
Setelah menyelesaikan beberapa hal di ruang tunggu.Baili keluar dan itu baru lima menit kemudian.
Sekarang baili membuat api di depan rumah.Terkadang beberapa orang datang untuk menukar makanan.
ini juga menguntungkan jadi baili tidak menolaknya.
Baili membuat pancake kentang dan telur dengan daun bawang sebagai makanan pokok nya.
Karena memiliki kuali datar dengan pegangan, membuat nya tidak begitu sulit.
Baili merebus banyak kentang di panci presto.Agar cepat kentang di kupas dengan pisau khusus.
Ini cepat dan tidak sulit.
Sepuluh menit enam kilo kentang selesai di kupas dan di rebus dalam presto lima menitan.
Sayang nya panci presto agak gosong karena di bakar dengan kayu bakar.
Sebelum kentang matang, Wang sufeng dan enam teman teman nya tiba rumah Baili.
"Bibi kecil,aku akan membuat api,tolong"kata dongdong cepat.
"Oke " sipp ada kuli gratis sekarang.
"Sufeng, pergi ke gudang,ambil beberapa kantong mie instan untuk bambu kan.Bawa juga tepung dan minyak juga rak bumbu ke sini"kata Baili sedikit memerintah.
Wang sufeng tau di nana gudang yang di tunjuk.Dia pergi ke sana dan memilih beberapa barang yang di sebut kan baili tadi.
"Oh dewa,ada banyak rasa mie instan di sini" wang sufeng tidak bisa membaca tapi dia bisa mencium aroma nya.
Semuanya menyelera kan.
Wang sufeng segera mengemasi barang-barang dan pergi ke depan lagi.
Dia menyeringai lebar, hari ini bisa di katakan dia melihat harta karun yang langka.
Baili segera membagi pekerjaan untuk preman pasar,eh anak kelas dua ini.
Dua orang di pekerjakan untuk mengupas ubi jalar dan memotong nya dengan bentuk memanjang.
Dengan pisau khusus ini sangat menyenangkan.
Kentang rebus sudah lunak,buang air nya dan biarkan kan anak kelas dua meremas nya dengan alat khusus.
Alat nya memang aneh ,lagi lagi mereka terkejut .Tapi Bibi kecil memang kuat.Dia bisa menemukan barang barang aneh yang berguna.
Mereka berkerja tanpa tau mereka sudah di jadikan kuli gratis bagi Baili.
Sementara itu wang sufeng sedang membuat adonan tepung dengan beberapa butir telur dan garam halus.
Karena dia lelaki maka adonan nya lebih elastis lagi dan baili cukup puas dengan hasil nya.
Kentang sudah menjadi bubur kentang halus, baili menambah kan beberapa bumbu,daun bawang dan tepung jagung berikut sepuluh buah telor kocok.
Serah kan pada mereka untuk di aduk lagi sampai semua nya merata.
Sementara itu tim pengupas ubi jalar juga sudah selesai, baili mengambil panci pengukus dan membiarkan mereka matang dengan sendirinya.
Di sisi lain, Tim kentang rebus sudah siap.
Baili mengambil tiga teflon sebesar telapak tangannya.Beri sesendok minyak.Setelah panas letak kan sesendok besar adonan kentang tadi.
Begitu adonan di letakkan ada suara berdesis yang indah.Jangan biarkan api nya besar.Segera buat gerakan yang sama dengan dua teflon lagi.
Ketiga teflon terakhir selesai, teflon yang pertama sudah matang, karena pakai tutupan , mereka tidak perlu di balik lagi.
Tinggal angkat dan lakukan lagi drai awal.
"Bibi kecil,aku mengerti, biarkan aku melakukan ini!"kata dongdong.Ini sepertinya mudah saja.
Baili tiba tiba saja jadi suka dengan dongdong.Anak pintar, hehehe.
Jadi dongdong mengambil alih pancake ke kentang dengan dua temannya.
Baili menarik ubi jalar rebus dan menggoreng nya pada panci untuk menghemat minyak.
Ada lagi yang tertarik untuk mencoba menggoreng ubi jalar.
Katanya menarik karena di rumah siapa yang tidak akan menghemat minyak.
Baili sungguh anak yang hilang.
__ADS_1
Dia memakai banyak minyak untuk ubi jalar yang sia sia.
Sementara itu baili pindah lagi pada Wang sufeng yang sudah berkeringat.
"Oke minggir dan perhatikan"kata baili.
Baili mengambil sedikit adonan tepung, menghentak kan nya di atas papan dan tarik sedikit.
Tak..tak..
Hentak lagi dan tarik.Setiap kali di tarik pastikan ada taburan tepung agar mereka berpisah.
Dalam sekejap ada untaian mie yang tampak jelas.
"Wow bibi bikin mie,hebat"Pekik Wang sufeng.
Mereka jarang makan mie di desa.Jika ada pun hanya mie kasar yang di buat dengan cara di potong memanjang.Bentuknya tidak beraturan dan terkesan jelek.
Tapi mie yang Baili buat sama panjang dan terlihat sedikit gemuk.Ini layak di buat di hotel negara.
Baili tidak berpikir,dia hanya perlu menghabiskan semua adonan tepung nya
Ada sekitar dua kilogram tepung.Jika tidak habis di makan hari ini ,jemur saja untuk di masak besok.
Setelah jam kemudian mie buatan baili sudah jadi.Tinggal di rebus dalam panci beberapa detik saja.
Ketika keluar dari air panas mie yang sudah matang di taburi dengan sedikit minyak.
Biarkan dingin tapi usahakan sesekali mengangkat nya agar mie tidak saling menempel satu sama yang lain .
Di sisi lain, lebih dua ratus pencake kentang sudah selesai di buat.Karena tambahan telur, pancake kentang naik dan kembang .
Baunya telur dan daun bawang sangat menggoda perut mu.
Baili puas, jadi dia pergi melihat ubi jalar yang di goreng asal asalan ini.Mereka juga sudah dingin.
Baili pergi ke" belakang "mengambil tiga bumbu tela tela rasa jagung manis.
Taburi sedikit di atas ubi jalar goreng dan aduk ,lakukan lagi sampai bumbu tela tela nya habis.
Sepuluh kilogram tela tela siap di makan.
Belum selesai ,ada Bibi Wang datang dengan beberapa barang di tangannya.Seperti nya dia akan menukar makanan lagi.
Baili segera merebus air dengan kaldu ayam juga wortel dan lobak.Kekuatan panci presto segera terlihat.
Ini bukan panci presto dengan tekanan.Tapi panci presto dengan tutupan modern tapi bentuk nya terlihat jadul.
Biasanya akan ada tutup kaca anti panas tapi tidak sesuai dengan estetika jaman.
Hanya lima menit saja sup sayuran dengan kaldu ayam sudah bisa di makan.
Di belakang bibi Wang ada beberapa wanita dan anak-anak yang sudah menunggu.
Baili segera menukarkan semangkuk besar mie dengan beberapa barang yang setara.
Anak anak sudah mencicipi tela tela, mereka menukar kan semangkuk tela dengan semangkok jamur Enoki.
Baili tidak menolak barang apapun yang diberikan sebagai ganti masakannya. Anak-anak selalu menyukai rasa berbeda yang dia masak.
Lagipula anak-anak hanya pergi dengan santai ke atas bukit. Sebagai imbalannya mereka bisa mendapatkan sesuatu yang enak.
Wang sufeng dan teman-temannya sudah membantu jadi mereka juga mendapat bagian secara gratis.
Tentu saja mereka memilih setiap item yang sudah tersedia apalagi semangkuk sup sayur dengan mie sebenarnya bisa dimakan dengan saus sambal baili.
Sebenarnya ini adalah saus tomat dan saos cabai yang baili beli di supermarket .Namun dia memasukkannya ke dalam kaleng.
Yang mau sup sayuran bisa mengambil beberapa sendok penuh.
Semua orang menganggap saos ini saos buatan baili tapi baili tidak punya alasan untuk mengatakan tidak.
Satu mangkok sup wortel dengan mie ini. Bisa diganti dengan beberapa bahan gunung atau dengan dua butir telur.
Satu keping pancake kentang dihargai dengan satu kilogram kentang mentah.
Jika ada orang bertanya kenapa. Wang sufeng segera menjawab jika sebenarnya ada banyak telur di dalam pancake ini.Dan dia lebih gemuk dari pancake yang terbiasa dibuat di rumah.
Pemuda pendidikan juga datang dengan semangat. mereka tidak punya apa-apa pun tapi memiliki banyak tiket yang tidak terpakai tentu saja baili menerimanya dengan senang hati.
Wang sufeng memandang tiket -tiket itu dengan mata merah.
__ADS_1
Keluarga bai kembali serentak untuk makan siang. Mereka segera melihat keramaian yang biasa terjadi di depan rumah.
Ini artinya bibi kecil sudah memasak makanan lagi dan mulai melakukan pertukaran.
" kakak ipar, ambil saja makanan di sini tidak perlu masak makan siang" kata Baili.
Baili sudah menyisihkan beberapa untuk keluarganya dan juga untuk keluarga di sebelah.
Tentu saja senyum dua kakak ipar ipar semakin lebar.
Mereka memerintahkan anak mereka masing-masing . Untuk mengambil mangkok dan sumpit di rumah.
Bawa juga beberapa kursi karena mereka lebih menyukai makan di halaman.
Nenek bai atau ibu tua baili, tidak lupa mengantarkan makanan untuk Ran Shandong dan ibunya.
Mereka sudah berpisah tapi masih makan di meja yang sama ini adalah keluarga yang harmonis.
Wang sufeng mengatakan untuk membiarkan baili makan bersama keluarganya. Sementara dia dan yang lain bisa melayani orang orang yang datang untuk melakukan pertukaran.
Baili sangat menyukai Wang Sufeng karena ini .Dia pikir suatu hari dia akan memberikan pekerjaan padanya agar stigma anak kelas dua lepas dari wang Sufeng
"Bibi ini enak sekali bi!"teriak niuniu.
"Begitu, jika suka dibiarkan membuatnya untuk memulai di masa depan"
"Makasih bibi kecil "kata niuniu lagi.
Belum selesai keluarga bai makan. Tiba-tiba kapten tim sudah tiba dengan kepala desa.
Kapten dan kepala desa juga mendengar isu jika baili melakukan pertukaran yang setara. Itu tidak melanggar peraturan di manapun.
Jadi mereka tidak akan mempertanyakan tentang itu.
Tujuan kedatangan mereka kali ini adalah tongkat penanaman baili.
Baili sudah siap, tentu saja dia menyerahkan tongkat yang baru saja dia beli tadi.
" aku akan pergi ke bengkel baja tidak lama lagi .Kupikir jika barang ini diproduksi beberapa buah lagi.
Pekerjaan menanam akan sedikit lebih mudah. Bagaimana apa bibi kecil setuju ?"tanya kapten .
"Oke" jawab baili santai.
Toh ini bukan buatannya. Dia hanya membeli tapi jika dia bisa mendapatkan nama untuk sesuatu. Maka dia juga akan menerimanya dengan senang hati.
" oh apakah yang sudah makan jika belum silahkan makan bersama lagipula ada banyak pancake yang tersisa" tawar Baili.
Kapten baru saja tidak akan menolak tapi dia sedikit ngeri dengan pandangan mata warga desa yang tidak menyukainya.
Meskipun dia adalah seorang kapten dan kepala desa.Apakah dia
memiliki hak untuk makan gratis di rumah warganya.
Jika dia bisa melakukan itu apakah warga desa juga bisa.
Baili tidak tahu apa yang orang lain pikirkan tapi dia hanya sedikit berbasa basi.
"tidak perlu kami juga sudah selesai makan. lagi pula harus bergegas pergi ke komune sebentar lagi" kata nya.
Baili tidak enak hati , dia memberikan dua keping pancake kentang pada kepala desa dan dua keping lagi untuk kapten tim.
" ini untuk alas perut di perjalanan. Tolong cicip keahlian ku" kata Baili bersungguh sungguh.
Dengan rasa sedikit malu ,kapten tim dan kepala desa mengambil pancake kentang dan bergegas pergi.
Mereka juga sudah mendengar betapa bagusnya baili dalam memasak .Namun sedikit malu untuk melakukan pertukaran seperti dilakukan oleh beberapa wanita desa.
Sekarang dua pancake kentang sudah ada di tangannya dan itu masih panas.
Merasa tidak ada orang yang melihat. Keduanya berhenti dan menggigit pancake itu dengan semangat.
hemm
Ini benar-benar rasa yang berbeda dari pancake yang pernah menantu perempuan mereka masak.
Rasanya lembut dengan sedikit minyak.Aroma telur juga sudah membuat perut memberontak.
Satu gigitan tidak cukup .Mereka menggigit lagi-lagi dan lagi. Sehingga akhirnya satu keping pencake kentang sudah hilang dari tangan mereka masing-masing.
Hanya dengan satu pencake kentang saja .Perut mereka sudah setengah kenyang. Ini lebih membahagiakan dari makan semangkuk bubur milet.
__ADS_1
ini terlalu enak.