
Meskipun di luar sedang terjadi perbincangan tentang perpisahan keluarga bai. Baili sama sekali tidak ikut campur dia hanya duduk mendengar dari jauh.
Selain para cucu yang terkesan heran. Tidak satupun dari anggota keluarga bai yang menganggap ini hal yang menyedihkan .
Mereka tertawa dan sesekali tersenyum berbicara dengan kepala desa dan sekretaris desa berikut dengan kapten tim.
Sesuai kesepakatan mereka tadi malam .Hasilnya juga cepat karena orang-orang ini harus pergi bekerja di ladang setelah ini.
Apa yang orang desa tahu, keluarga bai telah membagi semua tanah dan uang keluarga menjadi tiga bagian yang sama.
Semua orang tidak percaya ketika mendengar pembagian itu adalah Rp150 per keluarga.
Ini adalah jumlah uang paling banyak yang bisa dimiliki oleh penduduk desa saat ini.
Banyak orang tidak menyangka jika keluarga bai sebenarnya memiliki uang cukup banyak.
Ibu tua Bai lagi-lagi menggunakan alasan pria misterius yang memberikan mereka uang sebanyak itu.
Karena terjadi perpisahan tentulah uang itu akan dibagi sama banyak dan sama rata.
Ketika kepala desa mempertanyakan alasan perpisahan ini. kakek bai menjawab dengan pelan dan malu.
" Aku ingin baili merekrut ,anak anak menolak, jadi perpisahan ini yang terbaik " terang nya.
"Hah jadi baili serius ingin merekrut,bukan omong kosong kan?" beberapa orang segera terkejut.
Mereka sudah mendengar gosip tentang ini .Tapi belum valid mendengar orang tua itu berkata begitu maka itu adalah benar adanya.
" kami serius dan itu sudah diputuskan" jawab kakek Bai
" kakek bai,sebenarnya kau belum cukup tua tapi kenapa sudah melupakan beberapa hal ?" Tanya sekretaris desa.
Hanya karena masalah merekrut. Keluarga bai jadi terpecah belah. Bukankah ini aneh.
"Tidak apa apa kepala desa, perpisahan bukan berarti kami tidak akan berbakti pada orang tua kami bukan. ini sama hanya saja kami akan memiliki hukou yang berbeda"kata baitou cepat.
"Ya kepala desa, kami tidak masalah kok"tandas baiyou.
"Tapi baili ,apa kalian yakin?" tanya kapten.
" kami yakin ,lagipula rumah tetap sama , kalau ada apa apa kami bisa kembali kapan saja " kali ini kakak ipar pertama yang buka suara.
Orang-orang ini terkesan bertele-tele. Jadi dia sedikit takut jika perpisahan ini akan dibatalkan.
Kepala desa dan lain menganggap semuanya sudah setuju dan hal-hal sudah dipisahkan sebelumnya. Jadi tidak ada yang di repot kan dengan ini.
Dengan senang hati semua orang menandatangani dokumen perpisahan itu, dan perpisahan juga dianggap selesai.
Sebelum semuanya pergi, baitou dan baiyou berkata mereka tidak akan bekerja hari ini.
Ada banyak pekerjaan yang harus diurus terlebih dahulu.
Dapur harus dibuat terpisah begitu juga dengan kandang ayam dan gudang.
Setelah dipikir lagi Baili
juga menginginkan sebuah gudang yang baru.
Setelah semua orang bubar, keluarga bai bergegas membuat gudang dan kandang ayam yang baru.
Hal yang tidak terduga adalah dewa keponakan laki-laki,baiyun dan bai jiahui marah besar.
Mereka pikir perpisahan ini tidak adil untuk kakek dan neneknya. Lagi pula kenapa mereka tidak diikut sertakan tentang pembicaraan tadi malam. apakah karena kedua masih tidak di anggap orang dewasa.
Tidak ingin kedua anaknya salah paham. He lanlan menarik dua anaknya itu ke dalam rumah dan mereka berbicara untuk beberapa waktu
Entah apa yang dikatakan oleh kakak ipar pertama . Yang jelas dua anak itu keluar lagi dengan wajah memerah.
Setelah itu keduanya bergegas membuat apa-apa yang diperintahkan oleh kakeknya.
Karena belum ada dapur yang terpisah, keluarga ini masih masak di dapur yang sama.
Baili ingin berpartisipasi di dapur.Tapi dia segera didorong oleh dua kakak ipar begitu saja. Sekarang mereka berdua sedang dalam keadaan mood yang baik.
sementara itu gambar tentang perpisahan keluarga besar terhadap dengar di seluruh desa semua orang terkenal tapi mereka hanya bisa membicarakan nya di belakang.
__ADS_1
Hal yang paling tidak terduga adalah keluarga Ran. Keluarga yang tinggal bersebelahan dengan keluarga bai.
Mendengar perpisahan itu ,seluruh keluarga termotivasi .Apalagi menantu perempuan ran . Yang sejak awal memang sudah tidak menyukai kehadiran ipar lelakinya yang sedang dalam keadaan terpuruk.
Dia kembali ke rumah keluarganya semalam. Hanya dalam salah satu hari dia dijemput oleh suaminya lagi.
Dia masih marah namun tidak berdaya. Begitu melihat keluarga bai membuat perpisahan. Dia segera terinspirasi dan memaksa suaminya untuk bertindak selagi kejadian ini masih panas.
Terjadi perdebatan dalam keluarga itu awalnya. Namun entah bagaimana sebelum makan siang.
Kepada desa ,sekretaris berikut kapten .Datang lagi hanya saja kali ini mereka pergi ke sebelah.
Baili sebenarnya heran, kejadian ini tidak dituliskan di dalam novel. Tapi mungkin inilah yang disebut dengan efek kupu-kupu sebuah transmigrasi.
Keluarga Ran telah membuat perpisahan lebih awal dari yang seharusnya.
Baili hanya melihat puluhan orang datang ke keluarga sebelah . Baili juga tidak ingin pergi melihat kegembiraan.
lagipula Baili sudah tahu hasil perpisahan itu .bibi Ran akan pergi mengikuti putra keduanya. Sementara putra pertamanya ini akan sendirian hingga ke akhir hayatnya.
Sungguh menyedihkan sekali.
Tapi jangan salahkan baili. Salahkan saja penulisnya yang tidak punya otak.
tidak ada yang pergi melihat kegembiraan juga dari keluarga berjalan dari ibu tua itu.
Gudang dan kandang harus diselesaikan hari ini juga. Mereka perlu mengambil cm besok . Jadi jangan buang-buang waktu untuk melihat kesedihan keluarga lain.
tring..tring.. tring..
"Li dari keluarga bai?"
"Li dari keluarga Bai?"
Ada bunyi sepeda yang tidak jauh dari luar. Ada juga suara teriakan yang menyerukan nama baili.
Karena namanya dipanggil tentu saja baili segera keluar untuk mencari tahu siapa yang mencarinya.
Tukang pos.
"Ya apa kau Li dari keluarga Bai?" tanya nya.
"Bukan tapi aku keponakan nya"kata Bai Yan. kebetulan sekali baiyan mendengar panggilan itu dari belakang.
"panggil dia sebentar, ada surat untuknya " kata tukang pos.
"surat dari mana ?bibi ku tidak pernah keluar dari desa ,siapa yang dia kenal di luar?" bai Yan heran dan dia masih ingin bertanya beberapa patah lagi tapi..
" ini aku ambil saja yayan"Seru baili.
Melihat bibinya keluar dari dalam rumah. Baiyan tentu saja mengiyakan dan segera mengambil surat itu dari tangan tukang pos yang tercengang.
" apakah bibinya begitu muda?"
Beberapa orang yang sibuk melihat kegembiraan di sebelah . Ada seseorang yang tiba-tiba menyadari jika tukang pos tadi membawa surat untuk baili . Jadi kegembiraan dengan cepat pindah ke rumah sebelah begitu mudah.
" hai tukang pos apa kau tidak salah kirim ?baili tidak pernah keluar. Dari mana asalnya surat ini?"
"mana ku tahu, aku hanya menyampaikan saja. Kali ini ada empat buah surat yang datang dua hari yang lalu .Karena tidak ada yang menjemput tentu saja kami harus mengirimkan nya ke alamat"
Karena surat sudah dikirim ,tentu saja dia bergegas pergi. Masih ada beberapa surat penting lagi yang perlu dikirimkan pada hari ini.
"surat dari mana itu bibi?" tanya menantu perempuan kang.
Bukan hanya dia ,hampir semua orang yang hadir merasa heran tentang keberadaan surat itu.
Baili sedikitnya bisa menebak dari mana asal surat itu . Dia juga tidak perlu menyembunyikan dari orang desa.
Satu paket besar dibuka baili dengan hati-hati .Benar saja di dalamnya ada empat buah surat yang cukup tebal.
Baili juga membuka salah satu amplop surat . Tidak sengaja membuat isinya berserakan di tanah.
Melihat sesuatu yang berterbangan di tanah. Membuat semua mata memandangnya dengan cara yang aneh.
Uang kertas...
__ADS_1
" bibi ,ini uang kertas.Dari mana asalnya uang ini bibi?" Pekik Zizi terkejut.
Zizi dengan cepat mengumpulkan uang itu nya kembali. Ini adalah uang bibi kecil. Nanti mereka akan diberikan permen jika bibi sudah memiliki banyak uang.
Dari dalam amplop itu ada juga sehelai kertas yang sedikit besar. Rupanya itu adalah contoh kliping dari artikel yang dikirim ke koran.
Dalam surat yang terpisah, pihak koran mengatakan jika artikel yang ditulis sudah berhasil di cetak. Sebagai pembayarannya ada 500 sen perseribu kata.
Dalam artikel itu ada 2000 kata jadi baili mengantongi uang sebanyak
Rp 100.
Kebetulan sekali ada beberapa orang yang melek huruf di antara warga desa. Mereka segera melirik dan terkejut dengan apa yang mereka baca.
" wow baili, kau menulis artikel di koran hebat hebat" Katanya.
Dengan dia berkata begitu .Semua warga desa jadi tahu apa yang terjadi .Rupanya baili mengirim kan sebuah artikel dan artikel ini dicetak dikoran .Sebab itulah dia mendapatkan bayaran yang setimpal.
Bai You langsung teringat ,ketika mereka pergi ke kota tempoh hari mereka juga sempat singgah di kantor pos.Mungkin ini adalah artikel yang disebutkan tadi.
"apakah tiga yang lainnya juga uang?" tanya seseorang yang entah siapa.
" bibi kecil ayolah buka. Kami juga ingin tahu apa isinya masih uang atau tidak"kata Zizi
Baili pura-pura terkejut,dia lantas meminta baiyou membuka dua amplop sendirian.
Hasilnya masih sama tapi kali ini mereka juga disertai dengan dua buah tiket industri,tiket kain dan tiket minyak.
amplop yang dipegang baely memiliki rp100 dan 60 sen. ini karena penghitungan mereka per kata berbeda dengan yang pertama.
Di amplop ke ketiga, masih RP100. Namun di amplop yang keempat itu adalah RP 200 persis.
Beberapa rahang langsung jatuh ke tanah.Mereka tidak menyangka hanya mengirimkan artikel ke koran. Baili bisa meraup 500 dan 60 sin dengan.
"Bibi...
"hahaha sepertinya kita akan makan enak malam ini. Tapi aku harus pergi ke kota dulu .Ada beberapa artikel lagi yang harus aku kirim. Mungkin bulan depan akan ada pengiriman uang lagi kan hahaha" katanya dengan rasa bersalah.
Dia tidak menulisnya dengan serius hanya menjiplak dari seseorang.
"Hore..bibi cepat pergi ,belikan akau permen oke?" teriak zizi. Dia langsung mendorong bibi kecilnya agar pergi cepat ke kota untuk mengirimkan sebuah surat lagi.
beli juga tidak keberatan dengan itu lagipula dia tidak ada yang dia tidak ada tugas di rumah ini adalah saatnya untuk pergi bersenang-senang.
Orang-orang yang ada di sana terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun dalam hati mereka akan meminta keluarga yang bisa menulis. Untuk mengirimkan artikel juga ke koran. Siapa tahu mereka akan mendapatkan manfaat dia besok.
Ibu tua Baili juga bergegas ke depan
ketika dia mendengar apa yang disebutkan oleh tetangga tetangga nya itu. Dia terkejut sedikit
Pada akhirnya wanita tua itu segera memamerkan senyum penuh kebanggaan.
" nyonya tua sepertinya kuburan leluhur kalian sedang berasap hijau hahaha"
"Aku juga berpikir begitu, bukankah ini kebetulan yang indah. Mereka baru saja berpisah dan saat ini Baili tiba-tiba mendapatkan Rp500 yang sangat tidak wajar. Apakah ini sebuah kesialan bagi kedua keluarga kakaknya itu"
beli tidak perduli apa kata orang yang jelas dia langsung pergi mencari ayahnya meminta izin untuk dibiarkan pergi ke kota.
dia belum mengirimkan beberapa artikel lagi.
Tentu saja orang tua itu setuju dengan cepat. lagipula baili harus selalu bergerak dari kota ke desa demi melancarkan misi jadi para dewa.
" oh dua kakak ipar aku akan ke kota dan memberikan kamu panci dan wajan yang sama persis seperti milik ku, ini apa kalian senang?" katanya dengan girang.
Dua kakak ipar itu segera mengangguk .Siapa yang menolak diberikan panci baru yang masih bagus. Apa lagi tidak memakai kan uang sendiri.
" oke kalau begitu aku akan pergi tapi selesaikan dulu pembagian makanan kalian ,sebelum aku kembali"
Baili bilang dia akan membeli beberapa bumbu lagi dari kota
Namun karena perpisahan sudah terjadi .Barang yang akan dia beli adalah miliknya sendiri dan tidak akan dibagi kepada kakak ipar nya lagi.
Baili tersipu malu karena diejek oleh kakak ipar nya . Dia di tuduh sebagai wanita kaya di desa.
Ahhh itu benar hahaha
__ADS_1