
Kabar dari baitoi segera di sebut kan dengan dua lansia itu.Tidak ayal kabar ini membuat panik keduanya.
Mereka sama sekali tidak menduga jika zhao liwen tega melakukan hal yang mengancam nyawa seperti itu. Tapi keduanya mungkin maklum dengan situasi pada tahun ini.
Kehidupan seorang wanita sangat tidak berguna dibandingkan dengan para laki-laki.Terkadang seekor babi kurus pun akan lebih berharga dibandingkan seorang lesbian di rumah.
Kesalahan yang dilakukan oleh zhou liwen hanya berakar dari masalah uang. Berbanding memberikan topi hijau atau berselingkuh ,kesalahan seperti ini masih bisa dimaafkan.
Kedua lansia tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga putra mereka. Tapi mereka bersyukur dan berharap pernikahan ini akan bisa dipertahankan apalagi karakter zhou liwen sendiri bukan tidak bisa di perbaiki.
Jika dia benar-benar selamat kali ini, itu akan memberikan Zhao liwen dengan pengalaman terbaik.Dengan begitu zhou liwen bisa mengetahui siapa yang benar-benar mendukungnya dan siapa yang tidak.
"kakak ipar" panggil Guan Ru dengan keras.
baili tidak menanggapi tapi ibu tuanya yang segera menjawab.Tidak biasanya pria dengan satu tangan itu berteriak sedemikian rupa.
"apa yang kau teriakan di sana ayo kemari dan bicarakan baik-baik"
" Maaf nenek, hehehe"wajah Bu andu memerah dan dia jelas berkeringat .Mungkin tadi dia tidak berjalan melainkan berlari.
"apa yang membuatmu bersemangat sampai berkeringat seperti ini?"tanya ayah Baili yang sudah tua.
Saat ini sedang waktu tenggang.
Baili benar-benar membuat pengaturan yang sedikit aneh dan tidak masuk akal menurut Guan Ru.
Setelah semua pesanan selesai dikirimkan.Pabrik pakaian jadi akan beristirahat selama satu minggu.
Para pekerja akan kembali ke rumah dengan sejumlah uang besar di tangan masing-masing
Selain dari guan ru sendiri, semua orang bersukacita dengan ide ini. Jika pesanan sedang penuh ,mereka sama sekali tidak memiliki waktu untuk quality time dengan keluarga.
Jadi beristirahat seminggu untuk bekerja lagi pada hari berikutnya adalah sesuatu yang baik.
Saat ini kebetulan adalah waktu tenggang jadi pabrik pakaian jadi benar-benar kosong. Semalam pengiriman dari militer datang lagi. Sebelum mereka benar-benar memproduksi ,akan ada satu pengiriman lagi yang membuat bahannya mencukupi.
Jadi sebenarnya masa tenggang ini juga tidak akan sia-sia.
Semua orang sedang berlibur tapi Guan Ru tidak begitu dia .Begitu banyak pekerjaan yang perlu dia lakukan.
Sekarang Guan Ru datang langsung ke pintu setelah mendengarkan kabar bagus.
"aku baru saja mendengar jika peraturan tentang hak paten ,hak cipta dan izin usaha sudah dibuka. kakak ipar apakah kita perlu mendaftarkan sekarang?" tanya Guan Ru.
Tentu saja kabar ini adalah kabar baik. baili sudah menunggunya beberapa waktu. Hanya saja Baili tidak mengerti, menurut sejarah waktunya tidak seperti sekarang.
Semua ini akan terjadi di akhir tahun. yang terjadi bulan ini bukanlah sesuatu yang dia pikirkan
Ini mengenai pembagian tanah di pedesaan. Tapi kabar yang dia tunggu belum tiba dari kepala desa.
Sekarang justru yang keluar adalah kabar tentang izin usaha dan sebagainya.
Apa yang terjadi sehingga undang-undang itu dipercepat oleh pihak atas.
Sekeras manapun baili berpikir dia tidak akan tahu jawabannya. mana dia tahu jika hal ini didorong karena sebuah popok dan pembalut wanita.
Tapi Baili tidak perlu menanyakan nya sama sekali, jadi dia berkata"oke lakukan seperti yang sudah kita rencanakan sebelumnya. aku sudah menunggu kabar baikmu"
Guan Ru tersenyum lagi dan dia tidak berniat untuk tinggal. Namun sebelum dirinya benar-benar melangkah Baili memangil nya.
"Guan Ru, kurasa aku harus pergi ke rumah sakit sekarang, siap kan transportasi"
"eh Lili kau..
"jangan khawatir Bu tidak apa-apa, ini belum waktunya tapi kita harus bersiap-siap bukan" katanya.
Sebenarnya sebelum mengangkat telepon dari baitou tadi ,dia sudah merasakan reaksi yang tidak wajar dari bawah perutnya.
Walaupun belum pernah melahirkan tapi baili sudah cukup akrab dengan situasi seperti ini. Dia sudah melihat dan membaca situasinya dari video bahkan buku-buku.
Melahirkan anak memerlukan waktu yang tidak sebentar. Jadi dia mulai mengarahkan Guan Ru untuk melakukan beberapa hal sebelum dia benar-benar vakum.
__ADS_1
Guan Ru yang diperintahkan mencari transportasi bertugas pergi dengan cepat. Membawa wanita hamil akan melahirkan anda tidak mungkin menariknya dengan sepeda Phoenix.
Juga akan sulit jika anda menariknya dengan bus umum.
Jadi guan Ru segera menggunakan koneksinya ke militer untuk meminjam mobil.
Sementara guan Ru pergi mencari mobil pinjaman, baili dengan santainya menelpon ke akademi militer. Tepatnya ke nomor yang diberikan oleh Ran Shadong waktu itu.
"Halo..
"bisa bicara dengan Ran Shadong kepala peneliti di xxx..xxx..xx?" tanya Baili.
"Ohh sebentar,tapi bisa tau dari siapa?"Tanya operator
"katakan padanya ini adalah menantu perempuan, bagaimana jika begini,hem sebutkan padanya menantu perempuan berkata sudah waktunya.itu saja" kata Baili. ketika berbicara sebenarnya baili sudah mendapatkan serangan lagi. dia mencoba untuk bertahan agar kedua lansia itu tidak ketakutan.
Jika ini di desa kemungkinan besar ibunya sudah tahu akan melakukan apa .Tapi saat ini mereka sedang berada di kota besar ,dua lansia bahkan tidak tahu harus bertanya pada siapa.
"Itu saja?" tanya operator bingung.
"Ya itu saja dan terimakasih "kata Baili.
Baili segera menutup teleponnya lagi. Dibantu dengan ibunya yang sudah tua baili memaksakan diri untuk berjalan ke pintu gerbang
Sekitar 5 menit menunggu di pintu gerbang ,Guan Ru tiba dengan sebuah mobil militer.
Sudah begitu lama Guan Ru pergi dan sekarang dia datang dengan seseorang yang meminjam mobil militer.
baili tidak punya waktu untuk bertanya bagaimana kronologinya dia mampu meminjam mobil ini. Bergegas baili masuk tertatih-tatih dengan dibantu oleh ibunya yang sudah tua.
Dengan cepat mobil militer segera berlari ke rumah sakit tertentu. dalam perjalanan itu Baili berkali-kali diserang dengan rasa sakit yang teramat sangat.
Pada akhirnya ibu tuanya sadar jika baili sudah mengalami kontraksi yang lumayan dekat.
"Oh cepat lah, Lili kenapa kau tidak cerita?" keluh nya tegang
"Hem , tidak apa-apa ibu, aku masih bisa menahannya sebentar" jawab Baili meringis.
"Lili kamu...
"sudahlah jangan ribut, Guan Ru apakah semuanya sudah siap?"tanya ayah apa ini yang juga gugup.
mereka sudah memiliki cucu di desa tapi semuanya lahir di pedesaan dengan bantuan dari wanita tua.
ada begitu banyak wan wanita pengalaman yang berbicara tentang melahirkan tapi sekarang kondisinya berbeda mereka tidak bisa menanyakan pada siapapun hanya bisa berpegang erat pada rumah sakit.
Ada kepercayaan tahyul yang terjadi di desa Jiang. Wanita yang akan melahirkan tapi dikirim ke rumah sakit itu artinya mereka tidak akan pulang selamat.
Itulah sebabnya yang menjadikan pasangan lansia ini semakin gugup. Tapi mereka berpikir sebaliknya, baili adalah gadis yang dicintai oleh dewa. Jadi dia akan selamat meskipun dikirim ke rumah sakit.
Sebenarnya ini adalah pemikiran salah yang sudah mengakar di benak warga desa.
Wanita hamil di pedesaan tidak akan pernah dibawa ke rumah sakit untuk melahirkan anak. Uang yang banyak menjadi dasar hukum.
Jika pun pada akhirnya wanita hamil ini akan dikirim ke rumah sakit, pada saat itu semuanya benar-benar tidak memiliki jalan lainnya.
Kehidupan wanita-wanita itu sudah dalam krisis. Karena keterlambatan penanganan pada akhirnya wanita yang dikirim lebih banyak meninggal di rumah sakit daripada yang selamat.
Tapi pemikiran warga desa sangat lucu. Mereka malah menganggap jika mengirim pasien ke rumah sakit itu artinya pasien itu akan mati.
Baili tidak tahu apa yang buat kedua lansia ini gugup . Dia sekarang sedang berkonsentrasi pada rasa sakit yang kian mendera.
Dari rumah bai sampai ke rumah sakit ,hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit .Tapi bagi Baili itu adalah waktu yang paling lama.
Pada tahun ini tidak ada instansi yang menawarkan kamar VIP apalagi di sebuah rumah sakit. Jadi baili harus ikhlas ditarik ke ruang di mana para ibu calon ibu-ibu melahirkan.
Tidak ada hal yang diistimewakan di sini.
begitu bayi ini ditarik keluar ke ruang melahirkan seorang perawat datang mendekat dengan sepeda dan juga sebuah buku
"apakah anda sudah mendaftar di depan ?"tanyanya dengan serius. Tidak ada senyum sama sekali menunjukkan pertanyaan itu adalah pertanyaan yang biasa dilontarkan pada setiap calon pasien.
__ADS_1
Kedua lansia tidak tahu harus menjawab apa ,untung saja ada guan ru yang berkata" kami sudah, coba Cek ,Lili dari keluarga bai"
perawat itu membuka-buka buku yang dia bawa dan menemukan nama yang disebutkan tadi.
"Oke nyonya lili dari keluarga bai. terima kasih dan tolong tunggu di sini "katanya sebelum pergi.
Guan Ru segera berlari mencari dua buah kursi membiarkan kedua lansia itu duduk menunggu dengan sabar.
"guan Ru tolong cari nyonya Wang, katakan padanya Lili akan melahirkan dan minta dia untuk menyiapkan sup ayam dan bawa kemari secepatnya oke" kata ibu Baili.
Meskipun dia tidak bisa menutupi rasa kegugupannya tapi sebagai wanita tua yang sudah berpengalaman dalam hal ini. Mereka perlu menyiapkan sesuatu untuk menyambut kelahiran.
Salah satunya adalah sup ayam dengan beberapa tambahan goji berry lagi yang cocok untuk wanita seperti baili.
Setelah melahirkan, baili akan kehilangan banyak darah dan begitu banyak tenaga.Jadi dia perlu menggantinya secepat mungkin dengan memakan makanan bergizi.
Guan Ru mengangguk dan bertanya apakah ada sesuatu lagi yang perlu dia bawa lagi.
Wanita tua itu berpikir tentang popok yang diperlukan bayi setelah lahir. Sebenarnya semua produk itu sudah disiapkan lebih awal.Namun karena kegugupan mereka tidak ingat untuk menariknya tadi .Padahal barang itu sudah lama berada di depan pintu kamar tidur baili.
Sudah tua segera meminta hal itu agar dibawa serta.Produk itu begitu penting ,tidak mungkin membiarkan bayi yang baru lahir tidak memakai pakaian dan selimut.
1 jam berlalu baili belum juga keluar dari kamar bersalin. Pada saat itulah Ran Shadong tiba dengan wajah yang tidak kalah gugupnya.
Ran Shadong bahkan belum melepaskan pakaian penelitinya.
" ibu mertua ,ayah mertua bagaimana dengan menantu perempuanku?" tanyanya yang datang tergesa-gesa.
"sudah lebih dari satu jam dan dia belum juga keluar. Melahirkan anak memang tidak akan secepat ini jadi kita harus menunggunya beberapa waktu lagi' kata ayah tua baili pada Ran Shandong.
Paling tidak itulah yang dia ketahui setelah memiliki anak dan cucu
"Begitukah ?" tanya Ran Shadong yang pura-pura tenang.
Penelitian yang dia kerjakan sudah mulai menampakkan hasil jadinya. Sangat sayang jika ditinggal begitu saja.
Tapi tadi dia dipanggil oleh seseorang dari ruang telepon dan mengabarkan masalah Baili.
Tentu saja masalah Baili lebih penting dari hasil penelitian itu sendiri .Lagi pula masih ada beberapa orang yang bisa melanjutkannya, tanpa dia penelitian juga masih bisa berjalan.
Walaupun kedua mertuanya berbicara begitu. Ran shadong masih tidak nyaman, dia mondar-mandir beberapa kali di depan pintu ruang melahirkan.
Dari pintu ini, anda bahkan tidak bisa mendengar suara apapun.
Ran Shadong sangat kesal karena dia pernah berjanji untuk ikut masuk mendampingi Baili dalam proses melahirkan yang sangat melelahkan itu.Tapi dia datang begitu terlambat dan tidak mungkin untuk menemaninya pergi.
lagi pula pada tahun ini masih banyak tabu yang disebutkan, demi melarang para suami ikut mendampingi istri mereka melahirkan.
Katanya darah wanita yang melahirkan itu bisa membawa sial seumur hidup. Walaupun itu hanya sebuah kepercayaan feodal namun masih banyak orang yang menganggapnya benar dan tidak ingin melanggarnya.
Kepercayaan seperti itu akan membuat orang merasa aneh seandainya Ran Shadong nekat mendampingi baili melahirkan.
Jadi Ran Shadong sudah cukup puas menunggu baili di depan pintu.
Tidak lama kemudian pintu ruang bersalin akhirnya terbuka. Ada seorang perawat yang tiba dengan bayi mungil di lengannya.
"nyonya Lili dari keluarga bai" panggilnya dengan pelan.
"ya itu kami" tiba-tiba saja Ran Shadong bangkit dan menjawabnya dengan bersemangat.
Ran Shadong tidak melihat ada keluarga lain yang menunggu bersama. Jadi besar kemungkinan hanya ada baili, wanita hamil yang sedang melahirkan di dalam. Dengan begitu bukankah bayi di dalam gendongan ini adalah miliknya sendiri.
'oh selamat ya , ibu dan bayi sehat-sehat saja , bayinya laki-laki dengan berat 3 kilo "perawat itu berkata dengan santai dan bahkan tidak bertanya siapa ayah dari bayi tersebut.
Setelah menyerahkan bayi kepelukan Ran Shadong perawat masuk lagi untuk melakukan sesuatu.
Bayi yang diserahkan ke tangannya ini adalah bayi baru lahir yang tampil dengan kulit berkerut.
Meskipun bayi yang dia terima sedikit jelek tapi Ran Shadong sudah bisa tertawa dengan lega.
Pada akhirnya semuanya baik-baik saja dan dia adalah seorang ayah dengan satu putra.
__ADS_1