
Di desa Xu chun, setengah warga nya masih dari nama keluarga yang sama.Sebab itulah di nama kan desa Xu Chun.
Yang terjadi di rumah tua Xu ming juga seperti menyiram air kotor pada keluarga dengan nama yang sama.
Wajah mereka memerah karena perkataan kakek Bai.Xu wen dan Xu nan tidak bisa berpakaian dengan layak juga bisa di katakan adalah salah semua orang
Mereka tau tapi tetap menyalahkan putri Bai xinxin yang malang.Di rumah hanya ada dua pasang pakaian dan itu sudah begitu tua dengan banyak tambalan nya.
Tidak ada satu pun warga yang menasehati keluarga xu ming tentang pakaian mereka yang sebenarnya di anggap tidak pantas ini.
Sekarang setelah itu semua, tidak salah jika keluarga Bai tidak senang.Tapi ini bukan alasan untuk bercerai.
Beberapa orang segera berbicara lagi agar Bai xinxin berubah hati.Tidak ada pertengkaran seribu tahun dengan suami istri.
Lebih baik kembali lagi ke rumah suami dan bahagia.Ini semua pendapat yang bagus tapi Bai xinxin tidak senang.
"Bagaimana dengan wanita lain, tidak pergi jadi dia tinggal?aku tinggal maka dia harus pergi!"kata Bai xinxin yang membuat mereka semua diam.
Wanita itu masih pekerja mangkok besi.Mana mau Xu ming meninggal kan nya.Dengan ini pekerjaan nya juga tidak akan aman.
" kenapa diam? putri ku harus bercerai juga kembali kan mas kawin nya juga.Mulai sekarang hidup mati nya tidak akan ada hubungannya dengan desa ini lagi.Xu wen dan Xu nan akan berganti nama keluarga.Kami akan menjadi kerabat mereka satu satunya mulai sekarang!"kata kakek bai .Dia akan meledak jika terus di sini.
"kami bisa bercerai tapi dua anak akan tetap memakai nama keluarga Xu kenapa harus ditukar?" kata nenek Xu.
"Apa kau pikirkan kami ini bodoh? tujuanmu hanya mendapatkan mahar dari pernikahan mereka berdua kan. sebab itulah kau akan mempertahankannya . Mengusir mereka pergi , bukankah kalian ingin menghemat makanan?" kata Nenek Bai lagi.
Dia mulai mengulung lengan bajunya.Wanita tua ini jangan dia anggap santai.
"Tidak benar,ini cucu kami , Kenapa tidak bisa huh?"kata Nenek Xu keras.
Lahir di keluarga mereka ,makan nasi keluarga xu.Mas kawin adalah bayaran hutang seumur hidupnya.
Apa yang salah dengan ini.
Mereka masih ada cucu lelaki yang harus menemukan menantu perempuan yang memerlukan banyak uang di masa depan.
Mas kawin mereka berdua bisa menambah kan cadangan uang juga.Sekarang sedang di klaim oleh lain.Kenapa dia tidak senang.
"Oke , semua nya ayo pergi ke pabrik baja.Putri ku memiliki kenalan di sana.Bersiap siap lah untuk turun ke tanah "kata nenek bai lagi.
Orang yang tidak bisa makan ucapan hanya bisa di gerak kan dengan cara ini.
Mendengarkan gertakan nenek bai, nenek tua Xu menggigil dan tidak bisa bergerak .Dia hanya bisa menggapai ujung baju kakek Xu tua. Kehidupan putra mereka sudah baik di kota jika keluarga bai datang ke sana bukankah ini sama artinya dengan menghancurkan tembok.
Walaupun tidak yakin jika keluarga ba mengenal seseorang di pabrik baja .Tapi kakek tua xu tidak bisa mengambil resiko. Xu ming mengirimkan sejumlah uang setiap bulan ke rumah secara rutin. Jika dia juga harus turun ke tanah, keluarga mereka tidak akan bisa hidup.
Walaupun harus mengorbankan dua cucu perempuan yang tidak berguna.Mereka tetap harus melakukannya agar Xu ming tidak mengalami kecelakaan yang tidak diinginkan.
Jadi orang tua itu berkata "baiklah semua akan dilakukan sesuai yang kalian minta tapi setelah itu jangan menangis dan ingin kembali keluarga Xu"
"Oke tidak kembali, tidak kembali"kata bai xinxin bahagia.
Xu Wen dan Xu nan juga menangis bahagia.
Mulai sekarang mereka tidak akan kembali ke desa ini lagi.Bahkan nama pun di ubah menjadi Bai.
Bai Wen dan Bai nan.
Ada rumah dan tanah sendiri.Keluarga Bai tua juga mendukung ini. Mereka bahkan bisa pergi ke sekolah tanpa beban.
Satu jam kemudian, surat cerai di rilis oleh kepala desa.Berikut dengan pelepasan hakou Bai xinxin dan dua anak nya.
Setelah itu semua, warga desa Jiang Chun kembali ke desa mereka dengan bus.Saat menunggu bus,makan siang di gelar di tanah.
Ada daging rebus dengan kentang,Tumisan terung dan saos jamur rasa daging.Makanan utamanya adalah nasi putih utuh.
Cara makan ini sangat menarik,orang takut tidak kebagian jadi semua nya makan dengan terburu buru.
Daging rebus yang gemuk tidak sempat di kunyah.Semuanya hanya telan dan telan saja.Nenek Bai dan yang lain tidak heran dengan ini.
Ini masih warga desa mereka.
"Ayo makan,UMM gun er, jangan berebut
masih banyak "
__ADS_1
"Nenek Bai,ada lagi?"
"Apa kurang,ohh jangan bilang.Nneek senang sekarang.Pulang ke rumah dulu.Nanti minta bibi kecil mengirim km sesuatu ke rumah oke"
"Oke nek,ini enak hehehe"
"jangan malu , makan..makan"
"Tidak malu bibi,aooh kenapa Xiou Tan tidak ikut jika dia ikut mungkin dia bisa makan juga kan"
Semua orang berpikir hal yang sama .Kenapa mereka tidak menarik beberapa orang lagi dalam keluarga. Sehingga mereka bisa makan daging hari ini .Dan yang lebih menarik ada nasi putih yang sangat langka.
Setelah makan mereka masih duduk di tanah mencongkel gigi.Tidak ada lagi yang mengingat cerita tentang perceraian Bai xinxin. Mereka hanya berbicara tentang bagaimana gemuknya daging yang mereka makan tadi.
Perjalanan hari ini bahkan langka dan semua orang akan mengingatnya selama beberapa hari kemudian.
Baru setelah itu bus datang dan mereka pun kembali ke desa yang Jiang Chun lagi.
Semua orang bercerita tentang hari itu tentang apa yang mereka makan. Dan yang mereka lakukan di desa Xu Chun.
Bai xinxin hanya menatap keluarganya dengan pandangan nanar. Dia tidak percaya jika dia sudah terlepas dari keluarga itu.
"karena kakak perempuan sudah pun bercerai maka kakak perempuan berhak mendapatkan rp200 seperti yang aku bilang,berikut beberapa mangkok sumpit dan peralatan makan masakan yang semuanya persis sama dengan yang dimiliki oleh dua kakak ipar"
"ada juga 2 jam tangan merk Shanghai untuk 2 keponakan perempuanku. meja kursi dan beberapa bangku untuk rumah baru nanti"
"aku sudah mendapatkan tanah lokasinya hanya 200 meter dari sini" kata baitou.karena dia tidak pergi ke desa sebelah karena sedang menguruskan beberapa hal untuk by cincin.
Karena tidak pergi bekerja, dia juga bergegas mencari beberapa bahan bangunan besok pagi sudah bisa diantar.
setelah bahan siap rumah bisa dibangun.
Membangun rumah di sini tidaklah sulit .tapi biasanya pekerjaan membangun rumah hanya akan dilakukan ketika tidak ada lagi pekerjaan di ladang.
Semua warga bisa membantu jika mereka suka.Tapi tidak ada bayaran untuk itu. Si pemilik rumah hanya diminta untuk menyediakan tiga kali makan untuk setiap orang yang pergi.
Rumah yang dibangun juga biasanya bukanlah rumah batu seperti di kota. Ini hanyalah rumah dari lumpur sederhana. Atapnya juga dari ilalang.
jika seseorang memiliki uang mereka bisa membeli genteng juga.
Adapun lantainya, hanya beberapa orang yang memiliki rumah dengan lantai batu .Biasanya hanya berlantaikan tanah.
Jadi untuk membangun rumah seperti ini. Biasanya jika warga sudah bergotong-royong tidak sampai seminggu rumah akan selesai.
Namun bai xinxin sekarang adalah wanita dengan uang Rp200 di tangan.Dia sama sekali tidak peduli bentuk rumah yang dia inginkan. Yang penting ada rumah dan itu sudah cukup bagus.
Tapi baitou bersikeras membeli batu biru dan genteng untuk atapnya. beberapa kayu juga disiapkan untuk membuat balok.
Dengan bahan-bahan seperti ini tidak mungkin rumah bisa diselesaikan dalam waktu 2 atau 3 hari.
Bai xinxin harus menunggu waktu sebentar lagi.
lagipula musim tanam belum selesai. Mungkin ada sekitar satu atau dua minggu lagi.
jika keluarga mereka belum berpisah. Kemungkinan besar menantu perempuan akan marah dan bermuka masam sepanjang hari.
Namun sekarang masalah itu tidak akan datang .Mereka sudah berpisah tapi masih bisa makan di rumah besar seperti sebelumnya.
jadilah tidak ada yang keberatan mau berapa lama bai xinxin di rumah tersebut. ini tidak ada hubungannya dengan menantu perempuan di rumah.
Semua keluarga bai tercengang mendengar jika baito memesan beberapa bahan bangunan.
Betapa beraninya dia.
Harga yang harus dibayarkan untuk bahan bangunan itu lebih dari RP 100. belum lagi biaya untuk makanan para pekerja nanti.
Apakah uang bai xinxin masih ada akan ada sisa untuk itu.
Bai xinxin sama sekali tidak peduli dengan uang tersebut dia hanya berkata" ini bagus"
Itu akan jadi rumah masa depannya dan dua putrinya .Saudara lelaki sudah berpikir bagus untuk dirinya sendiri, kenapa pula dia menolak.
Tidak mendapat penolakan dari saudara perempuan tertua. Semuanya menjadi akur lagi dan bergerak untuk makan malam yang tertunda.
Mereka tidak punya waktu untuk masak makan malam. Hanya bisa memanaskan beberapa makanan yang mereka siapkan tadi pagi.Tapi itu semua sudah lebih bagus dari masakan di rumah keluarga orang lain.
__ADS_1
Setelah mengantarkan makan malam untuk rumah sebelah. Semua orang mulai makan malam dengan semangat.
Di sela-sela perbincangan tiba-tiba he lanlan mengingat sesuatu. Dia memandang putra pertamanya.
"Bai yan,apa gudang nya sudah siap?"tanya he lanlan.
"Sudah , hanya tinggal masuk kan barang saja.Tadi bibi kembali dengan banyak barang jadi belum sempat di sortir"jawab Bai yan.
"Lili beli apa?" tanya he lanlan lagi.
"Beberapa barang acak,kita tidak tahu apa yang ingin ditukarkan oleh warga jadi perlu bersiap-siap saja" kata Baili dengan santai.
Mendengar Baili kembali dengan beberapa barang lagi.Semua orang menjadi semangat. Barang yang dia bawa dari luar terkadang adalah beberapa hal yang sulit ditemukan.
Sayang sekali baili mengatakan hari sudah gelap dan tidak bisa melakukan penyortiran. Maka semua hal harus dilakukan besok.
Tapi jika masalah gudang tidak diselesaikan hari ini. Maka untuk sarapan semua orang masih harus masak di dapur yang berbeda.
Ini tidak ada masalah sebenarnya. Tapi menjadi masalah besar untuk dua kakak ipar yang ingin berhemat untuk rumah mereka sendiri.
"kebetulan kami belum mengantuk maka kita bisa melakukannya saat ini juga hari juga. Hari belum begitu gelap kok "katanya dengan santai.
Tidak ada yang membantah dengan ide ini. Karena bersemangat ,semuanya mempercepat acara makan malam untuk pergi ke sesi yang lebih mendebarkan.
Nenek dan kakek hanya bisa tertawa dengan geli melihat perilaku semua orang. Mereka jelas seperti warga desa yang pergi ke kota sangat norak.
Tapi tidak ada yang memalukan dengan itu.
Ada tiga gudang keseluruhannya.
Gudang asli adalah gudang bawah tanah yang isinya biji-bijian seperti ubi jalar kentang dan sebagainya.
gudang kedua adalah gudang yang dibuat kemaren. Saat ini gudang penuh dengan barang-barang yang bisa membuat hati orang berdebar dengan kencang.
Barang-barang di gudang ini akan disortir dan dipindahkan lagi.
inilah yang mereka tunggu.
Barang-barang yang diletakkan di gudang ketiga bisa digunakan oleh keluarga Bai dengan santai.
Gudang kedua disebutkan dengan gudang pabrik baja. Barang di gudang ini dikhususkan untuk melengkapi daftar-daftar yang sudah diserahkan sebelumnya.
Ini akan menjadi prioritas utama.
Jika sudah memiliki sisa maka semua barang ini akan disimpan di gudang umum.
Contohnya telur.
Di daftar permintaan akan telur adalah 2000 butir. Setelah dihitung dari 2000 butir ini masih ada sisa 32 butir lagi.
Sisa itulah yang pergi ke dapur umum.
jika seseorang ingin menukarkan barang, hanya barang-barang di dapur umum lah tempatnya.Sedangkan di gudang pabrik baja. barang-barang yang sudah dimasukkan tidak akan dikeluarkan lagi .Hinggalah perwakilan pabrik baja tiba untuk mengambilnya.
Secara tampilan gudang umum akan lebih meriah daripada gudang pabrik baja.
Mereka tidak memesan sabun panci ataupun kain. Tapi di gudang umum semua disediakan tanpa terkecuali.Warga desa memiliki banyak kekurangan untuk dapur mereka. Jadi bai li harus menyediakannya terlebih dahulu sebelum barang-barang tersebut diminta.
Semua orang harus berusaha membuat gudang pabrik baja menyesuaikan daftar yang sudah tersedia.
Itu lah persyaratan nya.
Hal pertama yang diperiksa oleh dua kakak ipar yang irit ini. Adalah hal apa yang dibawa kembali oleh adik ipar kecil.
Baili membawa beberapa potong kain dengan berbagai ukuran itu pun dalam semua warna.
Baili tidak bodoh untuk memilih bahan yang lebih modern. Sebaliknya dia hanya memilih kain katun dengan warna relatif polos.
Seperti kebanyakan warna di tahun 70-an ini.
Melihat tumpukan kain ini ,dua kakak ipar seperti akan pingsan. sejak menikah mereka sama sekali tidak pernah melihat kain sebanyak ini.
Ada putih ,merah abu-abu hitam dan warna hijau tentara.Dengan bahan seperti ini bisakah warga menolak untuk membelinya.
Dua kakak ipar tidak bisa berkata ,mereka hanya saling pandang.
__ADS_1
Anak-anak hanya bisa menukar pakaian jika kainnya sudah tidak bisa ditampar. Sekarang bahan kain ini begitu banyak. Baili juga tidak berbicara hal ini untuk pabrik baja.
Apakah mereka juga bisa memilikinya?