
Naik kereta api ditahun 70 an memang seperti ini tapi baili tidak terbiasa dengan itu.
Untung nya dia bisa kabur ke ruang tunggu.
"Sebaiknya menjauh dari pahlawan wanita jangan dekat dekat, Poh nasib buruk"pikir Baili.
Rencananya hari ini dia akan pergi ke kantor pos tapi karena dia sedang di bayangin oleh nasib buruk semua nya di tunda lagi untuk beberapa hari.
Baili memilih kembali ke desa saja Rencana mengunjungi stasiun daur ulang sampah juga di tunda.
Setelah berpikir begitu, baili mencari seseorang dengan gerobak sapi.Dia perlu kembali ke desa dengan banyak barang.
Jika tidak begitu bagaimana caranya dia menjelaskan kenapa gudang nya tidak pernah kosong sementara barang barang nya juga sudah di tarik oleh pabrik baja.
Tidak banyak barang tapi cukuplah untuk menipu banyak mata warga desa.
Dengan bayaran 100 sen, baili pulang ke desa Jiang Chun. kepulangan Baili membuat banyak mata merah.Bahkan dua keluarga datang untuk menanyakan kabar anak anak mereka di sana.
Baili hanya menjawab nya dengan singkat.Dia ingin istirahat tapi ada tamu yang datang terus menerus.
Apalagi para wanita tua suka duduk di halaman rumah nya.Ini menyusahkan sekali.
"Lili banyak barang hari ini?" sapa seorang bibi tua.Dia segenerasi dengan ibu baili jadi Baili menyebut nya bibi.
"Yah lumayan lah, pabrik minta barang jadi harus dipersiapkan dulu kan"kata Baili.
Hari ini adalah hari berburu,biasanya warga desa akan berburu selama satu minggu penuh.Siapapun yang ikut akan mendapat bagian 2 kali lipat dari warga yang tidak ikut.
Tapi desa tidak akan memberikan anda akomodasi. Bawalah bekal dan peralatan anda sendiri dari rumah masing-masing.
Jadi begitu baili pulang ,tidak ada siapapun yang membantunya membawa barang ke gudang. Dua keponakan laki-laki pergi berburu ke gunung.
Masih untung ada tiga keponakan perempuan yang sekarang akrab. Mereka tidak pergi kemana-mana. Hanya berdiam diri di rumah.
Dengan mereka bertiga, Baili dibebaskan dari pekerjaan dapur ataupun membersihkan peralatan makan.
Ssbentar lagi tahun baru akan datang.Setelah tahun baru barulah pendaftaran sekolah dibuka.
Tiga keponakan perempuan yang sudah berniat untuk kembali ke sekolah. Pada dasarnya sudah mengulang beberapa pelajaran lama.
Sementara itu baijiayi yang tidak pernah duduk di bangku sekolah juga sudah mencoba belajar sendiri.
Demi kemajuan pelajarannya ,dia bahkan belajar pada pria tua di kandang sapi secara diam-diam.
Meskipun seharusnya dia tidak bisa masuk ke sekolah menengah pertama.Namun baili memiliki cara untuk dia bisa pergi.
Wang sufeng memiliki pelanggan yang berprofesi sebagai guru di sekolah dasar.Tidak hanya satu guru, rata-rata guru di sekolah dasar juga mengenali wang sufeng .
Karena kedatangannya memang sangat dinanti-nanti oleh semua orang.
Melalui Wang Sufeng Baili meminta surat tanda tamat belajar atas nama bai jiayi.
Sebenarnya ini tidak bisa karena bai jiayi memang tidak pernah duduk di bangku sekolah dasar meskipun hanya satu tahun.
Baili setuju menyerahkan beberapa barang berharga pada ketua sekolah dan beberapa bantuan lagi untuk para guru.
Alasannya cukup mudah, bai jiayi ingin sekolah tapi cukup malu untuk duduk di bangku sekolah dasar.
Jadi dia ingin pergi ke sekolah dasar sekolah menengah pertama bersama dua sepupunya.
Jadi urusan surat tamat sekolah dasar sudah selesai.Sekarang dia siap pergi bersama dua sepupunya ke sekolah menengah pertama.
Tinggal bagaimana caranya dia mengejar pelajaran.
Melihat bibi kecil yang kembali dengan banyak barang .Tentu saja mereka bertiga membantu membawanya ke gudang pabrik.
Bila bibi kecil punya uang, mereka tentu akan terjamin
kesejahteraannya.
"Ibu ,ibu mertua"sapa Baili pada ibu nya dan juga ibu Ran.
"Kenapa tidak kembali kemarin semalam ibu sempat pikir kau kemalaman di jalan"kata ibu Ran.
"kami pergi berbelanja dan setelah selesai sudah larut dan tidak ada tiket terpaksa menunggu hari ini"kata baili jujur.
"ke mana ibu mu "tanya Baili pada Bai jiayi.
"ibu kembali ke rumah nenek dia bilang ada perlu mungkin kembali besok" kata Ayi.
suaminya mendapat pekerjaan di kota tentu saja kabar baik ini harus disampaikan dengan keluarga kelahiran.
Kakak ipar kedua juga melakukannya hal yang sama. Dia bahkan membawa kembali Zizi dan Niuniu bersama.
Kembalinya dua kakak ipar ke rumah kelahiran masing-masing tidak menjadi masalah bagi ibu tua Baili. Mereka sudah berpisah dan itu terserah mereka bagaimana mengelola keluarga.
__ADS_1
Setelah semua barang dimasukkan ke gudang pabrik. Baili duduk di halaman bersama para wanita tua yang bertanya apa yang dia lakukan di kota cahaya.
Tentu saja baili tidak menyembunyikan apapun.Tapi tidak tentang dia yang menguntit pahlawan wanita dan mengalami kesialan
"Lili jika ada pekerjaan lagi jangan lupakan bibi ya .Keponakanmu di rumah juga tidak memiliki pekerjaan hehehe"
"oke bibi "kata lili tidak serius.
"Ahh beruntung sekali rancadong bisa mendapatkan lili sebagai menantu perempuan sudah baik cantik muda lagi hahaha"
"Ah anak itu sangat berbakti di usia mudanya. Tentu saja dia mendapatkan berkat karena itu dan sekarang mendapat menantu perempuan sebaik lili kita"
"Hahaha "
"Aku ingin pergi ke gunung melihat-lihat. Apakah mereka sudah jauh tanya Baili cepat.
Dia tidak ingin berbicara banyak dengan para wanita berlidah panjang ini. Hal-hal baik pun bisa dibalik menjadi hal kotor di mulut mereka.
Tapi mereka juga tidak bisa diprovokasi. Anda akan memiliki reputasi buruk karena itu.
"Hem apa kau ingin pergi juga sebaiknya jangan ini berbahaya dan merepotkan"kata ibu Baili menolak.
"Nyonya Bai,baili sudah besar dia bahkan bisa pergi ke kota cahaya sendiri. Apalagi ini hanya di gunung belakang .Dengan begitu banyak orang masalah apa yang bisa terjadi"
"Ya benar,kau juga bisa melihat barang apa yang masih berguna di gunung sana. Ambil dan beritahu kami bentuknya oke"
"ya begitu ,pergilah "semua orang entah bagaimana mendukung baili untuk pergi menyusul tim pemburu.
"tidak.. tidak, menantu perempuanku baru saja tiba .Dan dia bahkan belum masuk ke rumah . Lili pergilah istirahat biarkan makan siang di antar ke kamarmu oke" kata ibu mertua baili buru-buru.
"Hahaha nyonya Ran, kenapa kamu memanjakan menantu perempuanmu .Aku punya tiga menantu perempuan di rumah. tidak ada yang seperti Lili , bisa bersantai dan beristirahat bahkan makan siang pun diantar ke kamar "
"aku tidak peduli baili bukan menantu tapi putriku sendiri. Biarkan dia istirahat tidak ada yang akan memarahinya hayo menantu pergilah ke kamarmu jangan pedulikan mereka ini" kata ibu Ran.
Ibu baili puas mendengar kata mertua Baili ini.Bailinya tidak bisa di tekan di rumah mertua dan nyonya Ran adalah mertua yang dia mau.
"Oke ibu mertua"baili tidak tinggal,dia pergi ke kamar baru nya lagi.Tapi dia tidak bisa istirahat begitu saja.Dia tidur lama di dalam kereta api.
"Wewen kalian masak apa hari ini Hem"kata nya pada Bai wen.
"Bibi kecil, pergi lah kami bisa kok sendiri "kata nya malu.
"Hem tidak ada warga yang datang untuk penukaran beberapa hari ini.Apa yang kalian sibukkan?"
"Ini hanya membuat pakaian dan tas untuk sekolah.Ayi ingin pakaian baru dari kain kemaren "
"eh belum bi ,abis susah, baru belajar mengunakan mesin jahit kan
"kata nya.
"Apa yang susah,ayo bibi lihat "
Nanan berdiri mengambil kain nya yang sudah di jahit sedikit.Gadis di desa pintar menjahit pakaian sendiri di tahun ini.
Tapi gaya nya seragam tidak ada banyak perubahan.Tiga keponakan memiliki kain sendiri dengan warna yang sama.
Jika gaya nya juga sama, mungkin bisa di kira sebagai seragam sekolah.
"Lihat gaya kalian sama kan.Ayo buat gaya baru pasti bagus"
Ini hanya lah blues sepinggang dengan lengan panjang dan celana panjang polos.Sangat biasa tidak ada gairah sama sekali.
"bibi tahu gaya pakaian baru?"
"Hen sedikit,tapi kita bisa coba kan"
"Oke , biarkan kami menyelesaikan makan siang dulu "
"Hem Bibi ke dalam dulu ya"
Baili segera ke ruang tunggu,dia membeli buku fesyen sederhana dan gaya daur ulang.
Untuk membuat pakaian di tahun ini.Kita perlu menekan kan kesederhanaan tapi juga tidak perlu menunjukkan kemewahan.
Jika anda ada di kota mungkin bisa menemukan banyak gaya dalam berpakaian tapi model seperti itu tidak diterima di pedesaan.
Tentu saja orang harus memikirkan jenis dan mode yang cocok dengan gadis desa.
Jangan memakai kain berwarna cerah karena cepat kotor dan sulit dibersihkan.
Yang paling populer tahun ini adalah kain dengan motif tentara dan kain motif bunga.
Tapi itu juga sulit dibeli oleh warga di pedesaan. Sebagai pilihan pertama jatuh pada kain polos berwarna hitam dan coklat tua.
Untuk menyesuaikan selera pedesaan. Baili memang hanya menyediakan kain dengan warna ini tanpa ada tambahan warna lagi.
__ADS_1
Tiga keponakan agar tidak merasa iri hati mereka mendapat jumlah dan warna yang serupa.
Sampai di sini mereka semua sudah bingung .Dengan gaya yang sama,ini membuat orang tidak bisa membedakan pakaian ini milik si A atau pakaian ini milik si b.
Pakaian yang dibuat ini sangat sederhana dan sebenarnya mudah dibuat juga.
Mereka hanya dilipat dan digunting seadanya.kemudian disambung lagi dengan potongan untuk lengan dan itu sudah selesai.
Baili ingin para keponakan memiliki gaya baru dan jadi perhatian banyak murid di sekolah menengah pertama nantinya.
Untuk variasi baili mengeluarkan membeli sepotong lagi kain berwarna merah lembut.
Dia juga membeli banyak motif kancing dan resleting.
Dengan begini walaupun modelnya sama namun bisa dibedakan dari motif kancing. Tapi tentu saja Baili tidak akan mengirimkan para keponakan dengan mode yang.
Setelah melihat-lihat baili menyukai 4 Gaya berbeda. Sebenarnya tidak bisa disebut dengan berbeda juga karena mereka sebenarnya mirip.
Yang satu terusan lengan pendek pendek namun dengan kerah v neck. kerah diberi sedikit warna merah begitu juga dengan setiap sudut kain.
Ini juga bisa menutupi kekurangan kain karena tidak menggunakan jahitan di pinggir.
Kali ini dia menggunakan rok sampai ke mata kaki dengan model lipat.
Gaya kedua juga masih dengan blus lengan pendek namun dengan kerah bulat. Tapi ukurannya lebih panjang daripada mode pertama.
Bawahannya adalah celana polos yang familiar namun lebih pas di tubuh.
Agar lebih manis dari tali di belakangnya penggunanya juga bisa mengikatnya agar pinggang terlihat lebih ramping.
Gaya ketiga adalah terusan One piece.Tambahkan beberapa kancing sebagai pemanis. Namun masih menggunakan kantong dan kerah dari kain berwarna merah juga.
Gaya ke-4 adalah blus lengan panjang sampai tapi menggunakan resleting pendek di depannya.
Gaya lehernya juga menggunakan motif angka 8.
ini juga bisa dipakai dengan celana panjang panjang.
Setelah menggambar nya pada sebuah kertas Baili cukup puas. Meskipun gambar ini tidak begitu bagus juga.Dia bukanlah seseorang dari universitas desain pakaian.
Dia adalah plagiarisme sejati.
baili meletakkan semua barang yang diperlukan di atas mesin jahit. Jika dipikir pakaiannya juga tidak cukup. Apakah harus membeli di online shop susu saja atau membuatnya langsung seperti para keponakan.
Sepertinya ada rasa pencapaian jika melakukannya secara langsung .Ini bukan ide yang buruk.
Ada banyak hal di online shop susu dia juga bisa membeli beberapa alat printer pakaian dan sablon pakaian.
Tapi tidak ini akan mencurigakan dan baik tidak memerlukan itu.
Mari bersabar dan tunggu beberapa tahun lagi sebelum kita bisa menggunakan baju dengan sablon.
"Bibi kecil ,ayo makan siang" panggil Wenwen dengan mengetok pintu nya dengan lembut.
"Oke"
Baili segara keluar dan menyerah kan gambar yang tadi dia buat. Wenwen juga tidak buruk, dia dengan cepat mengenali maksud dari gambar tersebut.
"mode inikah yang Bibi katakan.Ohh ini bagus sekali yang mana satu milikku?" tanya nya gembira.
"pilih saja"
Baili duduk di meja makan. beberapa saat kemudian ibu mertua dan orang tuanya juga duduk di meja seperti biasanya. kali ini tidak ada yang lain, jadi meja diisi oleh tiga keponakan perempuan.
Sejak baili membuka toko penukaran .Mereka akan makan dengan hidangan daging setiap harinya.
Terkadang juga diganti dengan ikan.
Ini sangat mewah dan tidak terjangkau untuk keluarga lain di desa.
Agar tidak menimbulkan masalah keluarga bai sengaja menyembunyikan ini. Warga desa hanya tahu keluarga Bai memasak semua nya di halaman.
Tapi sebenarnya menu utama sedang digodok di dapur umum.
Tapi ibu mertua Ran sudah terbiasa dan tidak mempermasalahkan hal ini.
Kali ini sup ayam dan telur asin rebus yang di makan dengan nasi putih hangat.
"Ibu mertua, silahkan"
"Ibu silahkan"
"Ayah silahkan"
Baili dengan senang hati melayani tiga orang tua ini. Hari ini tidak ada pria di rumah kecuali Ayah baili yang sudah tua.
__ADS_1
Walau begitu ayah tua Baili ,sudah cukup puas dengan hidangan kali ini.
Dia mengangguk dan memulai menusuk ayam rebus yang harum. Semakin lama cucu perempuan semakin pintar dalam memasak. ini bagus sekali.