Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
Kembali ke Jiang Chun


__ADS_3

Setengah jam kemudian ,lu sihan datang lagi dengan sekantung uang di tangannya.Hanya saja wajah nya tidak baik.


Baili bertanya "Ada apa Tuan lu, kenapa wajahmu buruk begitu?"


"Hemm begini saja kamerad bai, sebelumnya kita sepakat dengan Rp20.000 dengan beberapa tiket kan.Saya mendapatkan tiket nya tapi uang nya tidak cukup.Apa bisa kita kurangi sedikit barang nya atau mari berhutang dulu "Lu sihan benar-benar sudah meminjam ke banyak teman yang bisa dia temukan .


Dia hanya meminjam untuk berapa hari sebelum kembali ke pabrik baja. tapi Rp20.000 itu uang yang sangat banyak.


"Baik lah, berapa banyak?" tanya baili.


"Ini Rp18.000 ,masih kurang Rp2.000 lagi " keluh nya. sebenarnya dia bisa membayar sisa besok tapi tidak tahu apakah gadis ini mau ada tidak.


"Kurangi saja bahan nya atau saya punya penawaran lain untuk tuan lu, itupun jika Tuan lu bersedia" Kata Baili.


"Katakan "


" Rp1.000 untuk sebuah sepeda Phoenix pria dan Rp1.000 lagi untuk sepeda Phoenix wanita, bagaimana?"


Sebenarnya harga ini sangatlah murah. Di pasaran harga sepeda phoenix mencapai Rp 500 saja tiketnya juga hanya bernilai Rp100. jadi harga aslinya adalah Rp 650 tanpa tiket.


Jika Baili melakukannya ,bukankah dia akan mengalami kerugian sekitar Rp700 yang setara dengan 10 juta.


Lu sihan duduk di depan baili. Dia tidak tahu gadis ini bodoh atau pintar. Atau dia sendiri tidak mengetahui arti dari uang sebanyak rupiah Rp700 itu.


"Apa kau serius?" tanya nya.


" aku serius dan aku juga percaya, tuan lu tidak akan menipu aku demi untuk keuntungan jangka pendek" kata baili bijak.


Bisa dikatakan lu sihan yang bodoh. Jika dia tidak menepati janjinya. Bagaimana pabrik baja bisa mendapatkan persediaan makanan lagi. Seandainya hubungan kerjasama mereka ini hanya sampai di sini.


Lu sihan pasti mengerti itu.


" kirimkan sepeda itu berikut surat pemberitahuan nya bersamaan. Katakan saja itu sebagai transportasi " kata baili lagi.


Dia tau penting nya sebuah sepeda pada masa ini.Tanpa sepeda kaki Baili akan putus. Sepeda tidak banyak di produksi . Negara mengatur jumlah nya pertahun. Ini sangat mahal dan orang orang tidak di dorong membeli barang barang mahal seperti ini.


Apalagi tiket sepeda, Lebih sulit lagi di temukan.Beberapa pabrik harus memohon tiket ini ke atas.Akan sangat jarang tiket ini digunakan.Jadi banyak pabrik sebenarnya memiliki tiket sepeda ini atau juga tiket nasional.


Untuk tiket sepeda tidak ada batas kadaluarsa nya.


Tiket nasional bersifat nasional yang bisa di gunakan di mana pun. Namun tiket umum hanya bisa di gunakan di dalam daerah yang tertera.


Ohh ya ngomong ngomong, sepeda di sini juga mengunakan no plat lho, jadi mudah di identifikasi.Apakah itu resmi atau tidak,no plat nya tercantum pada tiket yang anda dapatkan.


Departemen store akan membuat no plat setelah tiket sepeda di serahkan.


Ini mirip dengan anda membeli sepeda motor.Katema Baili menginginkan ini sebagai gantinya maka sepeda yang aka didapatkan nanti akan bersifat resmi dan Baili bebas menggunakan nya kapan pun dia mau.


Tapi dia hanya akan menguntungkan ini sebagai kamuflase , sementara dia pasti akan menggunakan sepeda listrik nya ,ini lebih nyaman.


"Oke ada lagi?" tanya lu sihan.


" tentukan tanggal tetap dan datang ke desa untuk mengambilnya sendiri. Satu lagi jika tuan lu memiliki pekerjaan kosong di manapun itu , aku bersedia membayar dengan barang-barang seharga Rp1.000 untuk satu titik" Kata baili.


Dia punya banyak keponakan yang menganggur di rumah. Tentu saja hal hal gratis ini bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih berguna.


1.000 rupiah di sini sama artinya dengan 15 juta rupiah.Baili ikhlas melepas nya demi pekerjaan untuk keponakan.


"tidak ku sangka kamerad bai ini adalah lebih cerdas dari yang terlihat" berapapun keuntungan yang dihasilkan oleh gadis ini .


Pasti tidak menguntungkan begitu banyak tapi jika keuntungan itu bisa digantikan dengan sebuah pekerjaan ataupun sepeda Phoenix. Itu pasti lebih baik daripada mengambil uang yang jelas spekulasi.

__ADS_1


Tapi pertanyaannya apakah dalam suatu kesepakatan saja,gadis ini bisa menghasilkan keuntungan bersih Rp1.000.


Hem.. masuk akal.


" oke kalau begitu ,aku akan menyelesaikan masalah sepeda. begitu dapat,aku akan mengirimkan nya kedesa Jiang Chun" katanya dengan santai.Dia yakin manajer pabrik baja tidak akan melepas keuntungan besar ini.


Bisa berhemat RP 700 ,ini sudah bagus, siapa tau dia akan mendapat bagian juga nanti, hehehe.


"Oke , apa kita bisa mengambil barangnya sekarang?" kata Baili,dia sudah lama pergi. Entah bagaimana ingin kembali ke rumah di desa.


"Mari pergi "


Mereka berdua bergegas pergi ke sebuah lorong yang kata baili. Dia meninggalkan barang-barang itu di sana.


" panggil gerobaknya cepat aku akan menunggu di sini "kata baili.


Tuan lu pergi memanggil seseorang untuk membawa gerobak .Saat itulah baili mengeluarkan semua bahan-bahan yang terdaftar pada sudut lorong tertentu.


Jadi ketika tuan lu datang .Dia memang melihat barang-barang itu tergeletak begitu saja di lorong sempit. Dia sama sekali tidak mencurigai apapun pada bai li.


Tidak lama kemudian, barang-barang sudah dikosongkan oleh tuan lu.Tuan lu langsung menyerahkan uang sebanyak Rp18.000 pada Baili .Dia juga berjanji akan menyelesaikan masalah sepeda secepat mungkin.


Baili sangat senang mendengarnya. Masalah transportasi akan terselesaikan tidak lama lagi


Dia memang memiliki sepeda phoenix nya sendiri .Namun akan sangat aneh jika orang melihatnya secara tidak sengaja.


Tapi tidak lama lagi, dia akan mendapatkan sepeda Phoenix dalam jalur yang resmi. Sehingga tidak ada yang mencurigai nya.


Setelah menyelesaikan urusannya dengan tuan lu .Baili memutuskan untuk kembali ke desa secepatnya.


Sama seperti sebelumnya .Baili terpaksa berjalan kaki menuju pintu gerbang. Setelah melewati pintu gerbang dia mencari sudut yang tidak terlihat dari sana dia mengeluarkan sepeda phoenix listriknya.


Tidak lama kemudian ,sepeda phoenix listrik. Langsung meluncur mulus melewati jalan jalan berliku.


Sepeda ini sangat mirip dengan sepeda phoenix jaman 70-an sehingga tidak ada merasa aneh.


Namun jika anda melihatnya dengan teliti. Anda akan merasa melihat jelas perbedaan itu.


Saat jalanan sedang kosong, baili langsung tancap gas dan berjalan dengan kecepatan tercepat yang dia bisa.


Menurut perkiraan nya suami dari wanita yang bekerja di departemen sampah ,pasti sudah kembali ke rumahnya saat ini.


Ini artinya barang-barang itu sudah sampai dan pasti bikin heboh sedesa.


Karena Baili berjalan secepat bus. Dia tiba di pintu gerbang desa lagi hanya dalam empat puluh menit saja.


Dia segera menyimpan sepeda Phoenix nya lagi ke ruang tunggu. Setelah itu baili berjalan santai sambil menenteng kantong berisi roti daging yang harum.


"Heh lili,baru sampai, tadi ada orangnya mengantarkan banyak barang ke rumahmu apa kau membelinya di kota?" Tanya nenek Wang, tapi bibi Wang di mulut baili.


Sekarang semua warga desa sudah mengetahui jika baili mendapatkan sejumlah uang yang cukup banyak hanya dengan mengirimkan beberapa artikel di koran.


Jadi wajar jika Baili membeli barang di departemen store. Tapi mereka tidak menyangka barang yang dibeli oleh Baili itu akan memakan begitu banyak tempat sekaligus.


" bukankah kami sudah berpisah jadi dua kakak ipar memerlukan meja dan kursi di rumah mereka. Aku pergi ke departemen sampah dan membeli beberapa barang barang yang rusak.Meski rusak mereka masih bisa dipergunakan kok" jelas baili.


"Hem jadi itu dari tempat sampah. Mereka kelihatan banyak tapi sebenarnya itu cukup murah. Kenapa kita tidak terpikirkan untuk mencari barang dan mengirim nya kembali dengan cara itu?" kata Bibi tua di bawah pohon besar.


"Hei lili berapa ongkos nya?" tanya bibi Wang yang penasaran.Dia pikir barang barang ini cukup banyak, bisakah ini murah kan.


" semua barang-barang itu hanya sekitar 50 sen. Tapi biaya untuk mengantarkan ke sini adalah 500 sen. Itu sangat mahal tapi mau bagaimana lagi . Tidak mungkin aku membawanya satu persatu sendirian kan?" kata Baili dengan Enteng

__ADS_1


" kenapa mahal sekali kau bodoh sekali lili" Katanya lagi.Kenapa Baili tidak membeli barang-barang ini di tukang kayu saja,barang masih baru dan harga terjangkau, lagi pula mengantarkan barang yang sudah jadi ke rumah pasti akan lebih murah .


Anak bodoh.


Siapa yang suruh baili menjadi kepala keluarga setelah mereka berpisah. Sekarang baili berhak mengatur keuangan di rumah


Tapi sepertinya gadis ini cukup bodoh, sampai membuang uang untuk sesuatu yang tidak begitu penting.


lambat laun dia akan menghabiskan seluruh tabungan keluarganya,


hump.


" oh bibi ku sayang, aku tidak bisa melayani kamu untuk berbicara lebih lama. Aku ingin melihat bagaimana mereka mengatur barang-barang itu di rumah " kata baili bercanda.


"oke ,pergilah. Pergi, aku tidak ingin berbicara banyak pada orang bodoh seperti kamu" kata nya mendengus.


Baili berjalan lagi dengan gembira. sebelum masuk kepala kebakaran rumahnya tentu saja dia melewati rumah keluarga Ran.


Kata ibu tua itu, keluarga Ran sudah terpisah sekarang .Bibi Ran mengikuti sayap putra pertama nya.


Anak pertama tidak bisa bertani jadi semua tanah dan ladang diserahkan pada anak kedua Ran. Namun begitu dia wajib memberikan uang berbakti pada ibunya setiap bulan.


Sebagai ganti tanah-tanah tersebut. Rumah besar sekarang adalah milik pribadi anak tertua ran.Sedangkan anak kedua Ran,hanya mendapatkan sisi sayap yang empat kali lebih kecil dari rumah utama.


Ketika Baili lewat, dia melihat sosok itu yang duduk di teras rumah nya. Wajahnya tidak tampan , mungkin dia sedang sedih. Kulitnya hitam legam terbakar matahari.


Namun begitu tubuh aslinya tinggi dan memiliki enam kotak di perutnya. baili melihatnya karena baju yang dia pakai sedikit basah karena keringat .Mungkin dia baru saja selesai menjalani latihan rutin nya.


ini adalah kali pertama baili melihat Ran Shandong. Meskipun masa depannya terlihat suram. Namun dia masih terlihat energik dan penuh semangat juang.


Baili tidak menyapa nya sama sekali Dia langsung masuk ke pekarangan sendiri. sekarang pekarangan ini penuh dengan barang-barang yang tadi dia beli.


Entah bagaimana barang-barang ini belum bergerak atau seseorang tidak ingin menggerakkan nya tanpa izin dari Baili.


" kenapa juga barang-barang ini tidak bergerak .Kakak ipar pertama, kakak ipar kedua. Ayo lihat apa yang aku beli untuk kalian !" seru Baili.


bali tahu kedua kakak ipar itu usahanya menunggu saat saya lihat kembali mereka pasti begitu menelan ludah melihat barang-barang yang dipesan ini.


mendengar baili memanggil. Tentu saja semua orang dengan cepat menampilkan wajah mereka masing-masing


" bibi kecil apa yang kau beli untuk kami di kota. Cepat katakan apa ada permen di dalamnya!" tanya Zizi.


Niuniu menatap bibi kecil nya dengan mata merah,dia sudah menunggu nya dari tadi.


sebelah perpisahan ibunya tidak perlu menunggu arahan dari bali untuk membongkar barang barang yang sudah dibeli di kota namun mereka sudah berpisah sekarang jadi perlu izin untuk melakukan sesuatu di rumah neneknya.


( sebenarnya kata nenek di sini mengacu pada sebutan " susu" tapi karena lupa saya akan tetap mengunakan kata nenek daripada susu,oke)


Baili sangat senang dengan anak anak yang sopan seperti ini ,dia akan menghadiah kan lebih banyak permen untuk nya .


"Ayo masuk,kita akan unboxing hehehe "


"Apa Itu unboxing bibi?"


"Hem,ehh bibi tidak tau, makanya pergi sekolah maka kau akan tau banyak hal"


"niuniu juga pengen sekolah biar pintar seperti bibi tapi...ayah tidak punya uang"kata niuniu sedih.


Jika keluarga memiliki uang ,mereka akan memilih anak laki-laki untuk sekolah bukan anak perempuan.


Tapi karena perbincangan singkat ini. Baili memiliki ide yang lebih bagus lagi.

__ADS_1


Tunggu saja


__ADS_2