
Pembicaraan baili dan Guan Ru berlangsung selama lebih satu jam sebelum benar-benar berakhir.
Guan Ru yang awalnya muram sekarang sudah bisa tersenyum lagi.Hanya beberapa kata dari Baili membuat dia sudah berpikir positif.
Entah apa yang di katakan baili sehingga dia bisa berubah pikiran dengan cepat.Yang jelas dia hari ini pergi dengan gembira, tujuan nya pergi adalah untuk memasang telepon di rumah Baili.
Guan Ru yang mantan militer masih kuat dengan koneksi nya di sana.
Apalagi nama baili yang sudah terkenal di militer membuat pergerakan nya semulus jalan tol.
Dalam satu hari dia sudah mengantongi surat izin untuk memasang instalasi ke rumah Baili.
Padahal untuk mengatongi izin pemasangan instalasi saja sebenarnya sudah membutuhkan waktu paling sedikit setengah bulan.
Tapi karena koneksi dan nama baili mempermudah segala nya.Hal ini bisa dilihat dari pemasangan instalasi di hari setelahnya.
Dengan begitu ada telepon di rumah Baili yang memudahkan komunikasi penting dari satu pihak.
Seperti saat pertama kali baili menelpon ke desa Jiang Chun.Dia memanggil kepala desa dan menitipkan no telepon.Jika ada masalah di sana, kepala desa bisa langsung menghubungi di nomor itu.
Pada hari pertama telepon berhasil dipasang. Sebenarnya guan Ru mulai menghubungi semua orang termasuk dengan tim Wang sufeng yang berada di 6 kota terpisah.
Yang paling senang adalah kedua lansia tentunya. Dulu mereka paling takut untuk mengeluarkan beberapa sel di dalam kantong tapi sekarang mereka tidak peduli dengan biaya telepon sama sekali.
Apalagi untuk pertama kalinya mereka bisa menghubungi desa sesukanya.
Dari kepala desa Baili mendapati jika sampai saat ini dong hong belum kembali .Walaupun ada sesuatu yang terjadi di rumahnya.
Kepala desa sama sekali tidak menyembunyikan masalah apapun. Dia juga berbicara tentang keluarga dong Hong yang menjadi ribut karena nya.
Mungkin karena rasa percaya pada baili sedemikian kuat .Jadi kepala desa bertanya apakah dia memiliki solusi tentang itu.
Tapi Baili tidak ingin mendukung siapapun di sini .Dong Hong sudah begitu dewasa dan bisa memutuskan sebuah keputusan besar untuk hidupnya sendiri.
Jadi dia tidak akan membujuk justru mendukung apapun yang ingin dilakukan dong Hong.
Dengan nomor yang ada dong hong juga bisa menghubungi baili sewaktu-waktu jika dia sedang bebas.
Pada hari Baili mengatakan pada kepala desa jika dia sudah memiliki nomor telepon secara pribadi. Sebenarnya pada hari itu Dong Hong pulang setelah beberapa hari tidak kembali.
Kembalinya dong Hong bertepatan pada saat orang-orang masih berada di ladang .Jadi di rumah hanya ada kakak ipar yang dalam masa pengurungan.
Donghong sama sekali tidak memikirkan masalah yang terjadi terakhir dia di sini.Jadi perilakunya masih sama seperti sebelum kejadian itu terjadi.
Dia mengirimkan satu kaleng susu dan beberapa biskuit yang dibelinya di departemen store. Baili yang awalnya kurus sekarang sudah mulai berdaging. Tentu saja dia merasa senang dengan kondisi itu.
Tapi kakak ipar malah tidak suka dia melakukannya dan berkata"dong Hong terima kasih atas pemberianmu ini tapi lain kali jangan lakukan lagi"
Tentu saja dong Hong mengerti tujuan perkataan ini .Tapi dia tidak marah sama sekali.Sebagai anggota keluarga Dong Hong juga mengerti, bagaimana cara ayah dan kakak laki-lakinya ini melayani wanita di rumah.
Jauh di dalam hati Dong Hong juga ingin membuat keluarganya bahagia dan memiliki uang banyak. Namun karena kondisi inilah yang membuat hatinya dingin. Beruntung masih ada adik perempuan dan ibu yang harus dia lindungi di sini.
Jika tidak kemungkinan besar dong Hong tidak akan pernah berpikir untuk pulang ke desa Jiang Chun.
"Baik "kata dong Hong setuju.
Takut menimbulkan fitnah yang lebih tidak bertanggung jawab Dong Hong juga tidak berniat untuk tinggal di rumah saat ini .Jadi dia ingin berangkat pergi lagi .
__ADS_1
Namun sebelum itu kakak ipar memanggilnya dan berkata jika kepala desa ingin bertemu.
Kabar ini membuat Dong Hong terkejut ,dia tidak tahu apa yang diinginkan oleh kepala desa.Justru selama ini dia tidak banyak berinteraksi dengan warga yang Chun.Apalagi dengan kepala desa yang tentu saja tidak memiliki masalah apapun.
Meskipun merasa heran tapi Dong Hong juga tetap pergi ke rumah kepala desa. Beruntung sekali pria tua itu masih ada di sana.
Saat kembali ke desa donghong masih berpakaian layaknya seperti pemuda desa pada umumnya. Memakai pakaian yang memiliki banyak tambalan di sana-sini, jadi tidak ada penampilan yang dikatakan serba wow.
Kepala desa memandang penampilan dong Hong dari atas sampai ke bawah.Dia juga menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali .Betapa pintarnya donghong menyembunyikan dirinya sampai kepala desa sendiri tidak akan curiga.
Jika Baili tidak berbicara dari mana dia tahu kebenaran ini.
"kepala desa apa salahku sekarang?"tentu saja dong Hong menanyakan tentang salah nya terlebih dahulu.Ini karena dari kebanyakan warga desa Jiang Chun,hanya dia yang pernah dikritik di panggung.
"Ahong kau jangan berbohong padaku ,baili sudah mengatakannya di telepon" kata kepala desa dengan tidak puas.
"Ah bibi kecil?"
kepala desa menganggukkan kepalanya.Donghong yang awalnya merasa tertekan sekarang lebih rileks.Dia pikir akan menemukan masalah baru tapi rupanya ini hanya masalah pengakuan sepihak dari bibi kecil.
Tanpa ragu kepala desa bertanya kepada dong Hong apa sebenarnya yang dia lakukan di kota.Tentu saja karena rahasia sudah terbuka dong Hong dengan jujur menjawab apa adanya.
Alasan dia tidak kembali adalah sedang sibuk menjual pakaian dari bibi kecil yang dikirim beberapa hari ke belakang ini.
Karena kota Jiang bukanlah kota besar yang memiliki populasi orang kaya yang berlimpah. Untuk menghabiskan produk masih memerlukan beberapa waktu.Karena belum yakin dengan kekuatan daya beli masyarakat, donghong tidak membawa siapapun di belakangnya, dia memilih bekerja secara mandiri.
Baru setelah semuanya habis terjual dia kembali pulang.Meski agak telat tapi dalam 8 hari dong Hong bisa menyelesaikan semua nya sekaligus. Untuk itu dia sudah bergerak dari satu tempat yang lain.
Karena ini adalah produk awal tidak ada pemotongan harga diskon . Setelah membayar biaya pengiriman ke jasa transportasi lintas provinsi.
Demi untuk menghabiskan produk lebih cepat dong Hong bekerjasama dengan beberapa kenalannya di pasar gelap.Jadi dia menjualnya secara grosir namun begitu donghong masih bisa meraih keuntungan sekecil 50 sen untuk setiap helainya.
Kepala desa yang mendengar kisah ini langsung menyemburkan lagi air gula merah yang baru saja dia minum.
10.000 keuntungan diraihnya hanya dalam 8 hari saja.Namun itu masih dalam kondisi keterpaksaan.donghong merasa tidak bisa menjual produk secara normal jadi dia menekan harga dan mengambil keuntungan kecil.
Siapa sangka keuntungan kecil ini bahkan lebih menguntungkan dibanding jika Anda pergi bekerja di pabrik sekalipun.
Rp10.000 sebenarnya adalah gaji selama 3 tahun seorang pekerja pabrik.Bagaimana tidak kepala desa merasa kepalanya semakin gatal saja.
Dulu banyak orang memandang dia sebelah mata.Begitu juga dengan kepala desa ,namun setelah mendengar kisah keberhasilan Donghong yang meraih rp10.000. Ini membuat kepala desa memandangnya seperti seorang bangsawan.
Perlu diketahui jika standar kekayaan di kota sebenarnya di hitung jika seseorang bisa menyimpan uang sebanyak 10.000.
Tapi Dong Hong bisa menghasilkannya hanya dalam sekitar 8 hari saja .Apakah dunia ini sudah terbalik.
"Aku memanggilmu di sini karena Lili berkata kau harus mengajari orang lain bagaimana untuk menjadi kaya. Apakah kabar sedia melakukannya?"kata kepala desa.
Donghong ingin menolak tapi tentu saja tidak bisa lagi pula jika sudah dikatakan permintaan dari bibi kecil lalu apa yang harus dia lakukan.
Karena dong Hong sudah setuju jadi mereka berbicara tentang masalah pekerjaan.Kepala desa mengatakan jika baili lepas tangan dan membiarkan dong Hong membuat keputusan.
Tidak sampai beberapa menit kemudian dong Hong sudah mengambil kertas dan berbicara tentang rencananya di masa depan.
Tiba-tiba saja kepala desa mengagumi ide dari donghong ini. Bukan dia tidak tahu jika dong Hong sebenarnya adalah seorang pria yang buta huruf. Jadi sejak kapan dia mulai belajar untuk menulis seperti saat ini.
Saat ini Dong Hong sudah memegang 60 rumah sewa yang sekarang sudah direnovasi menjadi sebuah ruko. Dari sini Dong Hong mulai menganjurkan jika ruko-ruko ini bisa disewakan dengan harga rendah bagi penduduk desa jika mereka menginginkannya.
__ADS_1
Dari 60 rumah sewa itu sebenarnya 30 sudah diisi.
Dong hong juga sudah menyelidiki apa saja yang bisa menghasilkan uang jika seseorang ingin melakukan tindakan jual beli.
Karena begitu banyak hal yang dibicarakan tanpa sadar jam makan siang sudah tiba. saat ini tidak sopan jika seseorang menunggu diajak diundang untuk makan.
Dong Hong juga tidak nyaman dengan itu jadi dia pergi untuk melihat rumah.
Sebelumnya kepala desa sudah menceritakan masalah yang terjadi di rumahnya baru-baru ini.Dong Hong juga tidak berdaya untuk melakukan pembelaan untuk ibunya yang sudah tua.
Seorang wanita yang sudah menikah tidak pernah bisa membela diri sendiri apalagi membela orang lain. Hal ini juga berlaku untuk ibu kandung donghong sendiri.
Pernah dong Hong berpikir lebih baik ayah dan ibunya bercerai tapi dia sangat mengerti siapa ibunya ini.Perceraian tidak akan pernah dilakukan olehnya meskipun dia terancam dengan pisau di leher.
Jadi Dong Hong tidak punya pilihan selain menjadi putra berbakti dengan sering kembali melihat-lihat. Justru karena itulah dia tidak ingin kekayaannya terungkap begitu saja.
Kepala desa juga mengerti itu tapi dia juga tidak bisa masuk campur dalam urusan rumah tangga orang lain.Berbeda jika orang yang bersangkutan melaporkannya dan meminta keadilan.
Setelah Dong Hong pergi kepala desa menggelengkan kepalanya dan mendesah.Tidak mudah hidup di dunia ini jika anda dalam kondisi miskin tapi jika memiliki uang juga tidak nyaman seperti yang dirasakan oleh Donghong saat ini.
Donghong yang keluar dari rumah kepala desa memang langsung kembali ke rumah aslinya.Pada saat itu sudah jam makan siang. Jadi dia yakin semua orang sudah kembali termasuklah dengan ayah dan kakak laki-lakinya.
Tapi betapa terkejutnya Dong Hong
Begitu tiba dia melihat banyak tetangga yang sudah mengelilingi rumah mereka.Tidak perlu bertanya apa yang terjadi karena Dong Hong bisa mendengarnya dengan telinganya sendiri.
Kakak laki-lakinya lagi-lagi memukuli kakak ipar yang sedang di kurung ini.Begitu juga dengan ibu tuanya yang tentu saja menjadi bulan-bulanan oleh ayah kandung.
Hanya suara tangis dan rengekan minta ampun yang terdengar dari luar. Ini membuat darah donghong mendidih lagi.Jika dia tidak naik panggung saat ini maka Jangan sebut dia sebagai seorang laki-laki.
Begitu donghong menendang pintu, semua yang terjadi di dalam rumahnya jelas terlihat di depan mata.Ibunya yang sudah tua begitu acak-acakan dengan rambutnya yang tidak lagi berbentuk.
Darah di wajah ibunya sudah begitu banyak sehingga wajah ibu tidak lagi terlihat dengan jelas.Sedangkan kakak ipar yang sejatinya berada di dalam kamar juga sudah ambruk di ruang tamu.
Adik perempuan donghong pula menggigil di sudut. kali ini adik perempuan dong Hong itu tidak bisa menghindari dari pukulan.Jelas terlihat dia menangis dengan keningnya yang berdarah.Namun di tangannya dia sedang memeluk bayi kecil yang baru dilahirkan 3 minggu yang lalu.
Mendengar pintu didobrak dari luar, ayah dan anak yang sedang menyiksa menantu perempuan masing-masing ini segera berpaling.Melihat siapa pelakunya tentu mereka makin marah saja.
"Ahong bagus kau sudah pulang.
Dasar anak tidak berbakti"ayah dong Hong ini mengambil rotan yang tergeletak di tanah.
Bisa dilihat rotan inilah yang tadi menghantam ibunya yang sudah tua. Sekarang ayah mengincarnya dengan rotan yang sama.
"ayah apa yang terjadi di sini Kenapa kalian makin gila saja ?"kata dong Hong yang tidak kalah marahnya
"Gila?kau bilang kami gila ,pikirkan saja otakmu itu ke mana. Kenapa kau bisa memberikan topi hijau untuk kakak laki-lakimu ,kenapa huh?" kata ayah dong Hong tiba tiba.
"apa yang ayah katakan ,topi hijau apa? Kenapa aku tidak mengerti?"
"jangan pura-pura tidak tahu kau sialan,apa kau pikir bersembunyi seperti ini, aku tidak pernah tahu?" bentak Dong Hae marah.
"Kakak tertua sabar dulu,ayo jelaskan padaku apa yang terjadi sebenarnya? aku baru saja pulang dan pergi ke rumah kepala desa jadi aku tidak tahu apa yang terjadi di sini?" kata dong Hong yang menghindari sasaran amarah ayah nya.
"sudah sampai seperti ini kau masih berbohong? baik kalau kau tidak mengaku katakan padaku apa kau yang mengirimkan hal-hal baik ini?"kakak tertua dong Hong itu menunjukkan hal-hal yang tadi dia kirimkan kepada kakak iparnya
Baru setelah itu dong Hong mengerti, rupanya hal itu ditemukan dengan cepat oleh kakak laki-lakinya ini. Tapi apakah ini yang menjadi alasan dia dikatakan memberi kakak sebuah topi hijau.
__ADS_1
Kenapa pemikiran mereka begitu sempit.