Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
97


__ADS_3

Sekitar jam 05.00 sore bai yan dan adiknya bai jiahui kembali dari gunung.


Mereka tidak berniat untuk tinggal di atas gunung hari ini. Tapi besok akan melakukannya karena kapten mengarahkan mereka masuk lebih dalam lagi.


"hari ini kami hanya memasang banyak perangkap di beberapa tempat sekaligus .Jika beruntung besok akan ada hasilnya dan warga akan makan daging di tahun baru" kata A Yan gembira.


Tahun ini keluarga bai tidak kekurangan uang dan daging. Tapi daging punya daya tarik tersendiri.Apa lagi pengalaman berburu ini hanya setahun sekali.


"Hem berhati-hatilah daging tidak sebanding dengan nyawa" kata nenek Bai alias ibu Baili.


"Kami tau Nenek,hem bibi bagaimana dengan ayah?"


"Dia baik, nanti jika sudah dapat daging kirimkan pada ayahmu. sekarang dia belum memiliki gaji dan tiket di tangannya. Ada baiknya kalian pergi mengirimkan beberapa bahan makanan "


Baili juga menegaskan setelah pindah ke kota cahaya .Keluarga tidak akan mengirimkan bahan makanan.


Mereka semua punya keluarga masing-masing dan memiliki tanggung jawab untuk memenuhi makanan sendiri.Tidak perlu bergantung penuh dari gudang umum Baili.


Kata-kata ini sempat membuat dua kakak ipar menjadi galau. Mereka pikir bisa menghemat gaji . Jika baili bersedia mengirimkan beberapa barang makanan ke kota. Meskipun mereka akan pergi mendampingi suami nantinya.


Tidak disangka Baili pelit dengan sedikit persediaan ini.


Baili juga mengetahui apa yang dipikirkan oleh dua kakak ipar. Dia tidak begitu ambil peduli. Mereka sudah berpisah sekarang.Baili tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi perut keluarga lain.


Meski kecewa dengan jawaban dari Baili ,mereka pikir ini sebenarnya wajar.


Tapi Baili sudah membayar beberapa biaya sekolah untuk keluarga kedua. Jadi kakak ipar pertama tidak mau berdamai.


Entah bagaimana dia melupakan anak perempuannya yang juga di sekolahkan oleh baili.


Dengan sedikit bujukan, dua anak laki-lakinya harus tinggal di desa selagi belum mendapatkan pekerjaan yang cocok.


Dengan itu mereka juga bisa menghemat dua sumpit lagi. Baili memiliki gudang yang selalu penuh di belakang. Dia tidak akan menghemat dua sumpit mengingat ini juga adalah keponakannya sendiri.


Tidak ada yang tahu jika menantu perempuan bai pertama ini. Hanya akan pergi ke kota cahaya bersendirian. Sementara dia meninggalkan ketiga anak-anaknya di desa untuk makan pedas bersama keluarga bai.


Dia hanya berpikir berapa sen yang bisa dia simpan nanti. Jika anak-anak tidak ikut makan dengan gaji yang didapat oleh ayah mereka.


Uang...uang...uang.


Baili juga tidak begitu ambil hati dengan perilaku dua kakak ipar yang ingin menabung tapi memakan harta orang lain. Yang penting dua keponakan masih menganggapnya serius dan itu sudah cukup.


"Oke Bibi kecil "


Dua keponakannya itu juga menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh Ran Shadong.


Dulu dia kerap bertarung dan menumpahkan banyak darah di medan perang. Sekarang sudah beberapa lama dia kembali tiba-tiba Ran Shadong merindukan beberapa aksi yang familiar.


Karena itu Ran Shadong, berniat untuk ikut ke gunung besok .Melihat apa yang bisa dia lakukan dengan punggungnya yang patah.


Punggungnya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. ini semua berkat beberapa obat-obatan yang dia konsumsi berikut dengan vitamin untuk menguatkan tulang dari menantu perempuan.


Baili sepertinya garang dan pemarah.Namun sebenarnya dia cukup perhatian dan menantu perempuan yang baik.


Buktinya dia sudah bersusah payah mencarikan obat-obatan bahkan susu yang katanya khusus untuk tulang.


Tidak tahu apakah ini benar atau tidak. Tapi yang nyatanya Ran Shadong, merasa nyaman dengan kepedulian yang dikirimkan oleh menantu perempuan ini.


Sabuk penopang tulang juga sangat berguna membantu punggungnya tetap tegak untuk beberapa waktu yang lama. Jika orang tidak melihatnya dengan seksama ,tidak ada yang menyangka keberadaan sabuk penopang tulang ini.


Sampai makan malam selesai ,dua kakak ipar belum kunjung pulang.


Mungkin mereka bermalam di rumah kelahiran masing-masing.


Sementara itu dua keponakan laki-laki.Sudah kembali ke rumah mereka untuk istirahat. Mereka akan pergi lagi ke gunung sebelum hari terang.


Karena bai xinxin belum kembali , Ayi memilih tidur dengan dua sepupu nya.


Pada saat itu semua orang sudah kembali ke kamar masing-masing. Tapi baili sempat bingung di manakah dia akan pergi.


Dia tidak nyaman tidur di kamar yang sama dengan Ran Shadong. Sampai saat ini baili tidak menemukan jawaban dari pertanyaannya sendiri.


Tapi dia juga tidak ingin masuk ke dalam sarang serigala untuk dimakan mentah-mentah.


Heran saja kenapa Ran Shadong bisa membuat gosip yang mengatakan dirinya adalah seorang kasim.


Ahh baili merasa di tipu.


"Lili kenapa masih di sini,ayo pergi ke kamar mu!"kata Ibu tua nya.


Seperti biasa baili mengirimkan satu gelas susu untuk masing-masing orang tua.


Tapi sekarang sepertinya Baili tidak bermaksud untuk beranjak dari kamar pasangan tua ini.


Apakah ini karena Ran Shadong sudah kembali.


"Lili katakan pada ibu, apakah Ran Shadong menggertak mu.


Ibu akan memberikan keadilan padanya" mata wanita tua itu.

__ADS_1


"Tidak ibu tapi...


"Tapi apa, setahuku shadong itu adalah anak yang baik . Tidak mungkin dia mengertak Lili kita. Apa ini hanya kesalahpahaman?"Tanya ayah Baili yang sudah tua heran.


Baili dipandangi oleh keduanya seperti sedang diintrogasi . Ini membuat Baili tidak nyaman dan dia juga tidak tahu harus berkata apa.


"Lili?"


"Hem?"


"Ada apa katakan"


"Ibu.. seperti nya hem...seperti nya..


"Lili?"


"Seperti nya Ran Shandong bukan Kasim,dia...dia pria besar"


"Hah maksud nya,itu..itu bekerja?"


"Belum ke situ tapi aku tidak suka.


Ibu bohong katanya Ran Shadong kasim jadi aku setuju.Sekarang bagaimana bu"Jika dilihat dari perkataannya.


Baili seperti seorang gadis yang tidak tahu apa-apa. Tidak ada yang pernah berpikir sebenarnya di dalam nya ada sosok yang sudah begitu tua.


Tapi dia juga masih polos dalam hal hubungan antara pria dan wanita. Saat ini Baili yang sudah berusia 30 tahun masih sepolos remaja berusia 15 tahun.


Jadi dia sama gugupnya dengan gadis kecil yang baru mengenal dunia.


Tuk..


"Aw.. ibu"rengek nya pelan.


Wanita tua itu mengetuk kepala baili dengan sandal.


"maksudnya Ran Shadong itu bisa bikin anak, begitu kan . Jadi apa yang salah. Pergilah ke dalam bikin anak dengan Ran Shadong. Tidak ada yang aneh dengan itu kalian sudah menikah kan" Kata nya dengan senyum di kulum.


Ayah tuanya juga tersipu mendengar kata-kata anak baili yang tidak disangka.


Mereka mendengar gosip tapi tidak mengetahui aslinya. Sekarang baili mengatakan jika Ran Shadong adalah pria sejati bukankah ini juga baik.


Tapi pembicaraan ini membuat wajah tuanya terlihat memalukan. Tidak wajar membicarakan ini fi depan nya.


Tapi Ran Shadong yang bisa bikin anak harus di raya kan.


"kapan kalian bisa selesai bikin anak. Kasih kabar ,nanti berikan permen pada anak-anak desa"


"ehem ehem" Ayah baili batuk mendengar kata-kata istrinya.


Kenapa mereka membicarakan hal yang memalukan seperti ini di depannya.


Dia mana dia bisa menyimpan wajah tua ini.


"Ibu..uh.malas bicara dengan ibu, pokoknya aku di sini malam ini.Ibu dan ayah bikin anak juga tidak apa apa"kata Baili cemberut.


Sebelum ibu tua itu mengetuk kepalanya lagi .Baili buru-buru kabar ke ruang tunggu.


Walaupun dia masih bisa mendengar apa yang dikatakan oleh wanita tua itu di dalam. Tapi dia akan selamat dari sarang serigala.


"Lili keluar , Lili , Apa kau pikir bisa selamanya sembunyi.Ayo keluar pergi tidur di kamarmu dan buat anak untukku" pekik wanita tua itu lagi.


"Anak ini keterlaluan sekali,di terlalu di manja,kan bikin repot.Udah baik Ran Shadong sabar.Kalau seperti Xu Ming gimana huh?" katanya lagi.


"Sudah lah dia tidak akan mendengar mu" kata ayah Baili.


"Ini semua salah kita, bagaimana jika mertua nya tahu.ohh tidak bagaimana jika ada warga yang tau jika lili seperti ini hah?"


"His Dia sudah pergi ke sana. Kau menjerit sampai kapanpun dia tidak akan keluar" bujuk ayah tua baili.


Di dalam pikirannya , baili masih begitu kecil. Dia belum bisa dimakan oleh Ran Shadong . wajar jika baili ini kabur dan menolaknya.


Keputusan menikahkan Baili waktu itu berdasarkan rumor. Jika Ran Shadong tidak bisa makan daging. Tapi siapa tahu rumor hanyalah rumor dan kebenarannya tidak bisa diambil hati.


Ran Shadong siap memakan kubis kecilnya.


Huhuhu kubis kecil ku yang malang.


"Dasar gadis kecil tidak tau malu,awas aja . Begitu keluar aku akan merobek tulang mu"katanya lagi.


"Suruh bikin anak aja nggak mau, malu kalau di dengar orang" katanya lagi.


di desa banyak suami istri yang tinggal masih tinggal satu kamar dengan anak-anak mereka .Hal ini memang tabu tapi kebanyakan anak-anak juga sangat umum dengan kondisi hubungan suami istri.


Siapa yang mau tinggal bersama orang tua mereka jika kondisinya tidak mendesak.Membangun rumah juga bisa dikatakan memerlukan uang yang tidak sedikit.


Mau tidak mau mereka harus memeras hanya untuk tidur.


Ketika kebutuhan itu datang, orang tua hanya menutupi lokasi sedikit dengan kain. Tapi bagaimana dengan suara yang dihasilkan ketika hal itu terjadi.

__ADS_1


Baili juga mengetahui keadaan warga desa saat ini. Dia pikir sudah bagus dirinya memiliki kamar sendiri. Tapi sekarang dia dilemparkan pada sarang serigala.


awalnya dia pikir itu anak kucing yang tidak punya gigi tapi siapa tahu itu hanyalah segala dewasa yang belum pernah makan daging.


Ihh menyeramkan...


Baili tidak peduli,dia tidak keluar bagaimana pun wanita tua itu mendesak nya.


"Lili..lili?" panggil nya lagi.


"Heh sudah lah, pergi dan katakan pada Ran Shadong jika lili pengen tidur di kamar kita malam ini"kata ayah Baili.


Jika warga tahu, Baili akan mendapatkan reputasi buruk.Apa pula pendapat Ran Shadong tentang ini.


Mau tak mau ibu Baili pergi bertemu dengan Ran Shadong.Dia mengatakan beberapa alasan tapi Ran Shadong tau gadis itu bersembunyi dari nya.


"Tidak apa apa ibu,aku tau"kata Ran Shadong tersenyum.


Walau bagaimanapun menantu perempuan nya masih muda.Dia juga belum bisa makan daging.


Tapi di dalamnya Ran Shadong bingung, kenapa Baili menolak kedekatan mereka berdua.Apa Baili di paksa sebelumnya.


Ayo beri waktu lagi untuk menantu perempuan kecil.


"Oke Shadong,ibu harap kamu bersabar sedikit lagi oke dia masih muda dan keras kepala hehehe"kata ibu Baili malu.


Dia sendiri sudah tua ini belum pernah mendengar ada gadis seperti Baili. Apakah mereka salah dalam mendidik anak.


Tapi ini juga tidak bisa disalahkan pada gadis itu.Sejak awal dia mengatakan akan merekrut suami yang posisinya adalah seorang kasim.


Sekarang bukan kasim yang ditemukan tapi seorang pria sejati.


Memikirkan nya saja, wanita tua ini juga sangat malu dan tidak pernah berpikir dia akan mengatakannya. Tapi siapa suruh dia memiliki anak yang keras kepala seperti Lili.


Untung saja Ran Shadong mudah dibujuk.


Sementara itu Baili yang berada di ruang tunggu .Malah asik berbaring dengan selimut hangat dan AC yang menyala.


Segelas kopi hangat dengan sepiring camilan renyah.


Kres..kres..kres...


Baili makan dengan gembira,dia menganggap ini bukan camilan tapi Ran Shadong yang jahat.


Dia juga menyempatkan diri untuk menonton beberapa video action.Di dalam benaknya, dia adalah seorang sniper dan Ran Shadong adalah mangsa yang wajib dihapuskan.


Bailli akan menembaknya bukan satu tapi sepuluh peluru sekaligus. Beraninya dia berbohong dengan Baili.


Dor..Dor..Dor...


Abis kau.. hehehe


Dia belum kenal siapa sebenarnya Baili.


"Ups aku perlu belajar beladiri, Siapa tahu dia berniat kurang ajar kan. jurus apa yang bagus. Silat ,karate atau taekwondo?"


"Tidak ini merepotkan , dia lulusan militer kemampuan bela diri nya pasti baik baik saja.Uhh Ran Shadong,jelek " bisik nya.


"Eh tapi jika di pikir,di tampan juga ya, lumayan lah,eh"


"ahhh...


"Ran Shadong jelek"


Kemudian Baili berpikir lagi, apa sebenarnya yang dia takutkan dari seorang pria.


Di era modern banyak orang yang melakukan **** bebas. itu tidak apa-apa mereka hanya melakukan itu atas dasar suka saling suka.


Jika Ran Shadong menginginkan dia untuk memanaskan ranjang.


Sebagai seorang istri juga tidak bisa menolak kan. Jadi kenapa tidak bisa menikmatinya saja.


lagi pula ini hanya dunia novel. Kapan-kapan bisa kembali ke dunia asli.


Pengalaman memiliki suami atau memiliki satu dua anak di dunia novel, sebenarnya tidak buruk.


"Oke, oke, hanya Ran Shadong kan,kecil" pikir Baili lagi.


Bailli mengatakan banyak hal pada dirinya sendiri. Jika ini hanyalah dunia novel dan dia juga bisa dianggap sebagai sebuah mimpi.


Namun mimpi yang bisa dia nikmati. Jika Ran Shadong menjadi tampan, apa salahnya untuk mencicipi berondong hahaha.


Bisakah Ran Shadong dianggap brondong.Usianya baru 28 tahun, Baili di dunia asli sudah 30,ya bisa lah.


Oke .


Tidak juga ,tapi mari tunggu sampai dia benar-benar putih dan menyelera kan.


Untuk sekarang,no.

__ADS_1


No way.


__ADS_2