
Senyum Baili menjadi buruk setelah mendengar suara ibu beruang.Dia menyesali tindakannya tadi.
Mata baili melotot padanya sehingga wanita itu balas melotot.
Dia seperti sedang menagih hutang pada baili.
Suaminya yang di ranjang atas tidak bergerak sama sekali .Dia hanya menutup kan matanya tanpa peduli dengan suara keras menantu perempuan nya .
"Apa hah, dasar ekor kapitalisme sial,apa kau keturunan tuan tanah hah!"katanya lagi dengan tangan di pinggang.
Ran Shadong berdiri dengan tegak. Dia tidak terima jika menantu perempuannya dikatakan sebagai ekor kapitalis. Sesuatu yang sangat tidak baik untuk disebut di era ini.
Tap..tap..
"Ehh telur rebus ku..huwa"anak itu menangis melihat telur rebus yang sangat dia suka. Sebenarnya sudah diambil alih oleh Ran Shadong .
Sekarang berada di dalam mulutnya tanpa Ran Shadong berbicara.Dia menguyah nya dua kali dan itu hilang.
Jangankan baili beberapa orang yang duduk dikompartemen juga melihat kejadian itu. Mereka mau tidak mau tertawa dengan keras.
Orang yang diberikan telur rebus tidak berterima kasih malah mengatakan hal-hal buruk kepada dermawannya.
Ibu itu tercengang melihat adegan cepat Ran Shadong. Dia tidak menyangka orang dewasa juga bisa berperilaku buruk seperti ini. Barang yang sudah diberikan diambil lagi.
Bukankah ini jahat.
"Kau pencuri telur, kenapa kamu merebut telur rebus anak-anak heh. Apa kau tidak memiliki hati nurani yang bersalah"katanya pada Ran Shadong.
Seburuk-buruknya laki-laki adalah orang yang bertarung dengan wanita. Jadi Ran Shadong tidak akan menjawab nya sama sekali.
Dia berkata "Lili aku masih lapar apa kau masih punya telur rebus yang lain?"Tanya nya di tengah suara tangis anak- anak.
Baili pikir ini baik, wanita itu perlu di beri pelajaran.Dia bilang kita pamer, oke pamer aja sekalian.
"Ohh ada teh telur ,ayo cicipi kerajinan tangan ku"kata Baili dengan mengedip kan matanya.
Secangkir telur yang di rebus dengan teh semalaman di keluarkan baili dari dalam tasnya.
Baunya sangat harum, karena proses nya yang lama.
Anak-anak yang menangis sudah berhenti karena aroma teh telur ini.Mereka jadi tambah sedih karena nya.
"Kalian menggertak ku?" katanya dengan akimbo.Dia tau salah tapi masih tidak bisa mengakui nya.
Di desa orang yang berani berdebat dengan nya bisa di hitung dengan jari.
Tadi dia bisa melihat pasangan ini adalah kucing kampung jadi dia berani untuk membuat keributan.
"Kamerad ,aku salah, seharusnya aku tidak memberikan putra mua telur rebus.Lebih baik telur di makan suami ku dari pada di buang.
Sekarang tindakan membuang buang makanan bisa tidur di biro keamanan publik semalaman, maaf ini tidak akan di ulangi lagi " kata Baili pura pura takut.
Jika anda tidak mendengar arti dari kata katanya itu mungkin anda pikir Baili memang salah.
Tapi wanita ini justru mengecil kan leher nya memdengar kata kata biro keamanan publik.
Seperti yang di pikir kan oleh baili,dia hanya lah seekor macan kertas.
"bilang kami membuang-buang makanan, kau hanya bintang sapu yang langka" katanya pelan.
"Oho ini keyakinan feodal ,kami saksi nya.Ayo tangkap sia dengan tuduhan keyakinan feodalisme" kata pria yang berbaring di ranjang sudut.
"Ya aku juga dengar dia bilang apa tadi"
"Hem jika tidak memberikan salah,Orang di katakan pelit jika di berikan lebih salah lagi,dasar wanita desa"
"Ya tangkap dan beri ke biro aku dukung "kata yang lain.Wanita ini jadi gugup.Dia hanya bertengkar dengan para wanita di desa nya.
Sekarang ada pria besar yang masuk campur.Tentu saja dia jadi takut dan menyesali nya.
"ahh tidak tidak,aku tidak bilang apa apa, tapi...
"Diam berisik , sekali lagi kau berbicara aku akan menampar mulutmu yang bau"kata pasangan nya yang jelas tidak suka.Dia masih berbaring di ranjang atas tanpa bergerak.
Tapi suaranya keras sekali.
Wanita ini segera terdiam, setelah itu dia benar benar tidak membuat masalah lagi.
__ADS_1
Sepertinya dia sangat takut pada pasangannya.Tapi pria seperti inilah yang paling tidak disukai oleh Baili.
Dia diam saja saat menantu perempuannya melecehkan orang lain. Mungkin jika berhasil dia akan turut menikmatinya.
Tapi setelah kejadian buruk dan biro keamanan publik disebut ,dia akhirnya maju juga untuk menghentikannya.
Kenapa tidak menghentikannya dari awal. Suami seperti ini tidak bisa di andalkan sama sekali.
Sayang sekali dua anak itu masih menjanjikan, meskipun memiliki orang tua yang tidak kompeten.
Ran Shadong menyesap habis teh telur sebelum dia pergi keluar untuk mencuci.Lalu dia menyerah kan gelas kosong yang sudah bersih pada baili untuk di simpan lagi.
"Jangan terlalu baik"katanya pada baili.
Baili setuju setelah itu mereka tidak berkata apa-apa lagi .Semuanya mengurusi urusan masing-masing.
Perjalanan masih jauh tapi Baili di landa kejenuhan yang panjang.Apalagi dengan tatapan kasihan dua anak kecil yang tidak bersalah itu.
Meskipun masih banyak makanan namun baili tidak berniat memancing masalah.
Untungnya keluarga kecil ini turun di stasiun berikut nya.Setelah itu tidak ada yang datang untuk menggantikan posisi nya.
Ini sangat wajar mengingat harga tiket tidur tidak murah. Agar tidak ada yang berpikir curang kompartemen ditutup dari dalam.
Ran Shadong sedikit heran dengan Baili.Setelah naik,dia sama sekali tidak pernah turun lagi.
Apakah dia tidak punya keperluan di kamar kecil.Atau dia tidak lelah hanya berbaring seharian di atas sana.
Baili cuman bangun untuk memberikan makanan dari waktu ke waktu.Anehnya makan ini masih cukup hangat dan cukup sampai sekarang.
Sebenarnya berapa banyak makanan yang di bawa oleh nya di dalam tasnya itu .
"Lili kau mau turun?"tanya Ran Shadong.
Saat Ran Shadong bertanya barulah baili menyadari jika sebenarnya dia berperilaku aneh di mata pria itu.
bagaimana seseorang bisa bertahan tidak turun untuk ke kamar belakang selama 3 hari 3 malam.
Berpikir seperti itu baili berkata "aku memiliki masalah pencernaan ,jadi jarang pergi ke toilet"
Ran Shadong hanya mengeryitkan dahinya, baili tidak tau apa yang dia pikirkan.Bagi Baili pria ini tidak boleh tau tentang rahasia nya .
Dia pergi untuk berjalan jalan alih-alih ke toilet umum. Tidak ada hal yang indah jika anda sudah berada di toilet umum.
Kali ini Baili pergi ke restoran.Di sana tidak ada bangku kosong.
Meski pun harga nya luar biasa mahal tapi masih ada saja orang yang Ingin merasakan layanan sebuah restoran.
"Kamerad beri aku Mie daging dua mangkok "kata Baili setelah melihat-lihat harga yang sengaja di tulis oleh pihak restoran.
Hanya beberapa menit dua mangkuk mie hangat segera siap.Kali ini mereka memakai Mangkok sekali pakai yang mahal.
Ini adalah salah satu sebab harga mie di sini menjadi mahal.
Untuk membeli mangkok sekali pakai, anda hanya bisa membelinya di luar negeri yang tentu saja diselundupkan.
Beberapa orang bahkan menyimpannya untuk dijadikan kenang-kenangan jika mereka pernah makan di restoran berjalan.
Mangkok seperti ini mirip seperti mangkok sterofoam versi awal. Melihat bahan sterofoam yang masih bisa ditemukan di era ini ,baik ini tiba-tiba tertawa kecil.
Dia bahkan memiliki gelas kertas tapi tidak pernah berpikir untuk menggunakannya.
Dia sudah melupakan hal hal kecil seperti ini.
Kembali dari restoran, baili menyerah kan mie panas pada Ran Shadong. Di atas mie isi daging ini baili metakkan dua butir telur rebus untuk Ran Shandong.
Baili juga " membeli " , biji bunga matahari besar sebagai camilan kecil.
"jika kau mengatakannya aku akan memilihnya untukmu 'kata Ran Shadong tidak senang.
"tidak apa-apa makanan kita hampir habis aku hanya pergi untuk mengisinya sedikit"kata baili beralasan.
Ran Shadong mengangguk. Dia segera menyelesaikan semangkuk mie itu dalam satu kali jalan.
Melihat cara makannya, baili hanya bisa mendesah"Apa dia babi".
Ran Shadong adalah tipe orang yang pemakan segalanya . Dia tidak pernah pilih-pilih makanan. Sebagai seorang menantu perempuan yang baik.Baili tidak tahu apakah dia harus tertawa atau menangis.
__ADS_1
"Ayo makan, setelah itu tidur lagi. kita akan tiba di kekaisaran besok pagi"
"Besok?"
"Hem"
"syukurlah beberapa hari di sini rasanya sudah setahun. Aku sudah tidak tahan lagi" kata Baili. Untung saja dia memiliki supermarket online shop susu jika tidak mungkin dia akan mati kebosanan.
Ran Shadong memanfaatkan waktu saat tidak ada orang di sekitar. Dia langsung mencuri ciuman dari Baili.
"tapi menantu perempuanku mesti nggak mandi selama 4 hari dia juga masih tetap wangi hehehe"
jujur saja Ran Shadong bisa mencium aroma sabun pada tubuh menentu perempuannya. Tidak tahu merk apa yang dia pakai sehingga aromanya tetap ada meskipun setelah berhari-hari.
"Uh gombal"kata Baili dengan wajah memerah.
"Gombal,apaan itu ,makanan ya?" tanya Ran Shadong.
Baili hanya memutar mata dan tidak tahu harus berkata apa. Sejak di stasiun terakhir semua penumpang yang duduk di kompartemen ini sudah tidak ada.
Saat ini hanya mereka berdua saja yang menghuni kompartemen ini.Ran Shadong tentu saja harus memanfaatkan situasi yang bagus.
jika pun akan ada penghuni baru yang masuk, pasti akan datang dari stasiun selanjutnya butuh waktu beberapa jam untuk kereta api sampai di stasiun itu
Jadi Ran Shadong sengaja menutup pintu dan tidak membiarkan orang lain masuk.
Sekarang dia bebas memeluk menantu perempuan nya yang imut. Mungkin karena sudah terbiasa baili juga tidak menolak diperlakukan seperti itu.
Baili adalah seseorang dari zaman modern.Peluk dan cium sudah biasa bagi pasangan orang yang bercinta. jadi dia tidak merasa aneh jika diperlakukan seperti ini. Apalagi mereka tidak resmi menjadi pasangan suami istri.
"Lili kau... bisakah kita... Hem"
"Stop ya, jangan di teruskan.Ini kereta api bukan di rumah tau"
"Hem jadi kalau di rumah, boleh ya" kata Ran shadong bercanda.
"Heh ampun deh,sana pergi, gerah main peluk peluk aja" kata Baili dengan sedikit dorongan.
"Heh kalau tidak dengan menantu perempuan siapa lagi yang bisa aku peluk hah,aku bukan Hooligan tua yang tidak tau diri " Kata Ran Shadong tertekan.
Dia hanya minta peluk dan cium doang .Nggak bisa macam-macam kok, pinggangnya bisa patah jika dia meneruskannya. Tapi untuk menggoda baili rasanya sangat seru.
"Hahaha ,Tau juga sudah tua,mau makan rumput muda hahaha"
Malam itu kompartemen nya memang benar-benar kosong ,tidak ada orang . Jadi mereka tidur nyenyak seakan-akan tidur di rumah sendiri.
Ran Shadong memeluk Baili dengan erat, baili juga nyaman dengan perilaku nya.
Tidak sadar,pagi datang dan kereta api membuat suara keras.
Jus..jus..jus..jus..
Sekarang baili dan Ran Shadong sudah tiba di kota kekaisaran.Baili mengemasi tasnya dan dia tidak lupa menyisir rambutnya yang berantakan.
Pakai juga bedak bayi tipis tipis dan lipgloss dengan warna ringan.Hari ini dia benar benar melewati jadwal lari berhadiah nya.
Tapi tidak masalah manusia itu tidak boleh terlalu serakah.
Ini adalah stasiun terakhir jadi Baili dan Ran Shadong tidak buru-buru untuk turun .Mereka lebih suka membiarkan orang lain turun lebih dulu.Sebelum mereka berdua benar-benar turun dari kereta api.
"Shadong, apakah melihat Wang sufeng. Dia bilang ,akan menjemput kita hari ini" kata Baili yang memandang ke segala arah.
"Bibi kecil,di sini!!"
"Ehh itu dia,ayo pergi "kata Ran shadong tersenyum. Dirinya menarik dua tas besar layaknya kuli panggul di pasar Senin.
Wang sufeng yang sudah melihat baili, buru buru berlari dan mengambil alih tas itu dari Ran Shadong.
"Kau sendirian,mana yang lain?"tanya baili heran. Biasanya Wang Sufeng tidak terpisahkan dari anggota timnya mereka seperti surat dan perangko.
"apakah ada sesuatu di tengah "pikir Baili.
"Mereka sibuk bibi, Ayo pergi.Aku menyewa sebuah rumah rusak di tengah kota.Satu jam dengan mobil , mari pergi"kata Wang sufeng.
Wang sufeng sekarang beda jauh dengan Wang sufeng yang dulu.Dia sudah menampilkan sisi dewasa nya dari pada sisi remaja yang seusia.
Jangan lupa Wang sufeng juga baru berusia belasan tahun saja.Anak-anak di pedesaan di era ini, memang bisa dikatakan lebih dewasa dari usia sebenarnya.
__ADS_1
Mungkin mereka dipaksa dengan desakan ekonomi. Jika tidak pintar kalian akan lapar.