Pot Emas Di Era 70

Pot Emas Di Era 70
60


__ADS_3

Semua orang tahu jika Baili akan pergi ke kota dan langsung ke pabrik baja.


pabrik baja tidak berada di kota yang sama.Pabrik baja ada di kota cahaya, di kota di mana Yanyan berada.


Untuk pergi ke pabrik baja, baili harus menggunakan kereta api. Perjalanan juga memerlukan waktu tiga atau empat jam di dalam kereta.


Sudah wajar jika ada orang yang mengikutinya. Namun Baili tidak menerima niat baik keluarga. Karena dia memiliki situasinya sendiri.


Tentu saja ayah dan ibunya mengerti apa yang dia maksud .Jadi mereka tidak menolak dan membiarkan baili pergi sendirian ke pabrik baja.


Hari masih begitu gelap ketika Baili keluar dari desa Jiang cuan. Untuk penghindaran dari banyak mata. Baili memang mengambil alih sepeda Phoenix khusus lesbian bersamanya.


Namun setelah melewati tempat sepi ,dia bergegas menyimpan sepeda tersebut dan menggantinya dengan sepeda listrik.


Dengan begitu perjalanannya akan lebih aman dan lebih cepat. Kurang dari 15 menit, Baili sudah tiba di loker stasiun kereta api.


Ada dua perjalanan kereta api hari ini. Satu kereta api pergi ke Beijing. Satu lagi pergi ke kota ajaib.


Namun begitu dua kereta api ini juga melewati kota cahaya. Kereta api yang pergi ke Beijing akan berangkat setengah jam lagi.


Karena baili datang lebih cepat maka dia bisa membeli tiket dengan kereta api ini namun berhenti di kota cahaya. Harga tiket juga tidak murah ini masih 20 sen untuk ke kota cahaya.


tahun 70-an ada tiga macam tiket yang dijual. Tiket pertama adalah tiket berdiri. Jika anda membeli tiket ini ,harganya masih lebih murah. Untuk tujuan baili tadi hanyalah 20 sen saja.


Ada juga tiket duduk anda perlu menambahkan 20 sen lagi untuk tiket ini. Orang desa tidak akan pernah mengambil tiket ini mengingat begitu sulitnya mereka mendapatkan uang.


Namun pertanyaannya bisakah anda berdiri selama dua atau tiga jam hanya untuk menghemat uang.


Meskipun demikian tiket berdiri juga laku keras.Berikut dengan tiket kursi.Ada banyak orang yang membelinya.


tapi beli berpikir dia masih banyak uang kenapa juga membeli tiket kursi.sakit pinggang juga jika duduk lama-lama dalam kondisi yang tidak stabil di dalam kereta api.


Apalagi dengan orang yang begitu ramai .Ada aroma campuran yang sulit terkatakan. Dia mungkin bisa muntah saat itu juga.


Baili mungkin tidak pernah mengalami pengalaman masuk ke kereta api model tahun 70-an ini. Tapi sebagai seorang blogger di dunia asli .Baili mengetahui sejarah dari kereta api dari tahun ke tahun.


Dia juga sudah membaca beberapa artikel mengenai pengalaman naik kereta api pada tahun tersebut.


Secara gamblang Baili mengetahuinya meski belum memiliki pengalaman sama sekali.


Jadi dia memilih tiket tidur yang harganya masih RP100 yang tidak semua orang bisa membelinya.


Seperti yang dikatakan sebelumnya Rp100 ini jika ditukar dengan uang mata uang tahun 2020 sama dengan rp1.500.000.


Siapa yang ingin membeli sebuah tiket kereta api untuk perjalanan selama 3 jam membayarkan uang sebesar rp1.500.000 ini.


Baili bukan sombong bukan juga songong. Tapi dia memiliki uang untuk apa menyimpannya jika tidak untuk kenyamanan diri sendiri.


jika dirinya tidak memiliki uang .baili pasti memilih membeli tiket berdiri dan bersembunyi di toilet kemudian lari ke ruang tunggunya.


Tetap di sana menunggu waktu tiba di kota cahaya barulah dia keluar. ini sebuah rencana yang bagus bagi orang yang tidak berduit.


Hanya saja siapa yang suruh baili menjadi wanita paling kaya di kota saat ini. Dia juga menginginkan sebuah pengalaman naik kereta api di tahun 70-an.


Yang menjadi sebuah kepuasan tersendiri bagi individu.


Setelah diperiksa sebenarnya tidak banyak orang yang membeli tidur.


Jadi baili sok membeli satu kamar sekaligus.Satu kamar memiliki empat dan enam ranjang.


Baili cukup memilih kamar yang memiliki 4 ranjang. Dan dia harus membeli empat tiket tidur karenanya.


Rp400 hilang dalam sekali jalan.Ini sama dengan Rp 6.000.000 .Baili juga tidak sedih sama sekali.


Setelah membeli tiket baili langsung menuju kamar yang dimaksudkan.


Niat Baili untuk mengalami pengalaman bagaimana rasanya naik kereta api di tahun 70-an.


Jadi baili sama sekali tidak menutup pintu.


Dia bisa memandang bagaimana orang-orang lain berdesak desakkan duduk bahkan ada yang berdiri namun masih tetap tersenyum gembira.


Ini adalah zaman di mana semua orang kekurangan bisa naik kereta api juga dibilang langka dan hal yang membahagiakan bagi setengah orang.


tanpa bisa dicegah bayi mengambil ponsel yang baru dibelinya kemarin.Ponsel ini memiliki resolusi yang cukup tinggi dan daya tembak kameranya cukup jernih.


meskipun tidak memiliki kemampuan untuk berkomunikasi karena tidak adanya sinyal namun ponsel ini masih bisa digunakan untuk memotret sesuatu.

__ADS_1


Hal ini begitu kecil dan pipih. Sehingga tidak ada yang berpikir jika mereka sedang dipotret.


Banyak momen-momen yang dipotret oleh Baili tanpa takut ketahuan.


Dia juga memotret kejadian di luar kereta api.Di mana banyak orang yang berdesakan dan berebut untuk masuk ke dalamnya.


Tidak ada bunyi bliss ataupun cahaya yang dihasilkan dari kamera ponsel. Jadi baili cukup aman melakukannya meski secara diam-diam.


Tak lama kemudian kereta api berangkat. Terdengar bunyi jes ..jes.. jes.. yang keras.


Berada di dalam kamar yang luas sendirian .Baili tidak merasa terganggu sedikitpun. Ini hanya tiga jam perjalanan saja.


Namun siapa sangka ada hal yang tidak terduga terjadi. Seorang ibu-ibu tua yang berusia sama dengan ibunya. Datang dan masuk ke dalam kamar tanpa diundang.


Sejak dari awal wanita tua ini sudah melihat jika Baili hanya bersendirian di dalam kamar yang jelas kosong.


Harga tiket tidur sangatlah mahal sehingga dirinya tidak sanggup membeli tiket tidur.


Tapi dia juga tidak akan pernah berpikir jika Baili membeli tiket keseluruhan kamar tersebut.


Jadi dia buru-buru masuk dan berkata. Jika dia sudah pemilik dari ranjang di atas.


Bersamanya wanita tua ini juga menarik dua orang cucu kecil dengan satu menantu perempuan yang hanya berdiam diri dengan wajah malu.


Di era ini kemampuan seorang wanita tua untuk berbicara sangatlah menakjubkan. Jadi baili tidak perlu mengkonfirmasi masalah ini dengannya.


Bertanya atau menjelaskan, Baili sudah dipastikan kalah.


"dari tadi aku mencari nomor ini baru sekarang menemukannya.


anak-anak sudah capek" katanya berusaha menjelaskan dengan wajah tersenyum.


Baili tidak menjawab hanya tersenyum dengan ramah.Dengan ini saja dia memperkirakan wanita ini mengaku sebagai seseorang yang memiliki tiket tidur dengan nomor untuk kamar ini.


melihat bayi tidak membuat kesalahan wanita tua itu melanjutkan dengan percaya diri.


Dia mengemas semua barang bawaannya dan meletakkannya di ranjang atas.


Setiap kamar memiliki dua ranjang satu ranjang atas dan satu ranjang bawah.


jika tidak ingin terganggu anda lebih baik memilih ranjang di atas .Namun jika anda seseorang yang kerap gelisah dan selalu pergi ke kamar mandi atau sebagainya .Anda dianjurkan membeli ranjang bawah.


Ranjang bawah untuk dirinya sendiri sehingga menantu perempuan kecil hanya bisa duduk di ujung ranjang saja.


Tapi sikap serakah seseorang tidak pernah terpuaskan. Sebab itu dia berkata lagi"pergilah ke ranjang itu, di sana masih kosong jika pemiliknya datang barulah kamu ke sini lagi "


Menantu perempuan itu menatap baili dan tidak bisa berkata banyak. Dia juga tidak bisa bergerak dari tempatnya.


Mungkin dia juga merasa bersalah karena penipuan ini. Tapi mau bagaimana lagi mertuanya adalah sosok yang tidak bisa dia lawan.


tidak mau bergerak wanita tua itu mendorong menantu perempuannya dan menariknya pergi.


Dengan cara ini mau tidak mau dia juga harus duduk di ranjang bagian atas.


Namun begitu matanya memandang Baili dengan tatapan permintaan maaf.


Baili juga tidak mau mempermasalahkannya panjang lebar. Dia hanya tersenyum dan mengangguk kecil.


namun begitu baili akan menyia-nyiakan uang yang sudah dihabiskan untuk tiket tidur ini.


Tidak mau dirugikan Baili pura-pura pergi keluar untuk ke kamar kecil. Namun sebenarnya dia mencari sosok petugas yang bisa dia temukan di sepanjang lorong.


Pada petugas itu Baili mengeluhkan hal-hal yang dia yakini. berikut dengan bukti tiket yang dia pegang di tangannya.


Sebenarnya langkah baili untuk membeli satu kamar sekaligus. Dikatakan begitu arogan dan memiliki sifat seorang kapitalis.


Tapi Baili berkata lagi"aku berpergian bersama keluargaku dan tiket juga sudah dibeli .Namun sampai sekarang aku belum melihat batang hidung mereka.Bagaimana jika keluargaku tiba dan melihat orang-orang sudah menempati ruangan yang seharusnya kami miliki"


Sang petugas mengerti apa yang dia maksudkan. Jadi dia menarik temannya dan pergi ke kamar yang baili dimaksudkan.


Untuk tidak mempermasalahkan dirinya. Baili memang pergi ke kamar kecil sebentar sebelum dia kembali ke kamarnya lagi.


Sampai di sana wanita tua itu dengan dua cucu berikut menantu perempuan kecilnya sudah berkemas-kemas lagi.


Tadi wanita tua ditanyai tentang tiket yang mereka miliki tapi mereka tidak akan pernah bisa membuktikannya.


Dari itu sang petugas memeriksa tiket lagi dan mengantarkan semua orang pada tempat yang seharusnya.

__ADS_1


Bai li dianggap tidak tahu apa-apa mengenai kasus ini. Tapi wanita tua itu adalah seseorang yang sudah makan asam garam kehidupan lebih lama dari dirinya.


Kenapa dia tidak tahu hal ini adalah pekerjaan Baili sendiri.


Tapi begitu dia juga tidak bisa marah pada Baili .Karena sejujurnya memang dia yang bersalah menempati hak seseorang tanpa izin dari pemiliknya.


Sebelum mereka benar-benar pergi baili mengambil segenggam permen dan memasukkannya pada saku dua bocah yang malang.


Tindakan ini diketahui oleh menantu kecil dan dia juga merasa bersyukur karena Baili tidak menyalahkannya. Baili bahkan berinisiatif untuk memberi segenggam permen pada dua anak-anaknya.


Setelah insiden ini Baili duduk lagi di ruangannya. Namun kali ini dengan enggan dia menutup pintu.


Setelah pintu ditutup tidak ada yang terjadi lagi dan ini berlanjut sampai lah kereta api tiba di stasiun kota cahaya.


Perjalanannya cukup bagus menurut Baili dan dia mendapatkan pengalaman penting dari perjalanan ini.


Turun dari stasiun Baili tidak tahu ingin ke mana. Tapi dia sempat melihat gerobak sapi yang tidak jauh dari stasiun.


Memakai tekad malu bertanya sesat di jalan. Baili tidak malu bertanya pada pengemudi gerobak sapi. Di manakah arah pabrik baja.


Sebenarnya Baili tidak perlu melakukan ini andai saja dia menghubungi pihak pabrik terlebih dahulu minta dijemput.


Tapi baili keras kepala dan tidak menginginkan keistimewaan itu.


"ini tidak begitu jauh hanya sekitar satu jam berjalan kaki" kata sang pengemudi gerobak sapi itu.


Mendengar kata tidak jauh Baili memutar matanya ingin. tapi dia masih tersenyum dan bertanya ke mana arah aslinya.


Setelah dijelaskan baili segera mendapatkan dan mengerti ke mana harus pergi.


Setelah mengucapkan terima kasih pada pengemudi gerobak sapi,baili pergi berjalan ke arah lorong kecil.


Dari sana dia mengeluarkan sepeda Phoenix asli bukan sepeda listrik.


Dengan arah yang ditunjukkan pengemudi gerobak sapi tadi. Baili mengayuh sepeda Phoenix nya dan pergi ke arah yang benar.


Karena hari masih pagi jadwal rapat ditentukan jam 02.00 siang. Baili lucu juga tidak buru-buru.


Jadi dia memutar sepedanya dengan santai dan perlahan-lahan menikmati keindahan panorama jadul di era 70-an.


Bali sama sekali tidak mengetahui jika dirinya dilihat oleh seseorang yang tidak dia.


Xi Yan.


Bukankah dirinya mendapatkan libur satu minggu dari pabrik kain karena tindakan kritik yang tidak beralasan itu.


Hari ini Yanyan berniat pergi ke pasar gelap untuk menjual buah-buahan dan telur ayam.


Tapi dia sangat terkejut melihat sosok yang dia kenal sedang mengayuh sepeda dengan wajah memerah.


Mereka sudah terpisah jauh bahkan dipisahkan oleh dua kota yang berbeda. Tapi apa yang dilakukannya di kota cahaya saat ini.


Merasa penasaran , Yanyan meninggalkan niat aslinya tapi justru mengikuti ke mana perginya sang bibi kecil.


Mungkin bibi kecil memiliki teman sekolah yang berada di kota cahaya atau dia sedang mencari pekerjaan di sini tapi hal ini juga tidak mungkin.


Siapa yang bisa dia kenal di kota cahaya selain dirinya sendiri.


Bibi kecil tidak mungkin mencarinya kan.


Yanyan juga terkejut melihat bibi kecil ini mengayuh sepeda ke kota cahaya.Sepeda siapakah itu?


Sepertinya barang itu masih baru dan dikhususkan untuk lesbian mengingat dari tingginya.


Semakin dilihat yanyan jadi semakin penasaran sendiri. Dia juga tidak bisa menahan mulutnya untuk menganga ketika bibi kecil yang biasanya kesulitan dalam hal makanan. Sebenarnya pergi ke hotel negara dengan santai.


Apakah bibi kecil ini bodoh atau memang benar-benar bodoh. Berapa harga menu di hotel negara.Orang desa perlu menyimpan beberapa tahun jika mereka ingin pergi ke hotel negara.


Apakah bibi kecil memiliki uang.


kata orang rasa penasaran itu bisa membunuhmu. Tapi Yanyan tidak pernah berpikir begitu.Dia hanya ingin melihat apa yang dilakukan bibi kecil di hotel negara.


Penasaran adalah satu hal mengikutinya juga adalah satu hal.dia ikut masuk ke hotel negara dan memesan sesuatu yang paling murah di sana.


Namun bibi kecil tidak begitu . Dia memilih menu paling mahal dengan jumlah yang tidak terkatakan.


Melihat ini saja Yanyan hampir pingsan di tempat.

__ADS_1


Apa yang terjadi.


Apa yang aku lewatkan...


__ADS_2