Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
Menjual Saos


__ADS_3

Sejak baili memasak hari itu, keluarga memutus untuk baili mengambil alih dapur.


Baili tidak menolak ide ini,lagi pula dia tidak suka dengan sup dedak itu.Selain rasanya yang aneh iyu juga menjijikkan sekali.


Saat ini di rumah tidak kekurangan bahan.Ada beras dan tepung.Dia bisa menambah kan bahan sewaktu-waktu tanpa takut ketahuan.


Lagi pula dia ada sedikit rencana ekslusif untuk di lakukan dengan ini.Makan siang harus selesai sebelum keluarga pulang.


Hari ini baili menemukan jamur Enoki di gunung.Ini masih segar dan berair. Meskipun negara sekarang dalam kondisi yang ketat. Namun kapten tim tidak begitu memperdulikan nya.Asalkan tidak ada yang melapor ha masalah ini ke atas.


Ada banyak hal yang bisa dicari jika anda rajin seperti, rebung, jamur dan sebagainya.


Sebelum kembali beli menemukan beberapa jamur enoki dan beberapa jenis jamur lainnya.


Selain itu baili juga membuat beberapa sayur beberapa fermentasi seperti kimchi dan sayuran asing dia menyimpannya di dalam toples jika ingin makanan dah ingin hanya perlu mengambilnya dan menya menyajikan nya langsung kemeja.


Hampir semua keluarga suka dengan kimchi dan sayuran asin. Hari ini Baili membuat saos jamur kancing rasa daging.


Sebenarnya ada kulit babi cincang di dalam nya.Hanya saja tidak terlalu banyak sehingga saos di dominasi dengan jamur kancing.


Sekarang baili membawa blender manual yang di pakai dengan cara memutar nya.Semakin keras adan memutar semakin halus juga bumbu nya.


Tapi ini hanya kamuflase saja.


Sebenarnya Baili benar benar mengunakan blender besar di ruang tunggu.


Halus kan bawang putih ,bawang merah dan paprika.Baili tidak memikirkannya ukuran nya dia memasukkan sesuka nya saja.


Kali ini baili menemukan hampir sekeranjang jamur setengah nya adalah jamur kancing.Dia berencana memasak semuanya sekaligus.


Setelah bumbu siap tumis semuanya dengan kayu manis lada hitam buha pala dan bumbu bintang.


Setelah harum masukkan kulit babi cincang dengan jamur kancing nya Tunggu hingga matang.


Setengah jam kemudian aroma daging menyebar ke mana mana.Biali mencicip nya sebentar dan dia mengacungi jempol buat dirinya sendiri.


Buat juga sepanci bubur putih dengan tambahan ubi jalar cincang.


Mentimun dingin dan lobak kukus.


Dengan keranjang besar Baili membawanya ke gurun di mana keluarga bai di tempat kan.


Sudah lama berlalu tapi keluarga Bai masih di tempat kan di gurun.Baili tidak bisa membantu dia hanya bisa memasak dan memberi makan ayam di rumah.


Seminggu sudah Baili mengatur makan siang di gurun.Sejak itu banyak mata yang melihatnya.Sama jiga dengan hari ini.


Semua orang tiba-tiba bertanya menu apa yang dibawah bali hari ini namun tidak banyak penduduk yang memiliki lidah panjang.


"Lili..."


Baili melihat seorang gadis dengan dua kapang memanggilnya. Gadis itu segera mendekati baili dengan malu-malu pakaiannya agak modis jelas dia berasal dari kota.


Seingat baili gadis ini adalah seorang pemuda pelajar yang tiba beberapa tahun yang lalu. Mereka tidak terlalu akrab di desa .Namun Baili yakin dia memiliki tujuan tertentu mendekatinya hari ini.


Namanya Chu wan.


"Chu ziging "sapa Baili


" sebenarnya aku malu untuk bertanya tapi bolehkah aku tahu menu apa hari ini?" tanyanya lugas


Mereka semua bekerja di hitung sentimeter. Jadi setiap waktu adalah emas. Tidak baik membuang waktu seseorang jadi chu wan langsung berbicara kepada intinya saja.


Baili tersenyum senang ,dia pikir strategi nya hampir berhasil. Baili bergegas menurunkan keranjang dan menunjukkan langsung kepada Chu wan.


"Ini bubur ubi jalar dengan sayur asin, Saos sambal jamur rasa daging dan timun dingin"


Melihat penampakan barang-barang yang ditunjukkan oleh baili ini tiba-tiba Chu wan menelan ludah nya sendiri.


Jika dipikir bahan-bahan ini tidaklah unik dan mahal .Mereka bisa di temukan di gunung.Namun di tangan baili semuanya menjadi mewah dan menyelera kan.


Merasa tidak tahan lagi, Chu wan juga langsung mengatakan maksudnya.


" bisakah kau menjualnya padaku sedikit .Beberapa hari ini aku melihat makanan kalian begitu berbeda, aku menginginkannya "

__ADS_1


" kami juga orang susah dan tidak ada begitu banyak persediaan makanan. Tapi jika chu ziging menginginkan. kau bisa bisa menukarkan sesuatu padaku" kata baili pelan.


"Barter?"


Semua orang tahu jual beli itu ada spekulasi tapi jika ini diubah, mungkin tidak ada yang akan melanggar peraturan.


Mata Chu wan menjadi cerah.


"Katakan apa yang kau mau?" katanya serius.Sebenarnya dia tidak sendirian.Dia mewakili beberapa orang di kamarnya.


" Di rumah aku mau punya banyak saos seperti ini dan beberapa sayuran pedas.Jika kau menginginkannya datang saja ke rumah dan bawakan sesuatu dengan tiket"


"Kalau begitu bisakah aku datang ke rumah nanti sore sepulang kerja ?" tanya Chu wan.


"oke " jawab Baili dengan senang.


Setelah mereka berdua mencapai kesepakatan, akhirnya baili pergi di mana keluarganya sudah menunggu.


Di sana dia bukan saja di tunggu oleh keluarga tapi juga Wang sufeng dan teman temannya.


Tentu saja hal ini tidak dalam rencana baili.Tapi dia tetap menyunggingkan senyuman.


"halo bibi kecil"sapa Wang sufeng berikut dengan teman teman brengsek nya.


Baili hanya mengangguk kecil.Dua kakak ipar dan satu keponakan perempuan bergegas mengeluarkan isi keranjang dan menyebarkan nya di tanah.


Dulu mereka selalu nya makan di rumah .Namun baili mengatakan jika dia akan mengantarkan makan siang langsung ke gurun saja. Agar mereka tidak perlu repot kembali ke rumah.


Tidak ada yang membantah kata-kata baili .Lagipula makanan yang dia masak selalu berbeda dan berbau harum. Apalagi rasanya memang benar-benar lezat.


Ada yang aneh dati makan siang kali ini Dia tidak berpikir jika para bocah brengsek akan ikut makan meskipun malu malu.


Jika begitu makanan yang di bawa benar benar tidak cukup.


"Hei... kembali lah ibu kalian sudah masak si rumah!"pekik Baili kesal.Bukannya dia pelit tapi ini benar benar tidak cukup.


"Bibi kecil..aku lapar.Masakan mu menarik kami ke sini.Tapi aku akan ganti dengan sekeranjang rumput makanan babi kan hehehe"


"Kalian....


"Keponakan apa yang panggil aku kakak ipar hah?"


"Ehh Wang sufeng?"


"Ehh tidak nenek itu..itu aku bingung sesaat hehehe" kata Wang sufeng malu.Tapi.mukutnya penuh dengan Saos jamur rasa daging.


meskipun dia dan teman-temannya halnya mendapatkan satu sendok per orang tapi ini sudah sangat memuaskan bagi mereka yang tidak pernah memakan makanan yang dengan bumbu lengkap.


Saos ini mengandung minyak dan kulit babi. Ini adalah makanan mewah yang pernah mereka cicipi sejauh ini setelah mie instan.


Ayah tua bai tiba-tiba wajahnya berubah warna mendengar kata-kata Wang Sufeng ini. Dia dan keluarganya tentu tahu dengan rumor yang beredar .


Meski sudah membantah tidak satupun warga yang percaya jadi mereka hanya diam saja karena yakin baili tidak berpikiran seperti itu.


Namun anehnya kabar yang berhembus berpaling lagi .Menurut gosip Billi tidak akan menikah malah ingin merekrut.


Bukankah hal ini sudah mereka bincang kan sejak awal. Jadi ayah dan ibu tua baili tidak membantah gosip ini melainkan mengiyakan nya saja.


Baili sendiri tidak tahu jika sebenarnya kepala desa sudah berbicara dengan ayah tuanya tentang pernikahan.


Karena ini adalah ide baili, jadi ayah tua bai langsung mengatakan pada kepala desa jika baili tidak akan menikah melainkan merekrut menantu.


Tentu saja masalah ini membuat keluarganya di semakin di persulit oleh kepala desa. Pekerjaan mereka semakin berat sementara poin semakin sedikit.


Belakangan kepala desa mengetahui jika putranya ini sebenarnya memiliki hubungan surat menyurat dengan Yanyan. Keponakan baili yang kembali ke kota.


Tidak ada yang tahu masalah ini. Tapi kepala desa pergi ke kota dengan tujuan tertentu. Ketika kepala desa pulang dia tidak pernah tersenyum lagi saja itu.


Namun begitu kemarahan nya pada keluarga bai tidak surut.Pekerjaan bertambah berat dan point juga bertambah sedikit. Itu adalah hasil kerja tangan kepala desa.


Awalnya keluarga bai tidak menerimanya. Tapi nenek bai alias ibu tua baili dan kakek Bai tidak berkata apapun.


Mereka hanya perlu menyembunyikan adalah ini dari bali karena tidak mau perasaan bali terganggu

__ADS_1


Tapi sekarang Wang supeng dan teman-temannya datang seolah-olah membuka luka lama.


Tapi Baili tidak curiga sama sekali


"Bibi kenapa sedikit ?"tanya Zizi ,dia belum kenyang.


Baili melirik Wang sufeng dengan tatapan marah. Tentu saja keponakannya ini tidak kenyang


Ini lantaran wang sufeng dan teman-temannya numpang makan .


Padahal di era ini makanan begitu sulit.Tidak ada orang yang akan memberikan orang lain semangkuk sup.


"bibi kecil jangan marah hah" kata Wang sufeng pura pura merajuk.


Baili tidak marah,dia mendapatkan barang barang ini secara gratis kan.


" ibu aku tadi bertemu dengan Chu wan, pemuda pendidikan .Dia menginginkan barang-barang kita. Jadi aku meminta barter dan tiket sebagai gantinya, dia akan datang nanti sore" kata baili pada wanita tua itu.


Belum ibu baili berkata Wang Sufeng langsung melompat.


"Bibi bisa barter,aku mau sebotol jamur rasa daging ini, bisakah aku?"tanya nya.enam kawan nya berkedip kedip penuh harap.


Mereka baru saja menikmati sesendok sambal jamur rasa daging ini dan mereka menginginkannya lagi. Untuk memintanya tentu saja mereka enggan tapi jika bisa barter kenapa tidak.


"Oke satu botol sama dengan satu kg jamur dan satu tiket apa saja.Ada juga sepuluh macam kimchi pedas dan beberapa macam sayuran asin.Ukurannya sama,satu untuk satu kg dan satu tiket"


Wang sufeng bersemangat.Ini murah. Wang Sufeng pernah mendengar jika di kota harganya hampir empat puluh sen sebotol.


Ini setengah kilogram daging.


Mereka tidak mampu mengambilnya. Sekarang baili menawarkan harga yang terjangkau.Lagi pula jamur sekarang sedang musim. Mereka hanya perlu tiket saja kan.


"Baik bibi,aku akan cari sekantong jamur.hehehe"gu nan berdiri dengan cepat.


Mereka tidak bisa telat .Jika ada yang mengetahui nya, nanti barang-barang itu akan habis. Mereka akan ketinggalan.


"oke tidak masalah" tidak jauh dari kelompok bai ,ada juga beberapa wanita yang sedang duduk beristirahat di bawah pohon.


Mereka mendengarnya dan bergegas memanggil anak mereka masing-masing.


Masalah jamur tentu saja wanita desa akrab dengan itu .Tapi cara memasaknya sangat jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh baili .


Meskipun mereka tidak merasakannya langsung. Tapi dari aroma yang tersebar ke seluruh arah ini ,semua orang berpikir jika itu adalah hal yang baik.


"Tangtang pergilah ke gunung dan carikan ibu jamur oke,nanti malam ibu akan memberikan kaunmakan enak "


"Makan hehehe oke bu"


Tentu saja mendengar makan enak anaknya itu langsung kabur bersama beberapa anak lain.


"Menantu asi , kenapa kau meminta anak mu ke gunung?" tanya


Ran jia.


Dia adalah menantu perempuan feng yang baru menikah.


"Hai apa ku tidak dengar tadi.Lili bilang dia kan barter sesuatu dengan jamur atau lobak.Satu kg banding satu botol besar.Kau pikir aku bodoh tidak pergi kan.Jamur itu gratis"


"Aku pernah menjual jamur di komune ,harganya hanya dua sen kilo. Sangat rugi menjualnya dalam keadaan kering. jadi menukarkan itu dengan barang yang sudah jadi mungkin lebih baik daripada menjual nya ke komune"


" aku juga pernah menjualnya tapi tidak lewat ku sama sekali semua orang bisa mengambil barang-barang ini di gunung sesuka hati jika aa hujan.Jadi kenapa beli "


"Kalau begitu aku kan mengganti nya saja dari pada di jual kan?"


"Kau benar tapi aku tidak ada anak yang bisa pergi.Apa Baili menerima menerima sawi ?" tanya nya dengan sedih.


"aku tidak tapi mari kita tanyakan"


"oke...


Kemudian mereka bergegas menuju ke kelompok bai. Langsung saja menanyakan masalah ini dengan baili .Tentu saja baili menerima


Lagi pula dia memiliki kerjasama dengan lu sihan .Mereka juga membutuhkan sayuran bahkan jamur jamur seperti ini.

__ADS_1


Baili berteriak dalam hati,satu pot emas sudah jatuh.


__ADS_2