya seharga 200sen baju yang awalnya 300 sen sekarang turun menjadi 150 dan rok 250 sen sekarang menjadi 100 sen saja"
"kenapa mahal sekali pakaian itu apakah ada yang mau membelinya?"kata nenek Wang yang terkejut mendengar harga pakaian jadi.Hanya orang gila yang ingin membeli barang untuk seperti itu.
"nenek dari mana aku mendapatkan rp1.000 jika tidak seperti ini hehehe"
"kita sudah cukup tua tapi belum pernah mengenal dunia "keluh kakek Wang.
Sari sejak lahir kakek Wang tidak pernah keluar dari desa Jiang Chun. Jadi tidak tidak tahu bagaimana kinerja orang-orang di luar desa apalagi sekarang mereka sudah ada di ibukota .Tentu saja cara orang menjalani kehidupan sangat jauh berbeda.
"tapi bagaimana cara kita bisa menghasilkan dengan uang seperti itu .Sementara kita harus mengembalikan pada bibi kecil?"
"sebenarnya produk ini ku ambil secara gratis.Tapi untuk produk selanjutnya kita harus membayar setengah harga dulu sebelum mengambil barang . Jadi jika kalian mendapatkan untung jelas harus mempersiapkan untuk sesi berikutnya.Sekarang mari aku jelaskan,celana ini aku ambil 160 sen saja, jika dijual dengan harga 200 sen bukankah kita masih untung sebanyak 40 sen?" kata Wang Danu dengan percaya diri.
"Eh mendapatkan untung 40 sen untuk setiap celana yang akan kita jual?Wah kau sudah membuka cakrawala pikiran saudara ku.bibi kecil memang hebat " kata Wang bou yang mengangkat jempolnya ke atas.
Seandainya dia tahu jika harga yang diberi oleh Bibi kecil bukan 160 melainkan 150 mungkin dia akan mengumpat Wang Danu dengan perkataan tidak tahu malu.
Wang Danu dengan kejamnya mengambil keuntungan 10 sen untuk setiap pakaian.Dengan begitu dia masih mendapatkan untung banyak sekiranya para saudara berhasil menjual.
Wang Danu yang kejam.
Karena 5 saudaranya ini belum pernah berjualan jadi dia pikir harus mengajari mereka untuk beberapa hari ke depan. Terutama untuk hari pertama ini.
tapi sebelum itu dia menjelaskan tata cara penjualannya.
__ADS_1
"Karena kita sudah berpisah maka kita harus membagi uang sama banyak untuk tahap pertama. Berapapun yang akan kita dapatkan setelah memberikan modal kembali pada bibi kecil itu adalah milik sendiri. Kalian bisa menyimpannya sendiri namun ingat, kita masih perlu membayar nenek sebanyak 100 sen setiap hari untuk biaya makan dan minum "kata wang Danu.
Beberapa saudara berkata hal itu sangat mahal jika 100 sen dihabiskan per orang setiap hari untuk biaya makan .Tapi setelah mendengar ini adalah pengaturan dari bibi kecil .Mereka hanya diam dan mengangguk dengan setuju.
Beberapa saudara malah berpikir ada bagusnya membawa menantu perempuan sendiri ke kota. Karena 100 sen itu sangat mahal dan bisa dihabiskan untuk satu keluarga sekaligus.
Tapi mereka tidak berdaya karena menemukan rumah untuk menantu perempuan adalah hal yang sedikit sulit.
Adapun kakek dan nenek Wang cukup puas dengan pengaturan ini. 100 sen dari 6 cucu artinya biaya makan adalah 600 sen setiap hari. Mungkin kedengarannya banyak tapi bagi kedua orang tua yang sudah ahli dalam berhemat ini. Berpikir untuk menyimpan sisanya untuk biaya yang tidak terduga.
Setelah mendapatkan pengaturan seperti itu semua orang setuju dan mendesak untuk langsung pergi ke lokasi berjualan.
Wang Danu mengatakan untuk produk ini mereka harus bekerja sama .Namun untuk produk selanjutnya mereka harus belajar menjualnya sendiri dan berpisah lokasi.
Jadi Wang Danu membawa 5 saudara ke stasiun kereta api tempat di mana dia sudah berada selama satu minggu.
Di sini dia mulai memperagakan bagaimana cara dia berjualan sehari-hari.Stasiun kereta api adalah jalur paling sibuk setelah jam-jam di mana kereta api tiba.
Jika anda mengandalkan pembeli di kota Beijing .Kemungkinan besar anda akan kalah.Orang membeli produk yang sama tentu adalah orang yang tidak memiliki akal. Jadi sasaran yang dipakai di stasiun kereta api sebenarnya adalah orang-orang yang ingin berpergian dari kota ke kota.
Sekarang Wang Danu tidak begitu optimis dengan situasi di pasar atau di depan pabrik-pabrik .Tapi jika ini di depan stasiun kereta api dia merasa masih ada kemungkinan untuk laris manis.
Jadi dia memperagakan bagaimana cara dia berteriak dan mengeluarkan produk.Lalu tentang bagaimana cara dia menarik pelanggan dengan senyum manis.
Beberapa sepupu awalnya sangat malu dengan perilaku yang ditampilkan oleh Wang Danu ini namun secara bertahap semuanya mulai belajar dan berani berteriak dan menarik para calon pembeli.
Hasilnya tidak begitu mengecewakan, sebelum jam makan siang .Sebenarnya mereka sudah berhasil menjual lebih dari 300 produk pakaian jadi.
Saat mereka tiba di depan sebuah pabrik pengalengan mereka juga berhasil menjual produk lebih dari 100 helai. Namun begitu semua orang tidak menghitungnya tapi kembali bersemangat saat melihat uang yang kian menumpuk di dalam sebuah kotak.
Tidak ingin membuang waktu kelompok ini bergegas mendatangi pasar malam di sudut kota.
Situasi reformasi dan keterbukaan benar-benar terlihat dengan mata telanjang.
Beberapa kios mulai dibuka secara bertahap dan satu persatu membuat lokasi menjadi lebih besar. Sekarang disebut dengan pasar malam karena semakin hidup jika malam semakin gelap.
Walaupun demikian masih ada saja beberapa orang yang berani membuka warung di siang hari.
Tidak adanya pegawai khusus yang mengatur lalu lintas para pedagang di daerah ini membuat siapapun bisa membangun kios secara acak.
Wang Danu pernah berjualan di sini dan dia sangat tahu jika anda datang setelah hari gelap maka itu namanya anda datang terlambat.
Anda sama sekali tidak akan mendapatkan tempat untuk mendirikan warung lagi.
Jadi kelompok Wang ini sudah tiba di lokasi sekitar jam 5 siang. Salah satu dari mereka bergegas kembali untuk mengambil bekal makan malam.Karena mereka tentu tidak kembali setelah jam sibuk.
Jadi tinggal Wang Danu dan 4 saudara nya. Mereka bergegas untuk membangun warung dadakan dengan tenda yang digelar seadanya.
Pakaian mereka juga digantung dengan cepat apalagi oleh Wang Danu yang memang sudah berpengalaman dalam hal itu.
Baru saja mereka mulai mendapatkan pelanggan pertama seseorang mendengus kesal tidak jauh dari situ.
"Kakak ipar jika tidak salah kemarin kalian masih menjualnya dengan harga rp400 untuk celana ini kenapa sekarang harganya bisa turun setengah. aku membelinya dan sekarang merasa dirugikan"kata seorang wanita yang tidak tahu dari mana.
Wang bau dan Wang jaifeng sama sekali tidak mengerti kenapa wanita ini marah jadi dia membiarkan Wang Danu menyelesaikan masalah ini.
"aku juga heran awalnya tapi sekarang cukup mengerti kenapa harga pakaian ini turun drastis. Kakak ipar lihat lagi di sana, ada satu warung yang juga menjual celana dan pakaian ini, harga mereka masih cukup murah kok"kata seseorang yang tiba-tiba lewat.
__ADS_1
Tentu saja dia tidak berbohong memang ada satu warung yang baru dibangun yang baru mulai berjualan semalam harga mereka cukup bersaing dengan kualitas yang masih bisa di anggap bagus.
"oh jadi sebenarnya masalah ini sudah dimulai kalau boleh tahu berapa mereka menjual harga produk?"tanya Wang Danu yang sudah mulai menebak apa yang terjadi.
Peniru.
"celana ini 250 sen dan rok 150 sen. bukankah ini sudah cukup murah?"katanya yang mendengus kesal.
Untung saja saat itu dia belum membeli produk dengan harga 400an itu. Sekarang harganya sudah murah dan terjangkau.Kenapa harus membeli yang mahal sementara ada yang lebih murah.
Tapi saat dia melihat lagi harga yang tertera di atas itu .Dia kembali menggelengkan kepala dan menutup mulutnya rapat-rapat.
Rasa malu mulai menjalar di pipinya sehingga kulitnya yang sudah putih terlihat begitu mencolok.
Tadinya dia pikir 250 itu adalah harga yang murah sementara mereka menjualnya 400 sen pada hari kemarin.Tapi kenapa hari ini mereka menjualnya dengan harga dengan setengah harga saja.
"Hehehe kakak ipar jangan salah tebak ya . Sebenarnya produk kami ini turun harga karena ini adalah stok terakhir. Setelah aku habis menjual semua produk ini kami tidak akan menjualnya lagi .Tapi akan mengeluarkan produk baru yang lebih segar dan lebih fresh. Bahkan dijamin akan lebih bagus daripada ini" kata Wang danu percaya diri.
Padahal jauh di dalam hati dia juga tidak menyangka sang peniru akan datang secepat ini.
"inilah yang membuat bos besar mengatakan produk ini akan turun setengah harga" tambah Wang Danu.
"benarkah akan ada produk baru jika memang begitu kenapa harus membeli yang ini kan?"kata seseorang yang tiba-tiba tertarik dengan pembicaraan Wang Danu tadi.
"karena ini dikatakan cuci gudang. Harga ini adalah harga modal dan kami tidak mendapatkan untung sedikitpun. Mungkin bagi orang-orang yang sudah pernah membeli produk kami ini. Merasa tidak nyaman dan sakit hati atau mereka tidak menginginkan produk yang sama lagi .Namun kalian harus ingat dengan satu hal. Produk kami ini terkenal di Beijing tapi belum sampai di pedesaan bahkan di kota lain"sekarang Wang Danu cukup lihai untuk berkata-kata.Orang-orang jelas tidak tahu perbedaan benar dan salah setelah mendengar dia berbicara.
Hampir semua orang menganggap itu adalah sebuah kebenaran.
Segera saja beberapa orang bergegas menarik beberapa pakaian sekaligus. Ini cukup murah bahkan kios warung sebelah menawarkan harga yang 50 sen lebih mahal.
Lagi pula ada perbedaan dari segi bahan kain.
"Jika anda membelinya dan mengirimkannya ke sanak saudara. Produk murah ini akan jadi mahal di mata orang-orang di pedesaan. Bukankah artinya kalian sudah memberikan wajah untuk diri sendiri?"kata Wang Danu dengan hati-hati.
Walau bagaimanapun orang pedesaan tetap akan senang mendapatkan hadiah berupa pakaian jadi. Sekarang departemen store masih menjual produk pakaian jadi. Untuk membeli produk pakaian jadi, anda perlu memiliki tiket kain.
Namun untuk mendapatkan tiket kain,anda juga perlu membelinya. Jika anda tidak mendapatnya secara gratis pada pabrik tempat anda bekerja tentu saja.
Harga tiket kain saat ini hampir mencapai 150 sen untuk dua meter kain.Belum lagi jika Anda membeli pakaiannya.
Sekarang anda bisa membeli harga tiket kain tapi langsung membeli produk jadinya dengan harga tersebut.Bisakah hal ini dikatakan mahal.
Anda bodoh jika menolak membelinya .
Beberapa saudara Wang Danu segera bersemangat melihat antusiasnya orang-orang yang menarik pakaian.
Mereka tentu saja tidak ingin kehilangan satu helai pakaian pun karena pembeli yang bersikap nakal. Walau bagaimanapun modal harus dikembalikan pada bibi kecil.
" Ayo datang dan habiskan produk cucu gudang yang hanya ada saat ini belum tentu ada esok hari ayo datang dan beli"teriak Wang bau dengan keras.
segera saja warung yang didirikan oleh uang Danu dan 5 saudaranya ini dikerumuni oleh orang-orang yang berpikir produknya murah.
Mereka ingin memberikan pada saudara di pedesaan.Setiap orang membeli 2 atau 3 produk sekaligus.
Wang Danu jelas tersenyum lebar melihat fenomena ini namun seseorang yang melihat hal itu dari kejauhan . Sekarang sedang menggenggam tangannya dengan marah.
Wanita ini adalah pemilik warung sebelah. Dia sudah bersusah payah mengingat bentuk pakaian jadi yang populer di tahun ini.Namun semuanya sudah dirampok oleh penjual lain.
__ADS_1
Jika baili melihat orang ini tentu saja dia amat mengenalinya dengan akrab.Dia adalah pahlawan wanita Xi Yanyan